Posts

banner

Konser Bon Jovi di Jakarta yang Kurang “Greget”

Sebenarnya saya tidak terlalu bersemangat nonton konser Bon Jovi Di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tanggal 11 September 2015. Selain karena gak ada Richie Sambora sang Gitaris, juga karena saya baru masuk kerja di tempat baru, sehingga saya sepertinya masih sibuk. Tapi entah mengapa tanggal 24 Agustus 2015 saya seperti “kesambet” jadi kepikiran mau nonton konser Bon Jovi. Sejak pagi hari udah browsing seputar tiket konser Bon Jovi di internet. Saya jadi tertarik untuk cari tau tentang konser Bon Jovi. Saya mulai googling tempat yang jual tiket daring (online), dan ketemu ada yang jual di www.BonJovi.com sebagai situs resmi penjualan tiket konser Bon Jovi.

Pagi itu saya konsultasi dengan adik saya via Whatsapp tentang konser Bon Jovi ini, dan saya tanyakan plus-minusnya konser ini. Adik saya sih memprediksi konser ini agak “kurang” greget karena memang Richie Sambora tidak ada dan Jon Bon Jovi sendiri sudah tua kemakan umur. Tapi adik saya juga katakan ga ada salahnya nonton juga karena selain ingin lihat penampilan dari penyanyi internasional sekelas Bon Jovi, sekaligus juga mengobati nostalgia akan musik rock era 90-an. Sehingga kemudian saya putuskan untuk membeli 3 tiket konser Bon Jovi di GBK tanggal 11 September 2015. Rencananya saya akan pergi dengan adik saya (Dany) dan istrinya (Cici).

Saya membeli tiket di www.BonJovi.com dimana situs itu dikelola langsung oleh Live Nation sebagai penyelenggara konser Bon Jovi di Jakarta. Setelah saya buka situs tersebut tenyata banyak tiket yang sudah habis, dan hanya menyisakan dibeberapa bagian saja, terutama di kelas yang paling murah alias di Tribun atas. Saya memang ingat sebelumnya tiket konser pernah dijual jauh-jauh hari sebelum konser dan sudah ludes terjual. Sehingga saya beruntung masih bisa dapat tiket walaupun yang paling murah, yaitu seharga Rp. 500.000,00 belum pajak.

Denah dan Price List Tiket

Denah dan Price List Tiket

Adik saya juga wanti-wanti tidak perlu beli tiket yang mahal di VVIP atau beli yang kelas Festival. Berdasarkan pengalaman nonton konser Metallica di GBK kita ternyata capek juga kalo nonton di Festival karena ga bisa duduk. Jadi beruntunglah kami masih dapat tiket di Tribun atas, walaupun jauh dari panggung tapi bisa duduk jadi nontonnya santai. Saya bayar pake kartu kredit total untuk 3 tiket sebesar Rp. 1.831.702 jadi per tiket harganya sekitar Rp. 610.567. Semua transaksi online melalui web www.BonJovi.com tersebut. Tiket pun diterbitkan via web secara online dan dikirim juga melalui email, yang kemudian kita print sehingga kita tidak perlu melakukan penukaran tiket sebelum hari H seperti halnya konser Metallica.

Saya baru tau setelah konser tanggal 11 September bahwa ternyata masalah tiket ini sempat menjadi ramai, karena terjadi pemalsuan tiket. Sehingga ada beberapa orang yang sudah membeli tiket ternyata tertipu oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan membuat website atau situs penjualan palsu. Untungnya saya beli di situsnya Live Nation langsung.

Tiket Konser Bon Jovi yang Dipesan Daring

Tiket Konser Bon Jovi yang Dipesan Daring

 

Hari H

Hari H tanggal 11 September, Jakarta sudah macet di sore hari terutama di seputar Senayan. Saya bisa liat dari jendela kantor saya (saya ngantor di daerah Semanggi). Adik saya dan istrinya dari sore sudah menuju GBK. Mereka berdua sudah saya pesankan untuk masuk duluan saja. Sementara saya juga masih ada urusan di kantor untuk ikut pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Untungnya teman saya (Ayu) baik hati, dia tau saya mau nonton Bon Jovi dan dia bilang sudah silahkan aja nonton Bon Jovi sementara dia yang gantikan untuk ikuti rapat RKAP. Kebetulan memang sudah mau selesai sih.

Berita tentang konser Bon Jovi ini sudah ramai dari hari sebelumnya. Konser Bon Jovi ini diduga akan sangat megah dan spektakuler. Apalagi penggemar Bon Jovi cukup banyak di Indonesia. Semua fans Bon Jovi tentu sudah menantikan dengan antusias. Bahkan berita macetnya Jakarta sudah terdengar sejak siang hari.

Pukul 17.30 WIB Saya pun meluncur ke Kosan untuk ganti baju. Dari Kosan saya pesan Go-jek, lumayan lama juga untuk dapet ojek, sementara saya khawatir konser sudah akan mulai, walaupun saya tau konser akan dimulai pukul 20.00 WIB. akhirnya Ojek saya datang dan saya pun langsung meluncur ke GBK. Waduh ampunn seperti yang sudah diduga sekitar Senayan itu macet parah.

Macet disekitar kawasan Senayan

Macet disekitar kawasan Senayan

Kesalahan dari penyelenggara Konser ini adalah SALAH MEMILIH HARI DAN TANGGAL KONSER. Sebab konser diadakan di Hari Jumat, semua yang tinggal di Jakarta tau dong gimana lalu lintas di hari Jumat sore, tanpa konser pun sudah pasti macet apalagi ditambah dengan adanya konser. Beda dengan konser Metallica dimana konser diadakan di hari Minggu, sehingga tidak terlalu macet.

Saya turun dari Ojek di sisi Pintu masuk GBK di samping FX sekitar pukul 18.30 WIB, dari situ massa sudah berbondong-bondong menuju akses gerbang masuk yang hanya ada satu di sisi Timur GBK dan terdiri dari beberapa lajur. Lagi-lagi di sini panitia gak canggih dalam mengatur flow masuk penonton. Beda dengan sistem masuk konser Metallica yang lebih rapih. Konser Bon Jovi ini sistem masuknya bikin antrian lama karena di sisi Timur hanya buka satu akses saja, dan proses nya lama karena tiket di pindai (scan) dengan alat pembaca (scanner) barcode. Sebelum masuk ke antrian ini pemeriksaan sebelumnya hanya untuk mensortir minuman saja karena minuman tidak boleh masuk, sehingga antrian untuk scan tiket jadi panjang menumpuk.

Sewaktu konser Metallica proses masuknya sudah dibuat berlapis, diawal sudah diperiksa kelengkapan tiketnya, masuk antrian berikutnya untuk periksa atau scan tiket tidak berdesakan karena sudah disaring dan barisan antrian pun dibuat banyak.

Sementara konser Bon Jovi ini antriannya saya lihat jalurnya hanya sedikit, sehingga saat periksa tiket dengan scanner ini menimbulkan bottle neck. Rasanya tidak nyaman dan berdesakan. Belum lagi di barisan antrian itu sampah botol minum berserakan. Panitia melarang penonton membawa minuman dari luar, tapi sayangnya tidak menyiapkan kantung sampah untuk membuang botol-botol minuman tersebut. Sehingga hanya dibiarkan berserakan begitu saja.

Lama sekali rasanya proses antrian untuk masuk ke dalam arena konser. Adik saya sudah di dalam dan menelpon saya memberitahu bahwa Grup Band pembuka sudah tampil. Walaahh….
Akhirnya saya masuk juga ke arena konser di GBK, Saya sudah tidak bisa menemukan adik saya, walaupun saya tau dan sudah janjian dengan adik saya di area tempat duduk yang sama. Tapi karena saking luasnya saya sulit menemukan adik saya dan istrinya, apalagi tribun atas sudah mulai penuh.

Saya akhirnya putuskan untuk duduk sendirian di bagian paling atas tribun, disitu saya duduk sendirian. Sambil tetep tengak tengok siapa tau bisa liat Dany adik saya dan istrinya (Cici).

di Tribun paling atas, menggunakan masker :)

di Tribun paling atas, menggunakan masker :)

Tapi kondisi sudah sulit untuk mencari orang. Sambil duduk santai menunggu konser dibuka saya beli hotdog yang dijajakan di tribun oleh penjaja yang lewat. Sayangnya hotdog itu sudah tidak hangat dan harganya Rp 50 ribu, hehehehe ya sudahlah daripada saya lapar.

Jika diperhatikan ternyata panggung konser Bon Jovi ini tidak semegah panggung konser Metallica. Tata Cahaya cenderung seadanya dan temaram. Saya pikir mungkin karena belum mulai kali ya. Saya perhatikan penonton juga mulai berdatangan memenuhi arena pertunjukan. Artinya konser sudah akan dimulai.

Suasana Menjelang Konser

Suasana Menjelang Konser

Nyatanya Konser lama sekali tidak dimulai-mulai. Band pembuka sudah menyelesaikan pertunjukannya sejak tadi. Tapi belum ada tanda-tanda Bon Jovi naik keatas panggung. Jujur saja saya mulai bosan juga menunggunya. Akhirnya sekitar pukul 20.30 WIB konser baru dimulai.

Suasana ketika Konser Dimulai

Suasana ketika Konser Dimulai

 

Konser Dimulai….

Konser dimulai oleh Bon Jovi dengan lagu yang tidak familiar di kuping saya :) Lagunya berjudul That’s What The Water Made Me yang disambung dengan lagu Who Says You Can’t Go Home dan lagu Lost Highway. Baru di lagu keempat saya agak familiar yaitu lagu Raise Your Hands itupun saya hanya familiar di pas Reff nya saya ikut teriak Raise Your Hands…, Raise Your Hands…, tapi selebihnya sih ga tau itu lagu yang mana dari album apa… pokoknya seru-seruan aja lah :)

Saya ga habis pikir kenapa Bon Jovi tidak membuka konsernya dengan lagu dia yang cukup terkenal atau familiar disini?Apa dia ga tau kalo lagu-lagunya yang terbaru sudah tidak terlalu diterima disini? Ya sudah lah nikmati saja konser ini…

Baru di lagu kelima dia nyanyikan lagu You Give Love a Bad Name yang tentu disambut dengan antusias oleh penonton di GBK. Penonton ikut bernyanyi terus sepanjang lagu. Kemudian dilanjutkan dengan lagu Born To Be My Baby dan We Don’t Run. Di lagu kedelapan penonton kembali meledak karena Bon Jovi menyanyikan lagu hits mereka It’s My Life, lagu ini tentu bisa mengajak penonton ikut bernyanyi karen lagu ini cukup populer.  Lagu berikutnya adalah Because We Can.

Lagu ke sembilan ini adalah lagu favorit saya, yaitu I’ll Be Saturday Night tentunya sepanjang lagu ini saya ikut bernyanyi dengan Bon Jovi. Dilanjutkan kemudian dengan lagu What About Now dan We  Got it Goin’ On. Baru kembali di lagu ketigabelas suasana kembali meledak ketika Bon Jovi menyanyikan lagu favorit saya juga yang berjudul In These Arms dari album Keep The Faith. Kemudian disambung dengan lagu-lagu hits mereka seperti Wanted Dead or Alive I’ll Sleep When I’am Dead, Keep The Faith, Bad Medicine.

Kemudian mereka sempat hilang dibalik panggung untuk kemudian muncul kembali menyanyikan lagu andalan mereka seperti Runaway dan  Have A Nice Day. Pertunjukan di tutup dengan lagu terakhir Livin on a Prayer. Konser berakhir sekitar pukul 22.30 WIB

Jujur aja saya kurang puas dengan konser ini, karena beberapa lagu Bon Jovi yang cukup terkenal disini seperti Bed of Roses, Always dan Never Say Goodbye tidak dinyanyikan mereka. Selain itu tata suara dalam konser Bon Jovi ini mernurut saya kalah dengan tata suara konser Metallica. Jangan tanya untuk tata cahaya dan tata panggungnya, konser Metallica sih belum ada lawannya. Saya terus terang puas banget kalo konser Metallica.

Selesai konser saya mencari adik saya, dan saya berhasil menemukan adik saya dan istrinya. Kemudian kami foto-foto sebentar sebelum pulang.

Secara keseluruhan saya kasih nilai 7 untuk konser Bon Jovi ini.

 

 

 

 

 

photo taken from http://www.smube.com/2013/12/10/boyce-avenue-one-life/

Nonton Konser Boyce Avenue di Singapore – Part 2

Setelah membaca bagaimana persiapan saya dan keberangkatan saya dari Indonesia untuk nonton konser Boyce Avenue di Singapore, maka saya akan lanjutkan untuk bagian review konser nya dan cerita lanjutannya …

 

REVIEW KONSERNYA

Selesai makan di McD saya kembali ke antrian di depan Hard Rock Resto dan hotel. Antrian tidak terlalu panjang jika dibandingkan dengan konser di Jakarta. Selain itu antrian hanya 2 jalur seingat saya, sementara kalo konser di Jakarta bisa ber jalur-jalur udah gitu ga teratur ga karuan. Saya duduk di barisan antrian lumayan juga sambil cuci mata liat amoy-amoy Singapore favorit saya ;)

Antri duduk lesehan

Antri duduk lesehan

 

Untuk Artikel Nonton Konser Boyce Avenue di Singapore Part 1 silahkan klik disini

Sekitar jam 18.30 antrian mulai bergerak untuk maju, karena tiket sudah mulai diperiksa dan kita pun sudah bisa memasuki venue. Di gate masuk venue isi tas saya diperiksa dan satu botol Pocari Sweat saya jadi korban :( terpaksa harus dibuang ke tong sampah ga boleh dibawa masuk.

Di dalam Venue ternyata tempatnya relatif kecil sekali. Mungkin besar venue nya sekitar 50 x 50 m, bahkan mungkin kurang. Penonton juga belum banyak saat saya masuk.

Pas jam 19.00 penonton sudah berangsur-angsur berdatangan, tapi tetep ga penuh-penuh amat. Saya lihat kondisi konser ini jadi inget Pensi (Pentas Seni) di Indonesia. Ama kemeriahan Pensi aja kayaknya konser Boyce Avenue ini kalah deh :( Yah abis Singapore penduduknya dikit kali, jadi untuk ukuran konser ini juga udah rame banget.

Oh ya saking lega dan lengang nya, di dalam venue ada stand yang jual makanan dan minuman, pantes aja saya ga boleh bawa dari luar :) Kayaknya saya baru kali ini liat ada stand jual makanan di dalam arena konsernya. Kalo stand makanan di luar arena konser saya sering liat.

Food & Drink inside the concert venue

Food & Beverages inside the concert venue

Lama-lama sambil nunggu konser dimulai penonton mulai berdatangan, venue akhirnya jadi lumayan penuh. Saya lihat sekeliling saya muda mudi berpasangan (cuma saya aja kayaknya yg paling tuir dan sendirian alias jones :D ). Ah tapi gapapa lah cuek aja, di Singapore negeri orang ga ada yang urusin mau lo tua kek, jones kek, semua have fun aja di crowd.

Gelang Konser

Gelang Konser

Cuma ini konser kok ga mulai-mulai ya? Kita disuguhi musik jedag jedug ala club dari sound system nya yang bagus, tapi kok ga ada tanda-tanda konser bakal dimulai. Apa mereka ga jadi konser karena penonton nya ga kuorum (emang rapat :D ) atau mereka masih nunggu penonton lain sampe venue nya penuh baru jalan (emangnya angkot :D ). Wah bete juga nih nunggu lama gini, konser ga dimulai-mulai, mana berdiri terus, yang bete karena yang sebelah-sebelah ama pasangannya atau minimal ama temen-temen. Wah saya chattingan aja lewat whats app ama sist Any. Sist Any kebetulan sekeluarga sakit jadi emang kebetulan juga saya ga nginep di apartemennya. Tapi sist Any walaupun sakit sangat baik ama saya, dia selalu memantau saya selama di SG, dia jadi mirip ibu buat saya , sementara ibu asli saya malah ga tau kalo saya ke Singapore hahahaha :D

Akhirnya sekitar pukul 21.00 waktu SG konser dibuka oleh Boyce Avenue, dengan lagunya “Speed Limit“. Sumpah saya ga tau lagu ini lagu apa :D Apakah lagu asli mereka atau lagu cover version dari lagi orang lain. Pokoknya selama lagu ini saya ikutan nyanyi-nyanyi ama goyang aja, sambil ga lupa ambil gambar. Selanjutnya dilanjutkan lagu “Teenage Dream” yang saya juga ga tau tapi semua lagu sepertinya saya kok familiar entah pernah denger dimana :D (maklum udah tuir)

Berikut adalah list lagu yang dibawakan mereka saat konser di Singap0re:

Boyce Avenue Concert List

Boyce Avenue Concert List

Sayangnya lagu-lagu cover yang Boyce Avenue biasanya nyanyikan kok ga ada yang dinyanyikan? Saya cuma kenal “Story of my Life” aja yg aslinya dari One Direction. Wah ternyata begitu saya pelajari sekembalinya ke Indonesia, ini adalah kunjungan kedua dari Boyce Avenue ke Singapore. Di kunjungan pertama mereka di tahun 2013 kalo ga salah, mereka udah nyanyikan semua itu lagu seperti Mirror kesukaan saya … huaaaaa :( Tapi gapapalah saya tetap happy kok :) (Ga jadi nangis deh)

Secara umum menurut saya penampilan mereka lumayan. Permainan musik mereka ga usah saya komentarin lah, selain suaranya bagus permainan musik mereka juga bagus menurut saya. Cuma untuk interaksi dengan penonton mereka masih seadanya belum punya pengalaman. Beda misalnya dengan dua konser yang saya tonton NKOTBSB di Ancol dan METALLICA di GBK. Dua grup musik beda aliran yang saya sebut ini udah pengalaman banget mengelola dan menghibur massa.

Boyce Avenue sebenarnya ga buruk-buruk amat dalam menjalin komunikasi dengan penonton, dia coba libatkan penonton untuk ikut nyanyi dan bertepuk tangan, mereka bagi penonton menjadi 2 bagian di kiri dan kanan untuk nyanyi atau tepuk tangan. Mereka juga menyapa penonton Singapore dengan basa basi ala mereka. Tapi emang beda rasanya dengan basa-basi nya NKOTB yang bisa bikin cewe-cewe penontonnya jejeritan histeris atau basa basi nya Metallica yang bikin satu GBK ikutan nyanyi dan bergemuruh metal dengan kompaknya, bikin bulu kuduk merinding :D Mungkin ini juga bukan salah Boyce Avenue, mungkin ini terjadi karena penontonnya Singapore emang cool, calm dan “santun” hahayy :D

Berikut ini adalah video penampilan mereka yang saya rekam pake Alcatel IdolX, mohon maaf kualitasnya ga oke, sbb saya juga baru pertama kali nyobain video nya, selama ini saya ga pernah bikin video di android saya ini ;) (Ga mau ngaku kalo udah dipake bikin video2 yg gimana gituh) :D

Video :

Konser hanya berlangsung selama 1.5 Jam, dimulai jam 9 malam dan berakhir jam 10.30. Saya kok merasa terlalu cepat yah? saya masih belum puas dengan konser mereka kok udah selesai aja :) Sempet sih ada jeda saat mereka menghilang di balik panggung, trus penonton teriak teriak “we want more… we want more… we want more…” dan mereka pun kembali untuk bawakan 3 lagu tambahan. (Sebuah drama konser yang sudah saya liat sejak tahun 90-an hahahaha)

Terlepas dari lagu tambahan itu saya merasa konser ini masih terlalu singkat, cuma 1,5 jam. Ga sebanding ama antri dan nunggu nya :) Ah sutralah, yang penting happy… Saya happy, penonton yang lain juga kayaknya happy :)

 

PULANG

Selesai konser saya bergegas untuk pulang, saya tidak tau apakah MRT masih ada sampe jam 11.00 malam seperti ini. Saya juga ga tau dimana kalo mau cari taxi dari lokasi saya. Ya udah saya ikutin aja orang-orang yang mengarah ke SkyTrain tujuan VIVO Mall. Ternyata antrian sudah panjang disana, tapi tetap tertib. Ga ada yang nyolong antrian, padahal kebanyakan remaja yang kalo di Indonesia susah diatur. Penjaga nya yang ngatur juga cuma sedikit karena sudah malam, tapi tetap saja mereka antri dengan tertib.

Saya akhirnya dapat giliran naik SkyTrain, ga lama kok nunggunya dan ga penuh sesak kayak di KRL Jabotabek atau busway. Penumpang yang ga keangkut sabar nunggu untuk SkyTrain berikutnya. Saya pun nyaman ke VIVO Mall. Sampai di VIVO Mall hampir semua toko sudah tutup, tapi kita bisa pake eskalator untuk turun ke MRT stationnya. Di MRT Station kereta nya sudah siap dan kosong juga. Saya bisa duduk nyaman sampe stasiun Farrer Park, stasiun dekat lokasi hostel saya. Aduh indah lah pokoknya malam ini saya pulang ke hostel dengan selamat, aman dan nyaman.

Sebelum ke hostel, saya mampir di pojokan jalan Serangon Road beli minuman buat bekal di hostel. Sampe hostel saya mandi, mayan ada air hangat nya juga batin saya. Trus ada wifi nya juga. Di lorong ujung deket toilet ada Personal Computer (PC) untuk akses internet. Ada dua cewe bule yang akses internet di situ. Badan mereka bongsor-bongsor dan lumayan cantik. Selesai mandi saya permisi lewat punggung nya mereka. Sebab jalanan lorong itu sempit trus kemakan PC dan badan bule yang gede kebayang dong. Saya aja lewat sampe ngecilin badan kayak kucing. Dia bilang “Sorry…” saya bilang “No problem…” basa basi busuk. Dalam hati “cakep juga lo le” :) Dikamar saya hanya sendiri dengan 8 tempat tidur, sambil ngayal kalo aja dua cewe bule diluar tadi mau masuk ke kamar ini, wah cakep yah…. dan saya pun terlelap dalam mimpi :)

Pagi saya setel weker di android untuk bangunin saya jam 5 waktu SG atau jam 6 waktu Indonesia Barat. Saya bangun langsung cuci muka trus meluncur ke Mustafa Center. Yup kalo ke Singapore ga mampir ke Mustafa trus ga beli Coklat buat ibu saya wah saya bisa durhaka :) Maka saya pun meluncur ke Musatafa, untuk yang belum tau Mustafa adalah toko supermaket serba ada yang buka 24 Jam, jadi sebenarnya saya bisa belanja kapan pun ga usah nunggu pagi hari jam 5 pagi kayak gini. Tapi saya sengaja pengen tidur dulu biar ga capek banget.

Untuk peta lokasi dan sedikit cerita tentang Mustafa Center bisa buka di sini

Belanja di Mustafa ini walo sudah tau apa yang dituju atau mau dibeli tetep aja ga bisa nutup mata liat yang lain. Sebab disana apa aja ada. Sayangnya saya ga nemu tali buat tas saya yang talinya putus di bandara changi pas datang ke SG kemaren. Ya udah lah saya beli coklat untuk oleh-oleh keluarga dan teman teman kantor. Lumayan juga pengalaman saya belanja subuh di Singapore :)

Tidak terasa udah jam 7 aja di SG. Waktu di negara ini menurut saya selain beda 1 jam lebih cepat juga bergerak lebih cepat kayaknya daripada di Jakarta hahahaha :D Saya pun bergegas siap-siap untuk rapihkan semua bawaan di hostel. Sekitar pukul 08.00 saya sudah siap check out. Tidak lupa saya kembalikan kartu akses ke front office, dan mereka kembalikan uang deposit saya 10 SGD. Mbak yang dari Indonesia tawarkan saya sarapan pagi, saya bilang terimakasih, saya mau buru-buru aja ke bandara. Sambil saya say good bye dan kapan-kapan kita ketemu lagi.

Nah waktu dari hotel mau ke Airport Changi, saya coba aplikasi Grab Taxi. Saya pengen tau kalo di Singapore apakah saya bisa gunakan. Ternyata aplikasinya jalan, hostel saya juga langsung ke detect dengan mudahnya. Taxinya juga langsung dapet ga pake lama. Wah saya happy banget, Grab Taxi emang memudahkan saya nih. Saya dapat Supir Mr. Chua Kwang Seng Edmund, he is really nice guy! Selama perjalanan dia ga pelit untuk ngobrol ama saya dan juga ramah. Dia bilang kalo saya pergi siangan dikit lagi maka mungkin saya akan kesulitan, karena hari ini (19 Feb) banyak yang udah ga masuk, saya aja cuma sampe jam 12.00. Dalam hati saya Alhamdulillah / Puji Tuhan saya rencanakan pulang pagi ini ternyata tepat. Oh ya di SG setiap taxi yang tergabung di Grab Taxi dikasih stiker hijau di kaca depannya, stiker berupa logo dan tulisan hijau Grab Taxi.

Taxi nya Mr. Chua ini ada kamera nya jadi selama perjalanan apa yang ada di jalan terekam di mobilnya. Tentu hanya sampai berapa jam saja, karena memori terbatas jadi akan tertimpa dengan data baru. Tapi saya pikir bagus juga kalo diterapin di Indonesia, lumayan buat bukti rekaman kalo ada kejadian tertentu. Orang Indonesia kan senengnya kalo udah salah masih ngotot tuh ampe uratnya keluar :D

Sampailah saya di Changi dan kemudian saya pulang ke Jakarta. Nothing special in Changi, seperti biasalah bagus semua :)

Cuma nanti sampai Jakarta saya ga langsung pulang karena saya pindah ke terminal 1 F untuk ke Lampung, saya mau merayakan Imlek dengan teman-teman saya di Lampung.

Sampai jumpa di cerita-cerita saya yang lainnya :) bye…..

 

 

Boyce Avenue

Nonton Konser Boyce Avenue di Singapore – Part 1

Saya tuh dari dulu pengen banget nonton konser di Singapore. Selain negaranya tertib dan rapih saya yakin kalo nonton konser di Singapore pasti aman dan nyaman. Saya juga pengen nonton konser yang ga rame alias penuh sesak (crowded) banget. Saya pengen konser yang bisa dinikmati. Beda ama pengalaman nonton konser di Indonesia yang susah dinikmati, karena selain penuh/rame banget juga kadang suka ga nyaman.

Pucuk dicinta ulam tiba ketika saya mendapat kan informasi bahwa Boyce Avenue sebuah grup musik asal Amerika Serikat kabarnya akan konser di Singapore. Tepatnya mereka akan konser di Coliseum Hard Rock Hotel Resort World Sentosa tanggal 17 Februari 2015.

Boyce Avenue Concert Flyer

Boyce Avenue Concert Flyer

Saya suka lagu-lagunya Boyce Avenue dan tau mereka ketika browsing di Youtube. Jujur aja sebenarnya saya ga tau banyak juga tentang grup ini. Sampai pada suatu hari saya menemukan video mereka yang menyanyikan lagu Mirror nya Justin Timberlake, dan saya langsung kepincut alias jatuh hati dan lebih suka lagu Mirror versi dari Boyce Avenue ini.

Sejak perkenalan saya dengan Boyce Avenue di Youtube lewat lagu Mirror itu maka saya mulai suka lagu-lagu mereka yang lain. Saya baru tau kalo mereka emang spesialisasi cover lagu orang lain. Tapi mereka juga punya sih lagu-lagu koleksi mereka sendiri, yang sayangnya saya kurang familiar :)

Saya belum tau banyak tentang grup Boyce Avenue ini, yang saya tau mereka adalah Grup asal Sarasota, Florida, Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004 oleh 3 bersaudara yang terdiri dari Alejandro Luis Manzano (Vocals, Guitar, Piano), Fabian Rafael Manzano (Guitar, Backing Vocals) dan Daniel Enrique Manzano (Bass, Percussion, Backing Vocals). Nama grup band ini berasal dari nama 2 jalan tempat tinggal mereka sewaktu kecil. Mereka mulai mengunggah video mereka pada tahun 2006.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Boyce Avenue silahkan cek disini

 

PERSIAPAN

1) Tiket konser

Setelah mengetahui dari flyer yang saya temukan di twitter sekitar bulan Januari tentang rencana konser Boyce Avenue di Singapore maka saya coba cari tau bagaimana memesan tiketnya. Ternyata dari penelusuran saya ketahui promotor konser ini di Singapore adalah Live Empire sementara yang mengatur penjualan tiket adalah SISTIC. Pemesanan ticket sebenarnya mudah sekali karena mereka juga jual secara on-line. Tinggal buka website http://www.sistic.com.sg trus bikin akun saja di web itu. Tapi saya kok ga sreg yah :) saya kepikiran kalo beli on-line dapet fisik tiketnya gimana nanti? apa akan dikirim oleh SISTIC tiket fisiknya, apa saya dapet voucher sementara yang nanti harus tukerin jelang konser atau gimana? Saya khawatir udah sampai di SG malah ga bisa nonton karena tiketnya ada masalah.

Setelah saya buka di webnya ternyata ada agen dari Sistic di Jakarta yaitu Smailing Tour di Senayan City Jl. Asia Afrika, Lot 19, Unit L-12C, Jakarta 10270. Wah kalo begini sih mendingan saya beli di Smailing Tour aja untuk lebih aman dan yakinnya. Maka pada tanggal 29 Januari 2015 saat jam makan siang saya ke Smailling Tour di Senci untuk beli tiket konser Boyce Avenue ini. Harga tiketnya adalah SGD 92.00 tapi ada tambahan biaya SGD 5.00 sehingga total menjadi SGD 97.00. Ah gapapalah dalam hati saya, sedikit lebih mahal tapi lebih yakin. Ternyata cara booking Smailing Tour ke Singapore sama persis seperti saya juga, bikin akun juga via internet. Tapi bedanya ketika sudah berhasil transaksinya mereka bisa cetak langsung dalam bentuk tiket yang keren seperti ini:

Tiket Konser

Tiket Konser

 

2) Pesawat

Setelah dapat tiket konser maka berikutnya adalah memesan tiket pesawat. Untuk masalah yang satu ini relatif mudah, selain jarak waktunya masih cukup lama juga karena penerbangan saya sudah biasa pake tiket murah dari Air Asia. Walaupun Air Asia bagi sebagian orang masih trauma karena penerbangan AA dari Surabaya ke Singapore ada yang jatuh (kecelakaan), tapi buat saya sih nggak masalah. Saya tetap berani naik Air Asia, selain murah saya masih percaya dengan keamanan penerbangan Air Asia.

Sorenya saya beli tiket AA secara online via internet. Saya lupa kalo tanggal 19 Februari 2015 itu Imlek, harga tiket pesawat untuk keberangkatan tanggal 17 Februari itu lumayan udah mahal, justru kembalinya tanggal 18 Februari lebih murah. Untuk perjalanan PP ke Singapore dengan AA ini total saya bayar Rp. 1.378.000,00

Oh ya saya memang rencanakan ke Singapore hanya 1 hari saja, datang di Singapore siang tanggal 17 Feb dan pulang tanggal 18 Feb pagi. Kenapa? sebab tanggal 19 Februari nya saya mau ke Lampung. Saya mau liburan merayakan Imlek di kediaman keluarga teman saya di Lampung.

Masalah tiket pesawat beres! :)

 

3) Hotel

Berikutnya masalah penginapan yang pada awalnya saya ga pikirkan. Kenapa? karena awalnya saya pikir saya sampe SG siang trus konsernya malam jam 7 an selesai sekitar jam 10 atau 11 an malam. Jadi saya pikir buat apa pesen kamar hotel, saya bisa tidur di bandara aja, sambil nunggu penerbangan di pagi hari. Selain saya pengen hemat saya pikir juga sayang kalo nginep di hotel apalagi yang mahal. Tapi setelah dipikir-pikir risiko juga, apa iya saya bisa tiduran di emperan Changi :D jangan-jangan saya nanti “digaruk” satpol PP nya Singapore :D Ah daripada risiko mending cari kamar hotel ah …

Sebenarnya sahabat saya sist Any sudah tawarkan nginep di Apartemen nya. Tapi saya ga mau ngerepotin keluarga sist Any, makanya saya pikir mending cari hotel ajalah. Cuma kan hotel di Singapore mahal-mahal, apalagi mau libur Imlek. Saya cuma butuh buat tidur dari sekitar  jam 11 malam trus bangun jam 6 pagi. Artinya singkat sekali kan. Sayang aja kalo hotel yg mahal dan mewah sementara saya ga bakal lama ngerasain tidur di kamarnya. Apalagi saya jalan cuma sendirian ga ajak siapa-siapa lagi, jadi ngegelandang aja ga masalah.

Akhirnya setelah browsing-browsing dapat ide untuk cari hostel atau hotelnya backpacker, kan bisa murah tuh. Dapat info dari bro Felix coba aja browse dan booking hotel dari www.booking.com disitu bisa dapat kamar hotel dengan harga miring. Bener aja, saya kunjungi booking.com dan saya tertarik dengan hostel Fernloft (City) Hostel yang berlokasi di 257 Jalan Besar Singapore. Alasan saya milih hostel ini selain murah, karena hostel ini berlokasi dekat dengan Stasiun MRT Farrer Park dan Supermarket yang tersohor Mustafa Center. Saya punya rencana sebelum pulang, pagi-pagi mau beli oleh-oleh coklat dulu buat ibu di Mustafa jadi lokasi ini sangat pas buat saya.

Akhirnya untuk pertama kalinya saya booking hotel lewat booking.com. Enaknya di booking.com ini kita bisa booking hotel tanpa harus bayar dulu alias kita bayar nanti aja kalo sudah check-in di hotel pada tanggal 17 Feb 2015 nya. Saya dapat harga dari booking.com ini sebesar SGD 24.00. Apakah benar harganya demikian ketika saya mau check in? Tunggu saja ceritanya dibawah… tetap dibaca terus ya.

 

Akhirnya semuanya sudah beres dipesan. Tiket Konser, okay!, Tiket Pesawat, okay! dan Booking kamar hotel, okay!. Siap siap deh untuk nonton konser Boyce Avenue di Singapore …

 

HARI-H PUN TIBA

Hari-H tiba, saya sudah ga sabar. Tanggal 17 Februari saya udah ngajuin cuti, juga untuk tanggal 18 dan 20 Februari, sedangkan tanggal 19 Februari nya libur nasional Imlek. Pagi-pagi saya udah bangun, cuaca Pejompongan hujan pagi itu. Saya jadi kepikiran bagaimana akses jalan ke Bandara Soetta? Saya juga belum pesen Taxi lagi. Saya coba pesen Taxi lewat aplikasi GrabTaxi (www.grabtaxi.com) Sayangnya pagi itu taxi sibuk sekali sehingga tidak bisa dilayani oleh Grab Taxi. Saya coba telp Bluebird, saking sibuknya malah di gantung alias telpon saya ga bisa masuk (nasib! Masalah nelpon Taxi aja juga digantung… Curcol!!). Saya coba hubungi Express Taxi nasibnya sedikit lebih baik bisa masuk ke operator tapi katanya mereka sibuk sekali sampai sejam kedepan mereka belum bisa layani panggilan pelanggan. Wah saya mulai panik nih, gimana donk kalo saya ga dapet taxi, salah saya juga sih tidak dari semalam pesen via telp ke Blue Bird biar paginya dia udah siap depan kosan langsung capcus anter ke Bandara.

Saya coba lagi iseng-iseng mesen lewat grabtaxi, kali ini saya terkejut ternyata saya mendapatkan supir yang ambil pesenan saya…yeeaaaayyy!! akhirnya dapat Taxi juga, jadi deh berangkat nih.
Eitt tapi entar dulu, saya hampir ga jadi berangkat lagi, sebab ketika saya nunggu Taxi mau pergi ke Bandara saya pake bikin acara yg ga penting banget yaitu nyuci gelas dulu. Gelasnya gelas Coca Cola hadiah McD itu lho, itu gelas meleset dari tangan kena wastafel akhirnya retak. Udah retak saya tetap cuci juga. Akibatnya retakan itu pecah dan pecahannya mengiris bagian atas jempol kanan saya :( Jadilah tangan saya berdarah. Aduhhh …. ada aja nih. Saya akhirnya ambil Betadine untuk obati luka saya, yah lumayan perih lah. Saya cuma punya hansaplast satu lembar saja. Saya liat lukanya lumayan tapi gak dalam, jadi ga perlu di jahit lah.

Taxi Express yang saya pesan via aplikasi GrabTaxi akhirnya datang, luka saya masih belum terlalu berhenti. Betadine saya bawa juga akhirnya ke Singapore :) Sebelum jalan ke Bandara saya minta pak Supir mampir ke Indomaret deket kosan. Saya beli Hansaplast lagi buat ganti hansaplast lama yang mulai basah kena darah yang belum kering.  Sepanjang perjalanan ke Bandara saya urusin jempol saya yang berdarah ini, ada ada aja deh … ;) tapi lumayan juga sampe bandara darahnya mulai berhenti. Jadi emang ga parah lukanya, kalo ga kan bisa batal saya ke Singapore gara-gara gelas hadiah McD yang tipis itu :)

Sampai di Bandara keberangkatan saya masih lama, saya masih aman bisa santai-santai di bandara. Sambil nunggu boarding maka penyakit narsis nya pun kumat ;)

Take off dari Jakarta sekitar jam 11.30 sampai di Changi Singapore jam 14.00. Alhamdulillah perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan. Begitu mendarat maka pikiran saya yang pertama adalah menuju Fernloft (City) Hostel  untuk check in.

Tidak terasa saya keluar dari Changi makan waktu hampir 1 jam lebih. Emang katro juga sih saya, udah beberapa kali ke Changi pake acara lupa lagi bagaimana ke stasiun MRT nya. Saking buru-burunya saya juga langsung cari stasiun untuk ke MRT sementara saya belum ke Imigrasi hahahaha.

Akhirnya saya balik lagi ke terminal kedatangan saya untuk ke Imigrasi, sebab saya ga yakin juga kalo saya masuk immigrasi di terminal lain apakah akan diterima/dilayani. Daripada saya gambling ya udah deh balik lagi aja. Udah gitu tas yang saya bawa model tas olah raga yang pake tali di pundak dan tali pengaitnya itu mendadak pake patah pas mendarat di Changi, akibatnya tas itu harus saya jinjing. Wah capek juga, agak ribet jadinya.

Naik MRT seperti biasa saya cari tujuan ke pusat kota, turun di Dhobby Gaut saya pindah yg lewatin stasiun Farrer Park. Dari sini sih udah aman, tapi ternyata saya liat waktu sudah menunjukkan jam 16.45 waktu SG. Waduh dikit lagi udah jam 17.00 nih. Saya pun makin bergegas menuju ke hostel biar bisa check in.

Sekitar jam 17.00 lewat saya sampai di hotel yg saya tuju, hotelnya terletak di Jalan Besar (nama jalannya Jalan Besar) disekitar dekat nya Mustafa Center.

Fernloft (City) Hostel. Foto Taken from www.fernloft.com

Fernloft (City) Hostel. Foto Taken from www.fernloft.com

Seperti saya sudah sampaikan sebelumnya saya sangat familiar dengan Jalan ini. Disekitar jalan ini juga terdapat stadion sepak bola miliknya Singapore yang berumput sintetis. Saya pernah berkunjung ke stadion tersebut dan ke FAS (PSSI nya Singapore).

Pose di depan kantor FAS di Jalan Besar Stadium

Pose di depan kantor FAS di Jalan Besar Stadium

Lobby hostel itu ternyata gabung jadi satu dengan coffee shop. Jadi kalo kita mau check in harus masuk coffee shop itu. Setibanya di hotel saya disambut oleh 3 orang wanita yang semuanya ramah. Yang pertama adalah ibu-ibu Singapore yang sudah tua, beliau sangat ramah menyambut saya, saya sampe heran biasanya kan orang Singapore itu dingin dan ga ramah. Wanita yang ke dua masih cukup muda, dari dialeknya saya duga ia orang Singapore atau mungkin bahkan Filipina. Wanita yang ketiga saya diperkenalkan oleh ibu-ibu yang  pertama, dia katanya berasal dari Indonesia. Karena saya ketika check in diketahui dari Indonesia maka si ibu tadi kenalkan wanita ke 3 itu ke saya. Saya akhirnya panggil dia mbak. Dia memang sepertinya bekerja di hostel ini.

Saya selesaikan proses check in dengan wanita ke 2. Saya lupa kenalan dia namanya siapa. Orangnya ramah dan lumayan manis. Saya berikan print out booking saya via booking.com. Setelah dibaca sebentar maka saya pun ternyata sudah terdaftar di registrasi, sesuai dengan harga saat booking saya bayar 24 SGD. Tapi ada tambahan lagi deposit sebesar 10 SGD yang nanti bisa refundable saat kita check out. Saya dapat kartu untuk masuk pintu akses hostel jika nanti keluar masuk hostel dari pintu belakang atau pintu depan, karena coffee shop ini tidak 24 jam. Juga saya dapat fasilitas breakfast esoknya. Saya pun diantar ke kamar saya di lantai 2, tepat diatas coffee shop atau lobby check in hostel ini.

Ini untuk pertamakalinya dalam kunjungan saya ke Singapore saya nginep di hostel murmer/backpacker. Awalnya saya agak “gimana” gitu, kok nginep di hotel begini. Tapi setelah saya pikir dengan bijak, mikir gengsi duit malah ke buang percuma hanya untuk kamar hotel yang 2-3 jutaan tapi kita tidurin cuma 5 jam, sayang amat. Dalam hati saya: “Udah lah ga usah mikir gengsi dan gaya, yang penting lo bisa mandi dan tidur dengan aman & nyaman cuma dengan SGD 24 (Sekitar Rp. 240.000)”.

Kamar saya berisi 4 ranjang susun yang artinya bisa diisi 8 orang.Tapi si petugas hotel nya bilang walaupun ada 8 ranjang, kamar itu tidak pernah diisi sampai full 8 orang, maksimal hanya 6 orang yang bisa nginep di kamar itu. Saya pikir kalo saya ke SG ama teman2 saya satu grup (4 sd 6 orang) enak juga nih nginep disini. Sebab murah dan kamarnya kan ga terlalu kepake, cuma buat tidur aja. jadi kita bisa seharian jalan-jalan di SG, trus tidurnya hemat.

Di kamar itu juga ada 8 locker yang tidak ada kuncinya. Kalo mau kuncinya bisa beli di lobby tadi :) buseet ternyata kunci loker aja kudu beli. Toiletnya ada di ujung lorong, tidak jauh dari kamar saya dan kondisinya bersih. Saat saya datang kondisi hostel masih sepi, saya duga pengunjungnya sedang traveling nanti malam baru akan ramai.

Saya menilai kamar ini biasa banget, bahkan sebenarnya boleh dibilang bukan tipe kamar yang ideal untuk hotel. Lebih mirip kamar kosan anak cowo di jaman kuliah dulu hahaha :D Ranjangnya pake kasur per seperti kasur tentara, ranjang susunnya juga memang mirip di barak tentara sih. Penataan layoutnya bisa dilihat seperti di foto di bawah ini. Ketika saya datang kondisi kamar tidak terlalu rapih, saya pun sedikit merasa gatal, mungkin karena saya belum terbiasa atau badan saya masih lengket karena keringat dan belum menyegarkan diri ke kamar mandi. (Tetapi ketika saya kembali lagi malamnya sepulang konser, kondisi kamar sudah jauh lebih baik dan saya juga sudah terbiasa sehingga saya tidak gatal-gatal lagi)

Setelah saya menyegarkan diri dan beristirahat sejenak maka saya segera bersiap untuk ke Sentosa. Maka saya pun berjalan ke stasiun Farrer Park untuk menuju ke stasiun Harbour front dan ke VIVO City Mall. Dari VIVO saya  nyebrang naik monorail ke Sentosa. Di Vivo kita beli tiket ke Sentosa seharga SGD 4.00 itu udah untuk PP. Saya berhenti di stasiun yang ada Universal Studiosnya  yang juga ada Hard Rock Hotel nya, sebab konsernya diadakan disitu.

@Vivo

@Vivo

Sampai di lokasi saya liat antrian untuk masuk ke venue yang sudah mulai mengular tapi tetap tertib dan rapih. Saya liat pintu akses ke venue konser belum dibuka, antrian juga masih rapih jadi saya putuskan makan dulu lah di McDonald dibawah. Saya mikir cari makan yg simple dan cepet aja. Setelah dari McD baru saya naik lagi untuk antri.

 

Khusus untuk bagian Review Konsernya akan saya sambung di artikel berikutnya. Tetap ikuti terus ya…

Klik disini –> Review Konsernya

 

Tiket Konser Metallica

Konser Metallica di Jakarta (25 Agustus 2013)

Tanggal 25 Agustus 2013 konser Metallica di gelar di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Saya sebagai orang yang besar di generasi 90-an tentu sangat familiar dengan grup band metal ini. Apalagi keluarga kami termasuk penggemar berat musik mereka, kami dulu koleksi kaset dari Metallica ini. Saya, adik saya dan bahkan Ibu saya adalah penggemar musik mereka. Kalo cuma album Master of Puppets, atau lagu One, Album “Black” Enter the Sandman aja sih keluarga saya hapal deh :D

Saya putuskan nonton konser Metallica di GBK ini sebab ketika Metallica ke Jakarta di tahun 1993-an saya masih SMA dan ga punya duit buat beli tiket. Kali ini saya sudah bekerja jadi saya bisa beli tiket sendiri. Saya beli via online dengan kartu kredit dari BRI. Saya beli 3 tiket, untuk saya, adik saya dan teman kantor saya Mas Aji, yg juga penggemar Metallica. Tiket itu juga baru bisa ditukerin di GBK satu hari sebelum konser.

Hari H kita kompak pergi barengan dari Depok. Naik motor aja trus di parkir di kantor temen saya di gedung Summit Mas. Dari gedung itu kami jalan ke GBK. Berikut adalah foto-foto dari konser tersebut. Mohon maaf hasilnya tidak bagus karena saya motret pake hadphone yang kualitas kameranya juga ga bagus. Selain itu fotonya juga dikit sebab kita ga jalan ama cewe yang hobbynya moto.

 

Akses masuk ke lingkungan GBK

 

Foto dari Konser

 

Pose dulu ah…

 

Secara keseluruhan konser Metallica ini bagus sekali. Dari segi tata panggung, Tata Suara (dahsyattt!!)  waktu ngetes drum/perkusi sampe jantung kita ikutan getar :D, Tata Lampunya apalagi. Pokoknya konser Metallica ini ga rugi deh buat di tonton. Penampilan mereka juga total banget, sangat energik ga ada lemesnya, selalu bertenaga.

Saya puasss banget nonton konser Metallica….!!

Foto ini saya dapat dari Internet

Foto ini saya dapat dari Internet