Posts

bannerperpus

Mengunjungi Gedung Perpustakaan Nasional RI yang Baru dan Menjadi Anggota

Setelah saya mengetahui dari berita di media bahwa Presiden RI Bapak Joko Widodo telah meresmikan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, tanggal 14 September 2017, maka saya pun tertarik untuk mengunjungi gedung perpustakaan tersebut.

Bapak Presiden Republik Indonesia dengan Kartu Anggota Perpustakaan Nasional

Bapak Presiden Republik Indonesia dengan Kartu Anggota Perpustakaan Nasional (Foto: Antara)

 

Kabarnya gedung perpusnas itu terdiri atas 24 lantai (27 lantai plus basement) disebut-sebut sebagai gedung tertinggi di dunia untuk kategori perpustakaan.

Saya kemudian mengatur rencana agar bisa berkunjung kesana. Tanggal 18 September 2017 akhirnya saya berkesempatan untuk  mampir ke gedung fasilitas layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sepulang dari suatu urusan, maka saya sempatkan mampir ke Perpustakaan tersebut. Lokasinya berada di Medan Merdeka Selatan, sejajar dengan kantor Gubernur DKI Jakarta atau Balaikota. Jika anda tau lokasi gedung Balaikota maka tidak sulit bagi anda untuk mengunjungi Gedung Perpustakaan ini.

Jika anda menggunakan Trans Jakarta anda bisa turun di Halte Balaikota, kemudian menyeberang ke gedung Perpusnas ini. Sementara jika anda menggunakan Kereta Commuter Line, anda bisa turun di stasiun Gondangdia, kemudian jalan kaki kearah jalan Kebon Sirih. Saya sendiri tidak tau apakah gedung Perpusnas ini memiliki akses masuk dari Jl. Kebon Sirih. Sebab waktu itu saya naik KCL dan jalan kaki dari stasiun Gondangdia, kemudian saya masuk ke komplek DPRD/Balaikota di jalan Kebon Sirih trus keluar di depan Balaikota di Medan Merdeka Selatan untuk kemudian jalan masuk ke Perpusnas lewat gerbang depan.

 

Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Baru)

Setibanya disana, saya langsung diarahkan untuk melalui gedung yang lama. Gedung perpustakaan yang lama adalah bangunan lama peninggalan Belanda. Di dalam gedung lama ini kita disambut dengan ruang tamu kuno khas jaman dulu, dimana tersedia deretan foto-foto koleksi PNRI.

 

Kemudian terdapat pula sejumlah ruangan-ruangan seperti ruangan diorama atau presentasi gitu, saya ngga ngerti apa namanya.
Foto-fotonya bisa dilihat seperti berikut :

 

Saya asyik menjelajah gedung lama ini. Saya masuk juga ke toiletnya untuk melihat bagaimana kondisi toiletnya. Semuanya bagus rapih dan bersih.

 

Sambil menunggu pak Darsum, teman saya yang katanya mau ketemu di Perpusnas ini, maka saya melanjutkan melihat-lihat koleksi foto-foto jaman dahulu terutama foto  presiden RI pertama Sukarno yang dipajang di salasar.

 

Setelah puas di gedung lama, maka saya lanjutkan ke gedung baru yang merupakan gedung utama.

Dari gedung lama ke gedung baru melalui pintu kaca ini

Dari gedung lama ke gedung baru melalui pintu kaca ini

 

Wuihhh gedungnya memang megah sekali. Belum masuk saja di pintu depan atau di teras gedungnya sudah keliatan kalo megah banget.

Gedung baru yang megah

Gedung baru yang megah

 

Tentu saja ga mau rugi udah sampe sini, maka sempatkan diri dulu untuk ber-narsis ria alias ber-swafoto.

 

Masuk ke dalam di lobby nya makin takjub dengan kemegahan Perpustakaan Nasional ini. Yang paling mencolok adalah dua pilar besar yang berdiri sampai langit2, merepresentasikan sebuah “rak buku raksasa”. Di rak tersebut tersimpan buku-buku sungguhan.

Pilar besar di lobby utama

Pilar besar di lobby utama

 

Dilangit-langit lobby terdapat gambar atau hiasan berwujud peta Indonesia, kerennnn banget. Saya senang dengan lobby gedung ini, terkesan megah, mewah dan modern. Pokoknya keren banget lah.

Hiasan di langit-langit bertema peta Indonesia

Hiasan di langit-langit bertema peta Indonesia

 

Narsis @Lobby

Narsis @Lobby

Kemudian di Lobby ini kita bisa temukan resepsionis atau penerima tamu. Berikut juga dengan direktori lantai di gedung perpustakaan ini.

Lantai 1  : Lobby Utama
Lantai 2  : Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater
Lantai 3  : Zona Promosi Budaya Baca
Lantai 4  : Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan
Lantai 5  : Ruang Pustakawan
Lantai 6  : Data Center
Lantai 7  : Layanan Anak, Lansia Dan Disabilitas
Lantai 8  : Layanan Audiovisual
Lantai 9  : Layanan Naskah Nusantara
Lantai 10 : Layanan Deposit
Lantai 11 : Monograf Tertutup
Lantai 12 : Ruang Baca Pemustaka
Lantai 13 : Layanan Repositori Terbitan Karya Indonesia
Lantai 14 : Layanan Koleksi Buku Langka
Lantai 15 : Layanan Referens
Lantai 16 : Layanan Koleksi Foto, Peta Dan Lukisan
Lantai 17–18 : Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Lantai 19 : Layanan Multi Media
Lantai 20 : Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Bidang Ilmu Perpustakaan
Lantai 21-22: Layanan Monograf Terbuka
Lantai 23 : Layanan Koleksi Bangsa-bangsa di Dunia Dan Majalah Terjilid
Lantai 24 : Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Eksekutif Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara

 

Dari laman situs www.pnri.go.id dapat saya peroleh informasi bahwa gedung fasilitas layanan perpustakaan ini dirancang dengan konsep Green Building dengan indeks konsumsi energi (IKE) 150 kwh/mm2 per tahun, dilengkapi dengan teknologi kabel jaringan data kategori 7 (CAT-7) serta perangkat jaringan aktif yang mampu mentransfer data sampai dengan 100 Gbps.

Selain itu fasilitas layanan perpustakaan yang disediakan merupakan perpaduan layanan inklusif, diversifikasi layanan, berbasis komunitas yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Layanan inklusif didesain untuk melayani penyandang disabilitas dari segi sarana prasarana, koleksi, maupun ruangan khusus bagi disabilitas tuna netra.

Kabarnya reading area anak-anak didesain secara apik, menarik dan colorful. Lukisan mural yang diambil dari cerita rakyat menghiasi pilar-pilar di area baca tersebut. Reading area anak-anak juga menyiapkan ruang khusus laktasi (menyusui) sehingga para ibu tidak perlu kuatir saat mendampingi buah hatinya bermain, membaca,

bereksplorasi maupun berkreasi di panggung kreasi yang sangat kondusif bagi pengembangan literasinya. Sedangkan, bagi para pengunjung lansia diberikan pelayanan khusus, termasuk koleksi maupun petugas yang mendampinginya.

Fasilitas layanan Perpusnas dilengkapi data center koleksi dengan Teknologi Tier 3 dan telelift (system transportasi buku secara otomatis), ruang pameran (galeri), teater, aula berkapasitas 1.000 kursi, ruang telekonferensi, dan ruang-ruang diskusi yang dapat digunakan oleh para komunitas literasi.

 

Membuat Kartu Keanggotaan

Setelah menunggu sekian lama akhirnya teman saya datang, maka kami naik ke lantai 2 yaitu Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater. Saya berminat untuk membuat kartu anggota di perpustakaan nasional ini.

Ruang Layanan Keanggotaan

Ruang Layanan Keanggotaan

 

Di lantai 2 ruangan untuk layanan keanggotaan cukup luas dan sangat modern. Di ruangan tersebut tersedia puluhan komputer untuk mengisi formulir pendaftaran langsung.

 

Selain itu toilet di gedung baru ini juga bagus dan bersih, tidak kalah dengan toilet di gedung perkantoran. Semoga saja bisa dirawat dengan baik seterusnya.

 

Setelah mengisi formulir maka kita akan mendapatkan nomor antrian. Saya sendiri mendapat nomor antrian cukup jauh, karena datang siang hari. Sehingga saya baru dipanggil sore hari menjelang Perpusnas tutup. Saat dipanggil ke meja pelayanan disana kita di Foto dan di konfirmasi atas beberapa data. Tidak lama kartu anggota pun dicetak. Proses pembuatan Kartu anggota ini tidak dipungut biaya alias gratis. Adapun masa keanggotaannya sampai 10 tahun.

Menurut info dari PNRI kartu anggota perpustakaan ini dikembangkan secara mutakhir berbasis radio frequency identification (RFID). Bahkan seluruh pengelolaan koleksi di setiap lantai menggunakan RFID. Penggunaan teknologi RFID sebagai sarana pengamanan dan inventori koleksi. Fasilitas layanan perpustakaan juga memberikan kemudahan bagi pemustaka yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang dengan limit waktu tertentu (open access).

Berikut penampakan kartu anggota saya.

Kartu Anggota Perpustakaan Nasional RI

Kartu Anggota Perpustakaan Nasional RI

 

Selain datang langsung ke gedung layanan perpustakaan nasional maka kita juga bisa melakukan pendaftaran keanggotaan secara online. caranya:
1. Mendaftar dahulu di http://keanggotaan.pnri.go.id/daftar.aspx dan mendapatkan nomor keanggotaan PNRI.

Keanggotaan Online

Keanggotaan Online

2. Kemudian masuk ke e-resources.pnri.go.id untuk mendaftarkan username dan password dengan menggunakan nomor keanggotaan PNRI yang telah didapat.

E-resources

E-resources

Pihak Perpustakaan akan mengirimkan email aktivasi akun anda, dan anda sudah bisa menggunakan fasilitas perpustakaan nasional RI.

Mengapa saya antusias mendaftar menjadi anggota di Perpustakaan Nasional RI? Karena Perpustakaan Nasional RI telah melanggan beberapa Database Jurnal Nasional dan Internasional terkemuka untuk berbagai bidang ilmu.
Di antaranya:
1. Alexander Street Press
2. Alexander Street Video
3. Balai Pustaka
4. Brill Online
5. Cambridge University Press
6. Cengage Learning
7. Ebrary
8. Ebsco Host
9. IGI Global
10. IG Publishing
11. Indonesia Heritage Digital Library
12. Digital Angkasa
13. Lexis Nexis
14. Myilibrary
15. Proquest
16. Sage Knowledge
17. Taylor & Francis
18. Ulrichs
19. Westlaw

(IG Group mencakup koleksi American Library Association, American Society for Training &  Development, Amsterdam University Press, Business Expert, Columbia University Press, Hawai, ISEAS, Liverpool University Press, Nias Press, Princeton University Press, RIBA Architecture, dan University Of California Press)

Seluruhnya dapat diakses di Digital Library PNRI http://e-resources.pnri.go.id

Saya sendiri merasa butuh untuk mengakses jurnal-jurnal tersebut. Sehingga saya pikir perlu untuk menjadi anggota di Perpustakaan Nasional RI.

Status Keanggotaan saya

Status Keanggotaan saya

 

Demikianlah sharing pengalaman saya berkunjung ke gedung fasilitas layanan perpustakaan nasional yang baru diresmikan Presiden RI Bapak Joko Widodo. Sangat menarik untuk menjadi alternatif untuk wisata edukasi yang layak dikunjungi di Jakarta.

Bersama pak Darsum di depan Gedung Perpusnas

Bersama pak Darsum di depan Gedung Perpusnas

Call Center PNRI National Digital Library
0800-1-737787
(Name & Membership ID)

Link
http://www.pnri.go.id/beranda/
http://e-resources.perpusnas.go.id/index.php
http://keanggotaan.perpusnas.go.id/

 

 

Sumber referensi:
Presiden Jokowi Resmikan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional RI
http://www.pnri.go.id/2017/09/presiden-jokowi-resmikan-gedung-fasilitas-layanan-perpustakaan-nasional-ri/

 

 

banner

Membeli Buku Bekas di Toko Buku Daring (Online) di Luar Negeri

Saya sering membutuhkan buku teks (text book) terbitan dari luar negeri yang berbahasa Inggris. Terutama terkait dengan pekerjaan saya di Badan Regulator PAM dan kuliah pasca sarjana sekitar tahun 2013-2015. Mengingat kebutuhan tersebut maka saya biasanya membeli buku teks di toko buku di Indonesia. Sayangnya kalo di toko buku mainstream buku yang dijual tentunya buku terbitan lokal dan kalo pun ada buku teks terbitan luar negeri maka harganya sangat mahal.

Mensiasati harga buku terbitan luar negeri yang mahal biasanya adalah dengan mencari bajakannya yang fotokopian. Tapi kan ketersediannya terbatas, buku seperti itu biasanya harus dicari di tempat fotokopian sekitar kampus. Itupun judulnya terbatas pada buku yang populer diperkuliahan. Biasanya saya butuh buku yang justru jarang dijual dan dipakai. Mau order atau beli langsung di Amazon pun mahal harganya.

Awalnya saya beli buku teks bahasa Inggris di toko daring (online) Periplus. Di Periplus yang dijual buku baru. Tapi ternyata bukunya juga tidak semuanya tersedia di gudang di Jakarta/Indonesia. Ada buku yang tetap harus dipesan dari Luar Negeri, akibatnya saya harus menunggu lama dan harganya juga tetap harga buku baru yang relatif mahal.

Saya kemudian coba juga browsing di Ebay untuk mencari-cari buku yang saya minati. Di Ebay memang ada buku teks baik yang baru dan bekas. Tapi saat itu (sekitar tahun 2013) harga di Ebay untuk buku-buku yang dijual masih relatif mahal dan yang berat adalah ongkos kirimnya yang juga mahal. Bahkan ada beberapa penjual yang tidak mau kirim ke Indonesia. Entah mengapa, apakah karena banyak fraud kartu kredit dari Indonesia atau karena layanan pengirimannya ke Indonesia yang bermasalah.

Akhirnya saya terpaksa “ubek-ubek” di berbagai website lagi, untuk mendapatkan buku-buku teks terbitan luar dengan harga “miring”. Ternyata saya temukan banyak sekali toko buku daring (online) yang menjual beraneka ragam buku baik baru maupun bekas, dan beberapa diantaranya bisa kirim ke Indonesia. Dari hasil penelusuran dan pengalaman membeli buku bekas dari luar negeri (terutama sekitar tahun 2014-2015), maka ada 4 toko buku daring tempat saya membeli buku. Toko buku daring tersebut adalah:

https://www.betterworldbooks.com/
http://www.biblio.com
https://www.abebooks.com/
https://www.thriftbooks.com/

Dari 4 toko buku daring tersebut tidak terdapat alasan khusus saya mengapa saya membeli disana. Sebagian besar saya kunjungi dan saya beli karena koleksi buku yang saya cari kebetulan adanya atau ketemunya di toko daring tersebut.

Namun dalam artikel ini saya ingin menceritakan dan mengulas toko buku daring tersebut dari segi tampilan, Koleksi, Harga buku/ongkir, Pembayaran, Pengiriman dan layanan keluhan.

Biblio Website

Biblio Website

 

Tampilan/Pencarian

Dari segi tampilan menurut saya ke empat website toko buku daring ini tidak memiliki perbedaan yang besar. Menurut saya semuanya sama menarik. Walaupun kalau untuk tampilan saya pribadi suka dengan betterworldBooks.com dan yang kedua Thriftbooks.com karena lebih simpel.

Selain tampilan yang simpel, saya suka kedua website tersebut karena mesin pencarian untuk koleksi bukunya cukup sederhana (1 field untuk input). Di mesin pencarian tersebut sudah langsung mencari berdasarkan title (judul), author (pengarang) dan ISBN. Sementara untuk Biblio.com dan Abebooks.com keduanya masih memisahkan mesin pencarian. Jadi Jika ingin mencari berdasar nama pengarang ada field-nya sendiri, berdasarkan author (pengarang) ada field-nya sendiri yang lain, begitu juga ISBN terdapat field sendiri.

Betterworlds website

Betterworlds website

 

Koleksi Judul

Berikutnya dalam segi koleksi buku yang tersedia. Saya bisa dapatkan informasi di halaman website mereka kalau Thriftbooks.com mengklaim memiliki lebih dari 7 Juta buku bekas yang tersedia dan sudah 80 juta buku bekas yang terjual. Tiga toko buku lainnya saya tidak tau angka pastinya.

Saya kemudian melakukan pengujian kecil-kecilan. Saya melakukan pencarian buku dengan kata kunci pengarang “Hans Kelsen” ternyata diperoleh hasil:

betterworldbooks.com = 48 buku
biblio.com = 422 buku
abebooks.com = 1117 buku
thriftbooks.com = 21 buku

Kemudian saya mencari lagi buku dengan kata kunci untuk pengarang “Steven Vago”.

betterworldbooks.com = 23 buku
biblio.com = 161 buku
abebooks.com = 271 buku
thriftbooks.com = 7 buku

Dari pencarian dengan menggunakan nama dua pengarang tersebut dapat dilihat bahwa ternyata koleksi buku bekas yang saya cari faktanya paling banyak dimiliki oleh abebooks.com dan kemudian diikuti oleh biblio.com.

Abebooks Website

Abebooks Website

 

Harga buku dan Ongkos Kirim

Untuk harga buku dan ongkos kirim, saya akan coba bandingkan (pada tanggal 16 April 2017) dengan mencari buku “Law & Society” 7th edition karangan Steven Vago. Hasilnya adalah:

Harga Buku Ongkir Total
betterworldbooks.com 10.48 USD Free 10.48
biblio.com 2.99 USD 16.50 USD 19.49
abebooks.com 3.35 USD 5.99 USD 9.34
thriftbooks.com 3.79 USD 4.99 USD 8.78

Dari uji pencarian tersebut maka saya mendapatkan buku “Law & Society” 7th edition karangan Steven Vago yang paling murah harga totalnya (buku+ongkir) adalah di toko Thriftbooks.com.
Jika berdasarkan harga buku yang paling murah maka biblio.com paling murah harganya, akan tetapi ongkir nya paling mahal.
Sedangkan jika melihat ongkir yang paling murah maka betterworldbooks.com menawarkan ongkir Free, tetapi harga bukunya paling mahal. Jadi sesungguhnya sama aja betterworldbooks.com sudah mensiasati, kesannya free ongkir tapi sesuangguhnya harga bukunya sudah mencakup ongkir.

Thrift Deals Website

Thrift Deals Website

 

Pembayaran

Untuk pembayaran semua menggunakan kartu kredit. Sebenarnya saya berharap akan lebih baik jika saya bisa membayar menggunakan paypal. Akan tetapi karena semua toko buku ini tidak bekerjasama dengan paypal, maka saya terpaksa gunakan kartu kredit. Alhamdulilah sejauh ini transaksi di keempat toko tersebut aman. Semoga saja tingkat keamanan transaksi di toko buku bekas daring tersebut selalu aman.

 

Pengiriman

Nah persoalan yang lain yang sangat penting adalah pengiriman. Karena semua toko buku bekas online tersebut ada diluar negeri maka pengirimannya ke Indonesia butuh waktu yang bervariasi. Biasanya terdapat dua jenis layanan, yaitu: pengiriman biasa (standard international) dan pengiriman expedited international yang lebih cepat dan tercatat.

Pengiriman biasa (standard international) membutuhkan waktu pengiriman 15 sd 20 hari. Sedangkan pengiriman expedited international membutuhkan waktu 10 sd 15 hari kerja. Tentunya jika kita memilih jasa pengiriman yang berbeda maka harga yang dibebankan juga akan berbeda. Makin cepet sampe maka makin mahal.

Saya punya pengalaman, rata-rata pengiriman dari Amerika atau negara di Eropa ke Indonesia itu makan waktu bisa sampai 1 bulan lebih. Berbeda jika saya gunakan alamat teman saya di Singapore untuk menampung pesanan buku saya. Jika dijanjikan 15 hari kerja, maka melesetnya tidak separah seperti kirim ke Indonesia.

Saya punya pengalaman sewaktu memesan buku “Law & Society” 7th edition karangan Steven Vago di Thriftbooks.com. Saya pesan dengan jasa pengiriman biasa (standard international) yang dijanjikan sampai sekitar 15-20 hari. Nyatanya 1 bulan lebih buku itu belum sampai juga di rumah saya. Akhirnya saya komplain dengan berkirim email ke Thriftbooks.com, responnya sangat baik sekali. Dengan cepat adminnya merespon email saya. Oleh Thriftbooks.com saya dikirimkan buku pengganti dengan pengiriman Expedited International dengan free alias cuma-cuma. Tapi tetap aja sampainya ke Indonesia lama juga. Akhirnya saya malah jadi punya 2 buku itu (yang 1 saya sumbangin ke Perpustakaan).

 

Layanan terhadap keluhan

Dari pengalaman saya memesan buku bekas secara online, maka layanan terhadap keluhan yang saya nilai cukup bagus adalah Thriftbooks.com. Sebab saya memiliki pengalaman di Thriftbooks.com. Di toko lainnya saya tidak menemui masalah dalam pengiriman atau hal lain. Di Thriftbooks.com memang ada masalah, tapi mereka bisa merespon dengan cepat dan memuaskan karena langsung mengirimkan buku pengganti.

 

Beberapa buku bekas yang saya beli secara online, diantaranya adalah:

Beberapa buku pesanan saya

Beberapa buku pesanan saya

  • Financial Risk Analysis of Infrastructure Debt: The Case of Water and
  • Law & Banking: Principles Author: Conboy, James C – ABEBooks.com Shipment Notification
  • Banking and Financial Institutions Law in a Nutshell Author: William A. Lovett
  • Ellinger’s Modern Banking Law Author: Hooley, Richard
  • Banking Law, Vol. 1: The Law Relating to Domestic  Author: Joan Wadsley
  • Water Law in a Nutshell (Nutshell Series) by David H. Getches from Bookseller: Hippo Books
  • Water Resource Management: A Casebook in Law and Public Policy (University Casebook Series) / A. Dan Tarlock, David
  • H. Getches, James N. Corbridge
  • Law and Society 7th Edition – Steven Vago (thriftbooks.com)

 

Dari hasil berburu buku bekas secara online tersebut saya cukup puas, karena buku yang saya peroleh secara umum dalam kondisi masih layak untuk dibaca dan sesuai dengan harga yang kita bayarkan.

Oh ya hampir semua toko buku online tersebut menampilkan kondisi buku yang dijual, apakah ada coretan, masih layak baca, tidak ada sampul nya atau bagaimana kondisi fisik lainnya. Saya pikir informasinya cukup jelas dan fair. Sehingga ketika buku sampai ditangan saya tidak kecewa karena sesuai dengan yang diiklankan.

Demikian sharing saya tentang berbelanja buku bekas secara online… semoga bermanfaat.

 

* Maaf sekali artikel ini baru di upload, meski sudah di draft sejak lama. Pindah kerja dan tempat tinggal jadi baru sempat untuk selesaikan artikel ini.