Posts

3 Pemain Sepak Bola Idola

3 Pemain Sepak Bola Idola Saya

Sepak bola adalah olah raga favorit saya sejak kecil. Bahkan cita-cita saya saat masa kecil dulu ingin menjadi pemain sepak bola profesional. Sayangnya impian atau cita-cita saya itu tidak bisa terwujud. Saya tidak memiliki pertumbuhan badan yang baik dan mendukung sebagai pemain sepak bola. Badan saya tidak besar dan atletis, bahkan yang paling parah sejak kelas 4 SD minus mata saya tinggi sekali .

Saya ingat saya mulai jatuh cinta pada sepak bola ketika timnas Indonesia melakukan pertandingan penyisihan Pra Piala Dunia tahun 1986. Dimana saat itu Indonesia dibawah pelatih (alm) Sinyoe Aliandoe berhasil lolos penyisihan Sub Grup III B. Pemain sepak bola timnas Indonesia saat itu yang saya ingat adalah Penjaga Gawang Hermansyah dan Penyerang Dede Sulaiman.

Selepas era itu, pemain timnas yang terkenal adalah Ricky Yakobi dan Bambang Nurdiansyah. Ricky Yacobi sempat menjadi idola saya juga ketika saya masih kecil. Apalagi ia sempat menjadi pemain Indonesia yang di kontrak oleh klub di Liga Jepang. Kemudian ada pula beberapa pemain tenar di Indonesia seperti M. Zein Al Hadad, Ribut Waidi, Herry Kiswanto, Mustaqim, Rochi Putiray dll

Hingga saya remaja kesukaan saya akan sepak bola masih tetap besar, walaupun saya tidak bermain sepak bola secara intens seperti saat masa kecil dulu. Saat saya SMA inilah kemudian muncul timnas yang di”sekolah”kan di Italy. Tim ini diikutsertakan dalam liga junior pemain U-19 tahun yang bernama Primavera. Sehingga timnas ini dijuluki timnas “Primavera”.

Beberapa pemain di timnas Primavera yang saya ingat adalah Penjaga Gawang Kurnia Sandy (yang sempat jadi kiper ketiga di Sampdoria), kemudian bek Yeyen Tumena (yang sekarang jadi pelatih), Eko Purjianto (sekarang menjadi pelatih), Supriyono (sekarang menjadi Komentator), Indriyanto SN, Bima Sakti Tukiman dan Kurniawan Dwi Yulianto. Dua nama terakhir inilah yang menjadi idola saya.

Saya dulu kagum dan mengidolakan sekali timnas Primavera ini. Saking nge-fansnya sampai-sampai saya dipanggil sebagai “Primavera”, bukan dipanggil nama, oleh teman saya di tempat bimbel/kursus. Hal ini disebabkan saya banyak tau tentang berita taau perkembangan tentang timnas Primavera :) Gimana saya ga banyak tau tentang timnas Primavera? lha kala itu saya langganan dan bacaannya Tabloid BOLA dan Tabloid GO (Gema Olahraga) :)

Saya kagum dengan para pemain di Timnas ini karena saya seperti melihat impian saya saat masa kecil dulu. Saat itu saya bermimpi bisa berlatih di negara eropa, bisa bermain sepak bola di luar negeri, bermain melawan klub-klub eropa dan membela bangsa dan negara dengan burung Garuda di dada. Pokoknya rasanya keren banget. Apalagi usia pemain timnas primavera tersebut rata-rata adalah seusia saya.

Bermain Sepak Bola

Bermain Sepak Bola

Selepas era Primavera ini maka idola saya adalah Bambang Pamungkas. Era Bambang Pamungkas (Bepe) di timnas adalah era saat saya sudah beranjak dewasa. Saya sudah mulai kuliah hingga kemudian bekerja. Bepe adalah pemain yang cukup lama menjadi idola saya sesuai dengan lamanya ia berkiprah di sepak bola nasional.

Mari kita ulas pemain idola saya tersebut satu persatu…

 

Kurniawan Dwi Yulianto

Idola saya yang pertama adalah Kurniawan Dwi Yulianto (KDY) atau yang lebih dikenal sebagai “si Kurus”. Pemain ini sepertinya model impian saya jika saya bisa jadi pemain sepak bola. Saya suka bermain di posisi penyerang, KDY juga bermain di posisi itu. Gaya bermain KDY juga tipe yang saya suka, ia adalah tipe pemain dengan kemampuan mengejar bola-bola daerah dengan sprint yang cepat. Kemampuan dribling dan gojekannya juga bagus.

Kemampuannya dalam mencetak gol tidak diragukan lagi. Ia telah memperkuat Timnas Indonesia sebanyak 60 kali dengan produktivitas gol sebanyak 31 gol. Ia bermain di Timnas Indonesia sejak tahun 1995 hingga 2005.

Kurniawan Dwi Yulianto (Courtesy: Goal.com)

Kurniawan Dwi Yulianto (Courtesy: Goal.com)

Kurniawan lahir di Magelang, 13 Juli 1976. Tahun yang sama dengan tahun kelahiran saya. Karirnya menonjol ketika ia masuk dalam timnas Primavera yang berguru di Italia dibawah asuhan pelatih Danurwindo. Karir klub KDY terbilang mentereng saat itu,  setelah memperkuat timnas Primavera karena penampilannya menonjol maka KDY sempat masuk dalam Klub Sampdoria Junior (Primavera) di tahun 1994. Di Sampdoria Primavera karir KDY tidak lama.

Saya ingat sekitar tahun 1993 atau 1994 Klub Sampdoria sempat berkunjung ke Indonesia. Klub itu melawan tim Indonesia Selection, KDY bermain untuk tim Sampdoria yang kala itu diperkuat Attillo Lombardo dan Pietro Vierchowood. Selepas bermain di Klub Sampdoria Primavera KDY kemudian bermain di klub Swiss FC Luzern (1994–1995) sayangnya di klub tersebut karirnya tidak cukup cemerlang karena lebih sering dicadangkan.

Hingga kemudian KDY pulang ke Indonesia dan bermain di Klub Pelita Jaya (1995–1999) kemudian PSM Makassar (1999–2001), PSPS Pekanbaru (2001–2003), Persebaya Surabaya (2003–2004), Persija Jakarta (2004–2005), Sarawak FA (2005–2006), PSS Sleman (2006–2007), Persitara (2007–2008), Persisam Putra Samarinda (2008–2009), Persela Lamongan (2009–2010), PSMS Medan (2010–2011), Tangerang Wolves F.C. (2011–2012), Pro Duta FC (2012–2013) dan terakhir di Persipon Pontianak (2013–2014).

Kurniawan Dwi Yulianto (Courtesy: Sidomi)

Kurniawan Dwi Yulianto (Courtesy: Sidomi)

Saat menjadi pemain Sepak bola hingga akhirnya gantung sepatu KDY aktif di APPI (Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia). Selepas gantung sepatu sepengetahuan saya KDY kemudian menekuni pula dunia kepelatihan dan menjadi pelatih sepak bola. Selain itu KDY juga memiliki usaha kuliner di Malaysia, sehingga ia lebih banyak tinggal di negeri jiran tersebut.

Saya sangat mengagumi KDY, sehingga ketika saya mendengar ia akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres PSSI Oktober 2016 mendatang maka saya mendukung sekali. Tanggal 5 September 2016 saat KDY secara resmi mendaftarkan diri untuk menjadi Ketua Umum PSSI saya dengan semangat ikut hadir untuk memberikan dukungan moril kepada KDY. Menurut saya ia adalah figur yang tepat untuk memimpin PSSI. Selama ini PSSI dipimpin oleh birokrat dan politisi. Hasilnya seperti kita ketahui sendiri PSSI tidak bisa memberikan prestasi, bahkan semakin terpuruk.

KDY sebagai mantan pemain saya pikir pantas memimpin PSSI. Selain itu KDY termasuk pemain yang “pintar”. Ia tidak hanya paham dan jago main bola, tapi ia juga paham bisnis dan manajemen. Saya amati lingkungan pergaulannya juga banyak yang berasal dari kalangan bisnis. Sehingga saya harapkan jika KDY terpilih sebagai Ketua Umum PSSI maka ia akan mampu memajukan PSSI baik dari segi prestasi maupun profesionalisme manajemen.

Saya dan KDY

Saya dan KDY

Foto saya dengan KDY ini saya lakukan saat KDY selesai mendaftarkan diri sebagai Ketua Umum PSSI. Sebenarnya saya pernah bertemu KDY saat saya hadir di International Legal Conference on the Rights of Professional Footballers In Indonesia di hotel Mulia Senayan pada tanggal 6 Mei 2014. Saat itu saya tidak sempat minta foto dengannya karena ia terlihat sibuk. Saya justru minta foto dengan Bima Sakti dan Bambang Pamungkas pemain sepak bola idola saya juga.

Saya berdoa semoga ke depan KDY senantiasa dilindungi Tuhan dan sukses selalu dimanapun ia berkiprah. Saya berharap KDY bisa menjadi Ketua Umum PSSI di kongres PSSI Oktober 2016 mendatang. Berat memang jika melihat pemilik voters PSSI yang masih itu-itu saja, tapi semoga saja…!

Sumber informasi tentang Kurniawan Dwi Yulianto:

 

Bima Sakti Tukiman

Pemain idola saya berikutnya adalah Bima Sakti Tukiman. Sama seperti KDY maka Bima Sakti juga adalah pemain jebolan timnas Primavera. Seangkatan dengan KDY, Bima Sakti bermain di posisi pemain tengah. Satu hal yang selalu saya ingat dari Bima Sakti adalah kemampuannya dalam meng-eksekusi bola-bola mati. Bima dikenal sebagai pemain dengan tendangan “geledek” karena sangat keras dan terarah. Tidak jarang gol-gol lahir dari eksekusi tendangan bebasnya.

Bima Sakti telah memperkuat Timnas sebanyak 56 kali dengan 11 koleksi gol. Karirnya diawali di Klub Ossiana Sakti, PKT Bontang Junior, PSSI Primavera dan juga Sampdoria Primavera. Kemudian di Klub senior Bima bermain di klub PKT Bontang (1994−1995), Pelita Jaya (1996−1999), PSM Makassar (1999−2001), PSPS Pekanbaru (2002−2004), Persiba Balikpapan (2004−2005), Persema Malang (2006−2013), Persepar Palangkaraya (2013−2014), Mitra Kukar (2014−2015), Gresik United (2015−2016) dan terakhir di Persiba Balikpapan (2016).

Saya mencatat Bima pernah bermain di klub Swedia Helsingborg IF setelah berguru di Italia dengan timnas Primavera. Namun demikian tidak saya temui catatan mengenai hal tersebut dalam berbagai artikel yang saya cari.

Bima Sakti Tukiman

Bima Sakti Tukiman

Bima Sakti lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 23 Januari 1976 (lahir di tahun yang sama dengan saya dan KDY). Selain kemampuan skill individunya yang bagus Bima Sakti juga dikenal sebagai pribadi yang baik. Bima Sakti menurut saya adalah salah satu pemain yang “santun” dilapangan. Jarang sekali ia membuat pelanggaran atau terlibat keributan, bahkan saya pikir tidak pernah ia terlibat keributan. Ia menjadi figur yang sering ditunjuk untuk menjadi Kapten diberbagai tim. Sebagai Kapten saya sangat respect sekali dengan pribadinya yang santun, sabar, rendah hati dan kalem.

Saya termasuk orang yang tidak suka dengan pemain sepak bola yang rese, kontroversial atau badung di lapangan atau di luar lapangan. Oleh sebab itu saya suka sekali dengan kepribadian Bima Sakti ini. Saat dilapangan saya melihat Bima Sakti bisa menjadi Kapten dan mengayomi rekan-rekan lainnya. Terutama saat ia membela Persema Malang saya melihat Bima Sakti sangat menonjol sebagai Kapten. Bahkan jika ada penghargaan Kapten Terbaik di Klub Sepak Bola di Indonesia  saya akan berikan penghargaan itu kepada Bima Sakti.

Bima Sakti dan Bepe (courtesy: Bola.net)

Bima Sakti dan Bepe (courtesy: Bola.net)

Di luar lapangan Bima Sakti adalah ayah yang baik. Selain itu diluar lapangan saya dapat merasakan juga keramahan dan kedekatan Bima Sakti dengan penggemarnya. Saya sering melihat twit nya di twitter untuk menyapa dan menjawab pertanyaan penggemarnya. Saya kagum sebagai pemain Bima tidak sombong bahkan sering dengan sabar meladeni pertanyaan penggemarnya di twitter tersebut.

Pengalaman saya berinteraksi di twitter dengan Bima Sakti adalah ketika saya menanyakan tentang pelatihan Pelatih Sepak Bola Lisensi D Nasional (terkait pelatihan ini akan saya ceritakan dikesempatan/artikel lain). Saya bertanya kepada Bima Sakti di twitter yang kemudian ia balas dengan memberikan nomor telepon seseorang pengurus di PSSI. Dari orang yang direferensikan Bima Sakti itu saya mengetahui adanya jadwal pelatihan Lisensi D di Yogyakarta yang kemudian bisa saya ikuti.

Seperti halnya KDY, Bima juga aktif di APPI. Hingga kini Bima Sakti masih bermain sebagai pemain dan juga merangkap sebagai assisten pelatih. Bima sakti sepertinya juga akan meneruskan karirnya di dunia sepak bola sebagai pelatih.

Saya dan Bima Sakti

Saya dan Bima Sakti

Saya berkesempatan bertemu dan berfoto dengan Bima saat saya hadir di International Legal Conference on the Rights of Professional Footballers In Indonesia di hotel Mulia Senayan pada tanggal 6 Mei 2014.

Saya berdoa semoga Bima Sakti sukses menjadi pelatih sepak bola dan melahirkan pemain-pemain yang tidak hanya memiliki skill yang baik akan tetapi juga kepribadian yang baik seperti halnya dirinya.

Sumber informasi tentang Bima Sakti Tukiman:

 

Bambang Pamungkas

Setelah era pemain eks Primavera berkibar maka munculah era berikutnya. Khusus untuk striker muncul nama Bambang Pamungkas. Pemain kelahiran Semarang 10 Juni 1980 ini kemudian masuk jajaran pemain di timnas sepak bola Indonesia sejak 1999 hingga 2013. Kurang lebih Bepe sudah 14 tahun berkiprah bagi Timnas sepak bola Indonesia. Bepe sudah menyumbangkan 85 pertandingan dan 37 Gol. Hal ini menempatkan Bepe sebagai pemegang rekor pemain yang paling banyak bermain untuk timnas.

Karir profesional Bepe sudah tidak dapat diragukan lagi. Kiprah sepak bola usia dininya dimulai di SSB Hobby Sepakbola Getas (1988–1989),  SSB Ungaran Serasi (1989–1993), kemudian Persada Utama Ungaran (1993–1994),  Persikas APACINTI Kab Semarang (1994–1996), hingga kemudian Diklat Salatiga (1996–1999).

Selanjutnya kiprah sepakbola profesional Bepe di mulai di Persija Jakarta (1999–2000). Untuk urusan klub Bepe terbilang pemain setia. Setelah sempat mencoba peruntungan di Luar Negeri hampir sebagian besar karirnya ia habiskan bersama klub Persija Jakarta. Sehingga wajar menurut saya jika suatu saat nanti Persija Jakarta mengabadikan Bepe berupa nama stadion atau patung kenangan.

Di tahun 2000 Bepe sempat mencoba bermain di klub Belanda EHC Hoensbroek Norad Holand selama 4 bulan. Kemudian sekembalinya dari Belanda ia kembali bermain untuk Persija Jakarta (2000–2005). Bepe kemudian sempat bermain di Liga Malaysia di Klub Selangor (2005–2007). Sekembalinya dari Selangor FC Bepe kembali bermain untuk Persija Jakarta (2007–2012). Bepe sempat bermain untuk Pelita Bandung Raya (2013–2014) sebelum akhirnya kembali lagi bermain untuk Persija Jakarta (2014 sd Sekarang).

Bambang Pamungkas (Courtesy: Hipwee)

Bambang Pamungkas (Courtesy: Hipwee)

Jika saya mengidolakan KDY maka demikian pula kabarnya Bepe. Ia pun mengidolakan KDY. Bepe menjadi pemain yang saya idolakan tidak hanya karena kecerdasannya dalam bermain di lapangan akan tetapi juga kecerdasannya di luar lapangan. Selain cerdas dalam bermain, ia memiliki visi bermain yang bagus ditambah skill yang mumpuni. Sehingga ia menjadi striker yang sangat ditakuti. Ia pun memiliki banyak skill lain di luar lapangan.

Bepe adalah figur pemain sepakbola yang cerdas. Hal ini terlihat dari keterlibatannya di APPI kemudian juga aktif dalam menulis sebagai kolumnis olahraga, hingga menerbitkan sebuah buku yaitu  “Ketika Jemariku Menari“. Tidak banyak pemain yang memiliki talenta seperti Bepe.

Tidak hanya cerdas Bepe juga dikenal sebagai pemain yang mempunyai prinsip. Walau tidak semua keputusan atau pilihan Bepe saya setuju atau sepakat, akan tetapi saya bisa memahami bahwa Bepe adalah pemain yang memiliki karakter dan sikap yang jelas. Banyak contohnya, namun salah satu yang saya selalu ingat adalah ketika pengurus PSSI kisruh disekitar tahun 2012. Akibatnya Timnas Indonesia terpecah dua, yaitu timnas PSSI dan KPSI. Walaupun Bepe memilih bermain di ISL yang notabene menginduk pada KPSI akan tetapi ia memiliki prinsip yang teguh untuk bermain bagi Timnas PSSI. Sebuah langkah yang menurut saya sangat berani. Dari situlah saya semakin kagum dengan sikap dan pendirian Bepe.

Bambang Pamungkas (Courtesy: JPNN)

Bambang Pamungkas (Courtesy: JPNN)

Bepe mulai bermain di timnas Indonesia tahun 1999 saat saya di tahun terakhir perkuliahan. Hingga saat ini sudah hampir 17 tahun Bepe masih bermain sepakbola walaupun sudah tidak bermain untuk timnas. Sebuah konsistensi dan perjalanan panjang dari seorang atlit Indonesia.

Saya bertemu Bepe dalam beberapa kesempatan namun baru memberanikan diri untuk meminta foto bersama saat saya hadir di International Legal Conference on the Rights of Professional Footballers In Indonesia di hotel Mulia Senayan pada tanggal 6 Mei 2014.

Saya dan Bepe

Saya dan Bepe

 

Sumber informasi tentang Bambang Pamungkas:

 

Itulah 3 pemain sepak bola idola saya yang masih saya kagumi sampai saat ini. Saya belum menemukan pemain berikutnya yang bisa saya jadikan idola. Mungkin era berikutnya adalah era Evan Dimas, kita lihat saja apakah akan lahir pemain yang bisa menjadi idola baru. Terutama untuk menjadi idola buat saya :)

 

 

Foto: Antara

Opini: Revolusi Sepak Bola Indonesia

Revolusi Sepak Bola Indonesia
Oleh: Harri Baskoro Adiyanto *)

 

Sepak bola Indonesia memang sangat ramai, kontroversial dan penuh drama, namun sayangnya bukan atas prestasi yang ditorehkan. Sanksi pembekuan PSSI oleh pemerintah yang sudah berlangsung hampir setahun, ternyata belum mampu merubah wajah sepak bola Indonesia. Sehingga sangat mendesak untuk mencari jalan keluar guna merevolusi sepak bola Indonesia.

Pemerintah yaitu Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) sejak April 2015 melalui Keputusan Menpora No. 0137 Tahun 2015 telah membekukan PSSI. Pemerintah kemudian membentuk tim independen yang dikenal dengan Tim Transisi (Tim). Tim diharapkan dapat memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia. Namun hingga kini belum terlihat langkah konkret perbaikan tersebut.

Langkah pemerintah membentuk Tim mirip kondisi di Australia pada tahun 2003. Menteri Olah Raga Australia Rod Kemp membentuk Independent Soccer Review Committee (Komite). Hal ini akibat merosotnya prestasi sepak bola Australia, dugaan korupsi, pengaturan skor  dan perjudian. Komite ini dipimpin David Crawford, seorang profesional di dunia bisnis. Hasil dari komite tersebut adalah “Crawford Report” yang memuat 53 solusi dan rekomendasi untuk perbaikan tata kelola sepak bola di Australia.

Australia berhasil melakukan perubahan tata kelola sepak bola. Soccer Australia, organisasi sepak bola Australia saat itu yang sudah tidak mungkin lagi diperbaiki akhirnya diganti oleh Australian Soccer Association, yang selanjutnya pada 2004 berubah menjadi Football Federation of Australia (FFA). Hasil dari perubahan tersebut dapat dilihat secara nyata, Liga sepak bola di Australia kembali bergairah dan tim nasional mereka masuk putaran final Piala Dunia.

Berkaca dari apa yang telah dilakukan oleh Australia seharusnya Indonesia mampu membenahi sepak bola nasional. Apalagi langkah pemerintah Indonesia mirip dengan Australia yaitu dengan membentuk Tim. Namun demikian Indonesia tentu berbeda dengan Australia, problem dan permasalahan pengelolaan sepak bola di Indonesia selain unik juga teramat rumit. Sehingga dibutuhkan keberanian dan ketegasan pemerintah untuk mengambil langkah yang progresif dan revolusioner.

Perbedaan antara Indonesia dengan di Australia diantaranya adalah adanya kerelaan dan kemauan Soccer Australia untuk berubah dan berbenah. Soccer Australia bersedia menerima investigasi yang dilakukan oleh Komite. Walaupun pada awalnya sempat ada keenganan, mereka bersedia untuk terbuka dan bekerjasama. Hal ini diwujudkan dengan adanya “Cooperative Agreement” antara Soccer Australia dengan pihak pemerintah Australia. Adanya kesepakatan ini membuat Australia terhindar dari sanksi FIFA, dimana Soccer Australia dipandang tetap independen dan tidak diintervensi pemerintah.

Kondisi di Indonesia berbeda, Pemerintah terpaksa membekukan PSSI lalu kemudian Tim dibentuk sebagai pengganti sementara atas fungsi dan peran PSSI. PSSI tidak dapat menerima pembekuan tersebut dan juga adanya Tim. Sahingga tidak ada “Cooperative Agreement” dan selanjutnya Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA, dimana pemerintah dianggap telah mengintervensi PSSI.

Dalam kasus Indonesia ini sulit rasanya meminta pengurus PSSI untuk “menerima” tim independen yang ditunjuk oleh pemerintah. Resistensi pengurus PSSI kerap dilakukan dengan berlindung pada statuta FIFA. Sehingga PSSI sulit diawasi pihak manapun dengan alasan bahwa hal tersebut akan dianggap sebagai bentuk intervensi. Contohnya PSSI tidak mentaati putusan Komisi Informasi Publik (KIP) agar PSSI membuka informasi terkait laporan keuangannya walaupun hal ini sudah dikuatkan oleh putusan pengadilan.

Perbedaan berikutnya adalah komposisi Tim Independen. Komite di Australia terdiri dari profesional, unsur pemerintah dan parlemen Australia. Soccer Australia dapat menerima susunan tim independen tersebut. Selain itu Komite tersebut diberikan kewenangan yang besar untuk penyelidikan, memberikan rekomendasi dan melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas sepakbola Australia.

Komposisi Tim Transisi sesungguhnya memiliki latar belakang yang cukup lengkap, baik dari kalangan professional, birokrat dan atlet sepakbola. Sayangnya Tim tidak memiliki kewenangan seperti Komite di Australia. Sehingga tidak ada output dalam bentuk rekomendasi atau langkah konkret untuk pembenahan sepak bola. Bahkan Tim justru terfokus pada pengurusan turnamen sepak bola.

Saat pengurus Soccer Australia menerima “Crawford Report” mereka sadar tidak akan mampu melaksanakan rekomendasi tersebut, dengan sukarela mereka mengundurkan diri. Hal semacam ini akan sangat kecil kemungkinannya dapat terjadi di Indonesia. PSSI pernah dipimpin oleh ketua umumnya dari balik penjara sebagai terpidana kasus korupsi. Bahkan saat ini Ketum PSSI yang dibekukan, sudah menjadi tersangka di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan buron. Padahal Statuta FIFA jelas melarang seorang yang tersangkut perkara hukum menjadi pengurus sepak bola.

Dibutuhkan upaya revolusioner dalam membenahi organisasi dan tata kelola sepak bola Indonesia. Pemerintah tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan cara “biasa”. Harus ditempuh cara “luar biasa”. Apalagi sebenarnya cara biasa mirip apa yang dilakukan oleh negara lain sudah pernah ditempuh pemerintah dan hasilnya tidak nampak.

Pemerintah seharusnya melakukan langkah revolusioner dengan membubarkan PSSI dan membentuk Federasi Sepak Bola baru. Federasi baru tersebut harus memenuhi syarat dan regulasi yang ditetapkan oleh FIFA. Informasikan kepada FIFA bahwa pemerintah sudah melakukan segala upaya untuk memperbaiki PSSI namun tidak berhasil, sehingga ini adalah upaya terakhir dan terbaik.

FIFA diyakini dapat mengerti dan menerima langkah pemerintah tersebut. Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah keluar dari keanggotaan PBB untuk kemudian bergabung kembali. Terlebih Indonesia dengan 250 juta penduduknya merupakan pangsa pasar yang sangat besar bagi klub-klub sepak bola di mancanegara. Bagi FIFA hal tersebut juga merupakan pasar yang sangat potensial.

Dengan kondisi Ketum PSSI sebagai tersangka korupsi dana hibah dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih serius melakukan revolusi sepak bola di Indonesia. Lahirnya federasi baru sebagai pengganti PSSI yang diisi oleh pengurus yang lebih professional dan dikelola secara transparan diyakini dapat memberikan semangat baru bagi sepak bola nasional sehingga dapat lebih berprestasi.

 

*) Tulisan ini adalah tugas penulisan untuk Kelas Pelatihan Penulisan Opini di Tempo Institute 15 Maret – 12 April 2016 yang dimuat pula di INDONESIANA

 

Spanduk yang berisikan tandatangan dukungan

Dari Aksi Satu Timnas Indonesia – 28 Oktober 2012

Pada tanggal 28 Oktober 2012 saya diajak rekan saya mas Abi untuk menggalang aksi damai untuk mendukung satu Timnas untuk Piala AFF 2012. Hal ini dilakukan akibat terjadi perpecahan di tubuh PSSI dengan adanya KPSI. Sehingga Timnas juga terpecah dua.

Pose dulu ah

Pose dulu ah

Tentunya hal ini sangat tidak menguntungkan bagi Timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF 2012. Oleh sebab itu saya sebagai pecinta bola terutama Timnas Indonesia sangat prihatin akan hal ini.

 

Artikel liputan media terkait kegiatan ini diantaranya adalah:

Topskor
Artikel di Harian Olah Raga TopSkor

Artikel di Harian Olah Raga TopSkor

Berita PSSI

Aksi Dukungan Satu Timnas

Ditulis Pada

Kemarin, Minggu 28 Oktober, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, sekitar 50 orang pencinta timnas Indonesia berkumpul mendatangi  pintu X Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.  Sekitar pukul 07.45 mereka dengan sigap membentangkan sapunduk besar bertuliskan  “Kami Disini Karena Cinta Timnas Indonesia”.

“Pagi ini kami berkumpul untuk menyatakan keprihatinan atas kondisi persepakbolaan  nasional.  Padahal didepan mata sudah ada agenda besar piala AFF” kata Harry Baskoro Adiyanto, Koordinator aksi.

Karena itu , menurut Baskoro, masyarakat harus menyadarkan para pemangku kepentingan sepak bola di Tanah Air demi terciptanya timnas yang satu yaitu timnas  PSSI dan yang telah ditetapkan AFF mewakili Indonesia di event piala AFF 2012.

Aksi tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan spirit persatuan.  “sudah sewajarnya masyarakat bersatu mendukung timnas.  Semua pemain yang dipanggil juga harus sadar.  Mereka tidak perlu takut dilarang klub atau kelompok tertentu.  Rakyat berada dibelakang anda,” tutur Baskoro.

Disaat orasi berlangsung, ratusan warga yang berlalu-lalang berolahraga berhenti dan mulai berkerumun.   Mereka antusias menyaksikan aksi yang digalang hanya lewat media sosial, seperti twitter dan facebook.

Puncak dari aksi itu adalah mengumpulkan tanda tangan di spanduk yang telah disiapkan.  Dalam sekejap spanduk sudah dipenuhi tanda tangan.  Tidak ada lagi ruang kosong.

Sekjen PSSI Halim Mahfudz dan Usman Hamid Koordinator Kontras (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) tidak ketinggalan mengikuti aksi ini.  “Insya Allah, timnas milik bangsa Indonesia bisa juara di piala AFF” ujar Halim.  “Aksi ini tidak boleh berhenti.  Harus ada petisi untuk lebih menggelorakan semangat,” kata Usman Hamid.  (tim media)

URL:  http://www.pssi.or.id/dev/post/detail/137/Aksi-Dukungan-Satu-Timnas

detik.com
Minggu 28 Oct 2012, 13:40 WIB

Suporter Gelar Aksi Dukung Timnas

– detikSport
detiksport/Amalia Dwi Septi
Jakarta - Sejumlah suporter mengelar aksi damai untuk mendukung timnas Indonesia. Mereka juga mengumpulkan tanda tangan masyarakat sebagai bentuk dukungan moral kepada pemain yang akan mengikuti Piala AFF.Aksi tersebut digelar di area Stadion Gelora Bung Karno Pintu X Senayan, Jakarta, Minggu (28\/10\/2012) pagi. Dengan mengusung #KitaDisiniKarenaTimnasIndonesia, aksi tersebut melibatkan ratusan suporter.Para suporter mulai mendatangi kawasan stadion sejak pukul 07.00 pagi. Mereka memakai atribut dominasi merah-putih. Selain itu, mereka juga secara khusus membawa spanduk berukuran 5 x 10 meter untuk ditandatangani sebagai bentuk dukungan.Masyarakat yang berada di sekitar Senayan pun diberi kesempatan untuk membubuhkan tandatangannya dan menuliskan kalimat semangat untuk para pemain. Mereka juga sesekali menyanyikan lagu Indonesia Raya.<\/em>Menurut ketua koordinator aksi #KitaDisiniKarenaTimnas, Harri Baskoro Adiyanto, aksi dukungan tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas konflik sepakbola selama ini. Untuk itulah, ia meminta kepada masyarakat pendukung timnas untuk memberi semangat kepada pemain.

“Pertama, kami di sini berkumpul sebagai bentuk keprihatinan yang terjadi di sepakbola Indonesia. Bukan semakin membaik, malah semakin parah. Sehingga kami berkumpul bebas dari apapun, tidak memandang apapun ini kepentingan nasional. Mendukung timnas memberikan semangat. Timnas yang satu, bukan kelompok,” ujarnya.

“Tidak tertutup kemungkinan kami akan terus mengelar aksi ini, juga di daerah-daerah lain membuat satu gerakan serupa. Dengan seperti ini, kami berharap para pemain tidak ragu lagi, karena kami selalu mendukung mereka,” sambungnya.

Aksi penandatangan tersebut dikatakan Harri tidak dilakukan hari ini saja. Ia dan rekan-rekan suporernya lainnya akan mengelar aksi yang sama di sejumlah daerah di Indonesia. Nantinya, spanduk tersebut juga ditunjukan kepada pemain-pemain timnas di Bali saat ujicoba, dan juga saat Piala AFF berlangsung, di mana Indonesia memainkan babak grupnya di Malaysia.

(a2s/a2s)

Bola.net

Dualisme Timnas Semakin Membuat Suporter Prihatin

28-10-2012 21:52

Dualisme Timnas Semakin Membuat Suporter Prihatin

Kenapa sampai harus ada dua Timnas? © Bola.net

Bola.net – Gabungan suporter sepak bola Indonesia membuat aksi damai untuk mendukung Tim Nasional Indonesia di depan Pintu X kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10).

Upaya yang dilakukan yakni membentangkan spanduk berukuran 5X10 meter, kemudian dibubuhi tanda tangan para suporter dan pengunjung di lingkungan SUGBK. Spanduk tersebut bertuliskan # Kita Di Sini Karena Cinta Timnas Indonesia.

Ketua Koordinator Aksi Damai Mendukung Timnas Indonesia Harri Baskoro Adiyanto mengatakan, jika hal tersebut merupakan sikap spontanitas karena perihatin melihat kondisi sepak bola Indonesia.

“Konflik sepak bola yang berkepanjangan membuat prestasi Timnas Indonesia menurun. Konflik semakin diperparah dengan dibentuknya dua Timnas menjelang berlangsungnya Piala AFF 2012. Seharusnya, masing-masing pihak menyadari pentingnya kebersamaan dan memahami bahwa Timnas Indonesia akan kuat apabila bersatu,” tuturnya.

Sebelumnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) sama-sama membentuk Timnas untuk tampil di Piala AFF 2012. Seolah tidak ingin kalah dengan PSSI, pihak KPSI begitu semangat membangun Timnas lantaran optimis jika dapat mengirimkan skuadnya di pentas Piala AFF. Jika Timnas PSSI dilatih Nil Maizar, tim KPSI dibesut Alfred Riedl.

Padahal, dalam rapat Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) di Yangoon, Myanmar, beberapa waktu lalu, diputuskan bahwa hanya Timnas di bawah PSSI yang berhak mewakili Indonesia ke Piala AFF 2012.

“Melihat keputusan tersebut dan berkaca pada kesepakatan komite bersama/Joint Committee (JC), seharusnya Timnas dibentuk atas kesepakatan bersama antara PSSI dan KPSI. Apabila terwujud, pemain juga tidak takut untuk bermain di Timnas. Sebab, prestasi terbesar seorang pemain adalah membela negaranya,” ujar Harri Baskoro Adiyanto.

“Aksi akan berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Pada bulan Nopember kami akan menunjukkan spanduk yang telah ditandatangani itu kepada Timnas Indonesia saat bertanding di Turnamen Bali Devata Cup. Kami juga akan mengkoordinir aksi serupa untuk dilakukan di beberapa daerah Indonesia,” tuturnya.

“Apabila terwujud, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi juara Piala AFF seperti yang diimpi-impikan selama ini,” pungkasnya. (esa/gia)

URL: http://www.bola.net/tim_nasional/dualisme-timnas-semakin-membuat-suporter-prihatin-ebace4.html

Sidomi

Timnas Indonesia Tak Juga Beres, Suporter Gelar Aksi Protes

By Raditya / Published on Monday, 29 Oct 2012

Suporter Demo

Dualisme yang melanda Timnas Indonesia akhirnya memaksa pecinta tim Garuda turun ke jalan dan melancarkan aksi protes. Para suporter timnas menggelar gerakan damai di depan Pintu X, Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2012) kemarin.

Ketua Koordinator Aksi Damai Mendukung Timnas Indonesia, Harri Baskoro Adiyanto, mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kisruh sepakbola Indonesia yang tak kunjung usai, dan justru berlarut-larut hingga memunculkan dua timnas.

Akibat polemik yang semakin parah, Timnas Indonesia semakin kering prestasi. Tak hanya itu, di peringkat FIFA, ranking Indonesia juga terus-menerus anjlok. Inilah yang membuat para pecinta sepakbola Indonesia menjadi cemas sekaligus geram.

Apalagi, pada akhir November 2012 mendatang, Timnas Indonesia akan berlaga di ajang bergengsi se-Asia Tenggara, yakni AFF Cup 2012 yang bakal digelar Thailand dan Malaysia. Para suporter tidak ingin Indonesia menjadi macan ompong di ajang tersebut.

“Konflik sepakbola yang berkepanjangan membuat prestasi Timnas Indonesia menurun. Konflik itu semakin diperparah dengan dibentuknya dua timnas menjelang berlangsungnya Turnamen Piala AFF 2012,” keluh Harri Baskoro Adiyanto.

Harri Baskoro Adiyanto melanjutkan, kedua kubu yang sedang bertikai, yakni PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dengan timnas asuhan Nil Maizar dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti yang membentuk timnas tandingan di bawah komando Alfred Riedl, seharusnya tidak mementingkan ego sendiri dan berpikir demi kemajuan sepakbola nasional.

”Seharusnya masing-masing pihak menyadari pentingnya kebersamaan dan memahami bahwa Timnas Indonesia akan kuat apabila bersatu,” tandas Harri Baskoro Adiyanto.

“Melihat keputusan tersebut dan berkaca pada kesepakatan Joint Committee, seharusnya Timnas Indonesia dibentuk atas kesepakatan bersama antara PSSI dan KPSI. Apabila ini terwujud, pemain juga tidak takut untuk bermain di timnas, sebab prestasi terbesar seorang pemain adalah membela negaranya,” lanjutnya.

Harri Baskoro Adiyanto menambahkan, pihaknya akan menggelar aksi lagi di Bali saat Timnas Indonesia PSSI berlaga di turnamen Bali Devata Cup 2012 nanti. Selain itu, Harri Baskoro Adiyanto juga akan menggerakkan aksi di berbagai daerah.

“Aksi ini akan berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Pada bulan November kami akan menunjukkan spanduk yang telah ditandatangani itu kepada Timnas Indonesia saat bertanding di Turnamen Bali Devata Cup,” ujar Harri Baskoro Adiyanto.

”Kami juga akan mengkoordinir aksi serupa untuk dilakukan di beberapa daerah Indonesia,” tutupnya.

URL: http://sidomi.com/138801/timnas-indonesia-tak-juga-beres-suporter-gelar-aksi-protes/

tribunnews.com

Protes, Suporter Timnas Indonesia Bentangkan Spanduk di SUGBK

Protes, Suporter Timnas Indonesia Bentangkan Spanduk di SUGBK

TRIBUN JAKARTA/GLERY LAZUARDI
Sejumlah Suporter Indonesia melakukan aksi damai dalam rangka mendukung Timnas Indonesia. Aksi damai itu dilakukan di depan Pintu X, lingkungan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2012)

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah Suporter Indonesia melakukan aksi damai dalam rangka mendukung Timnas Indonesia. Aksi damai itu dilakukan di depan Pintu X, lingkungan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2012).

Satu dari bentuk aksi damai yang dilakukan oleh para suporter adalah membentangkan spanduk berukuran 5 X 10 meter yang kemudian dibubuhi tanda tangan oleh suporter dan pengunjung yang hadir di lingkungan SUGBK. Spanduk itu bertuliskan # Kita di sini karena cinta timnas Indonesia.

Ketua Koordinator Aksi Damai Mendukung Timnas Indonesia, Harri Baskoro Adiyanto mengatakan, dia bersama dengan para suporter yang lain berinisiatif untuk melakukan aksi itu, karena perihatin melihat kondisi sepakbola Indonesia yang terjadi sekarang.

“Konflik sepakbola yang berkepanjangan membuat prestasi Timnas Indonesia menurun. Konflik itu semakin diperparah dengan dibentuknya dua timnas menjelang berlangsungnya Turnamen Piala AFF 2012.
Seharusnya masing-masing pihak menyadari pentingnya kebersamaan dan memahami bahwa Timnas Indonesia akan kuat apabila bersatu,”tuturnya.

Sebelumnya, dualisme federasi sepakbola di Indonesia antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) membuat kedua belah pihak mengklaim memiliki kewenangan untuk membentuk Timnas Indonesia. Timnas Indonesia versi PSSI dilatih oleh Nil Maizar, sementara Timnas Indonesia versi KPSI
dilatih oleh Alferd Riedl.

Dalam rapat Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) yang telah dilangsungkan di Yangoon, Myanmar, beberapa waktu lalu diputuskan bahwa Timnas Indonesia di bawah PSSI yang berhak mewakili Indonesia ke Piala AFF 2012.

Kemudian, PSSI telah mendaftarkan 35 nama pemain yang di dalamnya tercantum para pemain yang bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL), Indonesia Premier League (IPL) dan Liga Luar Negeri.

“Melihat keputusan tersebut dan berkaca pada kesepakatan Joint Committee, seharusnya Timnas Indonesia dibentuk atas kesepakatan bersama antara PSSI dan KPSI. Apabila ini terwujud, pemain juga tidak takut untuk bermain di timnas. Sebab prestasi terbesar seorang pemain adalah membela negaranya,”ujar Harri Baskoro Adiyanto.

Aksi damai tersebut dimulai pada pukul 07.00 WIB dan selesai pada siang hari. Selain mengumpulkan tanda tangan, para suporter juga melakukan pawai keliling Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Aksi ini akan berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Pada bulan November kami akan menunjukkan spanduk yang telah ditandatangani itu kepada Timnas Indonesia saat bertanding di Turnamen Bali Devata Cup. Kami juga akan mengkoordinir aksi serupa untuk dilakukan di beberapa
daerah Indonesia,”katanya.

Harri Baskoro Adiyanto dan para suporter berharap, Timnas Indonesia bersatu dan diisi oleh pemain-pemain terbaik. “Apabila itu terwujud bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi juara Piala AFF, seperti yang diimpi-impikan selama ini.

Para suporter yang melakukan aksi itu tidak berasal dari kelompok suporter pendukung klub-klub peserta kompetisi Liga Indonesia ataupun kelompok lainnya. Mereka berasal dari individu-individu yang ingin melihat Timnas Indonesia meraih prestasi di kancah internasional.

URL: http://www.tribunnews.com/superball/2012/10/28/protes-suporter-timnas-indonesia-bentangkan-spanduk-di-sugbk?page=2

Juara.net

Suporter Timnas Gelar Aksi Damai di SUGBK

Minggu, 28 Oktober 2012 | 14:47 WIB

Sejumlah masyarakat yang mengaku sebagai pendukung tim nasional Indonesia melakukan aksi damai di lingkungan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10). Menurut Koordinator Aksi, Harri Baskoro Adiyanto, aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi sepak bola Indonesia.

“Konflik sepak bola yang berkepanjangan sebenarnya justru membuat prestasi timnas Indonesia menurun. Konflik itu semakin diperparah dengan dibentuknya dua timnas menjelang Piala AFF 2012. Seharusnya masing-masing pihak menyadari pentingnya kebersamaan dan memahami bahwa Timnas Indonesia akan kuat apabila bersatu,” kata Harri.

Selain itu, aksi juga dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi tim nasional Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF 2012. Tercatat, selama kurang lebih lima jam berada di lingkungan SUGBK, Harri mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan lebih dari 100 tanda tangan di dalam spanduk putih bertuliskan “Kita di sini karena cinta timnas Indonesia”.

“Semua hasil tanda tangan ini kami anggap bisa membantu memberikan semangat kepada pemain timnas agar tidak ragu dan risau. Masyarakat Indonesia memberikan dukungan kepada para pemain. Kami sebenarnya menginginkan pemain bersatu dan federasi bersikap tegas kepada kelompok-kelompok yang tidak mendukung. Rencananya semua tanda tangan ini kami akan berikan kepada timnas sebelum keberangkatan ke Piala AFF nanti,” jelas Harri.

URL: http://www.juara.net/read/sepakbola/indonesia/19409-suporter.timnas.gelar.aksi.damai.di.sugbk

Lensa

Prihatin Kondisi Sepakbola Indonesia, Ratusan Suporter Gelar Aksi di GBK

Editor : Rudi

LENSAINDONESIA.COM: Bentuk kepedulian suporter Indonesia dalam membangun sepak bola, sejumlah suporter Indonesia melakukan aksi damai dalam rangka mendukung Timnas Indonesia.

Aksi damai itu dilakukan di depan Pintu X, lingkungan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2012).

Satu dari bentuk aksi damai yang dilakukan oleh para suporter adalah membentangkan spanduk berukuran 5 X 10 meter yang kemudian dibubuhi tanda tangan oleh suporter dan pengunjung yang hadir di lingkungan SUGBK. Spanduk itu bertuliskan “Kita di sini karena cinta timnas Indonesia”.

Ketua Koordinator Aksi Damai Mendukung Timnas Indonesia, Harri Baskoro Adiyanto yang memegang kordinator aksi damai ini mengatakan, dia bersama dengan para suporter yang lain berinisiatif untuk melakukan aksi itu, karena perihatin melihat kondisi sepakbola Indonesia yang terjadi sekarang.

Sebelumnya, dualisme federasi sepakbola di Indonesia antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) membuat kedua belah pihak mengklaim memiliki kewenangan untuk membentuk Timnas Indonesia. Timnas Indonesia versi PSSI dilatih oleh Nil Maizar, sementara Timnas Indonesia versi KPSI dilatih oleh Alferd Riedl.

Aksi damai tersebut dimulai pada pukul 07.00 WIB dan selesai pada siang hari. Selain mengumpulkan tanda tangan, para suporter juga melakukan pawai keliling Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Aksi ini akan berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Pada bulan November kami akan menunjukkan spanduk yang telah ditandatangani itu kepada Timnas Indonesia saat bertanding di Turnamen Bali Devata Cup. Kami juga akan mengkoordinir aksi serupa untuk dilakukan di beberapa daerah Indonesia,” katanya.

Para suporter yang melakukan aksi itu tidak berasal dari kelompok suporter pendukung klub-klub peserta kompetisi Liga Indonesia ataupun kelompok lainnya. Mereka yang perihatin melihat perkembangan sepak bola semakin terpuruk dalam prestasi. @taufik

URL: http://www.lensaindonesia.com/2012/10/29/prihatin-kondisi-sepakbola-indonesia-ratusan-suporter-gelar-aksi-di-gbk.html