Posts

Banner

Membuat Surat Keterangan Tidak Pailit di Pengadilan Niaga Jakarta

Sehubungan dengan proses seleksi disebuah institusi maka saya jadi berkenalan dengan “Surat keterangan tidak pailit dari Pengadilan Niaga” :) Sebelumnya saya tidak pernah berurusan dengan surat ini, karena lazimnya bagi masyarakat umum yang dimintakan untuk proses seleksi biasanya adalah SKCK, atau yang “aneh” dimintakan adalah paling Surat Keterangan Tidak Di Pidana dari Pengadilan Negeri setempat.

Ternyata “Surat keterangan tidak pailit dari Pengadilan Niaga (selanjutnya saya sebut “SURAT KETERANGAN“)” ini menjadi persyaratan di institusi tersebut akibat “salah ketik” dalam dasar hukum institusi mereka. Seharusnya Surat Keterangan ini hanya disyaratkan bagi pelamar yang berasal dari unsur pengusaha bukan masyarakat biasa. Berhubung sudah ditulis dalam dasar hukum mereka maka mau tidak mau semua pelamar terpaksa memenuhi persyaratan Surat Keterangan ini :)

“Unik” nya lagi persyaratan Surat Keterangan ini tidak dimintakan ketika sudah dipastikan diterima, akan tetapi harus dipenuhi saat sudah melewati tahap psikotes. Padahal setelah selesai Psikotes pun tidak berarti dipastikan para pelamar diterima. Jadi menurut saya persyaratan di institusi ini lumayan aneh daripada institusi yang lain :)

Oh ya hati-hati lho…. “Surat keterangan tidak pailit dari Pengadilan Niaga” ini berbeda dengan Surat Pernyataan Pailit … jangan sampe ketuker.

 

PERSYARATAN

Langkah pertama yang saya lakukan ketika mengetahui saya disyaratkan untuk menyerahkan Surat Keterangan ini adalah mencari tau dimana saya bisa mendapatkan surat keterangan ini. Ternyata surat keterangan ini diterbitkan oleh Pengadilan Niaga. Untuk wilayah Jakarta Pengadilan Niaga berada di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Saya kemudian mencari informasi syarat untuk mendapatkan Surat Keterangan ini apa saja. Ternyata saya cari di website http://pn-jakartapusat.go.id informasi itu tidak ada dan saya tidak bisa peroleh. Terpaksa saya browsing atau Googling untuk cari referensi persyaratannya. Hasilnya saya temukan di http://www.pn-medankota.go.id/mdn/index.php/informasi-publik/permohonan-surat-keterangan-tidak-pailit

Persayaratan dalam website PN Kota Medan itu menjadi referensi bagi saya dalam mempersiapkan dokumen untuk mendapatkan Surat Keterangan. Syarat-syarat untuk mengajukan surat keterangan tidak pailit itu antara lain :
1. Surat permohonan dari Pemohon.
2. Surat pernyataan
- “Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap” yang ditandatangani oleh Pemohon diatas materai Rp. 6.000,-
- “Tidak memiliki Tanggungan Hutang yang dapat merugikan keuangan negara” yang ditandatangani oleh Pemohon diatas materai Rp. 6000.
3. Pasphoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 4 (empat) lembar.
4. Fotocopy KTP sebanyak 2 (dua) lembar.

Tapi ternyata ketika saya datang ke PN Jakarta Pusat baru saya ketahui bahwa syaratnya yang lengkap adalah:
1. Surat permohonan dari Pemohon.
2. (Cukup) Surat pernyataan Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap” yang ditandatangani oleh Pemohon diatas materai Rp. 6.000.
3. Foto Copy Kartu Keluarga
4. Foto Copy SKCK
4. Pasphoto berwarna ukuran 3×4.
4. Fotocopy KTP.
Semua dokumen tersebut dibuat 4 rangkap.

Untuk persyaratan Surat permohonan dari Pemohon jika membutuhkan contohnya bisa di download DISINI.

Seperti halnya pengalaman saya mengurus surat keterangan tidak di pidana di PN Depok sebagaimana pernah saya ceritakan DISINI
Kembali lagi untuk mendapatkan Surat Keterangan tidak pernah pailit maka pemohon diharuskan membuat “Surat pernyataan Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap” yang ditandatangani oleh Pemohon diatas materai Rp. 6.000.”
Aneh ga sih? :)
Sama seperti Surat Keterangan tidak pernah di pidana si pemohon harus membuat Surat Pernyataan tidak pernah di Pidana.
Lha kita ke pengadilan itu kan tujuannya untuk mendapatkan surat keterangan tersebut tapi untuk mendapatkannya kita harus membuat surat pernyataan yang intinya kita tidak pernah pailit atau di pidana… Sumpah kocak!! :)
Sama seperti ketika mengurus SKCK ada aplikasi yang harus diisi yang isinya kita menyatakan tidak dalam proses hukum di Polisi hehehehe… :)  lha kan harusnya Polisi yang periksa di database-nya, si pemohon ini terlibat proses hukum atau tidak. Demikian juga Pengadilan kan harusnya mereka yang periksa dan cek di database mereka. Jadi kenapa mereka yang minta pernyataan dari pemohon?

Contoh Surat Pernyataan Tidang Sedang Dinyatakan Pailit bisa dilihat DISINI

 

PROSES PENGAJUAN

Senin 5 Desember 2016 sore hari menjelang pukul 16.00 WIB kebetulan saya ada keperluan dan bisa mampir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat di Jalan Bungur Besar No 24,26,28 Kemayoran, Jakarta Pusat. Saya masuk ke Pengadilan dan sebutkan keperluan saya di resepsionis, saya mesti tuker KTP saya dengan ID Card agar bisa masuk. Saya diarahkan untuk naik ke lantai 6 untuk ke Panitera PN Niaga bertemu dengan seorang petugas disana.

Setelah saya naik ke lantai 6, saya sampaikan pengajuan permohonan saya sesuai dengan syarat-syarat yang saya peroleh di website PN Kota Medan. Hasilnya menurut petugas itu aplikasi permohonan saya masih belum lengkap masih belum ada SKCK dan Kartu Keluarga nya. Duh nyesel banget saya ga bawa dua dokumen itu, padahal biasanya ada di map saya komplit. Terpaksa saya balik lagi deh besoknya.

Si petugas sampaikan juga bahwa besok saya tidak perlu kembali ke lantai 6 untuk ajukan aplikasi ini. Saya diarahkan untuk langsung saja ke ruangan Bagian Umum. Ruangan Bagian Umum itu berada di lantai dasar, jika kita masuk ke lobby gedung PN Jakpus maka ruangan itu ada disebelah sisi kanan, kemudian masuk pintu pertama di sebelah kiri. Petugas itu juga sampaikan bahwa biasanya surat keterangan itu selesai dalam 1-2 hari.

Esoknya Selasa tanggal 6 Desember 2016 saya kembali lagi ke PN Jakarta Pusat dengan membawa dokumen komplit dan sesuai arahan maka saya langsung ke ruangan Bagian Umum. Sesampainya disana saya diterima di loket oleh seorang pria. Sesampainya disini lagi-lagi persyaratan baru diberitahukan, yaitu saya harus buat aplikasi dalam 4 rangkap. Ada dokumen yang saya sudah miliki copy-nya seperti SKCK dan KTP tapi untuk Surat permohoan dan surat pernyataan saya tidak punya copy-nya. Sehingga untuk keperluan ini saya terpaksa harus fotokopy lagi dokumennya.

Untungnya di PN Jakpus ada tempat fotocopy, yaitu terletak di Basement di area parkir mobil. Akses tempat Fotocopy bisa lewat dari pintu keluar lobby ada tangga turun ke bawah disebelah kiri. Tapi saya lebih suka lewat sisi kanan gedung melalui jalanan kendaraan karena langsung ke lokasi tempat Fotocopy. Biaya fotocopy di PN Jakpus per lembar Rp 200.

Selesai saya fotocopy maka saya kembali ke petugas di bagian umum untuk serahkan 4 rangkap aplikasi permohonan itu. Semua diperiksa kembali dan dipilah oleh petugasnya satu persatu dan kemudian distreples.Oh ya, walaupun katanya disyaratkan fotocopy Kartu Keluarga tapi saya lupa membawa nya dan oleh si bapak petugas juga tidak ditanyakan, jadi ya saya cuek aja :)

Ternyata satu berkas aplikasi di tandatangani oleh petugas itu dan diberi nomor registrasi penerimaan dan nomor telepon. Tau gitu ga usah dibuat 4 rangkap ya? cukup saya buat 3 rangkap aja. Untuk tanda penerimaan alangkah lebih praktis, efisien dan ekonomis jika cukup dengan kertas selembar yang berisi informasi nomor registrasi penerimaan, nomor telepon dan nama petugas yang bisa dihubungi dan kapan waktu Surat Keterangan bisa diambil.

Aplikasi permohonan

Aplikasi permohonan

Si petugas memberikan berkas copy aplikasi itu sambil katakan: “ini berkas dibawa sebagai tanda pengambilan dan nomor telepon untuk menanyakan apakah Surat Keterangan sudah selesai”. Jadi mereka tidak bisa memastikan kapan surat keterangan itu selesai. Saya disuruh menelpon untuk tanyakan apakah surat sudah selesai.

 

SURAT KETERANGAN AKHIRNYA SELESAI

Setelah Selasa 6 Desember 2016 saya masukkan permohonan maka Kamis saya tanyakan melalui nomor telepon yang diberikan apakah surat keterangan sudah jadi. Dari penjelasan di telepon disebutkan bahwa Bagian Umum sudah meneruskan permohonan itu ke Panitera Pengadilan Niaga. Tapi mereka tidak tau sampai sejauh mana sudah ditindaklanjuti. Telepon saya kemudian dialihkan ke bagian Panitera Niaga, ternyata yang bersangkutan sedang rapat.

Saya pikir ya sudah tidak perlu saya kejar-kejar deh. Biar aja saya tunggu toh instansi yang meminta belum mendesak dan meminta. Jadi saya pikir hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 saya bisa ambil karena hari Senin tanggal 12 Desember 2016 adalah hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ternyata saya salah, hari Jumat siang masuk pesan di Whatsapp bahwa Surat Keterangan itu harus diserahkan hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 Jam 10.00 WIB. Wadooohh… terpaksa detik itu juga saya meluncur ke PN Niaga JakPus untuk menanyakan surat saya. Gapake telepon, langsung aja deh saya todong udah jadi atau belum.

Sampai di PN jakpus sudah sore, Saya langsung ke lantai 6 bertemu ibu petugas di bagian Panitera PN Niaga. Ternyata ketika bertemu beliau disampaikan bahwa sampai saat ini surat keterangan belum selesai, hal ini disebabkan pak Ketua PN Jakpus sedang rapat di Mahkamah Agung dan belum kembali. Saya disarankan menunggu sampai jam 5 sore di ruang pelayanan utama di lantai dasar. Ternyata di ruang pelayanan utama sudah banyak teman “senasib” peserta seleksi dari institusi yang sama yang juga sedang menunggu. Syukurlah saya jadi punya teman untuk ngobrol.

Ruang Pelayanan Utama

Ruang Pelayanan Utama

Sampai jam 05.00 kami menunggu belum ada tanda-tanda juga Surat Keterangan tersebut selesai. Akhirnya si ibu petugas dari PN Niaga turun dan menemui kami. Beliau sampaikan permohonan maaf karena surat keterangan tersebut belum selesai dan Bapak Ketua PN Jakpus nampaknya belum ada tanda-tanda kembali ke kantor.

Ruang Pelayanan Utama

Ruang Pelayanan Utama

Selanjutnya si ibu petugas itu janjikan bahwa Surat Keterangan itu akan siap Selasa pagi jam 08.00. Hal ini setelah dikonsultasikan dengan Staff pak Ketua PN Jakpus yang janjikan bahwa Surat Keterangan itu akan di tandatangani malam ini setelah Pak Ketua PN kembali dari rapat di Mahkamah Agung. Ya sudah mau bagaimana lagi, kami pun pulang sore itu.

Ruang Pelayanan Utama

Ruang Pelayanan Utama

Hari Selasa pagi kami kembali ke ruangan pelayanan utama menunggu si ibu petugas dari PN Niaga. Sekitar pukul 08.00 Surat keterangan kami sudah dibagikan. Setiap pemohon dipanggil satu persatu dan diminta untuk menunjukkan KTP nya. Jadi berkas aplikasi yang diberikan ke saya oleh petugas tempo hari tidak berguna sama sekali :) Tau gitu bener deh, mending tanda terima nya cukup kertas selembar aja dari pihak PN, jangan berkas aplikasi saya yang komplit. Untungnya berkas aplikasi itu walo sudah di streples masih bisa saya pake lagi. Sayang soalnya fotocopy-an SKCK dan KTP nya masih bisa dipake lagi.

Oh ya untuk pengurusan Surat Keterangan ini TIDAK DIPUNGUT BIAYA alias GRATIS! Tapi yang mahal ongkos jalannya … hehehehe :)
Setelah saya menerima Surat Keterangan tersebut maka saya langsung antarkan ke panitia seleksi, karena tenggat nya adalah jam 10.00 WIB. Beruntung sekali saya masih bisa mengejar tenggat waktu tersebut.

 

Berikut ini adalah penampakan Surat Keterangan yang keramat tersebut :)

Surat Keterangan Tidak Pailit

Surat Keterangan Tidak Pailit

 

TIPS MENUJU PN. JAKPUS

Buat yang belum tau lokasi PN Jakarta Pusat yang baru adalah di: Jalan Bungur Besar No 24,26,28 Kemayoran, Jakarta Pusat. Kantor PN Jakpus ini adalah pindahan dari kantor lama di Jl. Gajah Mada yang sekarang sementara digunakan untuk PN Jakarta Utara.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Saya mau cerita akses ke lokasi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Kereta Commuter Line (KCL) dan Transjakarta. Kalo pengguna kendaraan pribadi sih abaikan saja, tinggal buka GPS juga ketemu kok.

Dengan KCL

Untuk Pengguna Kereta Commuter Line bisa turun di Stasiun Kemayoran untuk kemudian bisa jalan kaki ke Pengadilan Negeri. Memang lumayan sih kalo jalan kaki.

Atau jika sulit untuk ke stasiun Kemayoran karena dari arah Bogor atau Manggarai maka bisa juga turun di Stasiun Djuanda kemudian lanjut dengan ojek online ke PN Jakpus.

Pulang dari PN Jakpus jika ingin naik Kereta Commuter Line arah Manggarai maka bisa kembali ke stasiun Djuanda atau bisa juga ke stasiun Sawah Besar.

Dengan Trans-Jakarta (TJ)

Untuk menuju ke lokasi PN Jakpus, gunakan TJ rute Koridor 5 rute Kampung Melayu – Ancol atau 5E rute PGC – Ancol. Pokoknya Koridor 5 yang tujuannya ke Ancol. Kemudian turun di Halte Pasar baru Timur. Turun di Halte TJ kemudian jalan ke arah Golden Truly Farmers Market.

Sebenarnya bangunan gedung PN Jakpus ada di belakang SPBU Shell, sayangnya di SPBU itu tidak ada jalan tembus ke PN jakpus, jadi jalan paling cepet menurut saya potong jalan aja dari Golden Truly. Masuk ke Golden Truly atau Ruko disebelah Golden Truly, kemudian keluar lewat parkiran mobil di area belakang. Kenapa saya sarankan motong jalan lewat Golden Truly, karena kalo jalan kaki lewat jalan besar akan memutar dan jadi lebih jauh.

Saya hanya memberikan tips menuju ke PN Jakpus dengan KCL dan TJ, sedangkan untuk angkutan umum lainnya saya tidak mengetahui dan menguasai. Hanya saja memang lokasi Kantor PN Jakpus ini tidak jauh juga dari Terminal Senen. Sehingga seharusnya ada angkot yang lewat depan PN Jakpus.

 

Demikian cerita pengalaman saya membuat Surat Keterangan Tidak Pailit di Pengadilan Niaga Jakarta, semoga bermanfaat.