nike

UPDATE Perkembangan Pasca Operasi “Phacoemulsification”

Saya ingin menceritakan UPDATE perkembangan mata saya setelah (pasca) operasi “Phacoemulsification” setelah artikel terakhir saya ceritakan DISINI

Terakhir tanggal 20 Juli 2015 saya kirim email ke dr. Johan untuk jelaskan semua kekecewaan saya dan saya sudah tidak akan kembali untuk kontrol lagi dengan beliau. Saat itu ada 3 (tiga) hal keluhan saya yaitu:
1. Mata kiri saya masih “ngeres” terasa mengganggu sekali (mata kanan tidak)
2. Di Mata kiri dipinggir kornea ada seperti “lemak” atau apalah, saya menduga itu adalah bekas sayatan
3. Mata kiri dan kanan saya menjadi tidak jernih, saya rasakan semakin kotor. Pandangan mata saya seperti ada benda2 terbang seperti kapas atau debu. Dahulu saya tidak rasakan ini.

Untuk lebih obyektifnya artikel saya ini, maka akan saya copy-kan email jawaban dr. Johan Hutauruk ke email pribadi saya yang dikirim pada tanggal 22 Juli 2015. Beliau menjelaskan dengan sangat baik dan saya bisa terima penjelasannya. Berikut email beliau:

Yth Bpk Harri Baskoro,

Saya mohon maaf telah mengecewakan bapak, dimana pada dasarnya mungkin seperti bapak katakan, masalah utama adalah karena masalah komunikasi, karena kita kekuragan waktu untuk diskusi mengenai kondisi mata dan diskusi untuk rencana kita mengatasi masalah yang dialami.

Saya tetap berusaha membantu ya pak, karena tujuan saya tentu sedapat mungkin mengurangi keluhan yang bapak rasakan.
Untuk menjelaskan keluhan bapak :

1. Bekas sayatan di kornea bisa menimbulkan rasa “ngeres” seperti yang bapak rasakan, tetapi tidak terus menerus karena bekas luka ini tentu akan sembuh. Jadi kalau setelah 1 bulan masih terasa kurang nyaman matanya, kemumgkinan ada kondisi dry eye syndrome karena berbagai faktor.
http://www.allaboutvision.com/conditions/dryeye.htm

2. Obat tetes yang diberikan adalah untuk mengatasi keluhan mata terasa “ngeres”tersebut untuk membantu kelenjar air mata memproduksi cairan air mata agar lebih baik. .Obat seperti Hilaid dan Polynel adalah obat tetes yang cukup aman digunakan pada keluhan seperti bapak rasakan, tetapi tidak berarti boleh digunakan terus menerus tanpa pengawasan dokter. Jika masih kurang efeknya, masih ada lagi beberapa  tahapan pengobatan seperti bisa dibaca dibawah ini :

3. Mengenai keluhan penglihatan berasa kotor dan perlu laser karena ada munculnya kondisi yang disebut PCO, bisa dibaca dibawah ini :
http://www.rnib.org.uk/eye-health-eye-conditions-z-eye-conditions/cataracts-laser-treatment-following-cataract-surgery
Memang biaya Yag Laser ini cukup mahal ya pak, tetapi saya bisa membantu meringankan biaya, bukan biaya rumah sakitnya tetapi honor dokternya bisa kita kurangi semoga bisa meringankan, tapi mohon bapak bantu mengingatkan juga agar nanti saya bisa membuat catatan kepada kasir,  Kita saling tolong menolong saja pak, karena dengan email yang bapak kirimkan tidak membuat mata bapak semakin baik tetapi malah suasana hati bapak menjadi semakin kurang enak.
Selama ini toh saya sering melakukan operasi katarak gratis bakti sosial sejak tahun 2002 sampai sekarang, yaitu untuk pasien-pasien di pelosok2 daerah yang tidak mungkin datang ke jakarta untuk operasi katarak. Dulu sih bisa 2 kali sebulan hari minggu operasi minimal 20-40 pasien katarak dari pagi sampai sore/malam  Tetapi sejak 2 tahun terakhir ini, – mungkin karena faktor usia saya – hanya bisa sekali sebulan saja operasi baksos di hari minggu. Jadi kita bisa tetap saling membantu dan saling pengertian agar lebih memudahkan mencari solusi masalah biaya ini.
 

4. Mengenai kondisi ukuran kacamata pasca operasi yang kita harapkan adalah nol ataupun – 0.50, tetapi tidak sesuai harapan kita, hal ini juga masih bisa kita atasi ya pak. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di:
https://en.wikipedia.org/wiki/Intraocular_lens_power_calculation

 

Kalau dibaca tulisan diatas, alat IOLMaster untuk  pengukuran biometry yang kami gunakan adalah jenis laser partial coherence interferometry. Alat ini ketepatannya semakin baik dibandingkan generasi sebelumnya. JEC menggunakan type ini sejak generasi pertama tahun 2002 dan setiap 2-3 tahun muncul generasi yang baru kami juga selalu mengganti dengan versi terbaru. Saat ini yang kami gunakan adalah generasi ke-6, tetapi tahun ini muncul generasi terbaru dan sudah kami pesan tetapi harus menunggu dulu pengurusan izin alat medis untuk masuk ke Indonesia, Versi terbaru ini semoga bisa lebih akurat lagi, yaitu IOLMaster 700 dan akan tiba di JEC 2 bulan lagi.
 http://www.eyesight-vision.com/en/products/biometry-iol-selection
 

Saya juga tentu ikut kecewa seperti yang bapak rasakan, karena pada mata dengan ukuran minus yang sangat tinggi (ukuran kacamata bapak sebelum operasi -14,00, menggunakan formula yang berbeda dan lebih rumit untuk menghitung power ukuran lensa tanam yang akan dimasukkan saat operasi katarak. Untuk kasus seperti bapak, saya menggunakan formula SRK/T dan dihitung ulang untuk konfirmasi  dengan formula Barret II dan Haigis.
http://www.doctor-hill.com/iol-main/extreme_axial_myopia.htm
 

Saya memang membalas email dari pasien tidak selalu tepat waktu, karena setiap hari ada 5-20 email dari pasien, masalahnya saya menjawab email dari rumah saat malam hari pulang praktek. atau hari minggu sore-sore. Sedangkan data pasien ada di catatan medis, sehingga ada kalanya jawaban saya lebih ke arah general saja karena tidak ingat data-data objektif hasil pemeriksaan yang tercatat saat pemeriksaan. Saat saya menjawab email saya yang bapak kutip, saya agak lupa bahwa kondisi mata minus sangat tinggi, sehingga saya jawab targetnya NOL. Pada mata minus tinggi, target saya adalah -0,50, sehingga kalaupun terjadi kalkulasi yang tidak tepat pada mata minus tinggi dengan ketepatan +/- 0.50, kisaran hasil operasi adalah antara 0 sampai -1.00.  Kalau targetnya NOL kisarannya menjadi antara +0.50 sampai -0.50.
 

Mengenai kacamata baca, untuk membaca Pak Harri cukup menggunakan kacamata baca ukuran +1.00 untuk huruf yang kecil, sedangkan untuk membaca sebentar2 seperti menu di restoran ataupun sms, tidak perlu pakai kacamata baca.
 

Kondisi mata minus tinggi perlu pemeriksaan berkala karena ada risiko ablasio retina yang bisa dicegah dengan Argon Laser, hal ini bisa diperiksa sekali setahun saja dan kalau hasil pemeriksaan ada risiko maka akan dilakukan argon laser.
 

Operasi katarak pada pasien dengan minus diatas 6 cukup risiko tinggi dan minus bapak menurut hasil biometry adalah diatas minus 15, sehingga sebenarnya operasi cukup sulit tapi untunglah berjalan lancar.
http://www.geteyesmart.org/eyesmart/ask/questions/does-having-high-myopia-rule-out-cataract-surgery.cfm
 

Penyakit mata sangat banyak variasinya pak, jadi kalau bisa bapak tetap kontrol rutin ke dokter mata, bisa ke JEC tapi kalau kurang nyaman dengan saya karena pengalaman yang kurang enak, bisa juga dengan dokter lain, ataupun ke negara tetangga kalau memang bapak sudah tidak mau datang lagi ke jec;  yang penting ada dokter mata untuk pemeriksaan berkala. Saya berterima kasih atas masukan bapak, dan saya tetap terbuka untuk konsultasi bisa melalui email ataupun datang ke jec ya pak, jangan sungkan datang karena saya berterima kasih atas email bapak dan selalu berupaya memperbaiki diri sesuai saran bapak.
 

Salam hormat,
 
Dr. Johan Hutauruk

 

Saya bisa menerima dan memahami penjelasan dari dr. Johan dengan baik, saya akui beliau berupaya dengan baik untuk bisa memahami pasiennya. Tapi sayangnya komunikasi kita dibangun kembali ketika saya sudah dalam kondisi kecewa. Pada saat saya menjalani operasi dan (terutama) saat pasca operasi komunikasi seperti ini tidak terjalin dengan baik. Saya tidak mendapat penjelasan yang cukup akan kondisi saya dan rencana solusi mengatasi masalah saya ke depan dengan baik. Itulah sebabnya saya kecewa. Sejak terakhir kontrol tanggal 15 Juli 2015 maka selanjutnya saya sudah tidak pernah kembali kontrol ke dokter manapun. Hingga saat ini saya tidak pernah memeriksakan mata saya kecuali ke optik saat membeli kacamata saja.

 

KONDISI SAAT INI

Hingga akhir September 2015 kondisi mata saya semakin stabil meski saya tidak pernah ke dokter lagi. Saya hanya menggunakan obat tetes EyeFresh atau Hialid (kadang-kadang).

Untuk minus di mata saya hasil pemeriksaan di optik Melawai adalah minus 1.5 (mata kiri) dan 1.25 (mata kanan). Sedangkan untuk plus atau rabun dekat saya adalah +2.00 di kedua mata (turun 0.5).

Dari 3 (tiga) keluhan saya saat itu yaitu:
1. Mata kiri saya masih “ngeres” terasa mengganggu sekali (mata kanan tidak)
2. Di Mata kiri dipinggir kornea ada seperti “lemak” atau apalah, saya menduga itu adalah bekas sayatan
3. Mata kiri dan kanan saya menjadi tidak jernih, saya rasakan semakin kotor. Pandangan mata saya seperti ada benda2 terbang seperti kapas atau debu.
Dimana perkembangannya adalah sebagai berikut:

Keluhan 1
Sudah tidak terlalu sering saya rasakan. Mata ngeres atau kessed saya rasakan akan muncul di sore hari atau jika sudah lama membaca atau kerja di komputer. Sehingga saya harus teteskan EyeFresh atau saya beristirahat untuk bekerja. Secara umum mata kiri saya tidak terlalu ngeres seperti dulu lagi, walaupun tetap saya perlu obat tetes disaat dirasakan diperlukan.

Keluhan 2
Sedangkan untuk goresan atau seperti bekas sayatan di mata kiri jika saya perhatikan sudah tidak ada lagi. Sepertinya luka sayatan itu sudah hilang. Saya tidak bisa memastikan dengan cermat karena mata saya tidak bisa melihat dekat dengan baik saat berkaca dicermin, namun jika saya bandingkan dengan kondisi dahulu dimana goresan itu terlihat walau tanpa kacamata maka saat ini goresan tidak terlihat lagi.

Keluhan 3
Untuk keluhan mata kiri dan kanan saya yang terasa keruh dan tidak jernih, masih saya rasakan hingga saat ini. Namun hal ini tidak mengganggu sekali. Meski demikian saya pikir akan lebih baik jika bisa dihilangkan. Artinya saya ingin kembali bisa jernih.

 

RENCANA KE DEPAN…

Saya masih belum memiliki rencana pasti ke depan untuk mengatasi masalah mata saya ini. Terutama untuk keluhan ke 3 dimana mata saya terasa keruh seperti ada rambut atau debu yang beterbangan di mata.
Tadinya saya ingin ke Singapore, saya sudah survei beberapa Rumah Sakit di negeri Singa itu, tapi saya belum konsultasi dan menemukan dokter yang tepat dan waktu yang pas untuk pergi ke sana.
Saya juga masih berpikir-pikir untuk pindah ke Rumah Sakit lain. Saya khawatir jika pindah Rumah Sakit maka akan “dikerjain” lagi. Bisa jadi dibisnisin lagi sehingga saya harus jalanin proses yang macem-macem lagi. Karena saya operasi di JEC sementara mereka yang kebagian cuma “beresin” doang.

Alternatif yang lain adalah kemungkinan saya kembali ke JEC dengan mengganti dokter oleh dokter yang lain, namun pilihan inipun masih saya pertimbangkan lagi.

Yang jelas kondisi saat ini sudah cukup lumayan, saya hanya minum vitamin dan gunakan tetes mata saja. Selebihnya berdoa saja semoga mata saya tidak ada masalah.

 

 

 

Share this:
16 replies
  1. Lie Se
    Lie Se says:

    Pak Harri,
    pengalaman pribadi anda benar2 memberi info yang sangat berguna.
    Semoga Tuhan membalas kebaikan anda.
    Ibu mertua saya sekitar 11 tahun lalu operasi katarak dan terjadi komplikasi di salah satu matanya, dan akibat komunikasi yang kurang baik antara dokter dan pasien/keluarga pasien, satu mata ibu mertua saya jadi hilang penglihatannya, itulah sebabnya saya agak khawatir dengan operasi katarak yang akan saya jalankan.
    keluhan sakit mata ibu mertua saya akhirnya bisa disembuhkan oleh dokter mata di SNEC, Singapore, waktu itu menguras semua tabungan keluarga kami.
    Namun kami sangat puas dengan hasil pengobatan dokter tersebut, walaupun penglihatan mata yang sakit itu sudah tidak dapat dipulihkan.
    (Sekarang ibu mertua sudah tidak ada)
    Saya rekomendasikan dokter tersebut :
    Dr. Ang Chong Lye, Singapore National Eye Center (SNEC)
    Jadwal dan alamat praktek bisa disearch di google.
    Salam,
    Berkeyakinanlah, orang baik selalu dilindungiNya.

    Reply
  2. Firin Muhammad
    Firin Muhammad says:

    Sore mas. Maaf mau nanya lagi. Berarti kaca mata yg sekarang Mas harri adavminus dan plusnya dalam satu lensa kan? Gimana rasanya mas, soalnya kaca mata saya belum jadi. Kata dokternya sih akan butuh penyesuaian kalo lensa gabungan gitu. Pas utk baca mata agak memicing ke bawah pas lihat ke depan mata lurus aja. Gitu sih katanya. Maaf nanya terus. Soalnya masih proses penyesuaian nih saya. Terima kasih.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Iya betul sekali. Namanya progressive lens.
      Memang butuh penyesuaian. Saya ceritakan di artikel ini dan artikel lain yg terkait operasi phaco, bahwa saya jd hrs sesuaikan mata saya dgn kondisi mata yg ada plusnya.

      Reply
  3. yunita
    yunita says:

    Pagi Mas Harri.. Infeormasinya komplit n sangat bermanfaat. Beberapa hari yang lalu kami juga berkonsultasi dengan dokter Johan n dijadwalkan operasi tgl 1 april. Mohon dikirimkan alamat email dr johan. Terima kasih sebelumnya

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear mbak Yunita,
      Terimakasih sdh mampir ke blog saya.
      Saya sdh kirimkan email suster Ige asisten pak dr. Johan.
      Mendingan ama suster Ige drpd ama dr Johan yg super sibuk.
      Sukses dan sehat ya dgn operasinya. Keep im touch ya.

      Reply
  4. Junus
    Junus says:

    Selamat Malam mas Harri, saya mau tanya tanya, bolehkah saya minta alamat emailnya kalau berkenan. Ini alamat email saya mas: (edited)
    Terima kasih sebelumnya

    Reply
  5. Yuniar
    Yuniar says:

    Saya ada keluhan pasca operasi dengan dokter yang berbeda di JEC yaitu dr. Iwan beliau penyampaiannya kurang signifikan dan kurang komunikatif (ada sinar berbendar disertai kilatan cahaya di mata saya pasca operasi yang sangat mengganggu sekali dan juga membuat saya sedih dan sangat kecewa). Saya ingin konsultasi dengan dr. Johan karena beliau paling tidak komunikatif dalam menjawab pertanyaan pasien. Kepada mas baskoro saya minta bantuannya dikirimkan email dokter Johan agar saya bisa mendapat jawaban ttg keluhan pasca operasi saya ini biasanya terjadi dikarenakan apa.. Saya sangat mohon bantuannya.. Terima kasih.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Turut prihatin dengan kejadian yang terjadi pada mata anda. Semoga baik-baik saja dan dapat diatasi. Email dr. Johan sudah saya kirimkan ke email anda.

      Reply
  6. Sieny
    Sieny says:

    Hi Kak Harri,
    Mama saya pernah operasi katarak dan setelah itu mengeluh kalau penglihatannya seperti kotor dan kurang jelas, akhirnya kontrol ke dokter mata dan dibilang itu adalah jaringan yg terbentuk saat penyembuhan luka. Langkah selanjutnya dilakukan tindakan seperti laser utk menghilangkan. Kontrol awal dgn biaya 200.000, dan tindakan dgn biaya kurang dr 1jt dilakukan oleh profesor dokter spesialis mata. Kami di surabaya. Sekedar sharing saja, semoga keluhan kak Harri bisa dapat solusinya.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Sieny,
      Terimakasih sekali atas sharingnya. Memang benar seperti itu langkahnya, saya juga disarankan untuk melakukan pembersihan yang sama oleh pak dokternya.
      Tapi sekarang mata saya sih sudah tidak terlalu terasa kotor lagi.
      BTW murah juga ya tidak sampai 1 juta, di JEC tahun 2015 aja udah sekitar 1 jutaan. Boleh tau di RS mana di Surabaya? dan dengan dokter siapa? Mungkin saya lebih baik ke Surabaya saja daripada ke Singapore.
      Sekali lagi terimakasih ya sharingnya.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>