Posts

bannerpaspor

Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Depok

Sebenarnya paspor saya baru akan habis nanti Juni 2017. Tapi karena suatu  keperluan maka saya butuh paspor yang masa berlakunya minimal 12 bulan.  Untuk itu saya browsing ke website Kantor Imigrasi, terutama Kantor Imigrasi (Kanim) di Depok, karena saya ingin perpanjang Paspor saya di Kanim Depok.

Setau saya ngurus paspor sekarang bisa online, namun saat saya hendak mencoba mengurus secara online pada tanggal 2 Oktober 2016 ternyata sedang ada masalah di sistem layanan paspor online. Sehingga saya tidak dapat mengurus paspor secara on-line. Terpaksa saya akan urus dengan mendatangi langsung Kanim Depok.

Untuk mengurus paspor secara online bisa dilihat di https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml

paspor-online

Sebelum saya ke Kanim Depok, saya cek apa saja persyaratan yang dibutuhkan untuk penggantian paspor atau perpanjangan ini. Syaratnya dapat dilihat DISINI, yaitu:

  1. Paspor Lama;
  2. Kartu tanda penduduk yang sah dan masih berlaku;
  3. Kartu Keluarga;
  4. Akta kelahiran atau akta perkawinan atau buku nikah (tercantum tanggal lahir), atau ijazah (SD, SMP, SMA) , atau surat baptis.

Selain itu terdapat informasi tambahan bahwa Seluruh lampiran tersebut di fotocopy dalam kertas ukuran A4 dan tidak dipotong biarkan lampiran dalam lembaran untuk dapat dimasukkan ke dalam mesin scan, Berkas persyaratan asli harus dibawa, dan Seluruh data dukung harus sinkron (nama, tempat tanggal lahir, alamat).

Semua persyaratan saya penuhi semua tanggal 2 Oktober 2016. Kemudian esoknya saya ke Kanim Depok, karena memang kebetulan hari Senin 3 Oktober saya punya waktu untuk urus Paspor ini.

Oh ya satu lagi yang sebaiknya disiapkan dan tidak dicantumkan dalam persyaratan adalah Materai. Walaupun di Kanim Depok jual materai, namun akan lebih baik jika kita sudah siapkan sebelumnya. Saya sendiri sudah siap dengan Materai tersebut.

 

Ke Kantor Imigrasi

Senin pagi sekitar pukul 07.00 saya sudah berada di Kanim Depok di Komplek Perkantoran Kota Depok Jl. Boulevard Raya Grand Depok City. Lokasi ini sudah lumayan familiar buat saya karena beberapa bulan lalu saya juga mengurus surat keterangan tidak di pidana di Pengadilan Negeri Depok yang lokasinya tidak jauh dari Kanim Depok. Artikel tentang mengurus surat keterangan tidak di pidana itu bisa dibaca DISINI.

Kantor Imigrasi Depok

Kantor Imigrasi Depok

Selain itu di tahun 2012 saya sudah mengurus Paspor di Kanim Depok, sehingga saya tau dimana lokasi Kanim Depok. Hanya saja sudah 4 tahun lalu, saya yakin sudah ada prosedur yang diubah.

Saat saya datang pukul 07.00 sudah ramai sekali. Setibanya dilokasi, saya langsung diarahkan ke sisi barat gedung. Lokasinya ada dibelakang pos jaga. Di lokasi sayap barat tersebut berupa undakan seperti tempat duduk penonton di stadion olah raga. Saya diarahkan untuk duduk sesuai dengan waktu kedatangan. selain itu saya juga diberi formulir untuk di isi dan map. Semua itu diberikan GRATIS, tidak seperti dulu harus diambil di Koperasi, sambil Fotocopy dan ada biayanya.

Pos Jaga di Kanim Depok

Pos Jaga di Kanim Depok

Di sisi barat Gedung itu kami sambil menunggu mengisi formulir yang diberikan. Selesai mengisi formulir saya di arahkan untuk melakukan pengambilan nomor antrian dan foto untuk antrian ke pos jaga. Pengantri yang diarahkan ke pos jaga ini dilakukan bertahap, sekitar per 20 orang antri menuju pos jaga.

Saat di pos jaga kita sampaikan tujuan kita untuk apa, dapat nomor antrian dan kemudian diarahkan untuk masuk ke ruang lobby atau ruang tunggu. Kami masuk melalui pintu samping di sisi Timur Gedung. Bukan dari pintu depan. Pintu Depan masih ditutup.

Saya dapat nomor antrian A 76. Di ruang tunggu ini saya antri untuk dipanggil periksa berkas. Sekitar pukul 08.00 lewat akhirnya proses pemanggilan untuk pemeriksaan berkas dimulai. Saya dipanggil sekitar jam 09.30 untuk diperiksa berkasnya. Nomor urut antrian dan foto wajah kita akan tampak di layar TV di sudut sebelah kanan ruangan. TV yang disudut sebelah kiri ruangan tunggu menayangkan tayangan televisi biasa. Saat urutan saya dipanggil maka tampak foto wajah saya di monitor TV… hehehee norak juga saya liatnya :)

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

 

Perbedaan Antrian Dengan Kondisi Tahun 2012

Antrian di tahun 2016 ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun 2012. Di tahun 2012 di loket antrian terdapat loket antrian untuk pengurusan pribadi dan pengurusan oleh biro jasa atau calo. Akibatnya untuk antrian oleh pribadi langsung mengalami antrian yang panjang dan lama. Saya sempat kesal waktu itu, sehingga kondisi tersebut saya laporkan kepada Wamenkuham saat itu Bpk. Denny Indrayana melalui akun twitternya. Beliau menanggapi dan menyatakan sistem seperti itu seharusnya tidak boleh. Namun sayangnya tetap saja terjadi. Syukur lah di tahun ini tidak ada pembedaan di loket antara pemohon pribadi dengan pemohon melalui biro jasa.

Perbedaan berikutnya adalah lama proses. Di tahun 2012, proses memakan waktu 3 hari. Hari 1, kita antri ambil formulir, isi formulir dan verifikasi dokumen. Hari ke 2 untuk wawancara dan ambil foto. Kemudian Hari ke 3 untuk mengambil Paspor yang sudah jadi. Di tahun 2016 ini hanya dibutuhkan waktu 2 hari saja. Hari 1, untuk ambil formulir, verifikasi dokumen, wawancara dan ambil foto. Hari ke 2 untuk pengambilan Paspor jika sudah selesai.

Secara umum proses ini menurut saya sudah jauh lebih baik dibandingkan proses perpanjangan paspor saya di tahun 2012.

 

Kekurangan dan Saran Perbaikan untuk Antrian.

Walaupun secara umum sudah cukup baik namun masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan untuk perbaikan. Saya amati proses yang paling memakan waktu justru adalah proses di awal yaitu Verifikasi Dokumen. Para pemohon paspor sebenarnya tidak perlu menunggu lama jika loket untuk proses verifikasi dokumen jumlahnya ditambah.

Saat saya mengurus perpanjangan paspor tanggal 3 Oktober 2016 loket untuk verifikasi dokumen hanya ada 2 petugas saja. Tepatnya ada di depan tengah ruang tunggu.

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

Jika saja loket untuk proses Verifikasi Dokumen ditambah maka saya yakin proses antrian juga dapat lebih dipersingkat lagi. Jika antrian proses Verifikasi Dokumen dipersingkat, maka saya yakin tidak perlu pemohon paspor datang atau hadir sebelum jam 7 pagi untuk antri formulir. Karena proses Verifikasi Dokumen inilah yang membuat antrian panjang dan mendorong pemohon untuk harus datang lebih awal atau pagi-pagi sekali.

 

Panggilan Verifikasi Dokumen dan Wawancara

Saya dipanggil untuk ke loket Verifikasi Dokumen sekitar pukul 09.30. Proses Verifikasi Dokumen tidak berlangsung lama. Semua dokumen yang saya bawa sudah sesuai dan tidak ada yang bermasalah. Alhamdulillah. Saya hanya perlu menambahkan isian di formulir yang masih belum saya isi. Selebihnya lancar-lancar saja.

Selanjutnya saya dapat nomor antrian C20 untuk wawancara dan foto. Proses wawancara dan foto dilakukan di ruangan kaca disisi sebelah kanan ruang tunggu.

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

Setelah  sekitar 30 Menit menunggu kemudian saya dipanggil untuk wawancara & foto. Proses pertama adalah wawancara, seperti biasa saja ditanyakan nama, tanggal lahir dan tujuan keperluan membuat paspor. Kemudian memastikan bahwa penulisan nama dan tanggal lahir sudah sesuai semua. Proses ini berlangsung tidak terlalu lama dan saya lalui dengan lancar.

Proses berikutnya adalah pengambilan foto dan sidik jari. Setelah wawancara saya duduk di kursi tunggu untuk pengambilan foto dan sidik jari. Saya menunggu sekitar 10 menit sebelum akhirnya dipanggil untuk foto dan sidik jari. Proses pengambilan foto sempat diulang entah kenapa, mungkin karena saya jelek :) kalo itu sih ga bisa diubah pak … mesti diedit pake aplikasi editor yang super canggih kali :) Kemudian pengambilan sidik jari pun berjalan lancar. Seluruh proses selesai sekitar pukul 10.30.

Selesai foto dan pengambilan sidik jari petugas memberikan form Bukti Pengantaran Pembayaran (1 lembar tapi terbagi dua bagian atas bawah yang sama persis, nanti yang bagian bawahnya disobek oleh Bank). Form kedua adalah Lembar untuk Pengambilan Paspor.

Bukti Pengantar Pembayaran

Bukti Pengantar Pembayaran

Form Pengambilan Paspor

Form Pengambilan Paspor

 

Saran Perbaikan di Bagian Wawancara dan Foto

Dalam proses ini saya ingin memberikan masukan bahwa proses ini sebenarnya bisa dipercepat. Saran saya proses Wawancara dan Foto dipisah tidak menjadi dalam satu kesatuan. Saat saya dipanggil untuk wawancara dan kemudian menunggu dipanggil untuk Foto, hingga kemudian selesai. Saya perhatikan petugas untuk wawancara tidak melakukan kegiatan wawancara untuk pemohon berikutnya. Saat saya selesai diwawancara oleh petugas itu dan kemudian menunggu untuk di foto, sampai kemudian saya di foto, saya perhatikan petugas yang melakukan wawancara tadi tidak melakukan pekerjaan lagi dan bisa bermain handphone.

Saya pikir akan lebih baik jika proses ini dipisah. Sehingga saat pemohon sudah selesai di wawancara dan kemudian menunggu untuk di foto, maka petugas wawancara sudah bisa memanggil pemohon berikutnya. Jadi antrian bisa berjalan kembali. Saya tidak tau apakah karena sistem di aplikasi ini adalah satu kesatuan sehingga harus seperti itu atau karena hal lain. Tapi saya yakin hal ini bisa dirubah agar proses alur kerja bisa lebih lancar dan cepat. Saya yakin proses akan berjalan lebih cepat jika petugas wawancara tidak perlu menunggu pemohon selesai sampai ambil foto untuk pemanggilan berikutnya.

 

Pembayaran Biaya Paspor

Satu hal yang saya patut acungi jempol adalah tidak ada lagi pungli atau pembayaran di luar biaya resmi. Pembayaran pun tidak dilakukan di Kanim akan tetapi pemohon lakukan penyetoran langsung ke Bank. Tidak ada lagi loket untuk menerima pembayaran, langsung uangnya masuk kas negara. Saya sangat kagum sekali dengan hal ini, tandanya perintah pak Presiden Jokowi sudah benar-benar di jalankan.

Pemohon diberikan waktu paling lambat 7 hari kerja untuk lakukan pembayaran. Saya melakukan pembayaran hari itu juga. Pulang dari Kanim Depok, saya mampir di ITC Depok karena disana banyak bank. Sayangnya tidak semua bank bisa menerima pembayaran tersebut. Saya nasabah Bank BCA tapi sayangnya di Ruko ITC Depok, BCA yang tersedia adalah kelas Kantor Unit bukan Capem (Cabang Pembantu), akibatnya saya tidak bisa setor melalui BCA.

Akhirnya saya coba bayar ke Bank Mandiri, karena saya sudah tidak lagi menjadi nasabah Bank Mandiri maka saya harus setor secara tunai. Di Bank Mandiri saya isi form transfer dan mengisi nomor kode di Bukti Pengantaran Pembayarab yaitu MPN G2 XXXXXXXX sebagai nomor kode rekening tujuan. Proses pembayaran berlangsung sederhana, mudah dan lancar. Namun saran saya akan lebih bagus lagi jika pemohon bisa menyetorkan melalui mesin ATM, sehingga akan semakin lebih mudah dan cepat lagi.

Biaya paspor yang saya bayarkan adalah Biaya Paspor Rp. 300.000,00 dan Biaya IT Biometrik Rp. 55.000,00 sehingga total saya setor sebesar Rp. 355.000,00 saya hanya perlu bayar biaya tersebut tanpa dikenakan biaya tambahan lainnya.

Selesai membayar melalui teller bank maka pemohon akan menerima bukti bayar berupa lembaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti berikut:

Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak

Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak

 

Pengambilan Paspor

Sesuai dengan komitmen Kanim Depok katanya Paspor akan selesai 3 hari setelah dilakukan pembayaran. Karena saya membayar hari Senin maka paspor saya bisa diambil hari Kamis. Namun karena kesibukkan saya baru bisa mengambil paspor hari Jumat pagi.

Pengambilan paspor dilakukan di Kanim Depok di loket khusus di sisi sebelah Timur bagian depan gedung. Di loket itu pemohon menancapkan kertas form pengambilan paspor berikut bukti setoran PNBP. Selanjutnya saya tunggu diluar untuk dipanggil. Saya datang sekitar pukul 08.00 dan sejam kemudian dipanggil untuk menerima Paspor saya yang sudah jadi.

Saat di loket untuk ambil Paspor saya disuruh petugas untuk tandatangani Paspor dihadapan mereka. Saya tidak mengerti bagaimana jika yang mengambil Paspor adalah orang yang diberi kuasa untuk mengambil, apakah syarat seperti itu merupakan kewajiban.

Selain menerima paspor pemohon juga akan menerima Tanda Bukti Pembayaran dari Kanim Depok. Paspor yang baru ini berwarna biru seperti biru UN (PBB). Saya senang dengan paspor yang baru ini.

Sampul Muka Paspor 2012 (Kiri) dan 2016 (kanan)

Sampul Muka Paspor 2012 (Kiri) dan 2016 (kanan)

Menurut saya Paspor yang sekarang ini jauh lebih bagus. Halaman untuk Identitas juga hologramnya lebih berkilat dan lebih jelas.

Halaman Identitas

Halaman Identitas

Selain itu halaman isi paspor juga lebih bagus dan menarik. Background-nya terdiri dari beragam tema tentang Indonesia. Ada Binatang khas Indonesia, Tanaman, Budaya seperti Ondel-ondel, Wayang dan lain-lain. Pokoknya paspornya jadi lebih bagus dan kreatif banget.

Di era pak Jokowi ini terasa banget perubahan di bidang pelayanan Paspor ini, seperti pelayanan yang lebih cepat, lebih ramah, tidak ada pungutan diluar tarif resmi dan dibayarkan langsung ke kas negara, bentuk tampilan paspor juga lebih menarik. Saya acungi jempol untuk perubahan ini. Namun demikian, tetap perlu ditingkatkan agar semakin baik lagi.

 

 

 

BPJS Ketenagakerjaan Ruko ITC Depok

Mancairkan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Depok

Gara-gara kantong saya lagi kempes, saya jadi teringat bahwa saya masih punya uang JHT di Jamsostek (dulu namanya Jamsostek) atau sekarang jadi BPJS Ketenagakerjaan. Saya ingat terakhir bekerja di Bank Saudara sekitar bulan September 2011, dan saat itu JHT Jamsostek saya tidak langsung dicairkan. Sehingga kalo dihitung2 di tahun 2015 ini sudah mengendap sekitar 4 tahun :)

Terakhir saya mencairkan uang JHT disekitar tahun 2010. Saat itu saya baru saja berhenti kerja di Bukopin. Kemudian sebelum kerja di Bank Saudara saya cairkan JHT itu sekaligus menutup akun Jamsostek saya tersebut.

 

Lokasi mencairkan

Saya perlu pelajari kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di Depok itu lokasinya ada dimana? Apakah masih seperti dulu atau sudah pindah ? sebab terakhir saya ngurus klaim JHT kan sudah 5 tahun lalu atau tahun 2010.

Setelah saya cek di http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/kanwil/904/KANWIL-JAWA-BARAT.html ternyata diketahui dari website tersebut bahwa alamat kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan kota Depok berada di:

DEPOK     JL. MARGONDA RAYA NO. 56 KOMPLEK RUKO ITC DEPOK NO. 19 – 20, DEPOK, DEPOK 16431, TELP: 021-77215101 s.d 02, FAKS: 021-77215103 s.d 04

Oh ternyata lokasinya masih sama dengan 5 tahun lalu alias belum pindah…

Kantor BPJS Ketenagakerjaan ITC Depok

Kantor BPJS Ketenagakerjaan ITC Depok

 

Syarat mencairkan

Sekitar awal Desember 2015 saya menuju ke kantor cabang BPJS ketenagakerjaan Kota Depok. Saya datang sekitar jam 9 pagi. Ternyata dalam sistem yang ada sekarang ini, kita tidak bisa datang begitu saja. Antrian yang ada saat itu sudah penuh dan sudah diatur sejak lama.

Jadi kita diharuskan untuk mendaftar dulu ke Satpam yang ada di depan pintu masuk kantor cabang tersebut, tuliskan nama, alamat, instansi terakhir bekerja dan no HP. Menurut Satpam yang bertugas, saya yang daftar pada awal Desember ini akan dipanggil melalui sms untuk diproses sekitar tanggal 29 Maret 2016…. Ehh buseettt…

Saya membayangkan prosesnya masih kayak tahun 2010 dulu, datang aja trus bisa proses hari itu juga. Ternyata sekarang sudah harus daftar dulu dan tunggu dipanggil.

Bayangan saya untuk dapat uang cash secara cepat pun sirna :)

Akhirnya saya daftarkan diri dalam buku register di meja pak Satpam itu, sambil meminta list persyaratan yang harus dipenuhi ketika nanti datang dipanggil untuk diproses.

List dokumen yang diminta sebagai persyaratan untuk mengajukan klaim JHT adalah:
1. Formulir JHT (F.5) yang telah diisi (ini diperoleh dan diisi nanti ketika dipanggil sesuai tanggal undangan untuk hadir)
2. Kartu Peserta (Asli)
3. KTP (Asli dan Foto Copy)
4. Kartu Keluarga (Asli dan Foto Copy)
5. Surat Keterangan Pemberhentian dari Perusahaan (Asli dan Foto Copy)
6. Buku Tabungan a/n Tenaga Kerja (Asli dan Foto Copy)
7. NPWP untuk saldo di atas 50 juta Rupiah (saya belom sampe segitu saldonya :D )

Akhirnya saya pun pulang menunggu panggilan di bulan Maret sesuai informasi dari pak Satpam.

 

Hari yang dinanti :)

Tanggal 15 Februari 2016, sehari setelah Valentine’s Day (haiyaahh…), saya menerima SMS yang membuat saya gembira… SMS itu dari kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok. Intinya saya diminta hadir tanggal 17 Februari 2016 dengan membawa dokumen lengkap untuk di proses.

Tanggal 17 Februari 2016 saya sudah meluncur ke TKP jam 9 pagi. Disana saya diminta oleh Satpam untuk menunjukkan SMS saya sebagai bukti telah dipanggil…. eh busee… masih kagak percaya yak gue dipanggil hari ini :) Untung tuh SMS belom saya buang, coba kalo sudah saya delete? Gimana coba??

So lesson learned dari hal ini…jangan cepet2 buang sms di inbox anda… sekalipun kadang itu sms menyakitkan dari mantan #Eeyyaaa…. simpen aja dulu, siapa tau bisa jadi bukti kalo lagi dibutuhkan.

Setelah saya tunjukkan SMS tersebut kemudian pak Satpam itu memberikan saya formulir JHT (F.5) untuk diisi. Formulir itu saya isi semua, dan saya kembalikan ke pak Satpam dengan disertai dokumen persyaratan lengkap.

Oh ya ada yang perlu kiranya disiapkan juga yaitu Materai. saya tidak tau kalo ada formulir yang harus dibubuhi materai. Saya tidak bawa materai, sehingga saya beli di Satpam disitu yang ternyata dia siap sedia atau jual materai, tentu harganya sudah berubah untuk materai Rp6000 sudah menjadi Rp8000. Jadi ada baiknya buat anda jika siapkan materai terlebih dahulu.

Setelah itu saya menunggu untuk dipanggil lagi. Saya menunggu di halaman luar di depan Ruko kantor cabang BPJS Ketenagekerjaan Kota Depok. Saya heran kok kita nunggu panggilan di luar emangnya ga ada ruangan untuk nunggu di dalam?

Ternyata saya menunggu untuk pengecekkan dokumen doang, setelah itu baru dapat nomor antrian dan bisa masuk ke dalam untuk antri. Jadi kita antri 2 kali…. :( Untuk pengecekan dokumen ini saya nunggu lumayan lama, kayaknya sejam lebih deh. Saya ampe bosen dan hampir ke abisan batere Handphone.

Setelah menunggu lama, akhirnya saya dipanggil, dokumen saya dinyatakan lengkap dan saya akan diproses berikutnya. Saya diberi nomor antrian 75. Ampuuunn masih antri lagi …. hmmmmm….

Saya liat jam, dikit lagi jam makan siang, ya udah saya pikir lebih baik saya tinggal makan siang dulu deh. Kebetulan Ruko kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan itu kan masih satu Komplek ama ITC Depok, maka saya cari makan siang di ITC aja.

Makan siang nyantai, setelah selesai masih sempet mampir liat2 DVD di ITC. Kemudian balik lagi lah ke kantor cabang BPJS tadi. Sekitar jam 1 an panggilan masih dinomor 50-an. Ya udah saya tunggu aja di luar.

Oh ya kenapa saya tunggu di luar? karena ruangan tunggu di dalam sempit banget dan saya sudah tidak kebagian kursi buat duduk menunggu. Akhirnya saya duduk diluar, sambil nunggu dipanggil.

Sekitar nomor antrian no 60 sekian saya mulai masuk, kursi didalam juga ada yang kosong. Ada 3 meja Customer Service yang tersedia, namun petugas yang melayani hanya 2 orang saja, sepertinya yg 1 tidak ada atau tidak masuk kerja. Saya menunggu sampai akhirnya giliran saya pun tiba.

Antrian di Customer Service

Antrian di Customer Service

Pas giliran saya dipanggil, teryata saya dilayani oleh mas yang di meja tengah. Mas tersebut melakukan beberapa konfirmasi atas beberapa hal dalam formulir. Mas itu tidak terlalu ramah sih, namun dia mencoba untuk becanda dengan saya, sayangnya saya udah ga mood untuk bercanda. Apalagi candaan si mas itu garing banget.

Dia tanya: “oh dulu kerja di Bank Saudara? Saudara nya siapa? Saudara nya mas?” Saya diem aja, males melayani candaannya. Jujur aja saya udah bete dan males ama prosedurnya yang bertele-tele dan banyak antri, plus kantornya sempit banget. Belum lagi candaannya selain garing, orangnya juga ga enak banget buat becanda. Saya bener2 males ngobrol ama dia, jadi ngomong seperlunya aja.

Tidak lama selesai proses dengan mas itu, dia katakan uang akan ditransfer ke rekening maksimal berapa hari kerja gitu saya lupa. Ya sudah setelah semua diproses saya pun pulang….

Tanggal 19 Februari 2016 ternyata uang sudah masuk ke rekening saya. Ternyata cepet juga untuk proses pencairan ke rekeningnya, yang lama dan melelahkan adalah proses klaim ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan nya saja.

 

Saran untuk KC BPJS Ketenagkerjaan Kota Depok

  • Sebaiknya BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok segera mencari dan mempunyai kantor baru yang lebih representatif. Dalam artian yang lebih besar dan lebih memadai. Sehingga orang yang mengurus BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih nyaman.
  • Proses administrasi agar dipersingkat dan dipermudah. Selain banyaknya dokumen yang harus dibawa, juga pemeriksaan dokumen seharusnya bisa dipersingkat. Sehingga antrian tidak perlu sampai dua kali.
  • Jumlah Petugas juga sebaiknya ditambah. Sehingga antara pengunjung dan petugas juga berimbang. Masa dari dulu jumlah pengunjung semakin banyak atau terus nambah tapi yang melayani tetap segitu-segitu aja.

Sekarang adalah eranya pelayanan yang berkualitas, jangan mentang-mentang BPJS Ketenagakerjaan itu keharusan dan ga ada yang lain lagi (mirip monopoli), maka pelayanan seperti sudah “given” dan jalan gitu-gitu aja tanpa inovasi dan peningkatan. Ini bukan eranya pelayanan ala PNS jaman dulu.

Kunci utama usaha jasa adalah Pelayanan, pelayanan yang buruk akan sangat berpengaruh kepada bisnis. Apalagi masyarakat sekarang semakin kritis dan cerdas.