Contoh kartu SIM Hi!

Pengalaman Beli SIM Card Yg Mahal di Lucky Plaza Singapore

Tanggal 6 sampai 17 Mei 2013 saya ikut short courseTemasek Foundation Water Leadership Programme” di  National University Singapore – Lee Kuan Yew School of Public Policy (NUS LKY SPP)  di Singapore. Jadi pada tanggal 5 Mei 2013, hari Minggu siang, saya sudah berada di Singapura.

Pada hari Minggu sore karena saya membutuhkan Pre-Paid Card (kartu perdana telepon selular) untuk berkomunikasi di Singapura, maka saya berdua dengan teman saya memutuskan untuk mencari dan membelinya di pertokoan Lucky Plaza. Saya pikir harga Pre-Paid Card akan standar atau sama di toko manapun di Singapura, maka saya memilih untuk membeli di toko M*g* *l*t* M*b*l* (sebaiknya namanya diinisialkan saja menjadi MEM) di Lucky Plaza Orchard Road. Saya menanyakan Pre-Paid Card yang sudah biasa saya gunakan sebelumnya ketika ke Singapura yaitu “Hi!” produk SingTel. Si penjual langsung melayani dengan meminta paspor saya untuk proses registrasi, membuka kartu perdana tersebut dari plastik bungkusnya dan kemudian memasangnya pada ponsel saya dan juga ponsel teman saya.

Bungkus SIM Card dan Kartu nama toko nya

Bungkus SIM Card dan Kartu nama toko nya

Ketika sedang memasang kartu tersebut, saya tanyakan kepada penjual berapa harga kartu perdana tersebut. Penjual mengatakan bahwa kartu perdana itu masing-masing adalah 38 SGD. Saya kaget namun saya pikir harganya memang sudah berubah sejak terakhir saya beli 2 tahun yang lalu. Kemudian sewaktu pemasangan si penjual bertanya, apakah kartu ini akan digunakan untuk telepon atau internet, saya jawab untuk kedua-duanya. Oleh si penjual dikatakan kalau begitu harus di top-up (ditambah) pulsanya. Saya menyetujui walaupun agak ragu.

Permasalahan muncul ketika selesai semua dan saya hendak membayar, ternyata harga yang diberikan penjual menjadi 98 SGD untuk masing-masing kartu. Sehingga harga dua kartu perdana itu kami menjadi 186 SGD atau setara sekitar Rp. 1.550.360,00 (1 SGD = Rp. 7.910). Tentu kami keberatan dan tidak setuju dengan harga tersebut, mengingat harga dasar kartu perdana tersebut menurut hemat kami tidak sebesar itu dan jika di top-up pun tidak akan sebesar itu. Apalagi ternyata Blackberry milik rekan saya masih belum bisa terkoneksi. Namun setelah berdebat dan terkendala bahasa/komunikasi serta kita tidak yakin dengan sistem hukum di SG plus ditambah penjual yang berbadan besar dengan badan penuh Tattoo :D maka kami akhirnya pilih membayar, walaupun dengan berat hati. Dengan harapan saya akan adukan ke otoritas berwenang di SG.

Sesampainya saya di hotel, yang tidak jauh dari Lucky Plaza, maka saya berinisiatif menghubungi SingTel sebagai produsen kartu perdana “Hi!” melalui email (surel). Tadinya saya coba mencari Lembaga Perlindungan Konsumen, tapi saya search/googling yang ketemu Kementrian Perdagangan Singapore, dan itupun saya ga yakin email saya dilayani oleh mereka (terbukti kemudian memang tidak ada respon dr mereka). Saya browse website Singtel dan melalui website mereka saya menyampaikan permasalahan saya. Dalam surat tersebut saya ceritakan kronologis kejadian diatas dengan menyebutkan nama Toko dan lokasinya (namun tanpa nomor telepon toko karena saya tidak mengetahui). Pihak SingTel kemudian melalui email penjawab otomatis menegaskan akan menindaklanjuti keluhan saya dalam 3 hari. Saya pribadi sebenarnya masih ragu apakah akan ditindaklanjuti oleh pihak SingTel.

Tiga hari kemudian, tepatnya hari Rabu pagi, ketika saya sedang mengikuti training tiba-tiba ada telepon dari nomor Singapura 98381010 yang saya tidak kenal. Setelah saya angkat ternyata itu adalah Customer Officer dari SingTel yang menghubungi saya. Ia mengkonfirmasi atas keluhan/pengaduan saya dan berjanji akan menindaklanjuti permasalahan saya tersebut dengan menghubungi dan berbicara kepada penjualnya. Saya masih ragu apakah pihak SingTel dapat membantu mengembalikan uang saya (apalagi saya tidak dapat mencantumkan nomor telepon toko di surat pengaduan saya).

Ternyata, sekitar jam 11.30 pihak SingTel menelepon saya kembali. Sayangnya saya tidak bisa menjawab karena ponsel saya low batt, sehingga terpaksa saya jawab melalui SMS. Alangkah gembiranya saya, ternyata pihak SingTel telah menghubungi pihak penjual dan hasilnya adalah pihak penjual bersedia untuk mengembalikan uang saya. Dari informasi pihak SingTel disebutkan bahwa harga satuan kartu perdana yang saya beli hanya dikenakan harga 12 SGD, sehingga untuk 2 kartu menjadi 24 SGD. Sisa kelebihan sebesar 172 SGD dapat saya minta kepada penjual di tokonya. Saya khawatir penjual akan mempersulit atau tidak bersedia membayar. Namun pihak SingTel meyakinkan pasti akan dibayar dan jika ada masalah silahkan hubungi mereka kembali. Akhirnya saya dan teman saya mendatangi toko tersebut dan berhasil meminta uang kami kembali tanpa ada kendala yang berarti.

SMS saya dgn Customer Service dari Singtel SG

SMS saya dgn Customer Service dari Singtel SG

Saya sangat kagum dan senang sekali dengan pelayanan SingTel Singapura yang tanggap merespon keluhan saya dan menindaklanjuti keluhan saya tersebut hingga tuntas. SingTel juga mampu memberikan perlindungan yang baik sehingga saya sebagai turis di Singapura merasa dilindungi sekali dan dapat terhindar dari kerugian. Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada SingTel. Saya sangat mengapresiasi sekali  upaya yang telah mereka lakukan sehingga uang saya bisa kembali dimana hal ini sangat berarti bagi saya. Kalo perusahaan layanan publik yang ada di Indonesia kapan ya bisa kayak gitu? bisa sangat responsif dan membantu sekali dalam menyelesaikan masalah pelanggannya.

Oh ya sebagai saran, jika ke Singapore bingung beli SIM Card yg aman dimana, saya punya rekomendasi di kawasan dekat Mustafa Shopping Center di deket stasiun MRT Farrer park.
Lokasi toko itu gampang sekali, keluar dari stasiun MRT Farrer Park pilih gate A, lalu keluar dari stasiun jalan ke arah City Square Mall, hingga di perempatan Serangoon road kalo ke kiri kita ke Mustafa, nah di perempatan itu ada Warnet 24 Jam punya orang keturunan India.Di depan warnet itu ada kios jualan voucer atau SIM Card persis kayak di Indonesia :) trus yg jual laki-laki keturunan India. Dia selain jual SIM Card juga bersedia mensetting kartu kita agar bisa sesuai dengan paket yg kita mau. Karena saya butuh buat Internet maka saya minta disetting paket internetan :) Orangnya tidak terlalu ramah tapi dia baik dan komunikasi dengan bahasa Inggrisnya bagus.
Harganya juga lumayan bagus, terakhir September 2014 saya beli SIM card udah disettingin sampai beres cuma bayar 18 SGD. Masih lumayan banget. Setiap saya ke Singapore saya jadi beli SIM Card disitu.

Sebenarnya di Lucky Plaza juga ada, tapi di lantai berapa ya? saya lupa. Tokonya di pojok deket tangga jalan yg dari sisi jalan Mount elizabeth, dilantai atas sekitar lantai 3 kalo ga salah, di depannya restoran Indonesia. Cuma kalo toko ini jam 6 atau 7 malam kalo tidak salah sudah tutup. Beda dengan yg didaerah Serangoon road ini, sepertinya 24 Jam mengikuti si Warnet yang juga 24 jam.

Lokasi toko jual SIM Card di Serangoon Road

Lokasi toko jual SIM Card di Serangoon Road

 

 

 

Share this:

15 replies
  1. Rini
    Rini says:

    Bas…

    Giliing, ga nyangka beli sim card ditepu juga. Sadis itu penjualnya di Lucky Plaza. Dia pikir turis gak bakal perpanjang maslaah kali yaa ckckck. Tapi hebat ya SingTel, langsung ditindaklanjuti. Respon di penjual waktu lo balik minta selisih duit lo gimana? Gue kemarin juga beli di Mustafa, tapi ternyata tersedia juga di convenience stores.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Sist Rini,

      Iya sis betul banget. Awalnya gue juga nyaris pasrah. Tapi gue coba aja ngadu ke Singtel sbb jumlahnya lumayan gede buat gue.
      Respon si penjual udah gue antisipasi. Waktu singtel bilang gue diminta ke tokonya untuk minta uang kelebihan bayar itu, gue udah tanya bagaimana jika mereka menolak atau mempersulit.
      Kata Singtel kasih liat aja sms kita ini atau kamu hubungi saya lagi kalo ada masalah.
      Bener aja, waktu gue kesana si penjual masih sok belaga lupa dan menyebut nominal yg harus dikembalikan lebih kecil dari jumlah aslinya.
      Gue ga mau banyak cingcong gue kasih liat aja SMS Singtel ke gue, si engkoh yg jual langsung kasih uangnya ke gue sesuai di SMS Singtel ke gue, dengan wajah bete dan asem banget.
      Gue ga perduli lah yg penting duit gue balik hehehe :))
      Sist Rini gue beli SIM Card nya ga di Mustafa lho, tapi deketnya Mustafa.

      Reply
  2. Dewi Lusiana
    Dewi Lusiana says:

    Pak boleh tau tidak alamat surel nya singtel, krn aku juga ngalamin hal yg sama saat beli kartu di lucky plaza..
    Mohon info nya ya pak
    Sebelum dan sesudah saya ucapkan terima kasih

    Dewi lusiana

    Reply
  3. Minizoya
    Minizoya says:

    Pak kartu simcardnya masih ada ngga? Kalau ada saya berminat… Dlm keadaan kosong gpp (pulsa 0). Thanks Pak ditunggu responnya…

    Reply
  4. Agung
    Agung says:

    Sy ingin travelling ke Singapore dgn tujuan hanya liburan dan fto2 sj, seperti tmn sy hanya 1 hari aja di Singapore terus terbang ke Malaysia lalu balik ke Malaysia, dia hanya tidur di Airport tanpa booking hotel segala. Rencana’a sy jg mau beli sim card SG tapi kyak’a kemahalan dehh ga kyak di Malaysia murah dan efisien. :)) Salam

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Saya butuh kartu perdana. kartu perdana tdk bs dibeli di sevel. Kita hrs beli di toko penjual kartu perdana. Di toko itu paspor kita di scan. Sevel ga jual kartu perdana dan ga punya scan paspor.

      Reply
      • Eko
        Eko says:

        Sorry nih gan, kebetulan ane juga suka bolak balik singapur,
        kata siapa gan di sevel ga bisa, ane kalo beli perdana singtel di sevel
        nanti disuruh niggalin passport dan tunggu sekitar 10 menit buat registrasi, udah jadi deh,
        dah gitu harganya murah, cuma 15 SGD sesuai sama yang tertera di perdananya, dapet pulsanya 18 SGD, jadi menurut saya lebih baik beli di sevel gan kalo mau beli perdana,
        sekian,

        terima kasih

        Reply
        • Baskoro
          Baskoro says:

          Terimakasih info nya bung Eko.
          Saya waktu ke SG dari dulu ga pernah dapet Sevel yg jual kartu perdana. Mereka selalu bilang ga jual.
          Ga tau deh kalo sekarang bisa atau sevel yg anda kunjungi memang jual.
          Saya selama ini jg tanya2 ama temen saya yg tinggal di sana.
          Ya kalo memang bisa bagus lah. Bisa jd pilihan utk beli perdana.
          Tp kalo sekarang ke SG sy pake SIM card Indonesia aja kalo cm sebentar. Paket data inet numpang wifi hotel :)

          Reply
        • amartha
          amartha says:

          Sekedar berbagi pengalaman untuk pembaca yg mungkin membaca kometar ini. 2 tahun lalu waktu ke spore saya mengantar saudara saya membeli simcard di seven eleven (sevel) di daerah litte india (dekat city square mall). tapi 3 bulan lalu saya ke spore, lalu ke sevel d daerah little india juga (pom bensin seragoon rd), tp mereka tidak menjual kartu perdana. Jadi saya simpulkan, tidak semua sevel d spore menjual kartu perdana. Mungkin hanya sevel yang berlokasi strategis saja. Cmiiw ^^

          Reply
          • Baskoro
            Baskoro says:

            Terimakasih sekali atas informasinya.
            Betul sekali infonya, saya sudah konfirmasi dgn teman saya yg tinggal di Singapore. Memang benar tidak semua sevel jual sim card.
            Thanks sekali lagi sdh mampir dan berikan info ini.

            Reply
  5. dona
    dona says:

    Baru tau kalo di singapura ada juga penjual yang ngambil kesempatan kaya gitu, lain kali berarti harus hati2 sama banyak cari info ya mas.. trima kasih sharingnya..

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>