Posts

ilustrasi

Sertifikasi Mediator di PMN

Sehubungan dengan tugas saya sebagai anggota Badan Regulator PAM DKI Jakarta periode 2012 -2015, yang salah satunya adalah melakukan Mediasi maka saya pikir saya perlu mengikuti pelatihan Mediasi dan menempuh sertifikasi sebagai Mediator.

Setelah saya ajukan dalam rapat Anggota BR PAM DKI, akhirnya disetujui usulan saya untuk mengikuti training ini. Saya kemudian mencari tau informasi seputar Mediasi dan lembaga yang meyelenggarakan training dan sertifikasi tersebut.

Akhirnya setelah saya browse di internet saya menemukan lembaga Pusat Mediasi Nasional (PMN) yang beralamat di ADI PURI, WISMA SUBUD, Jl. RS. Fatmawati No. 52, Cilandak Barat, Jakarta 12430 Telephone: (021) 7691 466. (www.pmn.or.id)

 

Apa itu Mediasi?

Sesuai Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No 1 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan (sebelumnya diatur dalam PERMA NO. 2 tahun 2003), disebutkan bahwa:
Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh Mediator.”

Dalam Kode Etik Mediator PMN dijelaskan bahwa:
Mediasi adalah sebuah proses penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga yang independen yaitu Mediator yang membantu Para Pihak yang sedang bersengketa untuk mencapai suatu penyelesaian dalam bentuk suatu kesepakatan secara sukarela terhadap sebagian ataupun seluruh permasalahan yang dipersengketakan.

 

Lalu siapa Mediator itu?
Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.

Dari penjelasan diatas dapat digarisbawahi bahwa:

  • Negosiasi (perundingan) dilakukan oleh para pihak yang bersengketa
  • Negosiasi tersebut dibantu pihak netral yaitu Mediator
  • Mediasi tidak bersifat memutus dan memaksakan penyelesaian
  • Mediasi menghasilkan kesepakatan antara para pihak

Dalam Kode Etik Mediator PMN dijelaskan bahwa:
Mediator adalah seseorang yang independen dalam Mediasi dan bertugas membantu dan mendorong Para Pihak yang bersengketa untuk:

  1. berkomunikasi dan bekerjasama untuk mencapai suatu penyelesaian dengan itikad baik;
  2. mengidentifikasi dan menyampaikan permasalahan, kepentingan dan harapan dari satu pihak ke pihak lainnya;
  3. menciptakan, mengembangkan dan mempertimbangkan berbagai bentuk alternatif penyelesaian;
  4. mengkaji berbagai kemungkinan resiko dan implikasinya; dan
  5. menyelesaikan persengketaannya secara suka rela.

Dalam menjalankan tugasnya seorang Mediator harus Independen atau tidak memihak, dimana mediator bersikap dan tidak menunjukkan sikap memihak terhadap pihak tertentu, terhadap kepentingan pihak tertentu, dan terhadap usulan alternatif penyelesaian dari pihak tertentu.

ilustrasi

ilustrasi

 

Mengapa Mediasi dipilih?

  • Pengadilan yang memakan waktu, mahal/biaya besar dan ketidakpastian sistem hukum.
  • Mediasi bersifat pribadi, prosedur yang fleksibel dimana profesional terlatih membantu para pihak dalam mencapai kesepakatan yang berguna untuk kedua belah pihak.
  • Solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.
  • Mediasi lebih fleksibel, efektif dan efisien daripada proses pengadilan umum.

Meskipun semua perkara tidak cocok dengan mediasi lebih dari 80% dari semua permasalahan yang mengarah pada mediasi berhasil diselesaikan.

 

Dimana dilakukan Mediasi?

Mediasi dilakukan baik dalam proses berperkara dipengadilan atau diluar Pengadilan. PERMA No. 1 tahun 2008 mengatur mediasi yang dilakukan dalam proses perkara di Pengadilan. Sedangkan untuk Mediasi di luar pengadilan dapat dilakukan oleh Mediator bersertifikat dan tidak mengacu ke PERMA No 1 tahun 2008.

 

Apa itu Mediator Bersertifikat?
Mediator bersertifikat adalah Mediator yang telah mengikuti pelatihan atau pendidikan mediasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang telah diakreditasi oleh Mahkamah Agung.

Saat ini lembaga yang telah diakreditasi oleh MA tersebut yang saya tau diantaranya adalah:
1. PMN (www.pmn.or.id)
2. IICT (Indonesian Institute for Conflict Transformation)

 

Mengapa saya memilih PMN?

Ada sejumlah alasan mengapa saya memilih PMN, yaitu:

  • PMN Diakreditasi Mahkamah Agung (MA-RI) sejak tahun 2004;
  • PMN merupakan anggota pendiri Asian Mediation Association (AMA) dan aktif dalam setiap konferensi untuk mengikuti perkembangan dunia mediasi di kawasan;
  • PMN memiliki kode etik dan dewan kehormatan etik, memiliki kontrol terhadap semua pemegang Sertifikat Mediator yang berlaku 2 tahun (dapat diperpanjang);
  • PMN selain melakukan pelatihan juga melakukan mediasi baik di luar pengadilan maupun di pengadilan;
  • PMN melakukan program-program penyegaran bagi alumni;
  • PMN merupakan anggota Pokja mediasi di MA-RI yaitu paska terbitnya PerMA 2/2003 dan juga Pokja mediasi untuk revisi PerMA 1/2008.

Saya pun mendaftarkan diri dengan difasilitasi oleh instansi saya bekerja untuk mengikuti training Training Mediasi 40 Jam pada tanggal 6,7,13 dan 14 Juli 2012 dan ujian tanggal 15 Juli 2012 untuk mendapatkan sertifikasi Mediator. Training yang saya ikuti ini adalah training Mediasi PMN Angkatan 41.

Saya mengikuti training bersama puluhan peserta lainnya, yang berasal dari berbagai instansi dan profesi. Ada yang Dokter, Pengacara, Akuntan, LSM, Pendeta, Auditor, Polisi dan lain-lain. Pesertanya sangat beragam dan tentunya sangat bermanfaat dalam menambah ilmu dan pengalaman yang berbeda di setiap bidang.

Alhamdulillah saya lulus dan berhak mendapatkan sertifikat sebagai Mediator.

Pelatihan Mediasi 40-jam di PMN tersebut menggunakan silabus yang telah disetujui oleh Mahkamah Agung RI, difokuskan pada simulasi dan diskusi, mencakup:

  1. Alternatif Penyelesaian Sengketa
  2. Analisis Konflik
  3. Negosiasi
  4. Tahapan dan Pengantar Mediasi
  5. Mediator’s Skills
  6. Mediasi dalam Situasi Khusus : menghadapi kebuntuan & pihak yang beremosi
  7. Kode Etik Mediator
  8. Merancang Dokumen Kesepakatan
  9. Prosedur Mediasi Pengadilan
  10. Simulasi Mediasi (Role Play)

 

Dokumen:

  1. PERMA No. 1 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan (PDF)
  2. Buku Tanya Jawab PERMA No. 1 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan (PDF)
  3. Kode Etik Mediator PMN (Kode Etik PMN)

 

Dalam kesempatan lain saya akan menjelaskan lebih lanjut seputar Mediasi ini.

ilustrasi

ilustrasi