Banner

Perbandingan Phacoemulsification di Jakarta Eye Center (JEC) dan Klinik Mata Nusantara (KMN)

Dalam blog yang telah saya tulis sebelumnya, saya ceritakan bahwa saya telah menjalani tindakan Phacoemulsification bulan Mei 2015 lalu di JEC Menteng.

Artikel saya yang menceritakan tentang tindakan Phaco yang saya jalani dapat dibaca disini:

Nah di bulan Maret 2016 saya memiliki teman baru namanya Josefhine Gunawan. Saya memanggil beliau mbak Vin. Mbak Vin kenal saya melalui artikel di website saya ini dan kemudian berkirim email ke saya untuk ngobrol masalah Phaco.

Rencananya mbak Vin itu akan menjalani operasi Phacoemulsification yang sama dengan saya, cuma mbak Vin masih ragu dan nervous alias masih grogi. Jadi mbak Vin mau minta saran dan sharing cerita ttg tindakan Phacoemulsification tersebut ke saya.

Sepertinya mbak Vin berhubungan dengan orang yang salah, karena setelah menghubungi saya melalui email dan tukeran nomor handphone kita jadi gak hanya ngobrolin masalah mata dan tindakan phacoemulsification, akan tetapi kita juga jadi bahas hal-hal yang lain, atau lebih tepatnya kita juga jadi ngerumpi dan ngegosip :) hahahahaha

Tapi dari hasil “gosip” kita ada banyak juga hal yang mau saya share disini, terutama terkait tindakan Phaco tersebut, semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi informasi bagi mereka yang akan menjalani tindakan Phacoemulsification dan semoga resume pengalaman saya dan pengalaman mbak Vin secara umum disini bisa membantu para pembaca.

Singkatnya setelah dipertimbangkan dengan matang mbak Vin memutuskan untuk menjalani tindakan Phacoemulsification di KMN (Klinik Mata Nusantara) Kemayoran. Mbak Vin menjalani tindakan phaco pada tanggal 30 Maret 2016. Saya beruntung sekali berkenalan dengan mbak Vin, sebab ia memilih menjalani tindakan Phaco di KMN sementara saya menjalani tindakan Phaco tahun lalu di JEC.

Dengan berbedanya tempat untuk tindakan yang dipilih antara saya dan mbak Vin maka saya bisa membandingkan bagaimana tindakan Phaco ini baik di KMN maupun di JEC. Tulisan ini tidak akan bisa di share di blog website saya jika tidak ada budi baik dari mbak Vin untuk share pengalaman, cerita, foto dan luangkan waktu untuk ini semua.

Untuk itu saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mbak Vin….mohon tagihan fee dan royalty nya dibatalkan mbak… invoice nya please di shredder aja mbak …. :)

MOHON DIPERHATIKAN:
Tulisan ini BUKAN merupakan rekomendasi untuk memilih dokter, memilih tindakan yang pas dan cocok untuk anda, apalagi sebagai pedoman dalam menentukan dan memilih rumah sakit yang akan dipilih, karena kami bukan biro iklan atau pihak yang berafiliasi dengan rumah sakit manapun. Kami berdua adalah murni pasien yang tidak menerima bayaran, honor, segala bentuk imbalan apapun atas tulisan ini. Justru kami berdua membayar sesuai tarif biaya tindakan yang kami jalani.

 

Mari kita ulas satu persatu…. cie duo tigo let’s go…!!

 

Tindakan Phaco

Tindakan yang akan dijalani oleh mbak Vin adalah sama, yaitu PHACOEMULSIFICATION. Baik di JEC dan KMN tentunya menyebutnya sama. Yaitu tindakan mengganti lensa dengan lensa tanam. Baik saya dan mbak Vin juga sama, kami disarankan untuk menjalani Phaco ini karena lensa mata kami terdapat katarak. Mbak Vin sedikit beda dengan saya, dimana beliau sama-sama bermata minus namun selama ini pengguna softlens sementara saya menggunakan kacamata.

 

Pra Tindakan

Sebelum tindakan Phaco dilaksanakan mbak Vin menjalani pemeriksaan Lab +/- 2 hari sebelum operasi. Kemudian sehari sebelum operasi diberi obat Floxa (3 x 2 tetes) dan 2 jam sebelum operasi diberi obat Mydriatil (2 tetes/10 menit). Mbak Vin juga dipasang selang untuk Infus dan diberi obat sesuai dengan alergi/penyakit pasien ex. obat asthma.

Sedangkan pengalaman saya sedikit berbeda. Saya sehari sebelum operasi tidak diberikan obat apapun. Hanya jelang operasi saja saya ditetesi obat. Itupun saya tidak tau apa jenis dan nama obatnya, pokoknya saya nurut aja. Saya juga tidak dipasangi selang infus seperti mbak Vin. Kalo mbak Vin kok dikasih selang infus ya?? wah jadi heran saya… Kalo obat alergi dan obat asthma saya memang tidak perlu karena saya tidak ada alergi obat… (saya hanya alergi ama wanita cantik hahahaayy) ;)

 

Pasca Tindakan

Setelah tindakan berlangsung saya diberi obat Levofloxasin (LFX) dan Polydex MD. Saya juga diberi dop plastik dan plester untuk pelindung mata untuk tidur.

satu mata

satu mata

Sementara Mbak Vin mendapat obat Tobroson dan Noncort dan juga diberikan kit lengkap yang berisi Kacamata (seperti kacamata Ski), Dop penutup mata dan perban.

Kwitansi obat

Kwitansi obat

Nah disini yang saya bete. Ternyata kalo di KMN dikasih kacamata seperti kacamata untuk Ski dan itu free…

Mbak Vin dengan kacamata pelindungnya :)

Mbak Vin dengan kacamata pelindungnya :)

Kenapa saya ngiri ama kacamata itu? karena kacamata itu penting lho. Setelah menjalani Phaco mata kita perlu terlindungi dari debu. Sementara JEC Menteng kan lokasinya ada di pinggir jalan raya Menteng, sewaktu dari gedung ke parkiran atau ke lobby menunggu mobil saja banyak debu beterbangan, apalagi kalo saya naik ojek kan :)

Sedangkan saya tidak bisa menggunakan kacamata saya yang lama, karena mata yang sudah menjalani Phaco kan sudah “normal” tidak perlu lensa kacamata. Sementara saya tidak siap dengan kacamata dengan lensa polos atau nol.
Seharusnya JEC juga memberikan kacamata sejenis itu untuk para pasien setelah menjalani tindakan, agar mata kita tetap terjaga kebersihannya. Ini yang saya sayangkan dari JEC.

 

Konsultasi

Setelah menjalani Phaco saya di JEC diharuskan konsultasi 1 hari setelah tindakan phaco pertama dan kedua (biaya konsul dokter @ Rp 220 ribu). Kemudian konsul kembali 1 Minggu setelah tindakan ke 2 (biaya konsul Rp 280 ribu) dan selanjutnya konsultasi 1 bulan setelah operasi (biaya konsul bayar lagi). Untuk kasus saya konsultasi lumayan sering terjadi, untuk lebih jelasnya dapat dibaca pada artikel saya sebelumnya.

Sedangkan untuk Mbak Vin konsultasi dilakukan 1 hari pasca operasi (biaya dokter Rp 220.000) kemudian konsultasi 1 minggu pasca operasi (biaya dokter Rp 220.000) dan konsultasi 2 minggu pasca operasi (biaya dokter Rp 220.000).

Kwitansi Konsultasi

Kwitansi Konsultasi

Dari sini dapat dilihat bahwa biaya konsultasi di KMN lebih murah daripada di JEC. Apalagi saya harus menjalani serangkaian konsultasi bolak balik yang akhirnya makan biaya.

 

Merek Lensa

Lensa tanam yang digunakan oleh JEC untuk ditanam di mata saya adalah merek “Carl Zeiss” sementara mbak Vin di KMN menggunakan merek “Alcon“. Merek mana yang lebih baik? Saya tidak tahu sama sekali, saya pasrah saja semoga lensa kita berdua baik-baik dan bagus-bagus aja deh :)

 

Biaya

Biaya yang dihabiskan untuk menjalani tindakan Phaco antara saya dan Mbak Vin sedikit berbeda.

Saya di JEC sebelum tindakan mengeluarkan biaya pemeriksaaan lab sebesar Rp. 860 ribu Sedangkan untuk tindakan Phaco dikenakan biaya resmi Rp. 13.750.000/mata. Kemudian untuk tindakan pertama yaitu mata kiri, saya bayar total Rp 14.496.000. Kemudian untuk tindakan tahap 2 yaitu mata kanan saya bayar total Rp 13.806.000 sehingga setelah konsultasi beberapa kali biaya keseluruhan menjadi Rp. 33.180.000 ++
itupun masih plus plus karena saya masih menjalani beberapa kali konsultasi yang harus bayar dokter dan beli obat lagi.

Sementara Mbak Vin mengeluarkan biaya sebagai berikut:
biaya pemeriksaan awal: Rp 2,680,000.-

Kwitansi Periksa Lab

Kwitansi Periksa Lab

Biaya operasi/mata:
- Phaco: Rp 15,500,000.-
- Obat: Rp 191,800.-
- Admin: Rp 60,000.-
- Anestesi: Rp 132,000.-
- Pemakaian fasilitas RJ: Rp 33,000.-
Biaya keseluruhan: Rp 34,513,600.-

Kwitansi Phaco

Kwitansi Phaco

Untuk biaya tindakan Phaco ini di KMN Mbak Vin membayar sedikit lebih mahal, namun selanjutnya ia tidak banyak konsultasi seperti halnya saya di JEC. Sementara saya di JEC karena banyak konsultasi akhirnya total biaya jika dihitung keseluruhan jadi lebih mahal.

 

Perbedaan lain

Selain hal-hal yang sudah diperbandingkan di atas ada keunggulan lain dari KMN yaitu:

  1. Antrian yang lebih rapih, ruang tunggu lebih nyaman (ada kopi, teh, snack).
  2. Pelayanan sangat care. Malam di hari H pasca operasi pasien menerima sms dari KMN yang menanyakan kondisi pasien. Secara periodik pasien di telepon untuk menanyakan kondisi pasien. Jika ada keluhan maka suster yang melakukan tindakan akan menelpon ulang.

 

Nah dari uraian tersebut, silahkan dijadikan informasi bagi anda yang akan melakukan tindakan phaco di JEC atau di KMN.
Silahkan dipertimbangkan dengan matang, jangan lupa mintakan second opinion dari dokter lain sebelum anda memilih tindakan yang akan dipilih untuk mata anda.

Sekali lagi… artikel ini BUKAN artikel rekomendasi atau artikel untuk mempengaruhi keputusan anda. Ini hanya artikel informasi saja. Segala keputusan adalah sepenuhnya hak anda.

Semoga bermanfaat.

Perbandingan Phacoemulsification di JEC dan KMN
NoPerihalJECKMN
1Nama TindakanPhacoemulsificationPhacoemulsification
2Biaya – Biaya Resmi Rp. 13.750.000/mata
- Total Bayar operasi mata 1 = Rp 14.496.000
- Total Bayar operasi mata 2 = Rp 13.806.000
- Biaya Keseluruhan = Rp 33.180.000 ++
Biaya pemeriksaan awal: Rp 2.680.000
- Biaya operasi/mata:
- Phaco: @Rp 15.500.000 (dikali 2 mata)
- Obat: Rp 191.800
- Admin: Rp 60.000
- Anestesi: Rp 132.000
- Pemakaian fasilitas RJ: Rp 33.000
Biaya keseluruhan: Rp 34,513,600.-
3Pra Tindakan1) Periksa Cek Lab di JEC sehari sebelum tindakan biaya Rp 860 ribu
2) Sebelum tindakan di hari-H hanya diberikan obat tetes untuk pembiusan lokal
1) Periksa Lab +/- 2 hari sebelum operasi
2) Sehari sebelum tindakan diberi obat Floxa (3 x 2 tetes)
3) 2 jam sebelum tindakan diberi obat Mydriatil (2 tetes/10 menit)
4) Dipasang selang untuk Infus
5) Diberi obat sesuai dengan alergi/penyakit pasien, ex. obat asthma
4Pasca Tindakan1) Diberi obat Levofloxasin (LFX) dan Polydex MD
2) Diberi dop plastik dan plester untuk pelindung mata untuk tidur
1) Diberi obat Tobroson dan Noncort
2) Diberikan kit lengkap yang berisi Kacamata (seperti kacamata Ski), Dop penutup mata dan perban
5Konsultasi- 1 hari pasca operasi (biaya konsul dokter Rp 220 ribu)
- 1 Minggu setelah operasi (biaya konsul Rp 280 ribu)
- 1 bulan setelah operasi (biaya konsul bayar lagi)
- 3 x konsul lagi
- 1 hari pasca operasi (biaya konsul dokter Rp 220,000.-)
- 1 minggu pasca operasi (biaya konsul dokter Rp 220,000.-)
- 2 minggu pasca operasi (biaya konsul dokter Rp 220,000.-)
6Merek LensaCarl ZeissAlcon
7Perbedaan lain-- Antrian lebih rapih, ruang tunggu lebih nyaman, ada kopi, teh, snack
- Pelayanan sangat care. Malam di hari H di-sms menanyakan kondisi pasien. Setiap hari ke-5, 14, 28 (kalo ga salah nih) di telp untuk memeriksa kondisi pasien. Jika ada keluhan maka suster dari kamar operasi akan menelpon ulang.
Share this:

23 replies
  1. hendra permana
    hendra permana says:

    mau tanya itu anda yg di jec 33jt ++ di JEC kan 2 mata kanan dan kiri, kalao mbak vini yg di KMN 34jt dua mata juga?

    Reply
  2. ignatius
    ignatius says:

    Halo Pak Harri. Saya sedang mencarikan tempat yang bagus untuk mama saya mau operasi katarak, dan tiba-tiba saja saya bisa mampir ke sini. Artikel ini sangat membantu sekali, apalagi sampai dijelaskan rincian harga dan produk lensa yang dipakai. Thank you ya atas share nya Pak Harri!

    Have a good day! Semoga sehat selalu!

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Halo pak Ignatius, Senang sekali artikel saya bisa membantu bapak dalam mencari RS untuk operasi katarak mama.
      Semoga bisa segera menemukan dan menetapkan RS untuk operasi.
      Semoga pak Ignatius dan Mama sehat selalu.

      Reply
  3. Richa
    Richa says:

    wow artikel bapak yang ini sangat membantu saya. sekarang saya sudah tahu harus memilih rumah sakit mana. semoga pilihan saya tidak salah. Dan saya menemukan harapan untuk bisa lepas kacamata seperti kalian. btw saya boleh minta kontak mba Vin mau tanya nama dokter yg operasi mata beliau. soalnya kemarin saya sudah konsultasi via telepon di KMN kebon jeruk. Saya disarankan untuk operasi phekic dikarenakan minus saya yg tinggi. karena maks minus yg bisa operasi ilasik maks minus 13 lebih dri situ disarankan operasi phecik. doakan saya ya Pak agar operasi mata saya berjalan dgn lancar dan bisa lepas kacamata, amin. Sukses selalu buat bapak.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Richa,
      Senang sekali artikel saya ini bisa membantu anda.
      Saya sudah email ke anda email dari mbak Vin, Silahkan saja diskusi dengan beliau.
      Selamat dan sukses ya, sehat selalu. BAS

      Reply
  4. hendra permana
    hendra permana says:

    Dear pak Baskoro

    Kemarin saya sudah ke JEC dan ternyata harus operasi katarak, saya bertemu dengan dokter WA. Saya agak heran dengan dokter WA karena beliau dengan yakin mengatakan kepada saya kalau pasca operasi kita sudah bisa beraktifitas dengan normal, angkat2 normal, nunduk, kerja dpn komputer, berpergian dll. Kecuali disarankan agar “kepala khususnya mata tidak ada kontak dengan air”.

    Kebetulan setelah operasi saya akan berpergian keluar kota dengan mobil, dan saya khawatir dengan guncangan2 saat berkendara. Apakah ber efek dengan lensa mata yang baru ditanam? sementara dokter WA tidak mempermasalahkan itu, apa bpk baskoro pernah berpengalaman dengan masalah ini? THX B4 :)

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear pak Hendra Permana,
      Sebelumnya saya ucapkan terimakasih sudah mampir di website saya. Saya bisa pahami kekhawatiran bapak yang akan menjalani tanam lensa saya pun dulu demikian.
      Akan tetapi bapak sesungguhnya tidak perlu khawatir sama sekali. Mungkin Bapak masih membayangkan lensa kacamata atau soft lens yang ditanam ya?
      Tidak pak, tidak seperti itu. Kita tidak merasakan ada lensa di mata kita. Apa yang dikatakan oleh dokter WA itu banyak yang benar. Ada baiknya pak Hendra baca artikel saya yang lain: Cerita Pengalaman Operasi Mata (Katarak) “Phacoemulsification
      Dalam artikel tersebut saya ceritakan apa itu “phacoemulsification”. Saya ceritakan juga bagaimana aktivitas saya setelah operasi dan perkembangannya sampai kemudian hingga saat ini alhamdulillah baik-baik saja. Jadi bapak ga perlu khawatir sama sekali untuk guncangan. Hanya untuk menjaga mata tidak terkena air itu memang benar.
      Selebihnya aman-aman saja kok pak. Selamat menjalani Phaco. sehat dan sukses selalu.

      Reply
  5. yulius usman
    yulius usman says:

    Dear Pak Baskoro,

    Thx atas artikelnya, sehingga saya bisa lebih tenang dalam menjalankan opersai mata ini di Des 2016. Mohon doa nya agar semua lancar.
    Pak Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan mengenai biaya di KMN, karena saya harus membayar:
    1. Operasi 15.500.000 (satu mata)
    2. Persiapan operasi Rp 1.000.000
    3. Cek lab Rp 3.000.000 s/d Rp 4.000.000

    Pertanyaan saya :
    1. Apakah mbak vin tidak melakukan cek lab ?
    2. Bagaimana dengan kondisi mata mbak Vin, apakah masih menggunakan kaca mata bantu pasca operasi ? dan apakah bisa diinformasikan dokter yang digunakan oleh mbak Vin ?

    Salam hangat
    Yulius

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear pak Yulius,

      Terimakasih sudah mampir di website saya dan senang sekali artikel saya ini bermanfaat bagi anda.
      Saya doakan operasi pak Yulius nanti lancar dan sukses. Sehat selalu ya pak.
      Mengenai pertanyaan pak Yulius, saya dapat sampaikan bahwa mbak Vin juga melakukan cek lab. Jika bapak perhatikan lagi terdapat biaya pemeriksaan awal yang mbak Vin bayarkan sebesar Rp. 2.680.000.
      Untuk pertanyaan lain dan untuk lebih jelasnya saya kirim alamat email mbak Vin ke Bapak. Terimakasih.

      Reply
  6. Fifie
    Fifie says:

    Sekarang operasi tanam lensa di JEC, lebih fantastis lagi. Saya baru menjalaninya pada tgl 29 Nov dan 1 des. Kiri 17 juta, kanan 17 juta. Pemeriksaan awal 3,8 juta. Saya anastesi lokal, jadi cek lab untuk bius lokal 1,1 juta.
    Kontrol pertama pasca operasi mata kiri 350 rb.
    Kontrol pasca operasi mata kanan, 350 rb

    Reply
  7. Lina
    Lina says:

    Halo boleh minta kontak mba vin ? Ayah saya mau operasi katarak jadi saya sepertinya mau tanya siapa dokter yang dipakai. Mohon bantuannya terimakasih banyak

    Reply
      • wahyu winoto
        wahyu winoto says:

        Selamat sore mas Baskoro, keren penjelasannya detail banget.

        Sy masih penasaran bagaimana kondisi terbaru pasca operasinya di KMN dan berapa minus mata Mba Vin pra dan pasca operasi, ada baiknya Mas Baskoro bahas disini mengenai Mba Vin biar berimbang.

        Soalnya sy dlm waktu dekat ini, orangtua mau operasi katarak di JEC Menteng dengan salah satu dokter di bawah ini:
        1. Dr. Iwan
        2. Dr. Ucok Parlindungan
        3. Dr. Soedarman
        4. Dr. Nashrul
        (hasil search di web JEC)

        Boleh minta contact WA Mba Vin dan Mas Baskoro?
        terimaksih.

        NB: satu lagi, saya jadi penasaran mana lensa yg lebih baik Alcon atau Carl Zeiss setau saya kamera HP mahal pada pakai lensa ini, hehe), klo bisa diulas oleh mas Baskoro, bakal jadi artikel menarik.

        Reply
        • Baskoro
          Baskoro says:

          Dear mas Wahyu Winoto,

          Mohon maaf saya terlambat menjawab pertanyaan ini, sebab di notifikasi email saya tidak muncul.
          Saya akan jawab pertanyaan Mas Wahyu via email ya.
          Terimakasih

          Reply
  8. sugi tanamas
    sugi tanamas says:

    Pak saya mahon informasi atau saran.
    Tante saya mau operasi katarak di klinik mata nusantara kira-kira pakai dokter.
    siapa yg bagus semoga berhasil dengan baik.
    makasih pak atas sarannya
    salam

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Mohon maaf sekali saya tidak bisa memberikan informasi dan saran dokter yang baik, karena saya sendiri tidak menjalani operasi di KMN, saya di JEC.
      Selain itu saya tidak bisa memberikan rekomendasi dokter.

      Reply
  9. Ogi
    Ogi says:

    Dear pak Baskoro,
    Terima kasih atas sharingya di atas. Izin mau bertanya.
    1) Apakah saat ini mata pak Baskoro sudah stabil, bagaimana dengan lensa kacamata mas Baskoro apakah sudah tidak ada perubahan lagi, posisinya jadi -/+ brp..? Kira2 brp lama kondisi mata akan stabil pasca operasi..?
    2) Apakah setelah operasi ada kesan terlihat seperti lengkungan “(” pada sisi kiri atau kanan mata, jd seperti membatasi pandangan pada sisi kiri atau kanan mata. Dimana awalnya saya pikir batas lensa tapi dokternya bilang itu bekas sayatan dan akan hilang.

    Sebagai informasi, saya minggu lalu barusan operasi katarak pada mata kiri, dan akan dilanjutkan 2 minggu lagi pada mata kanan. Sebelumnya saya sudah menggunakan kacamata + (mata kiri & kanan). Sebelum operasi dokter merencanakan akan membuat kondisi mata saya rabun jauh 0 (tidak ada -/+) dan rabun dekat sekitar ukuran saat ini. Tapi saya rasakan kondisi mata menurun sejak awal selesai operasi. Awal setelah operasi masih dapat melihat jauh dan jelas, tp sekarang kemampuannya berkurang, dan lengkungan yang terlihat pada sisi kiri mata masih terasa dan mengganggu. Nanti akan ditanyakan pada control berikutnya. Untuk rabun dekat masih bisa menggunakan kacamata lama.

    Demikian, terima kasih sebelumnya.
    Salam.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Lina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>