Posts

bannerpaspor

Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Depok

Sebenarnya paspor saya baru akan habis nanti Juni 2017. Tapi karena suatu  keperluan maka saya butuh paspor yang masa berlakunya minimal 12 bulan.  Untuk itu saya browsing ke website Kantor Imigrasi, terutama Kantor Imigrasi (Kanim) di Depok, karena saya ingin perpanjang Paspor saya di Kanim Depok.

Setau saya ngurus paspor sekarang bisa online, namun saat saya hendak mencoba mengurus secara online pada tanggal 2 Oktober 2016 ternyata sedang ada masalah di sistem layanan paspor online. Sehingga saya tidak dapat mengurus paspor secara on-line. Terpaksa saya akan urus dengan mendatangi langsung Kanim Depok.

Untuk mengurus paspor secara online bisa dilihat di https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml

paspor-online

Sebelum saya ke Kanim Depok, saya cek apa saja persyaratan yang dibutuhkan untuk penggantian paspor atau perpanjangan ini. Syaratnya dapat dilihat DISINI, yaitu:

  1. Paspor Lama;
  2. Kartu tanda penduduk yang sah dan masih berlaku;
  3. Kartu Keluarga;
  4. Akta kelahiran atau akta perkawinan atau buku nikah (tercantum tanggal lahir), atau ijazah (SD, SMP, SMA) , atau surat baptis.

Selain itu terdapat informasi tambahan bahwa Seluruh lampiran tersebut di fotocopy dalam kertas ukuran A4 dan tidak dipotong biarkan lampiran dalam lembaran untuk dapat dimasukkan ke dalam mesin scan, Berkas persyaratan asli harus dibawa, dan Seluruh data dukung harus sinkron (nama, tempat tanggal lahir, alamat).

Semua persyaratan saya penuhi semua tanggal 2 Oktober 2016. Kemudian esoknya saya ke Kanim Depok, karena memang kebetulan hari Senin 3 Oktober saya punya waktu untuk urus Paspor ini.

Oh ya satu lagi yang sebaiknya disiapkan dan tidak dicantumkan dalam persyaratan adalah Materai. Walaupun di Kanim Depok jual materai, namun akan lebih baik jika kita sudah siapkan sebelumnya. Saya sendiri sudah siap dengan Materai tersebut.

 

Ke Kantor Imigrasi

Senin pagi sekitar pukul 07.00 saya sudah berada di Kanim Depok di Komplek Perkantoran Kota Depok Jl. Boulevard Raya Grand Depok City. Lokasi ini sudah lumayan familiar buat saya karena beberapa bulan lalu saya juga mengurus surat keterangan tidak di pidana di Pengadilan Negeri Depok yang lokasinya tidak jauh dari Kanim Depok. Artikel tentang mengurus surat keterangan tidak di pidana itu bisa dibaca DISINI.

Kantor Imigrasi Depok

Kantor Imigrasi Depok

Selain itu di tahun 2012 saya sudah mengurus Paspor di Kanim Depok, sehingga saya tau dimana lokasi Kanim Depok. Hanya saja sudah 4 tahun lalu, saya yakin sudah ada prosedur yang diubah.

Saat saya datang pukul 07.00 sudah ramai sekali. Setibanya dilokasi, saya langsung diarahkan ke sisi barat gedung. Lokasinya ada dibelakang pos jaga. Di lokasi sayap barat tersebut berupa undakan seperti tempat duduk penonton di stadion olah raga. Saya diarahkan untuk duduk sesuai dengan waktu kedatangan. selain itu saya juga diberi formulir untuk di isi dan map. Semua itu diberikan GRATIS, tidak seperti dulu harus diambil di Koperasi, sambil Fotocopy dan ada biayanya.

Pos Jaga di Kanim Depok

Pos Jaga di Kanim Depok

Di sisi barat Gedung itu kami sambil menunggu mengisi formulir yang diberikan. Selesai mengisi formulir saya di arahkan untuk melakukan pengambilan nomor antrian dan foto untuk antrian ke pos jaga. Pengantri yang diarahkan ke pos jaga ini dilakukan bertahap, sekitar per 20 orang antri menuju pos jaga.

Saat di pos jaga kita sampaikan tujuan kita untuk apa, dapat nomor antrian dan kemudian diarahkan untuk masuk ke ruang lobby atau ruang tunggu. Kami masuk melalui pintu samping di sisi Timur Gedung. Bukan dari pintu depan. Pintu Depan masih ditutup.

Saya dapat nomor antrian A 76. Di ruang tunggu ini saya antri untuk dipanggil periksa berkas. Sekitar pukul 08.00 lewat akhirnya proses pemanggilan untuk pemeriksaan berkas dimulai. Saya dipanggil sekitar jam 09.30 untuk diperiksa berkasnya. Nomor urut antrian dan foto wajah kita akan tampak di layar TV di sudut sebelah kanan ruangan. TV yang disudut sebelah kiri ruangan tunggu menayangkan tayangan televisi biasa. Saat urutan saya dipanggil maka tampak foto wajah saya di monitor TV… hehehee norak juga saya liatnya :)

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

 

Perbedaan Antrian Dengan Kondisi Tahun 2012

Antrian di tahun 2016 ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun 2012. Di tahun 2012 di loket antrian terdapat loket antrian untuk pengurusan pribadi dan pengurusan oleh biro jasa atau calo. Akibatnya untuk antrian oleh pribadi langsung mengalami antrian yang panjang dan lama. Saya sempat kesal waktu itu, sehingga kondisi tersebut saya laporkan kepada Wamenkuham saat itu Bpk. Denny Indrayana melalui akun twitternya. Beliau menanggapi dan menyatakan sistem seperti itu seharusnya tidak boleh. Namun sayangnya tetap saja terjadi. Syukur lah di tahun ini tidak ada pembedaan di loket antara pemohon pribadi dengan pemohon melalui biro jasa.

Perbedaan berikutnya adalah lama proses. Di tahun 2012, proses memakan waktu 3 hari. Hari 1, kita antri ambil formulir, isi formulir dan verifikasi dokumen. Hari ke 2 untuk wawancara dan ambil foto. Kemudian Hari ke 3 untuk mengambil Paspor yang sudah jadi. Di tahun 2016 ini hanya dibutuhkan waktu 2 hari saja. Hari 1, untuk ambil formulir, verifikasi dokumen, wawancara dan ambil foto. Hari ke 2 untuk pengambilan Paspor jika sudah selesai.

Secara umum proses ini menurut saya sudah jauh lebih baik dibandingkan proses perpanjangan paspor saya di tahun 2012.

 

Kekurangan dan Saran Perbaikan untuk Antrian.

Walaupun secara umum sudah cukup baik namun masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan untuk perbaikan. Saya amati proses yang paling memakan waktu justru adalah proses di awal yaitu Verifikasi Dokumen. Para pemohon paspor sebenarnya tidak perlu menunggu lama jika loket untuk proses verifikasi dokumen jumlahnya ditambah.

Saat saya mengurus perpanjangan paspor tanggal 3 Oktober 2016 loket untuk verifikasi dokumen hanya ada 2 petugas saja. Tepatnya ada di depan tengah ruang tunggu.

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

Jika saja loket untuk proses Verifikasi Dokumen ditambah maka saya yakin proses antrian juga dapat lebih dipersingkat lagi. Jika antrian proses Verifikasi Dokumen dipersingkat, maka saya yakin tidak perlu pemohon paspor datang atau hadir sebelum jam 7 pagi untuk antri formulir. Karena proses Verifikasi Dokumen inilah yang membuat antrian panjang dan mendorong pemohon untuk harus datang lebih awal atau pagi-pagi sekali.

 

Panggilan Verifikasi Dokumen dan Wawancara

Saya dipanggil untuk ke loket Verifikasi Dokumen sekitar pukul 09.30. Proses Verifikasi Dokumen tidak berlangsung lama. Semua dokumen yang saya bawa sudah sesuai dan tidak ada yang bermasalah. Alhamdulillah. Saya hanya perlu menambahkan isian di formulir yang masih belum saya isi. Selebihnya lancar-lancar saja.

Selanjutnya saya dapat nomor antrian C20 untuk wawancara dan foto. Proses wawancara dan foto dilakukan di ruangan kaca disisi sebelah kanan ruang tunggu.

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

Setelah  sekitar 30 Menit menunggu kemudian saya dipanggil untuk wawancara & foto. Proses pertama adalah wawancara, seperti biasa saja ditanyakan nama, tanggal lahir dan tujuan keperluan membuat paspor. Kemudian memastikan bahwa penulisan nama dan tanggal lahir sudah sesuai semua. Proses ini berlangsung tidak terlalu lama dan saya lalui dengan lancar.

Proses berikutnya adalah pengambilan foto dan sidik jari. Setelah wawancara saya duduk di kursi tunggu untuk pengambilan foto dan sidik jari. Saya menunggu sekitar 10 menit sebelum akhirnya dipanggil untuk foto dan sidik jari. Proses pengambilan foto sempat diulang entah kenapa, mungkin karena saya jelek :) kalo itu sih ga bisa diubah pak … mesti diedit pake aplikasi editor yang super canggih kali :) Kemudian pengambilan sidik jari pun berjalan lancar. Seluruh proses selesai sekitar pukul 10.30.

Selesai foto dan pengambilan sidik jari petugas memberikan form Bukti Pengantaran Pembayaran (1 lembar tapi terbagi dua bagian atas bawah yang sama persis, nanti yang bagian bawahnya disobek oleh Bank). Form kedua adalah Lembar untuk Pengambilan Paspor.

Bukti Pengantar Pembayaran

Bukti Pengantar Pembayaran

Form Pengambilan Paspor

Form Pengambilan Paspor

 

Saran Perbaikan di Bagian Wawancara dan Foto

Dalam proses ini saya ingin memberikan masukan bahwa proses ini sebenarnya bisa dipercepat. Saran saya proses Wawancara dan Foto dipisah tidak menjadi dalam satu kesatuan. Saat saya dipanggil untuk wawancara dan kemudian menunggu dipanggil untuk Foto, hingga kemudian selesai. Saya perhatikan petugas untuk wawancara tidak melakukan kegiatan wawancara untuk pemohon berikutnya. Saat saya selesai diwawancara oleh petugas itu dan kemudian menunggu untuk di foto, sampai kemudian saya di foto, saya perhatikan petugas yang melakukan wawancara tadi tidak melakukan pekerjaan lagi dan bisa bermain handphone.

Saya pikir akan lebih baik jika proses ini dipisah. Sehingga saat pemohon sudah selesai di wawancara dan kemudian menunggu untuk di foto, maka petugas wawancara sudah bisa memanggil pemohon berikutnya. Jadi antrian bisa berjalan kembali. Saya tidak tau apakah karena sistem di aplikasi ini adalah satu kesatuan sehingga harus seperti itu atau karena hal lain. Tapi saya yakin hal ini bisa dirubah agar proses alur kerja bisa lebih lancar dan cepat. Saya yakin proses akan berjalan lebih cepat jika petugas wawancara tidak perlu menunggu pemohon selesai sampai ambil foto untuk pemanggilan berikutnya.

 

Pembayaran Biaya Paspor

Satu hal yang saya patut acungi jempol adalah tidak ada lagi pungli atau pembayaran di luar biaya resmi. Pembayaran pun tidak dilakukan di Kanim akan tetapi pemohon lakukan penyetoran langsung ke Bank. Tidak ada lagi loket untuk menerima pembayaran, langsung uangnya masuk kas negara. Saya sangat kagum sekali dengan hal ini, tandanya perintah pak Presiden Jokowi sudah benar-benar di jalankan.

Pemohon diberikan waktu paling lambat 7 hari kerja untuk lakukan pembayaran. Saya melakukan pembayaran hari itu juga. Pulang dari Kanim Depok, saya mampir di ITC Depok karena disana banyak bank. Sayangnya tidak semua bank bisa menerima pembayaran tersebut. Saya nasabah Bank BCA tapi sayangnya di Ruko ITC Depok, BCA yang tersedia adalah kelas Kantor Unit bukan Capem (Cabang Pembantu), akibatnya saya tidak bisa setor melalui BCA.

Akhirnya saya coba bayar ke Bank Mandiri, karena saya sudah tidak lagi menjadi nasabah Bank Mandiri maka saya harus setor secara tunai. Di Bank Mandiri saya isi form transfer dan mengisi nomor kode di Bukti Pengantaran Pembayarab yaitu MPN G2 XXXXXXXX sebagai nomor kode rekening tujuan. Proses pembayaran berlangsung sederhana, mudah dan lancar. Namun saran saya akan lebih bagus lagi jika pemohon bisa menyetorkan melalui mesin ATM, sehingga akan semakin lebih mudah dan cepat lagi.

Biaya paspor yang saya bayarkan adalah Biaya Paspor Rp. 300.000,00 dan Biaya IT Biometrik Rp. 55.000,00 sehingga total saya setor sebesar Rp. 355.000,00 saya hanya perlu bayar biaya tersebut tanpa dikenakan biaya tambahan lainnya.

Selesai membayar melalui teller bank maka pemohon akan menerima bukti bayar berupa lembaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti berikut:

Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak

Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak

 

Pengambilan Paspor

Sesuai dengan komitmen Kanim Depok katanya Paspor akan selesai 3 hari setelah dilakukan pembayaran. Karena saya membayar hari Senin maka paspor saya bisa diambil hari Kamis. Namun karena kesibukkan saya baru bisa mengambil paspor hari Jumat pagi.

Pengambilan paspor dilakukan di Kanim Depok di loket khusus di sisi sebelah Timur bagian depan gedung. Di loket itu pemohon menancapkan kertas form pengambilan paspor berikut bukti setoran PNBP. Selanjutnya saya tunggu diluar untuk dipanggil. Saya datang sekitar pukul 08.00 dan sejam kemudian dipanggil untuk menerima Paspor saya yang sudah jadi.

Saat di loket untuk ambil Paspor saya disuruh petugas untuk tandatangani Paspor dihadapan mereka. Saya tidak mengerti bagaimana jika yang mengambil Paspor adalah orang yang diberi kuasa untuk mengambil, apakah syarat seperti itu merupakan kewajiban.

Selain menerima paspor pemohon juga akan menerima Tanda Bukti Pembayaran dari Kanim Depok. Paspor yang baru ini berwarna biru seperti biru UN (PBB). Saya senang dengan paspor yang baru ini.

Sampul Muka Paspor 2012 (Kiri) dan 2016 (kanan)

Sampul Muka Paspor 2012 (Kiri) dan 2016 (kanan)

Menurut saya Paspor yang sekarang ini jauh lebih bagus. Halaman untuk Identitas juga hologramnya lebih berkilat dan lebih jelas.

Halaman Identitas

Halaman Identitas

Selain itu halaman isi paspor juga lebih bagus dan menarik. Background-nya terdiri dari beragam tema tentang Indonesia. Ada Binatang khas Indonesia, Tanaman, Budaya seperti Ondel-ondel, Wayang dan lain-lain. Pokoknya paspornya jadi lebih bagus dan kreatif banget.

Di era pak Jokowi ini terasa banget perubahan di bidang pelayanan Paspor ini, seperti pelayanan yang lebih cepat, lebih ramah, tidak ada pungutan diluar tarif resmi dan dibayarkan langsung ke kas negara, bentuk tampilan paspor juga lebih menarik. Saya acungi jempol untuk perubahan ini. Namun demikian, tetap perlu ditingkatkan agar semakin baik lagi.

 

 

 

Photo courtesy: penulisbiru.blogspot.com

Mengurus Surat Keterangan Tidak Terlibat Pidana di PN Depok

Saya mau share pengalaman saya dalam mengurus Surat Keterangan Tidak di Pidana di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Surat Keterangan Tidak Pernah di Pidana ini diberikan oleh Pengadilan Negeri di wilayah domisili seseorang. Surat Keterangan ini berbeda dengan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang dahulu  dikenal sebagai Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB). SKCK sesuai dengan namanya diterbitkan oleh Kepolisian.

Untuk lebih jelas bagaimana mengurus SKCK silahkan lihat ditautan (link) ini: PENGURUSAN SKCK

Harus dibedakan antara Surat Keterangan dengan Surat Pernyataan Tidak dan Tidak Pernah Di Pidana. Kalau Surat Keterangan ini diterbitkan oleh Pengadilan Negeri dan di tandatangani oleh Ketua PN. Sedangkan Surat Pernyataan adalah surat yang dibuat oleh individu yang bersangkutan itu sendiri. Biasanya dalam Surat Pernyataan tersebut dibubuhi dengan Materai.

Surat Keterangan Tidak Pernah di Pidana diperlukan untuk berbagai macam keperluan atau tujuan. Misalnya untuk keperluan melamar pekerjaan yang mensyaratkan Surat Keterangan ini, atau ikut mendaftar dalam kegiatan tertentu yang mensyaratkan Surat Keterangan ini atau keperluan lainnya misalnya terkait Korporasi.

Sehubungan dengan suatu hal yang membutuhkan surat keterangan ini maka saya pun mengurus ke PN Depok dilokasi saya tinggal untuk mendapatkannya. Sebelumnya saya sudah mengurus SKCK namun ternyata untuk keperluan saya ini ternyata SKCK saja tidak cukup.

Photo courtesy: penulisbiru.blogspot.com

Kantor PN Depok (Photo courtesy: penulisbiru.blogspot.com)

 

Proses Pengurusan

Setelah selesai mengurus SKCK 26 April 2016 saya langsung mencari informasi tentang pembuatan Surat Keterangan ini, saya bergegas menuju ke kantor PN Depok, saya googling dimana lokasinya. Ternyata PN Depok berada di:
Jl. Boulevard Sektor Anggrek, Komplek Perkantoran Kota Kembang No. 7, Jawa Barat. Telepon:(021) 77829167

Sampai disana saya tanya petugas di lobby depan kemudian diarahkan ke ruangan no 111 yang ada papan dipintu tulisannya Panitera Muda Hukum. Di loket saya diterima oleh anak perempuan SMA yang sepertinya sedang magang. Saya sampaikan bahwa saya ingin mengurus Surat Keterangan Tidak dan Tidak Pernah di Pidana. Mbak itu kemudian memberikan saya secarik kertas yang isinya persyaratan pengurusan Surat Keterangan tsb, yaitu:

  1. Surat Permohonan ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Depok
  2. Fotocopy Surat Keterangan Domisili Dari Kelurahan (bisa diganti dengan KTP dan KK yang telah dilegalisir oleh Kelurahan)
  3. Fotocopy SKCK
  4. Pas Foto 4×6 (2 lembar/latar belakang warna Merah)
  5. Surat Pernyataan diatas materai yang pada intinya tidak pernah dijatuhi Pidana penjara selama 5 (lima) tahun atau lebih.

Setelah mendapat list persyaratan itu maka sayapun pulang, karena dalam persyaratan itu hanya Foto Copy SKCK, Foto Copy KTP dan Pas Foto yang saya bawa, sisanya masih perlu dilengkapi lagi dan disiapkan.

Oh ya menurut si mbak anak SMA di loket itu biaya administrasinya nanti Rp 50.000,00

 

Di rumah kemudian saya persiapkan satu persatu persyaratan tersebut.

  1. Saya selanjutnya membuat Surat Permohonan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Depok. Surat ini saya buat dengan mengacu surat permohonan yang berlaku pada umumnya. Jika berminat untuk menggunakan surat tersebut sebagai acuan silahkan saja unduh di: Surat Permohonan
  2. Untuk syarat yang ke 2 yaitu Fotocopy Surat Keterangan Domisili Dari Kelurahan (bisa diganti dengan KTP dan KK yang telah dilegalisir oleh Kelurahan) ternyata tidak perlu sekaku itu. Kata petugas di PN Depok cukup disertai dengan Fotocopy KTP dan KK saja.
  3. Syarat Fotocopy SKCK juga tidak ada masalah, karena saya baru mengurus nya jadi tinggal fotocopy saja.
  4. Untuk persyaratan Pas foto 4×6 juga tidak ada masalah, saya sudah siap pas foto kebetulan dengan latar belakang merah juga.
  5. Nah untuk syarat terakhir ini yang paling kocak: “Surat Pernyataan diatas materai yang pada intinya tidak pernah dijatuhi Pidana penjara selama 5 (lima) tahun atau lebih“.
    Tujuan saya minta surat keterangan ke Pengadilan kan untuk dinyatakan tidak pernah dan tidak sedang dipidana, lha kok malah disuruh bikin surat pernyataan yang menyatakan saya tidak pernah dipidana? Bingung ga?? ;)
    Kalo menurut saya hal ini tidak beda dengan saat kita mengurus SKCK, yang harusnya tau dan menyatakan kita tidak terlibat peristiwa kriminal kan polisi, tapi pada kenyataan nya kita harus mengisi formulir berlembar-lembar yang pada intinya kita menyatakan tidak terlibat kriminalitas. Lha padahal itu kan yang tau Polisi dan justru itu yang dibutuhkan dengan SKCK yang menyatakan bahwa kita bebas dari catatan kriminal di kepolisian :)
    Hal ini menunjukkan bahwa memang sistem administrasi dan pencatatan di Indonesia itu belum terintegrasi secara on-line. Semua masih dicatat terpisah-pisah dan belum terkoneksi satu sama lain. Jika saja sistem di Indonesia itu sudah terintegrasi secara on-line dan semua institusi sudah terkoneksi, maka pengurusan surat semacam ini akan sangat mudah sekali.
    Untuk memenuhi persyaratan maka saya buat surat permohonan tersebut, adapun formatnya adalah sebagai berikut: Surat Pernyataan Tidak Pidana

 

Setelah semuanya siap, maka esoknya 27 April 2016 saya antarkan berkas tersebut ke PN Depok. Saya dijanjikan bahwa surat keterangan tersebut akan selesai besok.

Esoknya 28 April 2016 saya kembali ke PN Depok. Ternyata surat keterangan tersebut masih belum selesai, karena ternyata Ketua PN Depok sedang tidak ditempat maka surat keterangan belum ditandatangani. Akhirnya saya minta no telepon salah seorang yang bertanggungjawab di loket tersebut. Dengan tujuan sebelum saya ambil ke PN Depok saya akan pastikan dahulu melalui telepon.

Karena saya ngga yakin bisa selesai cepat, maka saya kembali lagi ke PN Depok 04 Mei 2016. Dengan harapan jika saya berikan waktu lebih lama kemungkinan benar-benar sudah selesai tuntas.
Sebelum ke lokasi saya pun menelpon untuk konfirmasi dengan petugas di PN Depok apakah Surat Keterangan saya sudah selesai. Kata petugas tersebut, sudah pak sudah bisa diambil. Saya pun menuju ke lokasi, dan mengambil surat tersebut. Setelah saya tunggu lumayan lama karena hari itu banyak yang melegalisir surat, entah untuk keperluan apa, maka surat keterangan saya terima.

Masalahnya adalaaahhh…. setelah surat keterangan tersebut diberikan ke saya dan saya cek, ternyata keterangan peruntukan atau tujuan dalam surat keterangan tersebut tidak sama dengan surat permohonan saya, alias salah. Aduh, mana saya udah bayar lagi uang administrasinya. Saya pun kembali lagi ke loket tersebut dan sampaikan kepada mbak yg ada di loket. Saya sampaikan bahwa tujuan surat keterangan ini bukan seperti apa yang tertulis yaitu “Pengangkatan Sumpah Advokat”. Saya sampaikan bahwa tujuan surat ini sudah saya tulis di surat permohonan . Si Mbak itu kemudian mengusulkan untuk dirubah saja. Saya disuruh untuk menunggu.

Saya tunggu sekitar 2 jam surat tersebut tidak kunjung selesai. Saya kemudian bilang ke mbak nya jika lama sebaiknya saya tinggal saja. Ternyata benar, katanya Ketua Pengadilan sedang rapat, lha si mbak kenapa ga bilang dari tadi. Ya udah saya tinggal saja sambil saya minta no HP mbak nya. Karena esoknya libur panjang, mbaknya janjikan hari Senin tanggal 9 Mei 2016 sudah selesai. Saya tetap akan telpon dulu ke si mbak nya ini buat memastikan sebelum datang kembali.

10 Mei 2016 saya kembali ke PN Depok, setelah memastikan sebelumnya melalui telepon bahwa Surat Keterangan saya sudah selesai. Setibanya di lokasi saya langsung menuju ke loket pembuatan Surat Keterangan tersebut dan syukurlah surat tersebut sudah selesai. Setelah saya cek dan baca tidak ada kesalahan maka saya pun pulang. Kali ini tentu tidak bayar karena waktu itu saya sudah bayar.

Berikut penampakan dari Surat Keterangan tersebut (dalam format fotokopi dilegalisir, karena aslinya sudah terlanjur dikirim kepada yang meminta) :

Surat Keterangan Tidak Terlibat Pidana

Surat Keterangan Tidak Terlibat Pidana

 

Berdasarkan pengalaman saya ini, sepertinya tidak ada biaya atau pungutan resmi dalam pembuatan Surat Keterangan ini. Berbeda dengan SKCK yang menerapkan pungutan secara jelas dan transparan. Sehingga jika mengurus Surat Keterangan ke Pengadilan saya pikir tidak perlu memberikan uang administrasi.

Setelah saya amati tidak ada keterangan pungutan di Pengadilan dan tidak ada bukti terima untuk pembayaran saya itu. Yah itung-itung saya tidak tau dan terlalu baik saja. Lain kali jika mengurus Surat Keterangan tersebut sepertinya tidak perlu keluar biaya.

 

PS. Karena saya tidak sempat mengambil foto PN Depok, maka saya menggunakan foto dari web penulisbiru.blogspot.com Terimakasih.