ITPTOEFL

Tes TOEFL ITP di Tahun 2016

Saya memang rutin (secara berkala) mengikuti TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Tujuannya selain untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris saya, juga untuk keperluan lain seperti misalnya: melamar pekerjaan, pendidikan, melamar beasiswa (scholarship) dan lain-lain.

TOEFL dibuat oleh  Educational Testing Service (ETS), sebuah lembaga nirlaba yang berdiri di Amerika Serikat. TOEFL terdiri dari:

  1. internet Based TOEFL (iBT)
  2. Paper Based TOEFL (PBT)
  3. Institutional Testing Program TOEFL (ITP) TOEFL

 

iBT

Saya belum pernah ikut internet Based TOEFL (iBT) jadi pengetahuan saya hanya berdasarkan informasi dari website ETS. Tes iBT dilakukan oleh ETS di negara-negara yang tersedia, daftar negara tersebut bisa di cek di website ETS. Di Indonesia tes TOEFL iBT diselenggarakan di beberapa kota seperti Bandung, Jakarta, Batam, Denpasar dan lain-lain.

Jika berminat mengikuti tes TOEFL iBT ini bisa mendaftar secara on-line. Untuk mengetahui lebih detail tentang Tes iBT ini bisa di cek disini Tes iBT

Saya sendiri belum pernah mengambil tes iBT TOEFL, karena selain harganya relatif mahal (untuk di Indonesia USD 190) sampai saat ini saya tidak temui yang mensyaratkan iBT TOEFL. Untungnya masih bisa cukup dipenuhi dengan ITP TOEFL saja. Untuk Skor hasil iBT adalah antara 0 sampai dengan yang tertinggi 120.

Detail biaya terkait Tes IBT :

Item Fees
Registration US$190
Late registration US$40
Rescheduling US$60
Reinstatement of canceled scores US$20
Additional score reports (per institution or agency) US$19 each
Speaking or Writing Section score review US$80
Speaking and Writing Section score review US$160

 

PBT

Paper Based TOEFL adalah tes TOEFL yang masih menggunakan format kertas bukan dengan internet dan komputer secara on-line. Tes ini diselenggarakan khususnya bagi suatu negara yang tidak bisa melaksanakan iBT.

Tes TOEFL PBT ini terdiri dari 4 bagian tes yang diukur yaitu: reading, listening, speaking, dan writing. Untuk tes tertulis tersebut dikenal dengan TWE. Tes TWE berlangsung selama 30 menit. Dalam tes TWE peserta diharuskan menulis essay pendek untuk satu topik yang terdapat di buku tes TWE. Tes TWE ini bertujuan untuk :

  • generate and organize ideas
  • support ideas in writing with examples or evidence
  • use standard written English formats

Biaya terkait PBT adalah sebagai berikut:

Item  Fee
TOEFL® PBT Test Fee US$170
Additional Score Reports (per recipient) US$19 each
TOEFL PBT Answer Sheet Score Review US$25
TWE® Essay Score Review US$50
Returned Personal Check US$20

Untuk lebih jelasnya tentang tes TOEFL PBT dapat dilihat DISINI.

 

ITP TOEFL

Institutional Testing Program TOEFL (ITP) TOEFL yaitu tes TOEFL yang juga termasuk paper based test namun  diselenggarakan oleh institusi resmi yang ditunjuk di setiap negara. ITP TOEFL ini menguji 3 kemampuan yaitu: Listening Comprehension, Structure and Written Expression dan Reading Comprehension. Skor ITP TOEFL ini adalah diantara 310 sampai dengan 677.

Level 1 (intermediate to advanced): 2 hours

Section
Number of Questions
Admin. Time
Score Scale
Listening Comprehension 50 35 minutes 31–68
Structure and Written Expression 40 25 minutes 31–68
Reading Comprehension 50 55 minutes 31–67
TOTAL 140 115 minutes 310–677

Level 2 (high beginning to intermediate): 1 hour and 10 minutes

Section
Number of Questions
Admin. Time
Score Scale
Listening Comprehension 30 22 minutes 20–50
Structure and Written Expression 25 17 minutes 20–50
Reading and Vocabulary 40 31 minutes 20–50
TOTAL 95 70 minutes 200–500

Di Indonesia ITP TOEFL ini diatur oleh  Indonesian International Education Foundation (IIEF). IIEF ini yang akan mengatur lembaga mana di Indonesia yang menyelenggarakan tes ITP TOEFL. Untuk mengecek jadwal dan lembaga yang menyelenggarakan tes ITP TOEFL bisa di cek DISINI.

Sama seperti Tes iBT dan PBT maka hasil tes ITP TOEFL ini berupa sertifikat dan bisa berlaku hingga 2 (dua) tahun, hal ini tergantung pada lembaga yang meminta/mensyaratkan skor ITP TOEFL. Jika biaya iBT dan PBT dibayar kan dalam US $ maka untuk ITP TOEFL ini karena diselenggarakan oleh institusi di Indonesia maka biayanya dalam Rupiah.

Walaupun penyelenggara ITP TOEFL adalah institusi di Indonesia namun materi atau bahan ujiannya berasal dari ETS dan hasilnya diakui dan diterima banyak institusi seperti halnya tes TOEFL iBT dan PBT.

 

Berikut ini adalah contoh lembar TOEFL ITP Score Report:

Contoh TOEFL Score Report

Contoh TOEFL Score Report

 

Tes TOEFL di tahun 2014

Terakhir kali saya mengikuti tes ITP TOEFL adalah pada tanggal 1 Juli 2014. Saat itu saya mengikuti tes di AMINEF Jakarta yang saat itu berkantor di CIMB Niaga Plaza lt. 3. Ternyata tahun 2016 ini AMINEF tidak lagi menyelenggarakan tes ITP TOEFL. Bahkan Aminef pun sudah pindah ke:

Intiland Tower, 11th Floor Jl. Jend. Sudirman 32 Jakarta 10220
Telephone: +62-(0)21-5793-9085/86
Fax: +62-(0)21-5793-9089

Saat itu saya mengikuti tes ITP TOEFL di AMINEF dengan biaya Rp. 350.000,00

Slip Pembayaran Tes ITP TOEFL di tahun 2014

Slip Pembayaran Tes ITP TOEFL di tahun 2014

Persiapan tes ITP TOEFL di tahun 2014 seingat saya memang bagus sehingga hasilnya juga memuaskan. Skor ITP TOEFL tahun 2014 itu saya adalah rekor skor tertinggi saya selama ini, yaitu diatas 570 tapi masih dibawah 600. Saya sangat puas dengan hasil tersebut dan berharap masih bisa ditingkatkan lagi agar bisa mencapai angka paling tidak 600.

Kunci keberhasilan saya sukses di Tes ITP TOEFL tahun 2014 itu adalah:
1. Persiapan yang panjang dan matang, saya persiapkan diri dan berlatih sejak beberapa bulan sebelum tes.
2. Saya menggunakan aplikasi di android untuk belajar TOEFL (gratis).
3. Saya melakukan pentahapan berupa try out sebelum mengikuti tes ITP TOEFL di AMINEF. Saya uji coba tes sendiri di rumah dengan menggunakan komputer. Selain itu saya juga mengikuti tes di ILP. Sehingga persiapannya lebih matang.

Hasilnya seperti saya sampaikan tadi, cukup memuaskan….

 

Tes TOEFL di tahun 2016

Saya memang sudah berniat untuk meng-update skor TOEFL karena memang skor tersebut sudah 2 tahun, jadi sudah habis masa berlakunya. Tapi karena kesibukan di tahun 2016 ini saya tidak sempat untuk ambil tes sejak awal. Baru di bulan Agustus saya meng-update nilai TOEFL saya untuk sebuah keperluan.

Setelah saya pelajari di website IIEF tadi, ternyata AMINEF tidak selenggarakan Tes ITP TOEFL lagi. Saya menelpon ke AMINEF untuk pastikan ternyata memang benar jawaban dari mereka sama. Kemudian saya cari tempat penyelenggara tes lainnya berdasarkan jadwal di website IIEF. Hasilnya saya menemukan banyak lokasi yang selenggarakan dengan tanggal yang berbeda.

Saya coba browsing untuk masing-masing tempat penyelenggara tes ITP TOEFL tersebut. Ternyata informasi di website masing-masing institusi terbatas. Hanya website IES dan LBI FIB UI yang cukup jelas informasinya. Sayangnya waktu dan tanggal penyelenggaraan di UI tidak match dengan jadwal saya.

Awalnya saya ingin memilih tes tanggal 23 Agustus 2016 di ELTI di Grand Wijaya. Tetapi setelah saya telpon diinformasikan bahwa ternyata biaya tesnya adalah Rp. 500.000,00 dan pelayanannya ribet. Customer Service yang terima telepon saya di ELTI juga sepertinya ogah-ogahan menjawab pertanyaan. Akhirnya saya coba ke IES (International Education Services) di tautan website http://www.ies.or.id/itp-toefl/

IES ini berlokasi di STC Senayan Building 3rd Floor no. 103, Jl Asia Afrika, Senayan. Di website IES ini informasinya cukup jelas dan biayanya adalah sebesar Rp. 485.000,00 Kita juga bisa mendaftar secara online melalui website IES. Untuk sistem pendaftaran ini IES menurut saya lebih mudah dibandingkan penyelenggara lain. Kita tinggal ikuti saja perintah-perintahnya di website tersebut.

Setelah saya mengisi formulir secara on line dan melakukan transfer pembayaran, maka kemudian saya mengkonfirmasi transfer dana via email dan selanjutnya menunggu email balasan dari IES untuk mendapatkan nomor peserta tes.

Tanggal 19 Agustus 2016 saya menerima email IES yang berisikan Student Number berikut informasi lokasi dan tanggal tes yaitu:

Kartu Peserta Tes ITP TOEFL di IES

Kartu Peserta Tes ITP TOEFL di IES

Kali ini saya menghadapi tes tidak dengan kepercayaan diri yang tinggi. Karena 3 hal yang saya lakukan di tahun 2014 entah mengapa saya lupakan. Saya baru membuat tulisan ini dan mengingat kembali cara saya belajar di tahun 2014 justru setelah saya mengikuti tes ITP TOEFL di IES. Kelemahan saya kali ini:
1. Persiapan yang tidak maksimal dan matang
2. Saat belajar untuk persiapan tes awalnya saya menggunakan buku-buku, lupa kalau menggunakan aplikasi android untuk belajar TOEFL lebih efektif.
3. Tidak melakukan pentahapan try out sebelum mengikuti tes ITP TOEFL di IES.

 

Hari H Tes ITP TOEFL

Hari yang tes tiba, dan saya pasrah saja menghadapinya karena tidak bisa di reschedule jadwalnya atau ditunda lagi. Tes harus dihadapi walaupun saya kurang siap. Hadapi saja apapun hasilnya. Saya memang sedang banyak pikiran sehingga saya tidak persiapkan ini dengan baik. Justru setelah tes saya baru ingat lagi bagaimana persiapan tes di 2014 dulu.

Hari Selasa 23 Agustus 2016, saya sudah siap dan hadir sebelum maksi di STC Senayan. Tes jam 13.00 WIB maka saya pikir lebih baik saya maksi di STC Senayan saja agar tidak terlambat. Selesai maksi maka saya menuju ke lokasi tes di lantai 3 no. 103.

Lokasinya mudah ditemukan, jika kita masuk dari pintu depan STC maka kita naik eskalator ke lantai 3.  Di lantai 3 lokasi ruangan IES ada di sisi belakang punggung kita saat di eskalator.

Lokasi IES STC Building Lantai 3 No. 103

Lokasi IES STC Building Lantai 3 No. 103

Ternyata ruang tes ITP TOEFL di IES adalah ruangan kantor standar di STC pada umumnya yang dirubah menjadi kelas. Ruangan ini bisa disekat dan  berubah dari ruangan kantor (atau toko tepatnya) menjadi ruangan kelas untuk tes. Ruangan nya tidak terlalu besar sehingga jika peserta tes banyak dan tidak tertampung ada ruangan lain yang lebih kecil untuk menampung sisa peserta. Ruangan tambahan itu berada tidak jauh dari ruangan kelas 103 yaitu di lantai 3 no. 111.

Ruang No. 111

Ruang No. 111

Ruangan tes di IES ini berbeda sekali dengan ruangan tes di Aminef dulu yang lebih besar dan nyaman.

Menunggu di Depan IES

Menunggu di Depan IES

Saat saya tiba di depan ruangan tes, ruangan tersebut masih ditutup dan ditulis “out for lunch“. Saya dan peserta tes lain menunggu di depan ruangan tersebut. Sayangnya di depan ruangan tidak ada kursi untuk duduk sehingga saya duduk dilantai di depan toko/ruangan lainnya yang sedang tutup. Tidak beberapa lama petugas keamanan STC datang dan menegur kami agar tidak duduk-duduk dilantai. Ketika ada yang bertanya kenapa? petugas keamanan tersebut jelaskan bahwa ia hanya jalankan perintah dari pimpinan :(

Berdiri Menunggu

Berdiri Menunggu

Satu masukan untuk IES:  Sebaiknya menyewa tempat yang lebih nyaman atau lebih pas untuk menyelenggarakan tes. STC tidak akomodatif untuk selenggarakan tes. Apalagi didepan ruangan tes tidak disediakan bangku untuk tunggu.

Sekitar pukul 12.45 WIB saya sudah mengantri di depan pintu ruangan tes. Sambil menunjukan KTP, Slip transfer dan No ujian, saya menandatangani absen dan memperoleh no kursi duduk, yaitu no 12. Artinya saya duduk di ruangan 103 ini bukan di 111.

Antri Untuk Registrasi di IES

Antri Untuk Registrasi di IES

Tepat Pukul 13.00 tes ITP TOEFL dimulai. Diawali dengan 50 soal test Listening selama 30 menit, kemudian disambung 40 Soal test Structure selama 25 Menit dan diakhiri dengan 50 Soal Reading selama 55 menit.

Saya paling suka Part 1 dan Part 3. Saat mengerjakan saya tidak terlalu cemas, selama ini favorit saya adalah dibagian ini. Berbeda untuk Part 2 selalu menjadi momok buat saya. Walaupun saya sudah belajar dengan keras pun, hasilnya jarang memuaskan. Hanya di tahun 2014 saja hasilnya cukup memuaskan. Tidak heran jika hasil ITP TOEFL saya paling sering bagus di Part 1 dan 3 tetapi di Part 2 jeblok. Sudah saya coba untuk belajar untuk lebih mahir di bagian Structure tapi sepertinya memang sulit sekali.

Saat tes kita juga harus konsentrasi karena jika tidak maka waktu kita akan tersita oleh ketidakfokusan dalam mengerjakan tes. Saya alami hal ini saat tes ini. Entah kenapa tiba-tiba ada satu “cuilan” persoalan masuk kepikiran saya dan menyita waktu saya selama 1-2 menit sebelum saya tersadar untuk kembali fokus pada tes. So guys, saran saya saat kerjakan tes ini harus tetap fokus.

Pelajaran dari tes ini buat saya adalah waktu tes yang di siang hari ternyata berat sekali buat saya. Saya ga kuat nahan ngantuk, setelah maksi trus langsung tes ternyata rasanya menyiksa sekali. Lain kali saya akan ikut tes yang dimulai di pagi hari, jangan yang di siang hari seperti ini. Mata berat banget buat diajak kompromi :)

Setelah berlangsung selama kurang lebih 2 jam tes berakhir. Saya benar-benar tidak puas dengan tes kali ini. Banyak soal yang saya tidak bisa selesaikan sesuai waktu yang diberikan. Saya menduga skor hasilnya tidak bisa mencapai 550 atau bahkan untuk mencapai skor 500 cukup berat.

Saya ingat hal ini seperti kejadian di tahun 2003 saat awal saya bekerja di Bank. Tahun 2000 an saya ikut tes ITP TOEFL dan skornya sudah diatas 520, akan tetapi karena saya sibuk dengan pekerjaan baru ditahun 2003 saya ambil tes TOEFL prediction di LIA atau di kenal dengan EPT. Hasilnya skor saya hanya 470-an. Saya syok dan kecewa sekali. Untuk kembalikan lagi sampai bisa mencapai skor 500 saya harus latihan dan belajar berbulan-bulan.

Dengan segala kesibukan saya untuk mencapai skor diatas 570 baru bisa saya capai di tahun 2014. Butuh lebih dari 10 tahun untuk meningkatkannya :( Sementara untuk meruntuhkan kembali ke skor 500-an terjadi hanya dalam waktu 2 tahun. saya benar-benar kecewa akan hal ini. Padahal selama ini saya selalu aktif mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Inggris. Terutama melalui mendengarkan berita dalam  bahasa Inggris. Sementara untuk Structure atau Grammar memang harus diakui saya kurang banyak berlatih dan belajar.

Ke depan saya akan lebih baik lagi dalam persiapan untuk mengikuti Tes ITP TOEFL ini.

 

 

Share this:

19 replies
  1. Diani Wiranti
    Diani Wiranti says:

    siang mas Harri, matur suwun sharing nya.. saya mau nanya, kalau baru mau ndaftar program beasiswa fulbright aminef, persyaratan poin melampirkan hasil tes IBT atau ITP itu, apakah sertifikatnya harus yang dikeluarkan oleh lembaga amerika yang biayanya sekitar 2 juta itu atau saya bisa ambil di lembaga seperti American English Course atau ELTI dan semacamnya? harganya jauuuuh dari lembaga semacam ETS dan lain lain yang bahkan tes nya setahun sekali.
    matur suwun jawabannya.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear mbak Diani Wiranti,
      Pertama terimakasih sudah mampir ke website saya. Saya belum pernah ikut program Fulbright, akan tetapi saya coba menjawab sesuai informasi yang ada di web http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=31&Itemid=31
      Jika ingin lebih pasti sebaiknya mbak Diani hubungi Aminef di:
      American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) Office
      Intiland Tower, 11th Floor
      Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32
      Jakarta 10220
      Tel : (021) -57939085 / 9086

      Berdasarkan informasi di website Aminef disebutkan bahwa syarat untuk beasiswa adalah:

        1. Hold a Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
        2. A minimum ITP TOEFL score of 550 or IELTS equivalent. Please note that TOEFL prediction or TOEFL-like score cannot be accepted.

      Kemudian dipenjelasan berikutnya disampaikan bahwa:
      At the time of application to AMINEF, only an Institutional Testing Program (ITP) TOEFL or IELTS score is required. If you are later selected for an award, you must then take the official iBT TOEFL test, the Graduate Record Examination (GRE) for all fields except law and business, or the Graduate Management Admission Test (GMAT) for business administration, finance, and accounting.

      Dari penjelasan itu saya bisa simpulkan bahwa untuk mendaftar beasiswa Fulbright cukup dengan ITP TOEFL (ingat lho bukan IBT…). Setelah kemudian terpilih untuk beasiswa baru kemudian menjalani test IBT. Asumsi saya test IBT ini akan ditanggung oleh pihak Fulbright.
      Oh ya mbak…, saya mau ingatkan bahwa antara ITP dan IBT berbeda lho. Yg harganya sampai 2 juta itu IBT sedangkan yang lebih murah itu ITP. Selain itu ITP memang bisa diselenggarakan oleh lembaga swasta di Indonesia seperti ELTI, EF, IEC dll sementara kalo IBT memang berbeda.
      Sehingga saran saya, sekarang fokus saja untuk bisa meraih skor 550 dan kemudian ambil test ITP TOEFL dimana saja yang penting resmi sesuai jadwal dan daftar yang diterbitkan IIEF.
      Semoga jawaban saya membantu. Terimakasih

      Reply
      • Diani Wiranti
        Diani Wiranti says:

        Mas Harri, matur suwun luar biasa, jawabannya sangat informatif dan membantu.
        Terima kasih (lagi) atas pencerahannya.
        sukses selalu.

        Reply
  2. Azka
    Azka says:

    Selamat siang mas
    Saya mau tanya, kalau mau tes untuk dapat sertifikat yang internasional di mana ya?
    Saya masih bingung
    Tolong informasinya
    Terimakasih :)

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear dik Azka,
      Saya masih belum paham nih, yang dik Azka igin ikuti tes apa ya? TOEFL ITP atau iBT atau yg lain?
      Kalau TOEFL ITP itu sertifikatnya juga sudah diakui internasional, hanya saja penyelenggara tes nya adalah institusi lokal di Indonesia.
      Untuk mengecek jadwal dan lokasi ujian TOEFL ITP silahkan cek disini http://iief.or.id/media.php?module=program&show=schedule
      Jadwal 2017 belum keluar sepertinya, sehingga halaman masih kosong.
      Tapi kalo mau tes TOEFL yang iBT saya tidak tau dimana, saya belum pernah coba. Coba tanya ke ETS di https://www.ets.org/toefl
      Sepertinya kalo iBT harus daftar online. Coba deh cari info terkait hal ini ke IIEF.
      Mungkin mereka bisa berikan informasi terkait hal ini.

      Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Tinggal ketik TOEFL di “Playstore”. Nanti akan keluar semua tuh aplikasi yang terkait test TOEFL. Cari aja yang free, instal satu per satu cobain aja mana yang “enak” dan nyaman buat dipake belajar. Terimakasih

      Reply
  3. Michael Riady
    Michael Riady says:

    Terima kasih mas untuk tulisan yang informatif ini. Saya sedang kepikiran untuk coba ambil TOEFL ITP karena selama ini cuma megang semacam TOEFL Prediction dari English First yang rasanya kurang resmi (dan kurang keren hehehe).

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Sama-sama. Terimakasih sudah berkunjung ke web saya. Senang juga bisa bermanfaat informasi ini.
      Setau saya di EF juga bisa kok ambil TOEFL ITP. Memang lebih baik punya TOEFL ITP. Sukses ya…

      Reply
  4. rizka
    rizka says:

    Terima kasih untuk informasinya…
    Mau numpang tanya, kalau untuk hasil tes di IES itu dapat berapa rangkap ya sertifikatnya?
    Untuk layanan legalisir atau salinan sertifikat tersebut, mudah atau memakan waktu ya?
    Saya sedang mencari tempat tes TOEFL yang memiliki masa berlaku panjang (satu atau dua tahun) dan layanan untuk legalisir dan salinannya mudah (persiapan jika diperlukan).
    Sebaiknya di mana ya? Mohon informasinya. Terima kasih.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Terimakasih sudah mampir ke website saya.
      1. Sertifikatnya hanya dapat satu rangkap, setau saya sejak dulu ikut tes ITP dimana-mana hanya satu rangkap.
      2. Saya tidak tau untuk layanan legalisir, sebab saya tidak meminta legalisir. Mungkin bisa ditelpon langsung dan tanyakan hal tersebut
      3. Tes TOEFL tidak ada masa berlakunya. Yang menetapkan apakah hasil tes TOEFL itu bisa digunakan untuk jangka waktu tertentu adalah lembaga yang meminta atau mensyaratkan hasil tes TOEFL (misalnya: panitia beasiswa, panitia seleksi karyawan dll).
      Biasanya mereka minta hasil tes TOEFL 1 atau 2 tahun terakhir.

      Saya tidak bisa merekomendasikan anda mengambil tes dimana. Silahkan hubungi masing-masing penyelenggara tes TOEFL. Terimakasih

      Reply
  5. Shafira
    Shafira says:

    Malam mas, mau tanya waktu itu mas tes di IES, apakah disediakan headphone untuk listening? atau satu speaker dipergunakan untuk seisi ruangan? Terima kasih informasinya

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Setau saya kalo tes TOEFL ITP dan sejenisnya seperti LIA EPT, tidak ada yang menggunakan headphones.
      Semua menggunakan radio tape yang memutarkan soal listening menggunakan speaker dan didengar seluruh ruangan.
      Mungkin kalo TOEFL CBT (Computer Based TOEFL) baru pake headphones.

      Reply
  6. Andri
    Andri says:

    Permisi mas mau tanya =
    1. itu ruang test di IES FOUNDATION yang ada di foto untuk berapa orang ya mas ? sepertinya terlihat kecil ruangannya
    2. speakernya pas saat listening apakah terdengar jelas dan keras ?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      1. Ruangannya kecil menurut saya dan memanjang, jadi dalam ruangan mungkin bisa menampung 20 sd 30 an orang.
      2. Karena saya duduk relatif dekat (agak di depan) maka speaker dari playernya menurut saya cukup keras dan terdengar dengan baik. Saya ga tau yang dibelakang gimana.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Azka Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>