Posts

BPJS Ketenagakerjaan Ruko ITC Depok

Mancairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan e-Klaim (2018)

Di awal tahun 2018 ini saya kembali lagi mengurus pencairan JHT di BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK). Kali ini adalah untuk keanggotaan BPJS TK saya disebuah instansi dimana saya berhenti pada tahun 2015.

Mengapa saya baru urus pencairannya sekarang? Karena dulu saat berhenti sayatidak langsung minta surat keterangan berhenti kerja (atau Paklaring) dari kantor.  Saya sendiri awalnya terpikir mau melanjutkan keanggotaan BPJS TK ini, namun ternyata tetap dibutuhkan surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan terdahulu.

Akhirnya karena tanggung dan beberapa pertimbangan lainnya, saya tutup saja keanggotaan saya dan akhirnya mencairkan JHT.

Untuk pencairan kali ini tidak seperti pencairan JHT BPJS TK sebelumya yang pernah saya ceritakan di sini: http://harribaskoro.com/mancairkan-bpjs-ketenagakerjaan-di-kota-depok
Pencairan JHT kali ini saya menggunakan fasilitas e-klaim, yaitu proses pencairan dengan mengajukan klaim pencairan secara daring (online) melalui website.

 

Berikut saya akan menceritakan langkah-langkahnya:

 

1. Buka website di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

Untuk mengakses atau Log in  di website ini anda harus sudah punya username dan password. JIka belum punya maka anda bisa mendaftarkannya di website ini di tautan: https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs.
Jika anda sudah memiliki username dan password maka setelah Log in langkah selanjutnya adalah masuk ke bagiane-Klaim JHT” di tautan ini: https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim.bpjs

 

2. Isi Form pengajuan dan upload (unggah) dokumen lampiran

Setelah masuk ke bagian e-klaim JHT, maka akan terlihat laman “Klaim Elektronik” dibawahnya tertulis formulir pengajuan klaim. Untuk kolom “pilihan aksi” pilih “Pengajuan Klaim”. Kemudian pilih salah satu jenis klaim anda. Khusus untuk saya karena saya mengundurkan diri maka saya pilih “MENGUNDURKAN DIRI”. Kemudian klik tombol “Submit Form”.

Selanjutnya isi form sesuai kolom yang tersedia. Jangan lupa saat mengisi form disini pilih kantor BPJS yang akan anda tuju untuk melakukan proses pencairan. Saya pilih kantor cabang BPJS TK di Depok. Saya tidak paham apakah jika anda mengajukan secara e-klaim boleh memilih kantor cabang BPJS secara bebas dimana saja.

Nah yang harus dipersiapkan sebelumnya oleh anda adalah scan atas dokumen-dokumen berikut:
1. Kartu Kepesertaan BPJS TK
2. KTP
3. Kartu Keluarga
4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja
5. Scan halaman Identitas di Buku Tabungan

Keempat dokumen ini ukurannya minimal 100 kb dan maksimal berapa Mb saya lupa. Intinya jangan terlalu kecil juga. Saya mengalami ketika scan KTP saya terlalu kecil hasil scan nya < 100 kb maka akibatnya proses submit dokumen saya gagal. Oleh sebab itu ukuran file dokumen agar diperhatikan.

 

3. Menerima Konfirmasi Email dan Panggilan untuk ajukan klaim

Setelah anda mengisi formulir dan melampirkan dokumen, maka selanjutnya anda akan menerima email konfirmasi bahwa formulir pengajuan anda telah diterima. Biasanya email notifikasi ini tidak terlalu lama akan anda terima.

Dalam email notifikasi tersebut akan disampaikan bahwa pengajuan e-klaim sudah diterima dan akan diproses dalam waktu 2×24 jam untuk selanjutnya akan dipanggil.

Email notifikasi tersebut seperti ini:

Email notifikasi

Email notifikasi

Selanjutnya tidak sampai 2X24 jam, hanya sehari saja, saya sudah menerima panggilan dari kantor BPJS TK cabang Depok. Intinya saya dipanggil datang pada hari Senin tanggal 29 Januari 2018, dengan membawa semua dokumen asli dari dokumen yang telah dilampirkan sebelumnya.

Berikut adalah email panggilan tersebut:

Email Panggilan klaim

Email Panggilan klaim

 

4. Mengajukan Klaim di BPJS kantor cabang Depok

Pada hari dan tanggal yang telah ditentukan dalam undangan saya datang ke kantor BPJS TK cabang Depok yang lokasinya masih sama yaitu di: JL. MARGONDA RAYA NO. 56 KOMPLEK RUKO ITC DEPOK NO. 19-20, DEPOK 16431.

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Saya tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Kantornya masih sama seperti dulu saya mengurus pencairan JHT di awal tahun 2016. Kantornya masih kecil seperti dulu. Namun sekarang di halaman depan diberi tenda untuk menunggu.

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Saya datang langsung ke Satpam di depan pintu kantor, saya sodorkan smartphone saya dan perlihatkan email panggilan yang sudah saya terima. Langsung oleh satpam tersebut saya diberikan formulir untuk diisi dan map plastik bening. Formulir itu saya isi di meja pengisian formulir dalam kantor.

Setelah formulir telah saya isi maka tidak lupa untuk melampirkan dokumen-dokumen dalam map plastik bening tadi. Dokumen tersebut adalah:
1. Kartu Kepesertaan BPJS TK (Asli)
2. KTP (Asli dan Foto Copy)
3. Kartu Keluarga (Asli dan Foto Copy)
4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja (Asli dan Foto Copy)
5. Scan halaman Identitas di Buku Tabungan (Foto Copy)

Setelah selesai dan siap semua maka saya sampaikan ke satpam di dalam ruangan bahwa pengisian sudah selesai. Kemudian satpam itu memberikan saya nomor antrian. Saya mendapat nomor antrian A0006.

Setelah mendapat nomor antrian maka saya menunggu di dalam ruangan tunggu. Saat saya menunggu lumayan juga antrian sudah di nomor A0003. Sehingga saya perkirakan tidak lama saya akan dipanggil.

Benar saja, saya tidak perlu menunggu terlalu lama, sekitar 30 menitan saya sudah dipanggil ke Customer Service (CS) untuk ajukan klaim. Jadi dengan saya mengajukan melalui e-klaim saya sudah melewati satu tahapan yang memakan waktu yaitu proses verifikasi dokumen, sehingga saya bisa langsung datang untuk klaim JHT dengan memperlihatkan dokumen asli.

Di CS saya serahkan formulir dan dokumen lampirannya, serta perlihatkan semua dokumen asli. Sekitar 10 menit di proses dan di verifikasi tidak lama saya sudah boleh pulang dan dana pencairan disampaikan oleh CS akan ditransfer paling cepat 7 hari dan paling lama 14 hari kerja.

Seluruh proses tadi selesai sebelum jam 09.30 sehingga saya bisa langsung melanjutkan pergi ke kantor.

Ternyata saya ajukan klaim pencairan hari Senin di hari Rabu lusanya dana hasil pencairan JHT sudah masuk di rekening saya di BCA. Dengan demikian saya telah sukses mencairkan JHT saya dengan menggunakan e-klaim.

Demikian cerita saya mencairkan JHT di BPJS TK Cabang Depok melalui fasilitas e-klaim. Proses pengajuannya jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan cara yang konvensional alias tanpa lewat e-klaim. Sehingga saya sarankan bagi anda yang akan mencairkan JHT sebaiknya gunakan fasilitas e-klaim ini untuk mempersingkat dan mempermudah pencairan JHT anda.

BPJS Ketenagakerjaan Ruko ITC Depok

Mancairkan BPJS Ketenagakerjaan di Depok (2016)

Gara-gara kantong saya lagi kempes, saya jadi teringat bahwa saya masih punya uang JHT di Jamsostek (dulu namanya Jamsostek) atau sekarang jadi BPJS Ketenagakerjaan. Saya ingat terakhir bekerja di Bank Saudara sekitar bulan September 2011, dan saat itu JHT Jamsostek saya tidak langsung dicairkan. Sehingga kalo dihitung2 di tahun 2015 ini sudah mengendap sekitar 4 tahun :)

Terakhir saya mencairkan uang JHT disekitar tahun 2010. Saat itu saya baru saja berhenti kerja di Bukopin. Kemudian sebelum kerja di Bank Saudara saya cairkan JHT itu sekaligus menutup akun Jamsostek saya tersebut.

 

Lokasi mencairkan

Saya perlu pelajari kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di Depok itu lokasinya ada dimana? Apakah masih seperti dulu atau sudah pindah ? sebab terakhir saya ngurus klaim JHT kan sudah 5 tahun lalu atau tahun 2010.

Setelah saya cek di http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/kanwil/904/KANWIL-JAWA-BARAT.html ternyata diketahui dari website tersebut bahwa alamat kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan kota Depok berada di:

DEPOK     JL. MARGONDA RAYA NO. 56 KOMPLEK RUKO ITC DEPOK NO. 19 – 20, DEPOK, DEPOK 16431, TELP: 021-77215101 s.d 02, FAKS: 021-77215103 s.d 04

Oh ternyata lokasinya masih sama dengan 5 tahun lalu alias belum pindah…

Kantor BPJS Ketenagakerjaan ITC Depok

Kantor BPJS Ketenagakerjaan ITC Depok

 

Syarat mencairkan

Sekitar awal Desember 2015 saya menuju ke kantor cabang BPJS ketenagakerjaan Kota Depok. Saya datang sekitar jam 9 pagi. Ternyata dalam sistem yang ada sekarang ini, kita tidak bisa datang begitu saja. Antrian yang ada saat itu sudah penuh dan sudah diatur sejak lama.

Jadi kita diharuskan untuk mendaftar dulu ke Satpam yang ada di depan pintu masuk kantor cabang tersebut, tuliskan nama, alamat, instansi terakhir bekerja dan no HP. Menurut Satpam yang bertugas, saya yang daftar pada awal Desember ini akan dipanggil melalui sms untuk diproses sekitar tanggal 29 Maret 2016…. Ehh buseettt…

Saya membayangkan prosesnya masih kayak tahun 2010 dulu, datang aja trus bisa proses hari itu juga. Ternyata sekarang sudah harus daftar dulu dan tunggu dipanggil.

Bayangan saya untuk dapat uang cash secara cepat pun sirna :)

Akhirnya saya daftarkan diri dalam buku register di meja pak Satpam itu, sambil meminta list persyaratan yang harus dipenuhi ketika nanti datang dipanggil untuk diproses.

List dokumen yang diminta sebagai persyaratan untuk mengajukan klaim JHT adalah:
1. Formulir JHT (F.5) yang telah diisi (ini diperoleh dan diisi nanti ketika dipanggil sesuai tanggal undangan untuk hadir)
2. Kartu Peserta (Asli)
3. KTP (Asli dan Foto Copy)
4. Kartu Keluarga (Asli dan Foto Copy)
5. Surat Keterangan Pemberhentian dari Perusahaan (Asli dan Foto Copy)
6. Buku Tabungan a/n Tenaga Kerja (Asli dan Foto Copy)
7. NPWP untuk saldo di atas 50 juta Rupiah (saya belom sampe segitu saldonya :D )

Akhirnya saya pun pulang menunggu panggilan di bulan Maret sesuai informasi dari pak Satpam.

 

Hari yang dinanti :)

Tanggal 15 Februari 2016, sehari setelah Valentine’s Day (haiyaahh…), saya menerima SMS yang membuat saya gembira… SMS itu dari kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok. Intinya saya diminta hadir tanggal 17 Februari 2016 dengan membawa dokumen lengkap untuk di proses.

Tanggal 17 Februari 2016 saya sudah meluncur ke TKP jam 9 pagi. Disana saya diminta oleh Satpam untuk menunjukkan SMS saya sebagai bukti telah dipanggil…. eh busee… masih kagak percaya yak gue dipanggil hari ini :) Untung tuh SMS belom saya buang, coba kalo sudah saya delete? Gimana coba??

So lesson learned dari hal ini…jangan cepet2 buang sms di inbox anda… sekalipun kadang itu sms menyakitkan dari mantan #Eeyyaaa…. simpen aja dulu, siapa tau bisa jadi bukti kalo lagi dibutuhkan.

Setelah saya tunjukkan SMS tersebut kemudian pak Satpam itu memberikan saya formulir JHT (F.5) untuk diisi. Formulir itu saya isi semua, dan saya kembalikan ke pak Satpam dengan disertai dokumen persyaratan lengkap.

Oh ya ada yang perlu kiranya disiapkan juga yaitu Materai. saya tidak tau kalo ada formulir yang harus dibubuhi materai. Saya tidak bawa materai, sehingga saya beli di Satpam disitu yang ternyata dia siap sedia atau jual materai, tentu harganya sudah berubah untuk materai Rp6000 sudah menjadi Rp8000. Jadi ada baiknya buat anda jika siapkan materai terlebih dahulu.

Setelah itu saya menunggu untuk dipanggil lagi. Saya menunggu di halaman luar di depan Ruko kantor cabang BPJS Ketenagekerjaan Kota Depok. Saya heran kok kita nunggu panggilan di luar emangnya ga ada ruangan untuk nunggu di dalam?

Ternyata saya menunggu untuk pengecekkan dokumen doang, setelah itu baru dapat nomor antrian dan bisa masuk ke dalam untuk antri. Jadi kita antri 2 kali…. :( Untuk pengecekan dokumen ini saya nunggu lumayan lama, kayaknya sejam lebih deh. Saya ampe bosen dan hampir ke abisan batere Handphone.

Setelah menunggu lama, akhirnya saya dipanggil, dokumen saya dinyatakan lengkap dan saya akan diproses berikutnya. Saya diberi nomor antrian 75. Ampuuunn masih antri lagi …. hmmmmm….

Saya liat jam, dikit lagi jam makan siang, ya udah saya pikir lebih baik saya tinggal makan siang dulu deh. Kebetulan Ruko kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan itu kan masih satu Komplek ama ITC Depok, maka saya cari makan siang di ITC aja.

Makan siang nyantai, setelah selesai masih sempet mampir liat2 DVD di ITC. Kemudian balik lagi lah ke kantor cabang BPJS tadi. Sekitar jam 1 an panggilan masih dinomor 50-an. Ya udah saya tunggu aja di luar.

Oh ya kenapa saya tunggu di luar? karena ruangan tunggu di dalam sempit banget dan saya sudah tidak kebagian kursi buat duduk menunggu. Akhirnya saya duduk diluar, sambil nunggu dipanggil.

Sekitar nomor antrian no 60 sekian saya mulai masuk, kursi didalam juga ada yang kosong. Ada 3 meja Customer Service yang tersedia, namun petugas yang melayani hanya 2 orang saja, sepertinya yg 1 tidak ada atau tidak masuk kerja. Saya menunggu sampai akhirnya giliran saya pun tiba.

Antrian di Customer Service

Antrian di Customer Service

Pas giliran saya dipanggil, teryata saya dilayani oleh mas yang di meja tengah. Mas tersebut melakukan beberapa konfirmasi atas beberapa hal dalam formulir. Mas itu tidak terlalu ramah sih, namun dia mencoba untuk becanda dengan saya, sayangnya saya udah ga mood untuk bercanda. Apalagi candaan si mas itu garing banget.

Dia tanya: “oh dulu kerja di Bank Saudara? Saudara nya siapa? Saudara nya mas?” Saya diem aja, males melayani candaannya. Jujur aja saya udah bete dan males ama prosedurnya yang bertele-tele dan banyak antri, plus kantornya sempit banget. Belum lagi candaannya selain garing, orangnya juga ga enak banget buat becanda. Saya bener2 males ngobrol ama dia, jadi ngomong seperlunya aja.

Tidak lama selesai proses dengan mas itu, dia katakan uang akan ditransfer ke rekening maksimal berapa hari kerja gitu saya lupa. Ya sudah setelah semua diproses saya pun pulang….

Tanggal 19 Februari 2016 ternyata uang sudah masuk ke rekening saya. Ternyata cepet juga untuk proses pencairan ke rekeningnya, yang lama dan melelahkan adalah proses klaim ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan nya saja.

 

Saran untuk KC BPJS Ketenagkerjaan Kota Depok

  • Sebaiknya BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok segera mencari dan mempunyai kantor baru yang lebih representatif. Dalam artian yang lebih besar dan lebih memadai. Sehingga orang yang mengurus BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih nyaman.
  • Proses administrasi agar dipersingkat dan dipermudah. Selain banyaknya dokumen yang harus dibawa, juga pemeriksaan dokumen seharusnya bisa dipersingkat. Sehingga antrian tidak perlu sampai dua kali.
  • Jumlah Petugas juga sebaiknya ditambah. Sehingga antara pengunjung dan petugas juga berimbang. Masa dari dulu jumlah pengunjung semakin banyak atau terus nambah tapi yang melayani tetap segitu-segitu aja.

Sekarang adalah eranya pelayanan yang berkualitas, jangan mentang-mentang BPJS Ketenagakerjaan itu keharusan dan ga ada yang lain lagi (mirip monopoli), maka pelayanan seperti sudah “given” dan jalan gitu-gitu aja tanpa inovasi dan peningkatan. Ini bukan eranya pelayanan ala PNS jaman dulu.

Kunci utama usaha jasa adalah Pelayanan, pelayanan yang buruk akan sangat berpengaruh kepada bisnis. Apalagi masyarakat sekarang semakin kritis dan cerdas.