kerja

Tips Menjaga Komputer Tetap Sehat

TIPS MENJAGA KOMPUTER TETAP SEHAT
Harri Baskoro Adiyanto
Officer Kepatuhan Bisnis

 

Hampir sebagian besar masyarakat saat ini terutama karyawan dan mahasiswa dalam bekerja sehari-hari menggunakan perangkat komputer. Hal tersebut tentunya dengan intensitas yang berbeda-beda (bervariasi). Sering kali kita menghadapi kondisi dimana komputer yang akan digunakan tersebut ternyata tidak dapat bekerja dengan baik atau bahkan rusak.

Jika sudah begini mungkin beberapa pengguna diantaranya dapat segera mengetahui penyebabnya dan mampu mengatasi sendiri persoalan tersebut. Namun demikian, tidak sedikit pula beberapa diantaranya yang tidak dapat mengatasi hal tersebut. Untuk mengatasinya biasanya mereka akan menghubungi dan meminta bantuan Technical Support. Dampak dari perbaikan ini tidak jarang akan menyita waktu. Hal inilah yang dapat menyebabkan kekesalan, kejengkelan atau ‘membuat be’te,’ sebab pekerjaan yang sudah direncanakan atau perlu segera diselesaikan ternyata menjadi terganggu.

Secara sederhana komputer adalah suatu perangkat ataupun sistem elektronik yang mengolah atau memproses data atau informasi sebagaimana yang diperintahkan (Edmon Makarim, 2005: 60). Pada dasarnya komputer tersebut terdiri dari berbagai komponen yang bekerja secara terpadu yang dijalankan berdasarkan perintah-perintah khusus yang telah diolah dengan bahasa program tertentu. Dengan demikian untuk dapat bekerja dengan baik maka kondisi fisik setiap komponen tersebut harus selalu dalam kondisi prima. Komponen penting dalam sebuah komputer diantaranya adalah Motherboard, Processor, Data Storage (Harddisk) dan Memory.

Seperti halnya manusia maka agar komputer tersebut dapat senantiasa bekerja dengan prima perlu pula dijaga “kesehatannya”. Bukankah menjaga kesehatan untuk mencegah kerusakan lebih baik daripada harus mengobati (memperbaiki)? Oleh sebab itu untuk menjaga kesehatan komputer tersebut dapat kiranya dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :

1. Tempatkan Central Processing Unit (CPU) — bagi yang mempergunakan Personal Computer (PC) — atau Notebook/Laptop, dalam ruang yang cukup terbuka dan dengan sirkulasi udara yang cukup. Memang sebagian besar ruangan sudah menggunakan penyejuk udara (Air Conditioning – AC) namun demikian penempatan CPU komputer yang kurang tepat dapat menyebabkan sirkulasi udara kedalam komputer menjadi terganggu. Sementara beberapa komponen dalam komputer sangat rentan terhadap suhu yang tinggi, dimana jika terjadi peningkatan suhu maka terdapat kemungkinan komputer akan menjadi hang atau tidak bekerja. Oleh sebab itu pada beberapa komputer yang digunakan untuk tingkat lanjut (seperti diantaranya untuk pekerjaan grafis atau editing) sering menggunakan alat pendingin tambahan seperti misalnya dengan menggunakan pendingin air (water cooling). Selain itu kerap dijumpai pada beberapa pengguna yang menempatkan CPU komputernya di kolong meja kerja dengan jarak antara CPU dengan dinding cukup rapat, ditambah pula ditumpuki dan ditutupi dengan berbagai macam barang seperti file-file, kardus sepatu dan lain-lain. Tentunya hal ini kurang baik bagi sirkulasi udara ke dalam komputer tersebut.

2. Sebaiknya hindari mematikan komputer tanpa melalui prosedur yang benar atau dimatikan secara paksa. Hal ini dapat menyebabkan komputer menjadi rentan akan kerusakan, terutama pada bagian Data Storage (Harddisk). Sebab dengan mematikan komputer tanpa melalui prosedur yang benar maka harddisk tersebut belum siap untuk berhenti bekerja dan kembali pada kondisi normal. Sehingga hal ini dapat memicu timbulnya bad sector pada harddisk tersebut. Jika sudah muncul bad sector tersebut maka usia pakai harddisk tersebut dapat diperkirakan tidak akan lama lagi atau akan segera rusak. Hal ini tentu sangat riskan dan berbahaya, terutama bagi pengguna yang memiliki data penting dalam harddisk-nya, maka langkah pertama setelah mengetahui adanya bad sector dalam harddisk tersebut adalah dengan melakukan back-up atau meng-copy data-data yang penting ke dalam harddisk lain yang masih sehat.Hendaknya sebelum menggunakan  perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware) tambahan lainnya agar dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Technical Support atau otoritas yang berwenang dalam mengelola komputer. Hal ini guna menghindari terjadinya benturan (conflict) antar perangkat tersebut sehingga dapat merubah konfigurasi atau menyebabkan gangguan kinerja bahkan merusak komputer tersebut.

3. Setting (atur) layar monitor komputer dengan mode hybernate (hibernasi) atau standby jika ditinggalkan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini selain bermanfaat dalam menjaga usia pakai komputer juga menghemat konsumsi energi yang digunakan. Pengaturan semacam ini berguna bagi pengguna yang sering meninggalkan komputernya dalam waktu yang cukup lama, seperti misalnya untuk rapat atau bertemu klien tanpa perlu mematikan komputer. Untuk mengatur layar monitor seperti dimaksud dapat dilakukan dengan cara :

Klik Start à lalu masuk ke Control Panel à lalu pilih menu Display à selanjutnya pilih tab Sreen saver. Dalam tab ini terdapat menu monitor power à klik pada button power. Selanjutnya tentukan jangka waktu yang diinginkan agar monitor akan berada pada mode standby jika tidak digunakan.

4. Sebaiknya lakukan proses harddisk scan dan harddisk defragmentation. Hal ini merupakan salah satu bagian proses pencegahan kerusakan yang cukup penting serta sebagai upaya menjaga kondisi harddisk dan data didalamnya. Jika dianalogikan dengan sebuah perpustakaan maka proses defragmentation ini merupakan sebuah proses yang mirip dengan proses untuk mengembalikan buku-buku yang telah dibaca kembali ke dalam rak-raknya sesuai kelompoknya masing-masing. Data-data dalam harddisk yang tidak tersusun secara tepat dan teratur akan menyebabkan komputer menjadi terasa lambat ketika digunakan. Selain itu dua proses ini berguna pula untuk mengetahui adanya bad sector (sebagaimana telah disampaikan sebelumnya). Oleh sebab itu lakukan kedua proses ini minimal satu kali dalam sebulan atau dapat lebih cepat jika dipandang perlu. Proses ini dapat dilakukan dengan cara :

 Klik My Computer pada desktop à klik kanan pada harddisk yang ingin di scan dan di defrag (misalnya C:\harddisk) à lalu klik properties à pada tab Tools pilih menu yang diinginkan. Jalankan Scan now untuk proses scanning dan selanjutnya jika proses ini selesai beralih ke pilihan Defragment now untuk melakukan proses Defragmentation.

 Mengingat untuk melakukan aktivitas ini membutuhkan waktu yang cukup lama, maka proses ini dapat dilakukan untuk selanjutnya dapat ditinggalkan, misalnya untuk menghadiri rapat atau bertemu klien. Agar proses ini dilakukan secara rutin atau tidak terlewat, pada sekitar monitor komputer dapat ditempelkan sebuah catatan atau check-list kecil sebagai media untuk mengingatkan apakah proses ini telah dilakukan.

5. Pastikan bahwa pada komputer yang digunakan telah di install perangkat lunak (software) antivirus. Walaupun secara fisik sebuah perangkat komputer telah dirawat dan dijaga dengan baik, namun dalam keseharian bekerja tidak dapat dihindari bahwa komputer tersebut akan berinteraksi dengan komputer atau perangkat lain. Interaksi tersebut dapat terjadi melalui jaringan, menerima atau menyalin data melalui berbagai media penyimpan (disket, flash memory dll), menerima dan mengirim email atau bahkan mengakses jaringan diluar kantor melalui internet. Seluruh aktivitas tersebut akan menimbulkan potensi masuknya virus, berupa program yang dapat mengganggu atau bahkan merusak, ke dalam komputer. Oleh sebab itu agar hal tersebut tidak terjadi maka perlu di install antivirus yang memadai. Saat ini telah tersedia berbagai macam antivirus dan technical support biasanya telah meng-install-kan sebuah perangkat lunak antivirus dalam setiap perangkat komputer. Hal yang perlu pula diperhatikan adalah walaupun perangkat lunak antivirus tersebut telah di install, perlu senantiasa dilakukan pengkinian (updating) antivirus tersebut secara berkala. Hal ini cukup penting  mengingat setiap saat selalu muncul jenis/varian baru dari virus yang dapat menginfeksi komputer. Proses pengkinian tersebut dapat dilakukan dengan men-download (mengunduh) langsung melalui website resmi antivirus yang bersangkutan atau dapat pula diperoleh dengan meminta bantuan dari technical support yang berwenang.

Demikianlah beberapa langkah yang perlu kiranya dilakukan guna menjaga kinerja komputer anda agar selalu tetap prima. Semoga tidak be’te lagi… :)

Sumber Pustaka :

  1. Edmon Makarim, “Pengantar Hukum Telematika – Suatu Kompilasi Kajian”, 2005.
  2. PT. ANT – IT Training Center, “Practical Guide to Security Policy and Awareness for Managers: Defending Your Physical and Digital Asset Against Hacker, Crackers, Spies & Thieves”, 2007.

 

Artikel ini pernah dimuat di Majalah “Warta Bukopin” edisi …

 

 

Share this:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>