Posts

banner

Jalan-jalan ke Chinatown Part 2

Setelah pada tanggal 26 November 2016 saya mengikuti trip jalan-jalan ke Chinatown di Jakarta yang diadakan oleh ITDP — didukung oleh Transjakarta, Kopi Oey, Trafi, dan Melu (Cerita lengkapnya bisa dibaca disini), maka pada tanggal 3 Desember 2016 saya kembali mengunjungi kawasan Chinatown tersebut bersama teman-teman.

Jadi ceritanya, gara-gara saya posting foto di Instagram dan Facebook tentang perjalanan ke Chinatown dengan ITDP itu ternyata membuat beberapa orang teman saya “pengen” dan tertarik untuk mengunjungi kawasan Chinatown juga. Terutama teman saya dulu di saat masih kerja di Bukopin si Sari (Yulia Sari) dan juga teman-teman saya di JASMEV seperti Tata dan Sinta.

Sist Tata usul agar saya membuat Trip yang serupa dan dengan Trip yang diselenggarakan oleh ITDP itu. Selain tertarik dengan wisata kulinernya, lokasi yang dituju tidak jauh alias masih di Jakarta. Selain itu biaya nya juga relatif murah, tidak butuh biaya yang mahal. Saya pun menyetujui ide tersebut dan bersedia untuk menjadi “pemandu” nya berbekal pengalaman ikut Trip sebelumnya.

Akhirnya saya hubungi Sari untuk ajak dia, Sari kemudian mengajak Rido (puteranya) dan Ririn (temannya). Sementara Sist Tata kemudian mengajak teman JASMEV yang lain seperti Sinta, Tika, Natalia dan Selvi. Akhirnya kami ber-sembilan akan menuju kawasan Petak Sembilan. Coba tanggalnya pas tanggal 9 juga… :D

Peserta Trip tanggal 3 Desember 2016 (satu hari setelah aksi damai 212) akhirnya terdiri dari:
- Saya Harri Baskoro Adiyanto.
- Sist Tata : Hartawati Rosmery
- Sist Sinta: Yasinta Wirdaningrum
- Sist Sari: Yulia Sari
- Rido Ghordiyan
- Sist Ririn
- Sist Natalia: Yuliana Natalia
- Sist Tika: Tika Murtika
- Sist Selviana

Ada 9 orang peserta sebagian besar adalah wanita alias emak-emak hahahahaha dan yg cowok cuma saya dan Rido. Seru juga nih saya “kembali” pergi bersama wanita :) Pergi jalan-jalan bersama dengan wanita bukanlah pengalaman pertama buat saya. Pasti selalu menarik dan “rame” ;)

Sebelum hari-H, kita sepakat untuk menggunakan rute yang sama dengan Trip ke Chinatown yang saya ikuti sebelumnya. Namun perbedaannya di Titik Kumpul awalnya, kami sepakat kumpul di stasiun Jakarta Kota.

Peta Trip Chinatown2

Peta Trip Chinatown2

Jadi rute yang akan dituju adalah:
Start – Stasiun Kota
1. Halte TJ Glodok
2. Gang Gloria
Petak 9
3. Vihara Toa Se Bio
4. Gereja St. Maria De Fatima
5. Vihara Dharma Bhakti
6. Candra Naya
End – Maksi di Kopi Oey.

 

Stasiun Kota (ngumpul)

Kami berencana untuk berkumpul di stasiun Jakarta Kota jam 08.00 Pagi. Darimana pun datangnya kita sepakat untuk kumpul di stasiun Jakarta Kota, hal ini dimaksudkan agar kita kompak pergi bareng ke kawasan Gang Gloria-nya. Jadi kita kumpul dulu di stasiun Jakarta Kota. Selain itu dilokasi ini juga menarik, karena penyeberangan dari stasiun ke Halte TJ nya berada di bawah tanah (underground) dan ada taman ditengahnya yang dihiasi payung-payung. Kami sepakat untuk foto-foto dulu disitu.

Pagi itu kami mulai kumpul sekitar pukul 08.00 namun sayangnya Kereta Api saya dari Depok mengalami keterlambatan, karena masuk ke stasiun Jakarta Kota nya mesti gantian. Demikian pula Sist Natalia yang juga naik Kereta dari Depok juga berada di belakang kereta saya.

Saya sampai di lokasi duluan, kemudian tidak lama Sari dan Rido datang. Disusul oleh Sist Tika dan Sist Selvi dan kemudian Sist Ririn juga muncul. Sist Natalia juga kemudian datang setelah keretanya bisa masuk Stasiun Jakarta Kota.

Sambil menunggu Sist Tata dan Sist Sinta, maka kami pun mulai sibuk foto-fotoan di lokasi taman payung. Tidak lama sist Tata dan Sinta bergabung dan juga ikut foto-foto dulu. Baru sekitar jam 08.30 kami bergeser ke halte TJ Kota. Sebenarnya ke Glodok bisa juga ditempuh naik Mikrolet dari stasiun Jakarta Kota tapi saya males naik Mikrolet soalnya pake nyari yang muat ber-9 dan nggak ngetem. Jadi kami pun naik Transjakarta saja.

 

Gang Gloria

Tujuan kami dari stasiun Kota adalah Halte TJ Glodok. Halte TJ Glodok dari Stasiun Kota sih ga jauh. Deket banget malah, hanya satu halte saja. Abis naik TJ, bus jalan, perhentian berikutnya maka kita langsung turun hehehehe

Sekitar pukul 08.55 WIB kami tiba di halte Glodok, disitu kami turun dan lagi-lagi kami sempatkan swafoto di lokasi tangga penyeberangan TJ tersebut. Pokoknya seru banget deh… belum sampe di lokasi gang Gloria kami udah banyak koleksi fotonya :)

Dari halte TJ Glodok kami berjalan menuju gang Gloria. Lokasinya tidak terlalu jauh. Tidak sampai sepuluh menit kami sudah tiba di gang Gloria yang kuliner nya termasyur itu :) Teman-teman langsung saya perlihatkan dengan deretan kuliner yang ada di Gang Gloria. Tidak semua teman saya tidak pernah ke Gang Gloria, beberapa diantaranya sudah sangat paham dan tau tentang kuliner di gang Gloria ni.

Saya ajak teman-teman kemudian duduk dan memesan makanan di food court paling ujung di gang Gloria. Lokasi yang sama dengan Trip yang saya ikuti sebelumnya. Saya suka ditempat ini sebab dekat dengan cakwe incaran saya hahahaha

Sekitar jam 09.00 WIB kami sudah duduk di Food Court Gang Gloria dan sibuk memesan makanan.

Sarapan di Gang Gloria yang terkenal itu

Sarapan di Gang Gloria yang terkenal itu

Teman-teman di lokasi ini kemudian mulai memesan makanan untuk sarapan. Ada yang memesan Gado-Gado Direksi, yang katanya terkenal dan enak. Saya sih tidak terlalu suka dengan gado-gado. Ada yang memesan Mie Ayam Cah Jamur. Ada juga yang memesan Kari Sapi. Pokoknya semua bebas memilih makanan yang dipesannya lha wong yang bayar juga mereka sendiri kok :)

Saya sendiri bukan tipe orang yang muat sarapan pagi banyak-banyak. Jadi saya sarapan cakwe aja. Saya senang sekali cakwe di Gang Gloria ini. Harganya Rp 3000 per batang. Saya beli 10 batang dan kita makan ramai-ramai. Tapi yang paling doyan dan banyak makan cakwe-nya sih saya hehehee

Selesai sarapan sekitar jam 09.50 maka kita pun lanjut berjalan ke daerah kawasan petak 9. kita menyusuri pasar dikawasan tersebut untuk menuju Vihara Toa se Bio.

 

Vihara Dharma Bhakti

Diperjalanan saya berubah pikiran untuk tidak mengikuti jalan potong lewat gang seperti halnya Trip sebelumnya. Saya khawatir tidak hapal dengan jalan gangnya yang kecil dan berkelok-kelok. Akhirnya saya ikuti saja jalan besar di pasar petak 9. Akibatnya lokasi yang kita kunjungi pertama adalah Vihara Dharma Bhakti.

Kita jadi muter, bukan ke vihara Toa Se Bio dulu akan tetapi malah ke vihara Dharma Bhakti. Tapi tidak apa-apa, karena lokasi ini semua berdekatan. Cuma akibatnya rutenya jadi bolak-balik karena nanti akan ke Candra Naya.

Di Vihara Dharma Bhakti kita asyik foto-foto dan melihat-lihat aktivitas ibadah disana. Saya sempat melihat seorang bapak melepaskan burung-burung.

Melepas Burung di Vihara Dharma Bhakti

Melepas Burung di Vihara Dharma Bhakti

Setelah saya posting di FB teman saya Lie Na Lioe menjelaskan maksud dari ritual melepas burung ini:

“Salah satu ritual utk buang hal-hal buruk. Biasanya dilakukan oleh yg shionya tjiong atau bertentangan di tahun tertentu. Mungkin yg di gambar ini shionya tjiong atau bertentangan dgn tahun ayam ( kebetulan next year adalah th ayam). Dari mana kita mengetahui shio kita bertentangan atau tjiong? Bisa minta daftarnya di klenteng tempat kita biasa sembahyang. Biasanya selain burung juga ada yg melepas ikan. Ada pula nanti ritual upacaranya yg dipimpin seorang pemuka agama…”.

Dari wisata ini saya jadi memperoleh banyak informasi dan pengetahuan baru, sehingga tidak hanya menikmati makanan yang enak-enak saja alias wisata kuliner saja.

 

Gereja St Maria de Fatima

Destinasi berikutnya adalah Gereja St Maria de Fatima yang lokasinya tidak jauh dari vihara Dharma Bhakti alias masih di Jl. Kemenangan juga. Sesampainya di lokasi saya disambut dengan ramah dengan bapak yang jaga diparkiran. Kami ditanya ingin beribadah atau ingin melihat-lihat/berkunjung. Saya sampaikan bahwa kami ingin melihat-lihat. Oleh si Bapak saya diantarkan ke dalam. Sebelumnya saya tanya, apakah kami tidak apa-apa jika masuk ke dalam? Si Bapak bilang, tidak apa-apa. Maka kamipun masuk ke dalam.

Suasana di dalam Gereja St. Maria De Fatima

Suasana di dalam Gereja St. Maria De Fatima

Di dalam ternyata sedang ada jemaat atau pengurus gereja yang sedang beres-beres. Ibu-ibu itu sepertinya sedang merapihkan atau bebenah settingan dekor di area depan atau mimbar gereja. Saya tidak tau persis nya sebab saya tidak mampir ke depan, yang bicara adalah teman-teman saya para wanita. Saya pikir sesama ibu-ibu akan lebih nyambung hehehehee dan nampaknya benar sih, mereka bisa cepat nge-blend, alias ngobrol dan ketawa-ketawa. Para ibu-ibu pengurus Gereja itu ramah dan welcome sekali dengan kami para pengunjung.

Selesai foto-foto dan liat-liat gereja St Maria de Fatima ini maka kami pamit pulang dan berterimakasih sudah boleh berkunjung dan diperkenankan liat-liat. Sebelum kami meninggalkan Gereja kami masih sempatkan diri untuk foto-foto dulu di area halaman Gereja.

 

Vihara Toasebio

Lanjut kunjungan kami diteruskan ke Vihara Toa Se Bio yang juga masih di Jl. Kemenangan. Harusnya Vihara ini yang pertama akan kami datangi. Namun karena saya ambil jalan memutar maka Vihara ini justru didatangi belakangan.

Seperti halnya dilokasi lain maka di Vihara ini kami juga langsung melihat-lihat dan tentu saja mengambil foto.

Di vihara ini saya bertemu dengan adik-adik mahasiswi dari Kampus UMN yang sedang mengerjakan tugas. Tugas mereka adalah melakukan wawancara kepada para pengunjung destinasi wisata di kawasan Chinatown dan menanyakan hal-hal terkait dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini. Mereka awalnya meminta teman saya untuk diwawancara, tapi teman saya tidak bersedia. Akhirnya saya yang bersedia untuk diwawancara mereka. Itung-itung saya sampaikan pandangan saya tentang kondisi Indonesia saat ini, masalah keberagaman dan kunjungan wisata kami hari ini. Semoga wawancara dengan saya itu dapat membantu mereka dalam memenuhi tugas perkuliahan mereka.

 

Candra Naya

Setelah puas di Vihara Toa Se Bio maka perjalanan kami siang itu kami lanjutkan ke Candra Naya. Kami harus kembali ke arah Vihara Dharma Bhakti untuk menuju ke Candra Naya. Kasihan juga Rido mulai capek dan demikian pula teman-teman. Perjalanan kita lumayan melelahkan juga hari ini.

Jalan Menuju Candra Naya

Jalan Menuju Candra Naya

Setelah berjalan lumayan capek maka kami sampai juga di Candra Naya. Bangunan bersejarah yang minggu sebelumnya saya sudah kunjungi juga dan saya masih sesali sampai sekarang karena harus menerima “dikangkangi” dua bangunan menara di kanan kirinya :( Candra Naya adalah bangunan cagar budaya yang menurut saya tidak selayaknya dipaksa “tenggelam’ diantara angkuhnya dua bangunan modern.

Sayangnya hari itu kami tidak bisa masuk ke dalam Candra Naya. Kata satpamnya hari itu Candra Naya tidak dibuka. Padahal minggu lalu saya datang dengan rombongan dari ITDP bangunan itu buka. Kata satpam yang berjaga disana karena minggu lalu yang datang adalah rombongan jadi Candra Naya di buka. Entah bener atau ngga saya juga ga yakin pasti, yang jelas ini menambah kejengkelan saya pada pengelola Candra Naya.

Untungnya kami masih bisa foto-foto di terasnya. Begitu juga di kolam bagian belakang. Teman-teman bisa puas untuk berfoto di area ini. Saya agak kecewa juga bawa teman-teman ke Candra Naya tapi ternyata tidak bisa masuk. Baru tau juga ternyata Candra Naya tidak dibuka secara bebas.

Pose di Depan Candra Naya

Pose di Depan Candra Naya

 

Maksi di Kopi Oey

Selesai dan puas foto-foto perut mulai lapar lagi, ternyata sudah waktunya jam makan siang. Seperti trip sebelumnya maka saya ajak teman-teman makan di Kopi Oey juga. Sebenarnya di lokasi Candra Naya ada restoran lain, tapi karena saya sudah familiar dengan Kopi Oey dari kunjungan sebelumnya maka saya ajak teman-teman untuk kesitu aja. Lain waktu jika berkunjung kesana lagi saya akan coba resto yang lain.

Kopi Oey di Candra Naya

Kopi Oey di Candra Naya

Kami lumayan lama juga di Kopi Oey selain untuk makan siang, kami juga beristirahat karena kaki pegel sudah jalan lumayan jauh dan juga ngecharge hape.

Foto yg Indah Karya mbak Yasinta Wirdaningrum

Foto yg Indah Karya mbak Yasinta Wirdaningrum

Sekitar pukul 13.00 kami membubarkan diri. Saya dan sist Natalia memisahkan diri dengan teman-teman yang masih asyik foto-foto di kolam Koi dibelakang. Saya dan Natalia jalan ke halte TJ Olimo dan naik TJ ke Stasiun Kota untuk naik Kereta ke Depok. Sayangnya perjalanan kita berdua pulang ke Depok agak terhambat di Stasiun Tebet karena ada gangguan pada saluran listrik di Stasiun Pasar Minggu Baru yang terkena batang pohon yang tumbang. Saya sampai rumah akibatnya sudah sore.

Hari itu saya hanya keluar uang untuk ongkos berwisata ke Chinatown di Jakarta cukup murah. Naik Kereta tiketnya Rp. 4000 dari Depok ke Stasiun Kota. Demikian pula pulangnya. Sedangkan tiket Transjakarta dari Stasiun Kota ke Glodok Rp. 3500,- demikian pula dari halte TJ Olimo ke Stasiun Kota. Ongkos yang sedikit lebih mahal adalah ongkos ojek online dari rumah ke stasiun Pondok Cina (saya naik kereta selalu dari stasiun pondok cina).

Secara umum wisata kuliner kami hari ini relatif murah dan terjangkau sekali. Tidak perlu biaya mahal untuk wisata kuliner ini dan lokasinya pun tidak terlalu jauh masih di Jakarta juga. Seru banget wisata ini, next kami akan jelajahi tempat lain.

 

Sampai Jumpa di wisata kami berikutnya …