Posts

catkeu_input

Tips Membuat Catatan Keuangan Pribadi

Kali ini saya ingin men-share bagaimana saya mencatat keuangan pribadi. Saya ini termasuk orang yang sangat senang mencatat, mengkompilasikan, atau mendokumentasikan banyak hal. Termasuk salah satunya mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan saya.

Entah mengapa saya suka sekali dengan segala sesuatu yang tertata, terdata dan terarsip dengan baik. Selain rasanya memberikan kepuasaan tersendiri juga memberikan rasa tenang, senang dan puas bagi diri pribadi.

Salah satu yang saya suka catat adalah dalam hal keuangan, saya suka mencatat pemasukan dan pengeluaran saya. Selain itu saya juga suka menyimpan kwitansi, struk belanja, bon-bon, receipt dan lain-lain. Aktivitas ini mulai saya lakukan secara lebih sistematis sejak saya bekerja di tahun 2002. Hal itu mungkin karena selain saya sudah mulai memiliki pemasukan yang pasti juga karena lingkungan kerja saya di bank membuat saya semakin senang mencatat dan mengarsipkan.

Selain itu pencatatan keuangan ini sangat berguna buat saya pribadi dalam merencanakan dan mengalokasikan penggunaan dana saya setiap bulan. Selain itu ini juga salah satu bentuk transparansi pengelolaan keuangan diri saya, karena jika suatu saat saya perlu mempertanggungjawabkan keuangan saya, maka saya dapat pertanggungjawabkan semuanya dengan transparan. Dari catatan saya itu saya bisa mengetahui kemana uang saya dipergunakan dan darimana saja sumber nya, tidak ada yang disembunyikan.

Dalam mencatatkan keuangan saya itu, saya gunakan aplikasi Microsoft Excel. Saya memiliki rencana untuk membuat aplikasi khusus guna pencatatan keuangan ini, tapi waktunya belum ada untuk pelajari atau mengembangkannya. Jadi hingga kini saya masih gunakan saja yang sederhana dan mudah . Namun demikian file yang tersaji saat ini sudah merupakan bentuk penyempurnaan dan perbaikan dari tahun ke tahun.

 

Jika berminat untuk menggunakan file catatan keuangan tersebut, maka silahkan diunduh DISINI.

 

Selanjutnya bagaimana menggunakan file catatan keuangan ini?

Buka file Catatan Keuangan tersebut kemudian isi nama, Bulan dan Tahun periode keuangan yang ingin dicatat.

catkeu_input

 

Dalam sistem Catatan Keuangan yang saya kembangkan ini sebenarnya terdiri atas 2 bagian besar yaitu:
I. Posisi KEUANGAN dan
II. PENGELUARAN

Untuk Bagian I yaitu Posisi Keuangan terdiri dari 2 bagian yaitu:
A. Saldo Bulan Sebelumnya
B. Pemasukan

A. Saldo Bulan Sebelumnya pada intinya mencatatkan jumlah uang kas dan setara kas di bulan sebelumnya. Termasuk disini posisi catatan keuangan pada rekening di bulan sebelumnya, yang tercatat di akhir bulan bersangkutan (misalnya tanggal 30 atau 31). Khusus untuk Bulan Januari awal tahun, maka Saldo Bulan Sebelumnya menggunakan saldo posisi 31 Desember tahun sebelumnya.

Adapun untuk jumlah rekening yang akan dicatatkan dapat disesuaikan dengan jumlah rekening yang dimiliki. Jika masih diperlukan tambahan baris untuk rekening lain maka bisa ditambahan baris (row) baru.

Selanjutnya bagian B. Pemasukan, adalah mencatatkan sumber-sumber pemasukan yang diperoleh setiap bulan. Bisa berupa pemasukan tetap seperti Gaji dan bunga Bank (jika memiliki rekening tabungan), atau pemasukan tidak tetap  seperti honor dan lain-lain. Jika masih kurang dan terdapat sumber pemasukan lainnya, maka bisa ditambahan baris (row) baru.

catkeu_pemasukan

 

Untuk Catatan Keuangan per bulan di bagian II. PENGELUARAN, terdiri atas 6 pos pengeluaran, yaitu:
C. Rutin Rumah Tangga
D. Personal
E. Transport
F. Kesehatan
G. Debt/Hutang
H. Lain-Lain/Non Rutin

Dimana untuk  pengeluaran “C. Rutin Rumah Tangga” merupakan catatan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga rutin setiap bulan. Isi nya dapat berupa pencatatan seperti pos Belanja Harian, SPP anak, Transport & makan Anak, Listrik, Telepon Rumah, Gaji Pembantu, Iuran Keamanan, Iuran Kebersihan, Belanja Bulanan dll yang tentunya pos tersebut dapat ditambahkan atau dikurangi sesuai kondisi anda masing-masing.

Saya membuat contoh dalam catatan keuangan ini untuk keluarga dengan istri dan anak. Sedangkan untuk saya sendiri yang masih lajang, tentu pos pengeluarannya makin lebih sederhana dan lebih simpel. Sehingga bagi yang lajang seperti saya bisa dikurangi jumlah pos-posnya.

Untuk pos Belanja Harian ini maksudnya adalah catatan atas pengeluaran rutin belanja rumah tangga harian seperti untuk kebutuhan masak. Di contoh saya masukkan belanja harian setiap harinya Rp. 100 ribu. Tentunya ini akan bervariasi di setiap keluarga dan juga berubah-ubah setiap harinya, tergantung belanjanya. Silahkan di input sesuai kondisi belanja sehari-hari di lajur kolom sebelah kanan catatan keuangan dibawah kolom “Belanja Harian”.

Mengapa saya buat ada kolom khusus? karena belanja setiap hari bisa berbeda jumlahnya. Sehingga untuk pos di catatan keuangan per bulan adalah hasil penjumlahan kumulatif dalam satu bulan.

Demikian pula untuk pos “Transport dan jajan anak” saya buatkan kolom serupa dengan Belanja Harian yang merupakan hasil penjumlahan kumulatif satu bulan dan akan masuk ke pos “Transport dan jajan anak”.

catkeu_pengeluaran

Untuk pos lain seperti SPP Anak, Listrik, Telepon Rumah, Gaji Pembantu dll menurut saya itu dilakukan sekali pembayaran, sehingga tidak perlu dibuat kolom seperti pos Belanja Harian dan Transport & jajan Anak.

bagi yang lajang biasanya ada yang tinggal di tempat kos atau ngontrak, saya biasanya memasukkan pos pengeluaran ini di bagian “C. Rutin Rumah Tangga”

 

Kemudian untuk bagian pengeluaran “D. Personal” adalah catatan pengeluaran untuk keperluan pribadi/diri sendiri. Misalnya adalah pos untuk Makan Siang, Belanja Kecil, Pulsa Ponsel, Zakat/Sadakah, Biaya Bank dan lain-lain.

Pos pengeluaran personal ini tentunya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Anda dapat menambah atau mengurangi sesuai kebutuhan.

Khusus untuk pos pengeluaran makan siang, jika mungkin anda bekerja dan ada pengeluaran makan siang, karena pos ini bervariasi setiap hari maka kembali kita buat kolom di sebelah kanan yang merupakan penjumlahan dari pengeluaran makan siang setiap hari. Sehingga pos makan siang di catatan keuangan adalah penjumlahan atau sudah kumulatif selama sebulan.

Sedangkan untuk pos Ponsel tidak perlu di isi di kolomnya akan tetapi diisi di kolom SIM Card di bawahnya. Misalnya anda memiliki 2 SIM Card maka isikan masing-masing SIM Card berapa pengeluarannya. Nanti di Kolom Ponsel akan langsung menjumlahkan. Jika memiliki lebih dari 2 SIM Card atau misalnya SIM Card anak anda dibayarkan oleh anda, maka dapat ditambahkan baris baru untuk mencatatkan SIM Card yang lain.

catkeu_DE

Pos pengeluaran selanjutnya adalah “E. Transport”. Pos ini merupakan catatan yang terkait masalah transportasi atau kendaraan yang dimiliki. Komponen di dalam pos ini adalah pos Gaji Supir, Bensin, Parkir, biaya tol, Perawatan Cuci dll, Bengkel atau mungkin biaya tansportasi Umum.

Kembali semua pos tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan, Jika anda tidak punya supir maka pos tersebut dapat dibuang. Kemudian jika kendaraan yang dimiliki adalah sepeda motor tentunya tidak ada pengeluaran untuk Tol. Jika ada pengeluaran lain yang belum dimasukkan silahkan ditambahkan.

Khusus untuk Pos Transportasi Umum mengingat pengeluarannya adalah harian maka kembali lagi untuk dibuat kolom pencatatan harian agar dicatatkan per hari kemudian dijumlahkan selama satu bulan. Hasil penjumlahan selama satu bulan itulah yang akan masuk dalam pos Transportasi Umum.

 

Pos pengeluaran berikutnya adalah “F. Kesehatan”. Pos ini untuk mencatat pengeluaran terkait dengan kesehatan. Diantaranya biaya Dokter, pengeluaran untuk Obat-obatan / Vitamin, perawatan Gigi dan mungkin Premi Asuransi. Dalam contoh disini biaya BPJS Kesehatan saya asumsikan sudah ditanggung perusahaan, sehingga saya tidak masukkan disini.

Silahkan untuk melakukan modifikasi di pos ini, anda dapat menambahkan dan mengurangi pos sesuai kebutuhan.

catkeu_F

Bagian berikutnya adalah pos yang “sangat” penting yaitu “G. Debt/Hutang”. Pos ini mencatat pengeluaran untuk pembayaran hutang atau pinjaman yang dimiliki. Diantaranya bisa berupa Kartu Kredit, Pinjaman KTA. Cicilan Rumah, Cicilan Mobil dan lain-lain.

Ada pribadi yang tidak mau memiliki hutang atau tidak memiliki kartu kredit, dengan demikian pos untuk ini dapat dikosongkan saja. Akan tetapi dalam kehidupan seperti jaman sekarang ini, jarang sekali ada pribadi yang terbebas dari pinjaman atau hutang. Sehingga pos ini perlu dicatat dan menjadi perhatian serius.

Berdasarkan pengalaman saya dan referensi yang saya baca, pengeluaran untuk membayar hutang sebaiknya tidak boleh lebih dari 30% pendapatan/pemasukan. Dengan kata lain, sebaiknya dari pendapatan anda sebaiknya 30% dialokasikan untuk Simpanan atau saving.

catkeu_G

 

Pos pengeluaran terakhir adalah “H. Lain-Lain/Non Rutin “ dimana dalam pos ini menampung pencatatan pengeluaran di luar semua item yang sudah disampaikan sebelumnya. Selain itu sifat dari pengeluaran yang dicatat dalam pos ini bersifat non-rutin.

catkeu_H

 

Bagian terakhir adalah I. Total dari seluruh pengeluaran (C + D +E +F +G +H). Kemudian Total Pemasukan (B) dikurangi dengan Total Pengeluaran (I)  maka hasilnya adalah Saldo Bulan tersebut.

Sementara untuk mendapatkan Saldo total dana yang dimiliki hingga akhir bulan tersebut maka Saldo Bulan Sebelumnya (A) + Pemasukan (B) – Total Pengeluaran (I).

 

Jangan lupa untuk memastikan perhitungan sudah benar, terutama untuk persentase, maka setiap angka persentase disetiap sub total per pos harus selalu sama seperti berikut ini:

catkeu_sama

 

Demikian file catatan keuangan saya yang dibuat secara sederhana, semoga dapat membantu dan berguna bagi anda yang ingin mencatatkan keuangannya dengan lebih sistematis dan terarsip dengan baik.