banner

Perjalanan dari AEON Mall ke Stasiun Cisauk dan Stasiun Palmerah

Tanggal 12 April 2016 saya dipanggil lagi interview di sebuah kampus di BSD. Ini adalah interview yang kesekian kalinya. Interview diadakan pukul 8.30 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 10.30. Mayan capek juga pikir saya. Sambil istirahat dan nunggu untuk jalan ke tempat tujuan berikutnya serta sekaligus mau makan siang maka saya menyebrang ke AEON Mall diseberangnya.

Jalan kaki tidak sampe lima menit sampe deh di AEON mall. Berhubung hari kerja maka mall ini lumayan sepi. Jadi nya enak sih, kabarnya kalo ke AEON Mall di saat weekend pasti penuh. Saya pun langsung melangkah ke food court di lantai paling atas.

Di AEON ini banyak sekali tempat makan atau restaurant, silahkan di googling aja deh kuliner apa yang ada di AEON Mall ini. Soalnya banyak banget sehingga saya tidak sempat mencatatnya. Yang jelas saya makan di food court paling atas.

Agenda saya setelah interview di pagi hari adalah sore hari sekitar jam 16.00 mengikuti training penulisan opini di Tempo Jl. Palmerah Barat. Sambil makan siang saya pikir, jika saya langsung jalan selesai makan siang naik kendaraan taxi atau sejenisnya bisa jadi macet dan lama. Saya ingat bahwa AEON mall ini dekat dengan Stasiun Kereta Commuter Line (KCL) CISAUK. Udah lama juga nih saya tidak naik kereta commuter line :) Ya udah saya putuskan naik KCL saja ke tujuan Stasiun Palmerah.

Jadwal training saya adalah jam 16.00, maka saya kasih waktu lebih ke Stasiun Cisauk sekitar pukul 13.45 WIB. Saya pesen Grabbike dari AEON Mall. Saya tidak tau apakah dari AEON Mall ada angkot ke Cisauk, sebab selama saya makan siang di AEON Mall memandang ke bawah lewat jendela, saya tidak melihat ada angkot lewat.

Teman saya pernah cerita bahwa dari AEON ke Sta Cisauk itu sebenarnya ada angkot. Tapi saya malas nunggu angkot yang ga pasti, apalagi cuacanya panas banget. Sekitar pukul 14.00 WIB ojek motor saya sudah datang dan mengantar saya ke Stasiun Cisauk.

Jarak dari AEON mall ke sta Cisauk tidak jauh, hanya 2.5 Km saja. Tapi karena lingkungan yang sepi dan cuaca panas jadinya kayak jauh juga. Apalagi selepas jalan Raya BSD Raya Utama kemudian masuk Jalan Raya Cisauk – Lapan, wuih… mayan serem juga, banyak truk proyek gede-gede dan jalannya lebih kecil. Tapi tidak lama melalui jalan itu saya sudah sampai di sta Cisauk.

Stasiun Cisauk
Sesampainya di stasiun Cisauk saya gunakan kartu flash BCA saya untuk tap di mesin gerbang tiket. Saya memang tidak punya kartu KCL, tapi saya ingat bahwa kartu flash BCA saya bisa di tap di jalur KCL. Saat saya tap in di mesin kartu Plazz BCA saya tidak ada masalah, saya pun lancar bisa masuk. Saat tap in kartu belum di debet.

Masuk ke stasiun saya tunggu di peron atau jalur tunggu penumpang arah ke Jakarta, karena saya tidak tau jalurnya yang, mana maka saya tanya ke Polisi KA yang jaga di stasiun. Dengan ramah dan baik polisi KA tersebut arahkan saya menunggu di peron yang menuju Jakarta. Stasiun Cisauk ini menurut saya ukurannya kecil, mirip Stasiun Pondok Cina Depok tapi yg jaman dulu.

Sta KA Cisauk

Sta Cisauk

Sta KA Cisauk

Sta Cisauk

Sta KA Cisauk

Sta Cisauk

Sambil menunggu kereta menuju Jakarta saya coba mengambil photo diseputar stasiun. Stasiun Cisauk pukul 14.00 siang saat itu sepi sekali. Penumpang ke Jakarta saya hitung tidak lebih dari 10 orang. Saya liat sekeliling stasiun sepi. Tempat parkir di Stasiun Cisauk saya liat cukup memadai dan tidak terlalu penuh.

Sta KRL Cisauk

Parkir di Sta Cisauk

Sebelum kereta commuter ke Jakarta tiba, sempat lewat terlebih dahulu Kereta pengangkut batu bara. Memang jalur Kereta ini adalah jalur kereta dari Rangkas Bitung ke Tanah Abang. Sehingga yang lewat tidak hanya kereta Commuter akan tetapi juga kereta penumpang dari Rangkas Bitung dan juga kereta Batubara.

Sta KA Cisauk

Sta Cisauk

Sta KA Cisauk

Sta Cisauk

Tapi kalo kereta Commuterline yang saya akan naiki adalah Kereta dari stasiun Maja. Kereta ini tiba sekitar pukul 14.35. Terdiri dari 10 rangkaian, sementara peron stasiun pendek sehingga 3 rangkaian terakhir tidak bisa masuk peron. Saya senang karena kereta kosong sekali. Saya bisa memilih tempat duduk :)

Route KRL Commuter Line Tanah Abang-Maja

Route KRL Commuter Line Tanah Abang-Maja

Sudah lama saya tidak naik Kereta Commuter Line. Kereta nya sekarang dingin pakai penyejuk udara atau AC. Tapi memang AC nya tidak dingin sekali. Kata teman saya karena Kereta tersebut bekas dari Jepang dan di Jepang mereka tidak memasang AC terlalu dingin.

Walaupun kereta tersebut bekas dari Jepang, namun secara umum masih layak pakai dan bagus. Hanya sayangnya karena semua jendela tertutup rapat dan menggunakan AC, maka gerbong yang saya naikin agak bau. Bau atau aromanya seperti bau kencing kecoa :)

Untuk kebersihan kereta saya pikir sudah bagus lah ya, ada OB atau pekerja yang berjalan di dalam gerbong untuk membersihkan atau menyapu kereta. Kereta ini juga sudah seperti Kereta MRT di Singapore, dimana setiap menjelang masuk stasiun diberikan pengumuman melalui pengeras suara.

Stasiun Serpong
Stasiun pertama setelah berangkat dari Cisauk adalah Stasiun Serpong. stasiun ini lebih besar daripada Sta Cisauk. Bahkan menurut saya stasiun ini mirip Stasiun Palmerah desain dan modelnya. Stasiunnya bertingkat. Di stasiun ini lebih ramai, penumpang yang naik jauh lebih banyak daripada di stasiun Cisauk.

Stasiun Rawa Buntu
Stasiun berikutnya stasiun Rawa Buntu. Stasiun ini mirip ama Stasiun Cisauk ukurannya juga tidak besar. Tapi lumayan rame penumpangnya. Siang itu yang naik dari stasiun ini lumayan lebih banyak daripada yang naik dari Cisauk.

Stasiun Sudimara
Nah stasiun ini lumayan kesohor :) saya sering denger nama stasiun ini. Stasiunnya juga lumayan besar, jauh lebih besar daripada stasiun Cisauk, mungkin sama ukurannya dengan Stasiun Serpong. Penumpangnya juga ramai. Lumayan banyak yang naik dari stasiun ini.

Stasiun Jurang Mangu
Sta Jurang Mangu ini juga terkenal, mungkin karena nama Jurang Mangu sangat terkenal. Akan tetapi walaupun terkenal stasiunnnya kecil dan penumpangnya siang itu sedikit alias sepi. Namun demikian sewaktu saya intip keluar di parkiran mobil dan motornya lumayan rame dan penuh sehingga asumsi saya berarti stasiun ini ramai terutama di pagi hari.

Stasiun Pondok Ranji
Stasiun ini adalah stasiun yang saya paling familiar, sebab jika saya pulang dari rumah pacar saya di Cipadu, Larangan, saya lewati Jl Raya Ceger dan pondok Betung dan kemudian lewati stasiun ini. Stasiun ini lumayan kecil tapi panjang peronnya setau saya sudah ditambah. Saya paling sebel kalo melewati stasiun ini karena perlintasannya macet sekali. Jalannya kecil, tapi angkotnya ngetem bikin sempit jalan yang udah sempit. Siang itu penumpang di stasiun ini juga lumayan ramai.

Bau Kentut…
Selepas stasiun pondok ranji ini terjadi hal yang saya khawatirkan. Gerbong kereta ber-AC dan tertutup rapat gini bagaimana jika ada yang buang angin atau kentut?
Dan hal itu terjadi…. eng ing eng… ibu-ibu sebelah saya tutup hidung, saya pun menutup hidung saya…
Mungkin diantara penumpang dalam hati sudah saling menuduh siapa yang kentut, kecuali sang pelaku tentunya :)
Duh suasana pun jadi tidak nyaman dan tidak kondusif lagi… gelisah lirik sana lirik sini :) hingga akhirnya bau itu hilang mungkin bergerak ke gerbong lain :)

Selepas stasiun Pondok Ranji pemandangan di luar kereta mulai berubah dengan pemandangan kota Jakarta. Jika sebelumnya banyak di dominasi oleh kebun dan pemandangan pedesaan maka selepas stasiun ini pemandangannya berbeda. Saya melihat dan melewati SMA Negeri 86 Jakarta dan juga melewati TPU Bintaro.

Stasiun Kebayoran
Setelah melewati pemandangan yang sudah lebih “kota” maka kereta singgah di stasiun Kebayoran. Stasiun ini sedang dalam proses renovasi. Sepertinya stasiun ini akan menjadi stasiun yang besar dan keren. Saya melihat diseputar stasiun disana sini masih dalam proses pengerjaan renovasi.

Stasiun Palmerah
Stasiun berikutnya adalah stasiun tujuan saya, yaitu Stasiun Palmerah. Saya tiba di stasiun ini pukul 15.10 WIB. Lumayan juga perjalanan saya sekitar 40 menit saja dari sta Cisauk. Stasiun Palmerah selama ini saya sering lihat dari luar saja. Sejak di renovasi tahun lalu saya belum pernah singgah disini. Jika dahulu saya pulang dari kantor di Pejompongan pun saya tidak naik kereta, hanya melintas saja di jalan Tentara Pelajar.

Hari itu saya berkesempatan berkeliling di stasiun Palmerah heheehehehe norak banget ya….

 

Sewaktu akan keluar dari stasiun Palmerah, saya harus tap out kartu Flash BCA saya agar bisa keluar. Saat tap out itu kartu saya di debet Rp. 2000 artinya saya naik dari Sta Cisauk sd Sta Palmerah tarifnya hanya Rp. 2000,- saja. Jauh lebih murah kan jika dibanding saya naik Taxi atau Grab Car. Dari stasiun Palmerah saya jalan ke Pasar Palmerah untuk nyambung naik Mikrolet ke Gedung Tempo atau bisa juga disambung naik ojek lagi.

Itulah cerita pengalaman perjalanan saya dari AEON Mall ke Stasiun Cisauk kemudian ke Stasiun Palmerah. Untungnya bukan di jam sibuk seperti pagi atau sore hari, sehingga saya bisa nikmati perjalanannya :)

Saya berdoa dan berharap semoga ke depan sarana dan prasarana serta pelayanan transportasi umum di Indonesia dapat semakin baik dan bersahabat bagi masyarakat.

Berikut adalah rute lengkap KRL Commuter Line yang saya peroleh dari website resmi KRL.

Rute KRL Commuter Line

Rute KRL Commuter Line

 

Share this:

8 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>