Pose di Bundaran HI

Ramenya Pesta Demokrasi 2014

Tahun 2014 rasanya adalah tahun yang paling ramai dengan hiruk pikuk politik di Indonesia. Gimana ga ramai, selama tahun 2014 ini ada 2 kali Pemilu yaitu:

- 9 April 2014 Pemungutan dan Penghitungan Suara Legislatif (Pemilu Legislatif)
- 09 Juli 2014 Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilihan Presiden (Pemilu Presiden)

Untuk pemilu legislatif ini saya dan keluarga tidak antusias, dan demikian pula sepertinya dengan keluarga-keluarga lainnya. Kami terus terang ga semangat dan ga minat menggunakan hak pilih kami di pemilihan legislatif ini. Mungkin karena kami merasa wakil rakyat yang mencalonkan diri dari partai tidak ada yang kami kenal dan percaya figurnya. Sehingga membuat animo masyarakat terutama di keluarga kami juga rendah.

PILPRES 9 JULI 2014

Berbeda dengan Pemilihan Presiden pada tanggal 9 Juli 2014. Untuk pemilihan presiden ini kami sekeluarga sangat antusias. Mungkin karena yang mencalonkan diri sebagai kandidat calon presiden salah satunya adalah Joko Widodo (Jokowi). Figur sederhana yang polos apa adanya dan tidak dibuat-buat. Seperti banyak orang lainnya saya juga sangat mengagumi beliau.

Itu sebabnya ketika hari pencoblosan kami semangat untuk ikut menggunakan hak pilih kami. Saya dan Ibu saya serta adik saya antusias sekali untuk datang ke TPS 26 di kampung saya tinggal. Sayangnya animo di lokasi TPS kami sangat rendah bahkan bisa dibilang sepi. Sesampainya di TPS 26 kami langsung dilayani dan langsung bisa mencoblos, karena memang sepi sekali. Selesai mencoblos kami pulang ke rumah dan baru jam 13.00 saya kembali ke TPS untuk melihat hasil perhitungan.

Saya, Ibu dan Dany Salam 2 Jari

Saya, Ibu dan Dany Salam 2 Jari

Perhitungan suara

Perhitungan suara

Pukul 13.00 TPS sudah ditutup oleh Kepala PPS dan perhitungan pun dimulai. Sayangnya di TPS 20 Desa Mampang Kecamatan Pancoranmas Depok ini pasangan capres Jokowi-JK yang saya jagokan kalah dari pasangan Prabowo-Hatta, dengan perolehan suara 98-107. Total Suara masuk 208, yang sah 205 yang tidak sah 3. Jujur aja TPS saya ini emang ga ada greget nya banget. Hasil TPS ini merepresentasikan kondisi di Depok secara umum yang memang merupakan lumbung suara PKS.

Rekapitulasi di TPS

Rekapitulasi di TPS

Selesai perhitungan di TPS saya pun pulang dengan sedikit kecewa atas hasil ini. Namun demikian saya masih memiliki harapan karena berdasarkan hasil quick count di TV (yg tentunya bukan TV affiliasi dengan Prabowo-Hatta) semua menunjukkan bahwa Jokowi-JK unggul walaupun tipis. Saya pun cukup senang. Setelah melalui proses perhitungan yang dikawal dengan ketat oleh relawan, maka KPU pada tanggal 22 Juli 2014 mengumumkan bahwa hasil perhitungan Pilpres ini dimenangkan oleh pasangan capres Jokowi-JK. Sebuah hasil yang sangat membahagiakan bagi kami pendukung Jokowi.

Sayangnya hasil ini tidak diterima oleh kubu koaliasi Prabowo-Hatta, sehingga pada tanggal 6 Agustus 2014 mereka mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Yang pada intinya mereka meminta pembatalan hasil pemilu KPU tersebut. MK pada tanggal 21 Agustus 2014 mengeluarkan keputusannya yang pada intinya menolak semua gugatan yang diajukan kubu Prabowo-Hatta. Maka sejak tanggal 21 Agustus 2014 resmilah Joko Widodo dan Yusuf Kalla menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Sebuah drama politik yang panjang sejak masa kampanye pilpres hingga kini rasanya seperti tidak berkesudahan :( ditingkahi dengan berbagai perilaku para elit/tokoh politik dan pertikaian di massa pendukung yang sangat membosankan. Namun hal itu berakhir, setidaknya untuk menetapkan Presiden NKRI terpilih, yaitu ketika MK memutuskan di tanggal 21 Agustus 2014.

 

BABAK BARU DEMOKRASI DI INDONESIA

Setelah resmi diputuskan MK bahwa Jokowi-JK adalah pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI yang terpilih maka momen penting berikutnya adalah pelantikan pasangan ini secara resmi pada tanggal 20 Oktober 2014. Kami pendukung Jokowi-JK tentunya sangat sudah tidak sabar dengan momen pelantikan ini. Apalagi ternyata pelantikan ini tidak sama dengan pelantikan Presiden sebelumnya. Karena Jokowi menjanjikan pesta rakyat, dimana rencananya setelah mengucapkan Sumpah di Gedung DPR/MPR maka Jokowi-JK akan diarak dengan menggunakan kereta kuda dari Bundaran HI menuju istana.

Apalagi pesta rakyat ini ternyata tidak hanya kirab mengiring Jokowi dari Bundaran HI ke Istana, akan tetapi dibuat pesta rakyat, karena sepanjang jalan Sudirman hingga Monas akan disediakan jajanan atau kuliner gratis bagi warga. Kemudian di Monas akan ada panggung pesta rakyat.

Saya dan teman-teman kantor sejak beberapa hari sebelum tanggal 20 Oktober 2014 sangat antusias menyambut kegiatan ini. Kita memantau terus bagaimana rencana ini dilaksanakan pada hari H nanti. Selain masalah kuliner atau makanan yang akan disediakan kita juga mengetahui bahwa disarankan memakai pakaian putih. Sehingga sebelum hari Senin tanggal 20 Oktober tersebut kami sudah siap-siap janjian untuk bawa dan pake baju putih.

Hari Senin, tanggal 20 Oktober 2014, pun tiba. Saya dan teman-teman sudah ga sabar dari pagi pengen ke Bundaran HI. Tapi berhubung ga enak ama kantor dan beberapa teman masih ada yang perlu di kerjakan, maka kita baru mulai jalan sekitar jam 10 -11 an. Itupun setelah kami mendengar bahwa kuliner di sepanjang jalan Sudirman hingga Monas sudah ludes diserbu oleh masyarakat :(

Akhirnya saya dan teman-teman kantor pun jalan ke Bundaran HI. Kru ke Pesta Rakyat ini adalah Saya, bu Esther, Mas Aji, Mimi, Mia, Tarwan, Sayuti, Kemas, Mas Aldi dan Pak Toto (Driver). Karena dari Info yang diperoleh jalanan Sudirman-Thamrin sudah ditutup, maka kami ambil jalan dari kantor kami di Pejompongan kita lewat Penjernihan, Hotel Shangrilla, Dukuh Atas, Halimun, Menteng, hingga ke hotel Pullman. Kita parkir mobil kami di hotel Pullman itu, dan dilanjutkan jalan ke Bundaran HI.

Di Bundaran HI sudah penuh dengan orang-orang yang akan menyambut pak Jokowi-JK untuk diarak ke Istana. Selain itu terdapat panggung hiburan kecil untuk masyarakat. Salah satunya panggung milik SCTV yang saat kami datang menampilkan grup musik SLANK. Saya dan teman-teman sempat nonton sebentar. Kemudian kami lanjutkan lagi perjalanan dari Bundaran HI ke arah Sarinah, sebab di area HI ini sudah sangat penuh. Sementara Jokowi-JK yang ditunggu-tunggu belum kunjung datang.

slank

Panggung SCTV dengan penampilan dari SLANK

Kami berjalan ke arah Sarinah melalui jalanan Thamrin yang sudah steril. Namun tidak lama kemudian kami berjalan di pinggir, karena jalanan utama mulai dilalui oleh iring iringan Drumband dan pembuka jalan berupa beragam kesenian daerah. Ada beragam kesenian yang lewat seperti Reog, Kesenian Papua dll saya ga hapal satu per satu. Pokoknya rame sekali saat itu, apalagi saat itu sudah lewat jam makan siang, sehingga banyak karyawan/ti sepanjang jalan itu yang memadati trotoar di jalanan Thamrin, baik untuk selfie atau menonton dan menantikan pak Jokowi-JK lewat.

Bicara mengenai makan siang, kami baru sadar kalo kami belum makan siang. Rencananya kita ingin makan di Sarinah ternyata ketika sampai diseberang Sarinah jembatan penyeberangan dan halte Sarinah sudah penuh dengan lautan manusia. Penuh sekali!! Kita sulit untuk menyebrang ke Sarinah, dan kalo pun bisa kami ragu apakah masih bisa makan disana karena kami liat dari seberang sudah penuh sekali. Sehingga sebagai gantinya saya ajak teman-teman makan di kantin kantor gedung Jaya, kebetulan di kantin itu sudah lumayan kosong dan masih ada makanan yang di jual. Teman-teman memanfaatkan waktu ini untuk makan, istirahat, dan sholat Dhuhur.

Sekitar pukul 14.00 kami mendengar kabar pak Jokowi-JK sudah di Bundaran HI dan akan segera melewati jalanan MH Thamrin. Kami pun bergegas keluar dari lokasi Gedung Jaya dan kembali ke pinggir jalan MH Thamrin. Benar saja pak Jokowi-JK melewati lokasi kami berdiri. Wah happy banget rasanya bisa sekedar dadah dadah ama pak Jokowi-JK hehehehe gapapa ah sekali sekali norak dikit.

Salah seorang teman saya malah mendapat angle foto yang bagus ketika pak Jokowi-JK lewat, salah satu foto dibawah ini ketika pak Jokowi menunjuk kearahnya adalah hasil karyanya. Asli keren banget!

Foto Kolase dari teman2 BR

Foto Kolase dari teman2 BR

Setelah pak Jokowi-JK lewat maka kami pun berjalan ke Sarinah Thamrin, rencananya kami ingin menunggu pak Toto (driver kantor) disana. Kita mau nunggu sambil nongkrong di McDonald Sarinah. Ternyata sampe sana McD nya penuh bangett! Busyeett deh. Akhirnya kita ke food court Sarinah di bawah, disitu ternyata sama aja penuh banget, dan isinya orang berbaju putih seperti kami semua hahahaha. Tapi kita masih bisa nyempil di sebuah sudut dengan beberapa kursi sambil menikmati minuman Chatime segerrrrr :)

Dari sini kami merencanakan untuk pulang saja ke kantor, karena sudah jam 3 an. Sebelumnya sempat saya tawarkan ke kawan-kawan apakah kita akan lanjut ke Monas tapi sepertinya teman-teman sudah cukup lelah. Jadi kita putuskan kita tarik pasukan ke markas saja hehehe :)

 

MASIH BELUM PUAS

Kami memutuskan untuk kembali ke kantor, demikian juga dengan saya dimana setelah sampai kantor dan sudah jam pulang kemudian pulang ke kosan. Di kosan saya cuma ganti baju sebentar, selanjutnya saya pergi lagi. Saya terus terang belum puas banget karena belum liat panggung di Monas yang kabarnya banyak artis tampil disana. Setelah saya ganti baju saya ke monas dengan menggunakan Taxi. Kali ini jalanan di Jakarta sudah dibuka normal.

Saya turun di depan Kementrian Informasi dan menyebrang ke  Istana, saya sengaja tidak langsung ke Monas. Saat itu sekitar pukul 17.00 jelang jam 18.00. Saya langsung abadikan gambar di depan Istana. Kondisi disana juga sudah ramai dengan masyarakat.

Pose depan Istana Rakyat

Pose depan Istana Rakyat

Tidak lama saya berdiri di gerbang Istana, dari dalam halaman Istana muncul pria dengan kemeja putih dikawal pengawal nya melangkah ke pintu gerbang, ternyata itu pak Jokowi. Pak Jokowi dengan santai melangkah ke pintu gerbang istana dan menyalami lewat pagar masyarakat yang sudah menanti dan mengelu elukannya di pagar. Presiden Jokoowi ini benar-benar menunjukan sikap tidak berjarak dan sangat dekat dengan kita. Saya sendiri tidak bisa bersalaman dengan beliau karena massa sangat padat, tapi saya puas bisa melihat beliau kembali dari dekat.

Setelah bersalaman dengan masyarakat yang menyalaminya di pagar, maka dengan mobil kepresidenan pak Jokowi pergi ke Monas untuk hadir di panggung pesta rakyat. Saat beliau akan ke monas dan pagar di Istana dibuka inilah saat yang menarik. Karena pak jokowi melalui masyarakat yang dipagari oleh personil polisi namun jarak kami dengan beliau tidak jauh. Pak jokowi juga tidak ragu membuka jendela mobil nya dan melambaikan tangan, padahal jarak rakyat yang dipagari polisi tidak kurang hanya 1 sd 2 meter saja. Dekat sekali.

Bahkan saya bisa menerobos pagar polisi, dan sambil berjalan mengikuti iring iringan mobil Presiden hingga masuk kawasan monas. Pokoknya pengawalan paspamres menurut saya sangat longgar sekali. Di kawasan monas pak jokowi masuk ke bagian belakang panggung. Sementara masyarakat mengabadikan diri dengan paspampres dan mobil dinas kepresidenan. Pokoknya santai sekali.

Saya sendiri akhirnya berjalan ke sisi depan panggung di kawasan monas itu, tapi massa sudah sangat banyak disana. Saya berdiri jauh sekali dari panggung dan hanya kebagian melihat panggung melalui layar besar yang ada diseputar monas. Malam itu saya lihat massa begitu banyak. Suasana di Monas sangat ramai bagaikan pasar malam, benar benar suasana pesta rakyat. Saya sendiri setelah mendengar pidato pak jokowi memutuskan untuk pulang. Tapi sebelumnya saya menunggu mas Riwut suami Sist Any  yang datang dari Singapore, dan akan menginap di kosan saya. Maka saya janjian tunggu mas Riwut di patung depan bunderan Indosat.

Setelah cukup lama menunggu mas Riwut akhirnya ia sampai juga dan ketemu saya. Cuma dari lokasi di depan Monas itu susah buat kita nyari Taxi. Jadinya kami terpaksa jalan kaki sampai ke Sarinah. Di Jalan Kebon sirih baru kami dapat Taxi, itu pun bukan Taxi yang biasa saya gunakan yaitu Burung Biru atau si Putih Cepat, tapi Taxi lain yang saya lupa namanya. Pokoknya yang penting kami sampai ke Kosan di pejompongan.

Pokoknya pesta rakyat hari itu sangat seru dan rangkaian pesta demokrasi sepanjang 2014 ini menurut saya sangat menarik dan seru… pengalaman menarik bagi bangsa Indonesia.

 

 

Share this:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>