Foto di atas perahu

Trip ke Pulau Peucang Ujung Kulon

Awalnya …

Trip saya ke Pulau Peucang Ujung Kulon ini semuanya berawal dari sebuah twit di twitter. Saat itu @kurawa meretweet sebuah tweet dari @NikSukacita yang mempromosikan event trip ke pulau Peucang. Temanya saat itu sih “Backpacker Kartini” dan acara ini hanya diperuntukkan bagi para wanita.

Promo Pulau Peucang

Promo Pulau Peucang

Saya tertarik dengan trip ini, apalagi ke Pulau Peucang di Ujung Kulon saya belum pernah, tapi sayangnya acara ini khusus wanita saja. Ya udah iseng-iseng saya mention ke @NikSukacita saya bilang kurang lebih “cowok dibolehin ikut dong”. Saat itu aspirasi saya ditampung saja. Tapi pas tanggal 16 April 2015 saya dapat twit di mention ama @NikSukacita yang bilang “@HBaskoroA eh ini kemarin mau ikut Trip peuchang, nah hari ini diputuskan bisa tuh cowok ikut .. #FYI aja” Wah saya girang banget ternyata aspirasi saya diterima :D

Tapi sayangnya acara nya tanggal 24 April dan dikasih taunya tanggal 16 April, ya saya musti cek dulu dengan jadwal saya yang padat (#Belagu! #Sepa!!). Setelah saya pertimbangkan masak-masak maka saya putuskan ikut, dan pembayaran terakhir hari Senin tanggal 20 April 2015 sebesar Rp. 850.000,-

Setelah membayar saya di add ke group di Watsapp dan mendapat penjelasan untuk persiapan trip ke Pulau Peucang yang akan dilaksanakan tanggal 24-26 April 2015. Sedangkan untuk detail jadwalnya adalah sebagai berikut:

Jadwal Hari 1 : 24-25 April 2015
21.00 – 22. 00  Meeting Point
22.00 – 05.00  Perjalanan menuju SUMUR di Ujung Kulon
05.00 – 07.00  Sholat, Sarapan, persiapan menyebrang ke Pulau Peucang
07.00 – 09.30  Menuju Pulau Peucang
09.30 – 10.30  Tiba di P. Peucang (Pembagian Kamar)
10.30 – 13.00  Snorkeling & Makan siang
13.00 – 16.00  Tracking Tanjung Layar (Cibom Tanjung Layar)
16.00 – 17.30  Snorkeling Cibom
17.30 – 18.00  Sunset on boat mengelilingi P. Peucang
18.00 – 19.00  Mandi
19.00 – 20.00  Makan malam
20.00 – 22.00  Sharing, Door Prize, BBQ, Akustikan

Jadwal Hari 1 : 26 April 2016
05.30 – 06.00  Bangun pagi, Mandi
06.00 – 08.30  Tracking Karang Copong
08.30 – 10.00  Sarapan, Free time
10.00 – 12.00  Explore Cidaon, Snorkeling Cidaon
12.00 – 13.00  Makan Siang, Check Out
13.00 – 15.30  Kembali Ke Sumur
15.30 – 22.30  Perjalanan Ke Jakarta
22.30             Tiba di Jakarta

 

Meeting point

Hari H Jumat 24 April 2015 telah tiba. Meeting point acara ini sebenarnya adalah di Sevel Kebon Jeruk sebelahnya RCTI. Tapi karena banyak peserta yang dari arah selatan maka bus untuk trip di arahkan ke Plaza Semanggi dulu, baru ke Kebun Jeruk. Saya janjian dengan teman baru saya @NikSukacita di Plaza Semanggi sekitar jam 18.00. Rencananya kami mau makan malam dulu sekalian perkenalan pertama.

Pertemuan kita akhirnya berlangsung di Kopi Legit Cafe & Resto Plaza Semanggi, disana saya bertemu dengan sist Nik, yang ternyata ia aktif di IDC (www.inidonesiaku.com). Pantes aja sist Nik ini aktif koordinasikan acara ini. Selain bertemu Nik saya dikenalin dengan teman2 lain yang akan ikut trip dan kumpul di Plaza Semanggi juga yaitu: sist Destar, Sist Jeanny dan Sist Deasy.

Kopi Legit Cafe & Resto Plaza Semanggi

Kopi Legit Cafe & Resto Plaza Semanggi

Semua teman-teman baru saya tersebut baik-baik dan langsung cepat akrab, sehingga saya juga ga canggung sebagai orang baru. Selesai makan malam maka kita mencari bus yang katanya sudah parkir di luar deket Plaza Semanggi. Saat mau ke Bus itu kita bertemu dengan teman peserta trip satu rombongan dengan kami ke Pulau Peucang yang lain, yaitu: Lulu, Wiwied, Dyandra dan Dion.

Lanjut saya dan sist Nik nyari bus nya, bus nya agak bermasalah juga sebab informasi pak supir dari handphone yg dihubungi dia bilang parkir busnya di depan ATMA JAYA. Setau saya mana bisa parkir di depan ATMA JAYA, itu kan jalan Jend Sudirman? Parkir disitu pasti bikin macet. Wah mungkin sebelah ATMA JAYA atau dibelakangnya. Dihubungi berkali-kali lewat telepon ga jelas juga lokasinya, ditanya warna bus nya dan nama busnya, dikasih tau warna ungu tapi kita cari ga ketemu. Ternyata bus itu diparkir dekat sekali dengan lokasi kami, yaitu di antara Plaza Semanggi dan ATMA JAYA, deket juga dengan antrian Taxi Blue Bird. Itu pun ternyata bus kami di “duduki” oleh rombongan lain yang mengira bus kami adalah bus mereka, karena mereka juga mau ke Sumur ;) Pantesan dari tadi dicari ga ada bus yang kosong.

Setelah itu sekitar jam 21.00 kami bergerak ke Sevel di Kebun Jeruk. Disana kami bertemu dengan peserta trip lainnya. Saya susah sebutkan mereka satu persatu, yang jelas mereka semua sangat ramah dan baik sehingga kami semua langsung cepat akrab.

Sevel Kebun Jeruk

Sevel Kebun Jeruk

 

Ke SUMUR – Banten

Setelah menunggu dan ngobrol lama di Sevel Kebun Jeruk maka sekitar jam 24.00 kami memulai perjalanan ke desa SUMUR di Ujung Kulon Banten. Perjalanannya mengambil rute mirip trip saya ke Sawarna. Dari kebun Jeruk kami masuk tol tapi pas masuk bantennya agak beda sedikit jalan yang diambil sampe ke Sumur nya. Ga tau saya bener atau nggak kalo jalan itu berbeda dengan ke Sawarna? sebab saya juga ga yakin sih, sewaktu ke Sawarna kan Mei tahun 2010, itu artinya 5 tahun yang lalu (time goes by…. ga terasa)

Untuk cerita trip saya ke Sawarna silahkan baca disini

Jalan menuju Sumur lepas dari Banten cukup mulus, hampir sudah beton semua. Sehingga selama perjalanan juga nyaman. Tapi tetap saja saya tidak bisa tidur. Melewati banten kami memasuki daerah-daerah pinggir pantai. salah satu yang saya ingat adalah SUKETI. Di daerah itu ternyata baru saja dilanda hujan besar, sehingga jalanan yang kami lewati di beberapa tempat banjir karena berada di pinggir laut juga. Wah kondisinya ngeri juga, takutnya kami ga bisa neruskan perjalanan dan stuck di tengah banjir kan repot. Apalagi itu sudah dinihari. Ternyata setelah diterabas pelan-pelan bus kami bisa melalui itu semua.

Kami sampai di Sumur sekitar pukul 04.30 atau saat subuh. Di Sumur kita transit dan beristirahat di rumah penduduk yang sekaligus ternyata pemilik kapal yang akan antar kita ke Pulau Peucang. Rumah bapak itu adalah rumah sederhana nelayan dengan satu kamar mandi dan ruangan sholat. Karena kamar mandi nya 1 maka kami pun harus bergantian. Di Sumur kami ada yang sholat dan melanjutkan tidur. Sayangnya cuaca tidak mendukung, seharusnya sesuai jadwal jam 07.00 kita berlayar ke Pulau Peucang tapi sekitar jam 06.00 hujan turun dengan derasnya. Ombak juga katanya tidak bersahabat, setelah koordinasi dengan Polisi Air mereka juga tidak rekomendasikan kami untuk berlayar. Weleh …

Risiko nya jika cuaca terus buruk maka kita tidak jadi ke Pulau Peucang, acara bisa batal dan kita kembali lagi ke Jakarta. Hal seperti ini yang sebenarnya harus kita pahami sebelum pergi ke Pulau Peucang. Bahwa cuaca saat ini tidak menentu sehingga apapun bisa terjadi. Saya sih udah sebodo amat dan pengen banget molor, maka saya putuskan untuk tidur saja, liat aja nanti gimana :)

Eh sekitar jam 09.00 kami semua dibangunkan, kita siap siap mau berlayar ke Pulau Peucang. Cuaca di luar sudah mulai cerah, ombak juga katanya sudah bisa diarungi. Maka jadilah kita berlayar ke Pulau Peucang.

 

Ke Pulau Peucang

Peta Pulau Peucang

Peta Pulau Peucang

Sumber: http://www.ujungkulon.org/tentang-tnuk/letak-dan-luas

Pelayaran kami ke Pulau Peucang dimulai dengan menaiki perahu kecil dari desa nelayan SUMUR ke kapal nelayan yang lebih besar ukurannya. Jaraknya sekitar 200 meter dari pantai. Kami dipindahkan ke kapal yang besar dalam 2 kali antaran dengan perahu. Sebelum berlayar saya sempatkan diri berpose di ruang kemudi kapal, dan masih bisa tersenyum, tidak mengetahui apa yang akan dihadapi di depan nanti :D

Nahkoda KW

Nahkoda KW

Selanjutnya kapal kami pun berlayar menuju Pulau Peucang.

Katanya tadi ombak sudah “mendingan”, ternyata mendingan versi nelayan setempat beda banget dengan pemahaman saya, yang belum pernah berlayar seumur-umur :D Cuaca masih tetap mendung dan berawan, sementara ombak bergelombang, lumayan tinggi buat saya, sekitar 1 – 2 meter lebih. Sehingga kapal kami lumayan terhempas hempas dilautan. Kalo sudah dalam kondisi di lautan lepas yang bergelombang gini saya baru merasa saya ini kecil dan ga ada apa2 nya di dunia ini #Lebay mode!

Headin' to Peucang

Headin’ to Peucang

Di awal perjalanan saya masih bisa ngobrol dan ketawa ketiwi ama teman teman dibagian geladak belakang kapal, ombak yang bergelombang saya anggap kora-kora di Dufan :) Tapi tidak lama teman saya Idha mulai mabok laut, dan akhirnya huekk … huekk… 2 kali. Saya masih tetap santai saja, dan tidak lama mulai tidur lagi di geladak kapal. Tapi saat saya tidur perut saya sakit dan mual. Kepala saya tidak pusing hanya perut saja mual, dan akhirnya … Jackpot!! saya pun muntah juga 2 kali :D

Saya salahnya sebelum pergi tidak makan jatah sarapan saya karena belum lapar, dan hanya makan Snickers saja. Selain itu saya tidak minum obat anti mabok. Jadinya ya gini deh, saya pikir saya kuat dan ga mabok, ternyata usia ga bisa bohong :D

Bangun tidur dan kena jackpot gitu saya putuskan untuk pindah ke dek  bagian depan kapal, dengan harapan hempasan ombak tidak terlalu keras, lagipula pulau peucang sudah mulai terlihat jadi asumsi saya sudah dekat kita dengan tujuan. Ternyata pindah ke dek depan tidak makin baik, debur ombak malah makin terasa. Kapal hempasan nya makin terasa di bagian depan. Saya udah males pindah ke belakang, ya sudah saya pasrah duduk di depan. Sementara bro Mark Christian malah asyik tiduran di dek depan berjemur matahari dan kena hempasan ombak.

Kita sampai di Pulau Peucang sekitar jam 12.30 perjalanan sekitar 3.5 jam. Lama perjalanan dalam keadaan normal sebenarnya hanya 2-2.5 jam tapi cuaca hari ini memang tidak mendukung. Sehingga kapal harus kerja keras melawan ombak. Selama perjalanan selain ombak yang kencang, juga cuaca yang cepat berubah, abis panas terik tiba-tiba hujan deras.

Sesampainya di pulau Peucang kami langsung disuguhi oleh pemandangan pasir putih yang menawan, airnya yang biru jernih nan mempesona. Plus satu lagi yang saya demen banget, ada wisatawan yang sudah tiba sebelumnya yang pria bule dan yang wanita orang Indonesia, si wanita pake bikini berenang di pantai. Nah ini saya demen banget, saya jadi kepikiran asyik juga tuh kalo bikin sessi foto-foto untuk swimsuit :)

Kapal bersandar di dermaga dan kami langsung siap-siap masuk ke kamar sesuai pembagian. Penginapan di Pulau Peucang itu adalah berupa bangunan Bungalow yang tiap bangunan terdiri dari banyak kamar. 1 Kamar sebenarnya untuk 2 orang tapi di trip ini 1 kamar diisi 4 orang :) Mungkin karena waktu tidurnya ga banyak sebenarnya jadi sayang kalo sewa kamar banyak-banyak toh ga ditidurin.

Another boat

Another boat

Di depan kamar penginapan kami ada heli pad juga lho. Saya jadi kepikir pulang ke Jakarta kalo naik Helikopter kena berapa ya? terima bayar pake kartu kredit ga ya? hehehee belagu banget abis muntah mabok laut jd kapok pengen pulangnya terbang :)

Helikopternya horang kayah :))

Helikopternya horang kayah :))

 

Di Pulau Peucang

Tiba di pulau Peucang masuk kamar, kita kumpul sebentar di teras. Penyelenggara usulkan ada perubahan jadwal sedikit. Jadi hari ini karena sampe di Pulau Peucang sudah hampir jam 13.00 maka acaranya ada yang bergeser. Harusnya ke Tanjung layar dan snorkeling di Cibom, dirubah menjadi besok. Sementara sore ini snorkeling di deket Pulau Peucang saja trus pulang istirahat dan makan malam. Saya sebagai peserta yang tidak minat snorkeling dan males capek-capekan ya setuju ajah :)

Kita akhirnya makan siang di kapal. Kita tinggalkan dermaga Pulau Peucang untuk menuju entah ke daerah mana, sebab disana katanya pada mau snorkeling sampe sore.

Sambil di perjalanan menuju area snorkeling kita makan siang. Makan siang kita jadi terlambat karena memang sampainya kami di Pulau Peucang juga terlambat.

Teman-teman IDC Trip Pulau Peucang

Teman-teman IDC Trip Pulau Peucang

Selesai makan, kita pun tiba di lokasi snorkeling. Kalo sudah sampai disini wah pada happy deh semua, nyebur!! Sementara saya tetap tidak berminat untuk nyebur. Lebih enak maenan kamera aja alias jadi tukang potret. Ekspektasi saya memang harapannya dapat view bagus buat motret, yang sayangnya sampe saat ini belum terlalu dapat karena dari tadi cuacanya tidak cerah. Yah tapi kalo buat jepret jepret biasa aja boleh lah … :)

Di lokasi snorkeling tersebut lumayan lama, sekitar 1.5 jam. Temen-temen asyik menjelajahi area tersebut, ada juga yang menembak ikan atau berburu ikan seperti bro Ryan. Kemudian awan kembali terlihat mendung, lagipula waktu sudah semakin sore. Kita kembali ke pulau peucang untuk istirahat. Saya sampai pulau langsung masuk kamar, mandi dan rebahan. Sementara teman2 yang lain masih pada belum puas main di pantai pulau peucang… saya ga mood main di pantai sebab cuacanya mendung ga bagus buat motret, udah gitu saya ga ajak model-model swimsuit yang bisa bikin saya semangat memotret ;) plus saya udah capek juga abis dapet jackpot dua kali tadi :) I guess I am too old for this …

Sekitar jam 19.30 kita pun siap-siap makan malam. Makan malam kita ga dipenginapan, akan tetapi di kapal yang sandar di dermaga Pulau Peucang. Yang masak crew kapal anak buah nya Nahkoda, si bapak Nahkoda pun katanya bisa masak lho. Masakan nya tentu saja kebanyakan produk dari laut.

Selesai makan malam, sekitar jam 20.30 kita pun melanjutkan dengan acara games yang dipandu bung Akri. Saya patut acungin jempol buat bung Akri yang masih tetap semangat untuk bikin acara games dan bagi-bagi door price. Sebagian peserta Trip banyak yang K.O udah masuk kamar masing-masing. Sementara yang masih kuat maka ikutan di games tersebut. Saya juga sebenarnya udah ngantuk, tapi saya bela-belain ikutan games sampe selesai kira-kira jam 21.30 malam. Setelah itu saya masuk kamar dan bablas sampe pagi. Sementara saya dengar teman-teman yang lain ada yang main kartu sampai larut malam.

 

Pagi di Pulau Peucang

Pagi-pagi sekali saya sudah dibangunkan sist Nik. Dia mau lari pagi katanya di pantai. Sementara saya juga mau ambil foto di pantai, maka saya pun cuci muka sebentar trus langsung ke pantai. Lagi-lagi cuaca di pantai tidak mendukung, agak mendung atau memang mataharinya tidak terlalu keluar.

Satu lagi kebodohan saya, tadi malam saya langsung tinggal tidur. Akibatnya baterai di kamera saya sudah drop banget. Saya bodoh banget! Terpaksa saya pulang ke penginapan dan tinggalkan kamera disana, lalu kemudian memotret di pantai lagi tapi dengan kamera hp android alcatel saya. yah hasilnya ga semaksimal kamera SLR Nikon yang saya bawa, tapi lumayan lah daripada ga ada :)

Pagi itu seperti saya duga sebelumnya banyak yang belum bangun. Sehingga acara tracking sesuai rencana ke Karang Copong (atau kemana gitu) yang masuk nya lewat hutan di Pulau Peucang akhirnya dibatalkan. Saya sih seneng-seneng aja :D Secara saya juga males banget jalan-jalan masuk hutan, buat saya lebih enak maen di pantai liat amoy amoy pake baju pantai ;)

Selesai berkelana di pantai kita pun sarapan di kapal lagi. Sarapan sekitar pukul 07.00 saya termasuk yang duluan hadir hahahaha….

Narsis Pagi Hari

Narsis Pagi Hari

Saya pagi itu dapat rejeki, mau naik kapal saya harus melewati kapal lain yang diparkir berjejer. Saat saya mau naik kapal, ada gadis amoy yang mau turun dari kapal, cantik juga sayang saya ga sempat moto dia. Dia takut kapalnya kan goyang goyang terus, eh sambil ancang2 mau turun dia kasih tangannya minta dipegangin saya. Ya udah rejeki lah buat saya :D Mana pak Nahkoda senyam senyum lagi, pas tuh cewe udah turun saya naik kapal, nahkoda ngeledekin “dapet rejeki nih ye” :D “Bagi dong bekas tangannya” kata si Nahkoda, saya kasih aja tangan saya yg bekas megang cewe tadi, SRIMULAT benerrr!! :D

Pose @Peucang

Pose @Peucang

Selesai sarapan kami melanjutkan acara ke Tanjung Layar. Disana rencananya akan melihat penjara peninggalan Belanda, Mercusuar, dan tebing. Saya sendiri tidak berminat tracking karena saya juga udah ngukur kekuatan, saya udah lama ga olah raga lagi. Saya khawatir nanti malah bikin masalah. Jadi mendingan di kapal aja saya terusin tidur saya :) Kesannya mungkin ga seru buat yang baca, tapi buat saya sih seru-seru aja hehehee… yang penting saya udah tau Pulau Peucang, saya juga udah liat Tanjung Layar. Jadi saya isi waktu saya di kapal sambil tidur atau ngobrol dengan Nahkoda dan peserta lain yang ga ikut juga.

Stranded

Stranded

Selain itu kamera saya kan di charge di penginapan, sehingga saya ga bawa kamera SLR saya, jadi percuma juga tracking kalo ga bawa kamera. Mending istirahat ajalah. Cuaca juga masih berubah-ubah, berangkat mendung, sampe tanjung layar terang, pas mau snorkeling masih terang terus mendadak mendung dan hujan.

Fotografer juga perlu narsis

Fotografer juga perlu narsis

Sekitar jam 11.00 kami menuju lokasi snorkeling di deket pulau Peucang entah namanya apa. Saya pegang kamera sist Ina yang ternyata sama persis dengan kamera yang saya bawa merek Nikon juga. Semua menikmati Snorkeling disana sementara saya asyik memotret mereka yang Snorkeling. Lumayan juga acara snorkeling sampai jam 12.30 sayangnya foto selama kegiatan ini masih di kamera sist Ina saya belum peroleh sampe artikel ini dibuat. Kami kembali ke Pulau Peucang untuk check out.

Foto di atas perahu

Foto di atas perahu

Kita makan siang sambil menuju Pulau Peucang, plus kondisi juga hujan. Oh ya karena saya sendiri yang tidak basah, temen2 minta saya diceburin ke laut, saya tapi nawar untuk milih nyebur sendiri ajah di Dermaga Pulau Peucang ga usah diceburin deh. Lumayan memalukan juga udah lama ga kelelep, akhirnya di dermaga Pulau Peucang saya merasakan sedikit tenggelam sebelum ditolong bro Edward yang baik hati, tidak seperti yang lain tertawa di atas penderitaan saya :D

Tapi so far acaranya seru dan saya enjoy ikutan trip ini, apalagi saya boleh milih mau ikutan acara yang mana aja yang kira-kira saya bisa ikutin tanpa harus dipaksa :)

 

Pulang

Waktunya pulang tiba, sebenarnya masih betah di Peucang, apalagi saya belum maksimal dapat foto disini. Pasir putihnya dan airnya yang jernih biru bikin saya membayangkan bikin sessi foto swimsuit bawa cewe cewe model untuk foto disini. Menurut saya akomodasi di Pulau Peucang udah okay sih, penginapannya lumayan bagus. Masalahnya hanya di tempat transit di Sumur yang menurut saya belum nyaman. Coba ada tempat seperti penginapan atau dermaga yang mirip airport gitu wah pasti akan asyik. Saya pikir banyak keluarga yang minat pergi ke Pulau Peucang bawa anak-anaknya tanpa repot. Kalo kondisi dermaga Sumur  masih seperti sekarang susah juga, kurang nyaman. Katanya sih mau dibuat dermaga yang bagus di Sumur, semoga saja hal itu jadi kenyataan.

Fotografer pengen difotoin

Fotografer pengen difotoin

Sebelum pulang saya tidak lupa minum obat anti mabok, belajar dari pengalaman waktu berangkat. Pulangnya ga ada masalah yang berarti, selain ombaknya yang tidak besar saya juga tidur sampe Sumur :) Setibanya di sumur sekitar pukul 05.00 kita kembali transit di rumah pak Nahkoda. Sambil menunggu bus yang mengantar ke Jakarta para peserta mandi. Sementara saya nonton TV. Jam 18.00 saya sudah siap di bus dan jam 19.00 baru bus nya jalan ke Jakarta. Perjalanan pulang cukup lancar, saya sendiri  sempat tidur. Jam 24.00 kita sampai tol tangerang dan sekitar jam 01.00 pagi kita sampai di Kebun jeruk. Saya sendiri di drop depan Gedung DPR/MPR dan jalan kaki kekosan. Sampai di kosan sekitar Jam 02.0. Badan rasanya pegel banget tapi happy banget karena selain ketemu banyak teman baru juga udah ngerasain ke pulau Peucang di Ujung kulon.

Awesome experience…!!

Foto Bersama

Foto Bersama

 

General Review

Biaya:
Rp. 850.000,- per pax belum termasuk sewa alat snorkeling jika ingin snorkeling. Menurut saya harga segini cukup pantas lah. Untuk penginapan dan makan yang kita peroleh, saya pikir harga ini sudah cukup bagus. Ada sih yang offer harga lebih murah lagi tapi saya pikir bedanya tidak terlalu signifikan. Jangan-jangan fasilitasnya kurang.
Bahkan saya browsing ada paket yang lebih mahal lagi, tapi transit dari Sumurnya tetap sama, kalo buat saya untuk apa kalo sama. Persoalan utama dimata saya adalah kondisi di Sumur.

Fasilitas:
Fasilitas yang didapat peserta juga lumayan okay. Penginapan nya sudah standar yang terbaik di Pulau Peucang. Kapalnya juga lumayan bagus karena memang standar kapalnya seperti itu disana. Kalo kapal yang cepat jatuhnya lebih mahal. Makanannya juga enak-enak, cuma kalo yang ga suka seafood agak masalah juga. Minimal makan lalapan aja. Oh ya sambel nya katanya juga enak, saya sih ga doyan sambel, jadi cuma bisa bilang cerita dari temen yang makan.
Fasilitas yang jadi masalah hanya fasilitas transit di Sumur yang menggunakan fasilitas rumah penduduk. Saya pikir kalo dibuatkan fasilitas penginapan yang nyaman untuk antisipasi wisatawan yang gagal berangkat atau istirahat sejenak dan juga dermaga yang bagus maka hal ini akan baik sekali. Kalo melihat kondisi yg sekarang saya sih bisa nyemplung ke pantai naik ke perahu di Sumur, tapi kalo ibu saya yang kesana kayaknya jangan harap deh :D liat pantainya yang kotor bisa jadi ibu saya minta pulang lagi ke Jakarta :)

Acara:
Acara secara keseluruhan sudah bagus dan seru. Asyik semua yang ikut, panitia perlu diacungi jempol untuk usahanya membangun acara agar hidup. Masalahnya peserta nya beda-beda usia dan latar belakang jadi antusiasme dan keinginannya juga beda :)
Hanya saja sedikit yang kurang adalah masalah kepatuhan pada jadwal. Jika pada saat berangkat ke Pulau Peucang terlambat karena faktor cuaca itu bisa ditolerir. Tapi ketika pulang ke Jakarta sewaktu di Sumur kita molor dari jadwal yang ada. jika kita mau ikutin jadwal yang sudah diatur sebelumnya sebagai berikut:

13.00 – 15.30  Kembali Ke Sumur
15.30 – 22.30  Perjalanan Ke Jakarta
22.30             Tiba di Jakarta

Sebenarnya bisa saja. Sayangnya panitia terlalu lama kasih toleransi sejak di Pulau Peucang. Sehingga sampai di Sumur pun terlambat. Parahnya lagi di Sumur jam 18.00 sebenarnya sudah bisa jalan pulang ke Jakarta. Tapi ternyata kami baru jalan jam 19.00 Jauh kan dari jadwal yang jam 15.30 harusnya sudah jalan dari Sumur. Mungkin karena nunggu teman2 yang mandi di Sumur dimana kamar mandi nya cuma satu. Cuma kalo saya sih udah ga mandi lagi sekalian saja pas sampe Jakarta baru mandi. Akibatnya bukan jam 22.30 sampe Jakarta tapi saya sampe Kosan jam 01.30 dini hari. Mungkin teman yang lain tidak ada masalah paginya tidak perlu ngantor, tapi saya senin paginya tetap ngantor hehehehe Sampe kosan langsung mandi trus tidur :)

Tips:

  • Buat yang ekspektasinya motret dan menikmati pantai yang indah, sebaiknya pilih waktu yang tepat agar cuaca mendukung.
  • Yang fisiknya ga sporty alias jarang olah raga seperti saya jangan banyak ikut aktivitas outdoor daripada nanti nyusahin :D
  • Buat orang yang mencari pantai tapi ga biasa berlayar ngarungi laut, ga usah milih lokasi yang mesti nyebrang ke pulau. Pilih aja yang seperti Sawarna, atau pantai Uluwatu atau pantai Kuta sekalian. Pokoknya ga usah cari yang kudu berlayar.
  • Buat yang makannya dan kalo jalan milih-milih dan kudu bersih seperti ibu saya, maka saran saya jangan pilih trip model begini. Pilih lah trip yang nyaman seperti misalnya ke Bali sekalian dan sejenisnya saja :) karena trip ini cocok untuk para taveler/petualang, bukan untuk tipe wisatawan rumahan kayak ibu saya :) kalo saya sih bisa masuk kemana saja, cuma preferensi saya juga yg “enak-enak” sih hehehehe.

Skor:
Saya kasih nilai 8/10 secara keseluruhan asyik dan bagus. Cuma masalah infrastruktur di Sumur yang diluar kemampuan panitia, itu PR buat pemerintah daerah untuk kembangkan wilayah itu.

 

Terakhir credit goes to sist Nik Sukacita (www.niksukacita.com)  yang sudah mengijinkan saya untuk ikut dalam trip ini. Terimakasih banyak dan sampai jumpa lagi di trip lainnya :D

 

BAS

Share this:

15 replies
  1. Fino
    Fino says:

    Maaf om mau tanya, di pulau peucang itu banyak penginapannya tidak yah? Soalnya saya udh ikut open trip via agent, tp dari pihak agentnya itu hanya menyediakan sharing barak. Jadi saya ingin mencari penginapan yg lebih comfort gitu om

    Reply
      • Fino
        Fino says:

        Iya rencananya berangkat jumat ini om. Belum liat kondisi disana. Oh gitu ya om, terimakasih banyak om. Soalnya udh liat di peucang resort tp harganya lumayan mahal om hehe

        Reply
        • Baskoro
          Baskoro says:

          Ow belum pergi kesana tho. Pantesan :)
          Soalnya disana itu pulau yang dikelola, jadi ga ada pilihan penginapan lain setau saya.
          Hanya ada yang dikelola saja. Kalo mau pindah yang lebih enak ya bisa tapi ya harganya tentu lebih mahal.

          Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>