Posts

Bali

Pengalaman Menetap & Bekerja di Bali

Cerita pengalaman saya bekerja dan menetap di Bali ini terlambat di posting di blog ini. Maklumlah sepulang dari Bali saya banyak disibukan dengan aktivitas/kegiatan pekerjaan, mengajar di kampus dan juga kegiatan lain.

Ceritanya di bulan Mei 2017 saya mendapat pekerjaan di Bali yang harus dimulai awal Juni. Pekerjaan itu sendiri terkait dengan aktivitas pekerjaan hukum. Kebetulan bulan Mei tersebut kuliah saya di Pasca Sarjana FHUI untuk Semester 1 sudah selesai. Maka saya pun menerima tawaran untuk bekerja di Bali.

Sebelumnya saya pernah ditahun 2011 bekerja di Kota Bandung Jawa Barat selama 6 bulan. Di Bandung saya tidak tinggal di rumah saudara dan mencari tempat tinggal sendiri. Demikian pula di Bali, saya tidak tinggal di rumah saudara, dan langsung fokus untuk cari tempat tinggal sendiri. Saya memang lebih suka dan memilih untuk mandiri.

Untuk persiapan tinggal di Bali ini maka ada 2 hal yang saya sudah persiapkan dari Jakarta, yaitu Tempat Tinggal dan Transportasi selama di Bali.

 

TEMPAT TINGGAL

Langkah pertama yang saya lakukan ketika mendapat kabar saya akan bekerja di Bali adalah mencari tempat tinggal. Dalam hal ini saya rencananya memilih untuk Kos.

Saya tidak ingin tinggal dengan saudara, kerabat atau teman. Selain untuk privacy saya juga tidak ingin merepotkan orang lain.

Pilihan saya adalah mencari indekost-an. Persoalannya saya masih berada di Jakarta. Sehingga saya harus cari kosan dari Jakarta. Sedangkan ketika tahun 2010 saya ke Bali dan sudah berada di Bali saja saya mengalami kesulitan untuk mencari kosan. Apakah bisa saya mencari kosan di Bali dari Jakarta?

Ternyata mencari kosan di Bali dengan kondisi saya ada di Jakarta bisa dan memungkinkan untuk dilakukan. Mungkin karena kondisi saat itu berbeda dengan kondisi di tahun 2010.

Saat bulan Mei 2017 saya mencari kosan di Bali, saya gunakan 2 cara untuk mencari kosan yaitu:
1. Bertanya ke teman-teman dan kerabat di Bali dan Jakarta
2. Browsing di Internet
pada prakteknya saya memadukan 2 sumber ini dalam mencari info kosan.

Hasilnya saya dapat dengan mudah menemukan pilihan kosan di Bali. Langkah pertama, saya konsultasikan kondisi lokasi kerja saya di daerah Sanur Denpasar Selatan (Densel) dengan teman-teman dan kerabat di Bali, saya tanyakan dimana lokasi yang enak untuk cari kosan.

Setelah itu saya tetapkan bahwa saya akan kos di daerah denpasar selatan atau maksimal kota Denpasar. Saya juga putuskan akan pergunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi dari kosan ke kantor. Tadinya saya ingin cari kosan yang dekat dengan kantor, tapi ternyata kosan disekitar kantor gak ketemu yang cocok. Kalo pun ada harganya mahal. Ketika ketemu yang harganya klop ketika saya cek di internet atau saya telepon lokasi dan kondisi kosan nya yang kurang cocok.

Akhirnya setelah melalui proses mencari-cari sana sini (dan juga informasi dari teman), saya dapat link website https://www.rumahkostbali.com
Dari link website ini saya dapat 3 pilihan tempat kos yaitu:

Nama: Ibu Catrin
Email : setijadic@yahoo.com
Telp : 081 595 586 82
Kost Bamboo Residence
https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/kost-bamboo-residence.html (link sudah tidak aktif lagi)

Nama : Mbak Yulianti
Email : deaprisnagraha@gmail.com
Telp : 085 100 200 300 / 0821 4796 0011 / 081 916 70 1188
https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/dea-graha.html

Nama : Ibu Ratna
Email : kostbali@yahoo.com
Telp : 081 239 30 300
https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/kost-elit-tukad-badung

Dari 3 Lokasi kosan tersebut setelah saya hubungi via telepon dan bertanya-tanya kepada pemiliknya akhirnya saya memutuskan untuk memilih kosan ke 3 di Jl. Tukad Badung https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/kost-elit-tukad-badung

Pertimbangan saya adalah:
1. Harganya relatif murah dibanding yang lain (saat itu saya dikenakan biaya kost Rp. 1.500.000/bulan)
2. Fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap, yaitu:
kamar mandi dalam menggunakan shower, dapur dilengkapi kitchen set, ada teras depan dan balcony untuk bersantai. Tempat parkir mobil dan motor. Kamar dilengkapi AC, Air Panas (Hot Water), ruang Jemuran, Kursi, Lemari, Lemari Es, Meja, Tempat Tidur, Teras Depan dan TV LCD (tanpa TV Kabel), WiFi.
3. Tidak terlalu jauh dari lokasi kantor (Berdasarkan peta GPS)

Jadi di Bali itu berdasarkan pengamatan saya ada 3 tipe kosan, yaitu:

1. Tipe Kosongan
Yaitu kosan yang hanya menyewakan kamar saja, tidak ada isinya seperti tempat tidur, meja, lemari dll.
Kamar mandi bisa di dalam bisa juga diluar. Sehingga harga sewanya untuk kamar kosongan ini sangat variatif mulai dari Rp. 300 ribu sampai Rp 800 ribuan (harga medio Mei 2017) dan harga tergantung lokasi juga.

2. Tipe Kosan Lengkap
Kosan ini sudah dilengkapi dengan meja, kursi, lemari dan tempat tidur. Biasanya kamar mandi di dalam. Harga sewanya berkisar lebih dari Rp 1 jutaan sampai sekitar Rp. 3 Jutaan dan harga tergantung lokasi juga. Kosan tipe ini adalah kosan yang saya pilih.

3. Tipe Apartemen
Disebut kosan Apartemen kalo di Bali. Awalnya saya kira memang apartemen, ternyata ini adalah tipe kosan yang mewah atau Lux. Biasanya berupa bangunan kosan 2-3 lantai yang kalo dilihat dari luar seperti bangunan asrama atau villa mewah dan bukan seperti apartemen (rumah susun) yang biasa kita kenal di Jakarta. Saya sempat kunjungi beberapa kosan dengan tipe apartemen ini ketika di Bali. Memang fasilitas di dalamnya lebih mewah, terutama perabotan di dalamnya. Beberapa diantaranya bahkan terdapat kolam renang.

Saya pribadi pengennya sih ngekos di tipe apartemen, sayangnya duitnya gak mendukung :D
Jadi saya ambil yang tipe kosan lengkap aja. Berdasarkan alasan itulah akhirnya saya memutuskan untuk memilih kosan di Jl. Tukad Badung itu. Ulasan lengkap mengenai kosan saya di Tukad Badung ini akan saya buat dalam tulisan terpisah.

 

TRANSPORTASI

Berikutnya adalah masalah transportasi selama saya tinggal di Bali. Denpasar berbeda dengan Jakarta yang banyak pilihan angkutan umumnya. Terutama untuk bus kota atau Kereta Commuter di Denpasar belum ada. Beda sekali dengan saya di Jakarta yang bisa berangkat dari rumah naik Transjakarta atau Kereta Commuter.

Saya sudah sadari akan masalah transporatsi ini sejak saya ke Bali tahun 2010 dahulu dan juga berdasarkan informasi dari teman-teman dan kerabat hal ini masih sama. Denpasar memang tidak ada angkutan umum massal seperti di Jakarta, karena tipe kotanya juga berbeda. Sebagian besar orang di Bali punya kendaraan pribadi atau Sepeda Motor.

Oleh sebab itu selama tinggal di Bali saya pun harus memiliki kendaraan pribadi. Walaupun saya dapat info di Denpasar sudah marak juga Ojek online atau Taxi Online. Tapi akan menjadi tidak efisien dan ekonomis jika saya mengandalkan ojek online. Saya harus punya kendaraan minimal sepeda motor selama di Bali. Untuk membeli sepeda motor di Bali tidak memungkinkan karena KTP saya masih KTP Depok. Maka jalan paling efisien menurut saya adalah menyewa sepeda motor.

Untuk penyewaan sepeda motor di Bali juga cukup banyak yang menyediakan. Hal ini disebabkan karena Bali adalah daerah wisata, dimana turis sering menyewa sepeda motor untuk keperluan jalan-jalan wisata di Bali. Hanya saja masalahnya, sebagian besar menyewakan untuk harian atau paling lama mingguan. Sementara saya butuh untuk bulanan dimana per bulan akan saya perpanjang.

Untuk urusan transportasi ini saya kembali mengandalkan browsing online. Hasilnya saya menemukan 2 (dua) tempat penyewaan sepeda motor yaitu:
1. Rental Motor Di Bali http://rentalmotordibalimurah.blogspot.co.id/2014/11/daftar-harga.html No telp 083 114 607 649
2. Bali Jaya Trans (http://www.balijayatrans.com/p/booking-online-motor.html)
Telephone : 0853 7199 9090 Whatapps / SMS / Line : 0819 9900 9090

Setelah saya mempelajari dan menghubungi kedua penyewaan motor tersebut, akhirnya saya menyewa motor di BALI JAYA TRANS untuk jangka waktu sewa seminggu. Hal ini untuk mencoba dan mempelajari kondisi di Bali terlebih dahulu. Siapa tau setelah seminggu saya bisa menemukan solusi lain terkait transportasi ini.

Saya jatuhkan pilihan untuk sewa motor matic H*nd* B**t untuk 6 hari dari tanggal 6 Juni sd 11 Juni dengan biaya per hari Rp. 60 ribu, dan saya bayar Rp. 350.000. Saya juga sampaikan bahwa setelah seminggu kemungkinan saya akan perpanjang menjadi sewa satu bulan, pihak Bali Jaya Trans menyetujui.

Cara pemesanannya mudah saja, saya cukup kirim WA untuk pastikan pemesanan. Kemudian saya tentukan bahwa saya mau pakai tanggal berapa dan diambil dimana. Saya kemudian tentukan akan ambil motor tersebut di Beach Walk Kuta Tanggal 6 Juni siang.

Sesuai dengan pesanan tanggal 6 Juni, saya temui pengantar motor tersebut di Beach Walk Kuta. Motornya bagus, masih baru dan tentunya kondisinya prima. Selain sewa motor saya juga mendapat 2 helm.

Saya kemudian bekerja ke kantor menggunakan motor itu. Singkatnya selama hampir seminggu itu saya tidak menemukan alternatif sewa motor lain. Sehingga saya hubungi pihak Bali Jaya Trans untuk perpanjang sewa motor tersebut. Sayangnya ketika saya mau perpanjang mereka berikan jawaban bahwa motor tidak bisa diperpanjang lagi karena sudah banyak penyewa yang antri. Tentu saja saya heran, padahal dalam pembicaraan via WA sebelumnya tidak ada masalah jika akan diperpanjang. Anehnya lagi ketika saya sampaikan niat untuk perpanjangan menjadi 1 bulan pihak Bali Jaya Trans menyampaikan bahwa harga sewanya naik. Saya lupa berapa tapi jelas beda jauh dengan harga yang tertera di website. Disitu saya kecewa dengan Bali Jaya Trans. Saya tidak banyak diskusi lagi maka tanggal 11 Juni motor saya kembalikan.

Pose di tugu Univ Udayana di depan McDonald

Pose di tugu Univ Udayana di depan McDonald

Terpaksa hari itu juga saya mencari motor sewaan di tempat lain. Berbekal browsing di Internet beberapa hari sebelumnya saya menemukan lokasi penyewaan motor lain di daerah Jimbaran. Nama penyewaannya SATRIA MOTOR RENTAL. Di tempat penyewaan yang sekaligus bengkel motor saya bertemu dengan pak I Putu Supena dan Ibu Seni Sudihati. Mereka berdua pasangan yang baik dan ramah.

SATRIA MOTOR RENTAL disebelah kiri dibawah plang Alfamart

SATRIA MOTOR RENTAL disebelah kiri dibawah plang Alfamart

Alamat SATRIA MOTOR RENTAL di Jl. Kampus Udayana Samping Depan Nirmala Plasa Jimbaran
No telepon: 085935039202 / 087861114880 / 081237117 906

SATRIA MOTOR RENTAL

SATRIA MOTOR RENTAL

Pak Putu awalnya sempat heran kenapa saya kos di Densel kerja di Sanur tapi sewanya jauh ke Jimbaran. Saya ceritakan saja bahwa saya baru seminggu di Bali dan belum tau banyak tentang Bali. Saya ceritakan juga kalo saya udah cari diseputaran Densel, tapi belum ketemu. Banyak sekali pertanyaan dari pak Putu ini, mungkin beliau hati-hati sekali sebelum melepas motornya ke saya :) Apalagi saya tidak bisa meninggalkan KTP saya di pak Putu selama sebulan, sebab saya takut membutuhkan KTP itu. Sebagai gantinya nya saya gantikan dengan SIM A saya yg jarang banget kepake hehehehe

Akhirnya sessi “interview” dengan pak Putu (yang ngalahin sessi interview lamaran pekerjaan) berhasil saya lewati :) Saya kemudian pulang kekosan dengan membawa motor H*nd* V*r** keluaran tahun lama, tidak baru, tapi karena pak Putu punya bengkel maka kondisinya cukup prima, terbukti selama sebulan saya pakai motor tersebut aman-aman saja. Saya bayar sewa motor tersebut selama sebulan dengan harga Rp. 700 ribu.

Dengan menggunakan sepeda motor sewa dari SATRIA MOTOR RENTAL itu saya ke kantor dan juga sambil nyari-nyari juga penyewaan motor lain yang tidak jauh dari tempat kos atau kantor. Maksudnya agar nyewa dan ngurusnya gampang kalo ada apa-apa. Sayangnya dekat kantor ada bengkel yang menyewakan motor tapi tidak pernah available, setiap ditanya motornya tidak tersedia dan kalopun bisa hanya maksimal seminggu atau disewa harian untuk turis-turis.

Sebelumnya teman-teman di kantor sering bilang kalo harga sewa motor saya kemahalan. Harusnya kalo sewa sebulan itu dikisaran Rp. 500 ribu tapi saya cari-cari gak ketemu yang harganya segitu. Saya minta mereka tunjukin atau anterin juga ga pernah ada yang bisa kasih harga segitu… artinya itu sih omdo :)

Kemudian secara tidak sengaja ketika saya jalan-jalan sambil liat-liat kos-kosan di daerah Tukad Unda saya melihat iklan di tempel di tembok. Iklan itu menyewakan sepeda motor dengan nomor telepon 085337492595 nama rentalnya WIRA RENTAL MOTOR. Saya telepon nomor tersebut dan berbicara dengan Bapak Ketut Wira.

Dari informasi yang saya terima dari pak Ketut maka motor matic yang tersedia di tempat beliau hanya Y*m*h* M** dan N*v*. Itupun bukan keluaran tahun terbaru. Tapi harga sewanya lumayan murah juga hanya Rp. 600.000 sebulan. Saya pikir gapapalah, motor ga baru asal kondisi masih prima dan harganya murah. Saya lupa lokasi persis rumah pak Ketut dimana, tapi yang jelas tidak jauh dari kosan saya di Tukad Badung.

Awalnya ketika di telepon pak Ketut seperti tidak ramah, akan tetapi ketika sudah bertemu dengan saya ketika antar motornya ternyata orangnya sangat ramah  dan kooperatif. Usia pak Ketut sekitar 30-an. Beliau juga cerita kalo sebelumnya sempat kehilangan motor dibawa kabur penyewanya. Wajar kalo pak Ketut jadi waspada.

Saya mendapatkan motor M** untuk disewa, berikut dengan 2 helm. Tapi sejak awal saya tiba di Bali saya beli helm dan jas hujan sendiri. Terus terang saya ga nyaman pakai helm pinjeman. Kalo jas hujan terpaksa beli karena bulan Juni sd Agustus di Bali sering hujan.

Saya akhirnya sejak Juli sd September menyewa motor dari pak Ketut saja, karena saya merasa nyaman dengan beliau. Selama sewa motor dari beliau saya tidak pernah mengalami masalah yang berarti. Hanya sekali saja saya mengalami ban kempes kena paku di deket kantor di daerah Sanur.

Bagi yang tidak terlalu peduli dengan motor keluaran tahun berapapun asal kondisi masih fit maka saya rekomendasikan menyewa dari Wira Rental Motor. Apalagi kalau anda tinggal tidak jauh dari Denpasar dan Sanur.

 

URUSAN MAKAN (KULINER)

Untuk urusan makan di Bali tidak terlalu berbeda dengan Jakarta. Baik pilihan ragam menu makanan dan harganya tidak jauh berbeda dengan di Jakarta.

Hanya saja hati-hati bagi anda yg Muslim karena di Bali banyak ditemui rumah makan yang menawarkan menu daging babi (pork), jadi harus hati-hati.

Saya pernah ketika pertama kali ke Bali saat itu jalan-jalan di sekitar Kuta, masuk restoran main duduk aja, ketika saya duduk saya baca menunya semua menu Babi :D Saya tanya ama pelayannya, “ini menunya semua babi aja?” kata pelayannya “iya pak”. Saya lalu bilang “kalo gitu saya ga jadi pesan gapapa ya?, mohon maaf” kata pelayannya “oh iya gapapa pak” dengan ramahnya. Saya pun melangkah keluar rumah makan itu. Saya salah karena saat di luar rumah makan tidak membaca tulisan di luar dengan cermat, main buru-buru masuk aja karena lapar :D

Saya suka nasi goreng, maka dimanapun saya pergi biasanya saya cari menu Nasi Goreng. Karena saya tinggal di Bali untuk beberapa bulan, maka lumayan sering saya mencari dan makan Nasi Goreng, terutama nasi goreng di pinggir jalan. Nasi Goreng di Bali sedikit berbeda dengan Nasi goreng di Jakarta. Nasgor di Bali lebih berwarna kemerahan, kayak dikasih obat merah obat luka :D hehehehee Kalo di Jakarta Nasi Goreng kan lebih coklat warnanya.

Makanan lain yang saya sering beli adalah Pecel Ayam (kalo di Jakarta disebut Pecel Ayam dan Pecel Lele). Nah di Bali saya sebutkan itu ke teman saya, maka saya diantarkan teman ke tempat makan Nasi pecel khas Madiun hahahahaha Ternyata yang disebut Pecel Ayam atau Pecel Lele di Jakarta di Bali disebutnya Lalapan.

Saya lebih setuju dengan sebutan ala Bali ini sih. Sebutan Pecel Ayam di Jakarta itu menurut saya salah kaprah. Sejak saya kenal Pecel Ayam di Jakarta saya udah protes kenapa disebutnya “Pecel”. Sebagai orang yang punya darah dari Magetan (deket Madiun) yang saya tau Sego Pecel (Nasi Pecel) itu ga kayak gitu. Harusnya sebutan di Jakarta kayak di Bali aja, Ayam Goreng Lalapan :)

Kalo bicara harga makanan harga di Bali dan Di Jakarta tidak terlalu jauh berbeda.

 

LAUNDRY

Hal lain yang biasanya dibutuhkan adalah jasa cuci baju. Di Jakarta saat kos ada kosan yang sudah termasuk jasa cuci baju dan setrika. Di Bali saat saya cari-cari kosan setiap saya tanya mereka tidak ada jasa cuci dan setrikanya. Rata-rata diarahkan untuk ke Laundry.

Setibanya saya di Bali, ternyata memang saya lihat di Bali banyak sekali terdapat jasa laundry dan setrika pakaian. Harganya sangat bervariasi, mulai dari satuan dan kiloan. Pokoknya banyak pilihan dan mudah sekali ditemui.

Namun untuk orang seperti saya yang “agak ribet” untuk masalah cuci dan setrika maka saya tidak menggunakan jasa laundry. Kecuali untuk selimut dan seprei yang besar. Untuk baju sehari-hari dan baju kerja ke kantor saya cuci sendiri. Hal ini disebabkan saya trauma dengan cucian laundry sebelumnya. Suka ga bersih nyucinya, Setrikanya bikin rusak kain, atau bahkan hilang. Walopun diganti uang tapi yg namanya baju hilang kan kesel.

Tadinya kalo ada jasa cuci dikosan saya pikir lebih enak karena bisa di monitor langsung ke mbak cucinya. Ternyata kosannya tidak ada jasa cuci, ya sudah cuci sendiri.

Harga jasa Laundry pakaian di Bali juga tidak terlalu jauh berbeda dengan harga di Jakarta.

Demikian cerita dan sharing tentang persiapan saya untuk tinggal dan menetap di Bali terutama di Denpasar Selatan dan Sanur untuk beberapa bulan. Semoga bermanfaat.
Simak ulasan saya tentang Kosan di Bali dalam tulisan lain. Sabar ya.