karllagerfeld

Pasca Operasi Mata (Katarak) “Phacoemulsification”

Melanjutkan kembali cerita saya sebelumnya tentang pengalaman saya operasi mata Phacoemulsification yang sudah saya tulis DI SINI.

Terakhir saya datang kontrol ke JEC tanggal 10 Juni 2015. Kedatangan saya itu seharusnya untuk yang terakhir namun “ternyata” saya diharuskan untuk kembali lagi setelah lebaran untuk kontrol lagi. Belum sampai setelah lebaran pada tanggal 29 Juni 2015 hari Senin saya merasakan mata sebelah kiri selain terasa ngeres juga gatal, nyeri di pelupuknya dan kedutan. Saking gatalnya senin malam saya tidak bisa tidur, saya mau kucek tapi takut, ga dikucek mata saya gatel banget. Selain itu mata kiri saya masih terasa kessett/ngeres ga hilang2 sejak pasca operasi dulu.

Hari Selasa saya rencananya mau ke JEC periksakan mata saya, tapi ternyata ada kabar dari kantor saya yang dulu (Badan Regulator) bahwa hari Rabu tgl 1 Juli 2015 jam 08.00 pagi saya dijadwalkan meeting dengan Direktur PAM Jaya yang baru. Ya udah saya pikir sekalian aja, abis meeting yang saya perkirakan jam 10.00 sudah selesai saya akan ke JEC. Saya sudah booking malam sebelumnya melalui JEC Apps for Anfroid utk kontrol dengan Dr. Johan Rabu siang.

 

KONTROL LAGI (RABU TANGGAL 1 JULI 2015)

Tanggal 1 Juli 2015 saya meeting di kantor PAM Jaya sampai jam 12.00 siang ternyata. Selesai meeting dengan pak Dirut dan Direksi PAM Jaya lainnya saya kemudian bergegas ke JEC Menteng. Seperti biasa saya diperiksa di ruangan BDR. Hasil periksa di ruang BDR cukup melegakan saya karena ternyata mata kiri dan kanan minusnya sama yaitu -1.50 dan plusnya adalah +2.5 (artinya plusnya tidak berubah). Sehingga saya cukup lega namun demikian masih terdapat masalah yaitu mata kiri saya yang terasa ngeres dan gatelnya yang nanti akan ditanyakan ke Dr. Johan.

Selesai dari BDR seperti biasa menunggu panggilan di depan ruang dokter di ruang 4E. Setelah saya menunggu kemudian saya dipanggil. Langsung saya utarakan semua masalah saya. Dokter katakan bahwa mata yang ngeres dan gatal itu semua satu paket. Untuk itu saya diberikan obat lagi yang baru, yaitu: FML Neo ED, Hialid ED dan Nutrivision.
- FML Neo ED dan Hialid ED adalah obat tetes yang diteteskan di mata kiri dan kanan 4X sehari
- Nutrivision adalah vitamin kapsul yang diminum 2X sehari.

Pada kesempatan ini saya sampaikan juga bahwa obat Protagenta yang diresepkan oleh dr Johan tanggal 10 Juni 2015 ternyata terasa pedih dimata. Dokter hanya merespon biasa saja, dia katakan agar obat itu jangan digunakan lagi. Selanjutnya dokter meminta saya untuk kontrol kembali 2 minggu lagi, pas sebelum lebaran. Saya pun meninggalkan ruangan periksa.

Saya perhatikan di JEC ada sistem baru terkait pemanggilan pasien berikutnya, dimana pasien yang masih berbicara dengan dokter tapi bel panggilan di luar sudah dibunyikan oleh susternya, sehingga pasien berikutnya sudah siap-siap masuk sementara kita masih ada perbincangan dengan dokter. Saya perhatikan ini tidak hanya berlaku buat saya saja tapi pasien sebelumnya juga demikian. Sistem baru ini menurut saya tidak bagus, seolah-olah pasien diusir buru-buru keluar dari ruangan. Menurut saya sebaiknya panggilan pasien berikutnya dibunyikan ketika dokter dan pasien betul-betul sudah selesai berbincang.

Kontrol tanggal 1 Juli 2015 ini, saya mengeluarkan biaya sebesar:
- Administrasi Rp. 50.000,00
- Pemeriksaan Awal Rp. 105.000,00
- Konsultasi Dokter Rp. 280.000,00
- Obat Rp. 525.000,00
Total hari ini saya keluarkan biaya Rp. 960.000,00

 

KONTROL TANGGAL 15 JULI 2015 

Tanggal 15 Juli 2015 saya datang lagi ke JEC untuk kontrol lagi. Seperti biasa saya daftar dulu di loket lantai dasar kemudian diarahkan ke BDR di lantai 4. di BDR saya diperiksa, dan hasilnya sedikit melegakan karena tekanan bola mata normal dan minus mata saya menurun. Mata kiri jadi -1.50 dan mata kanan -1.25, sedangkan untuk plus nya kedua mata tetap +2.5. Selesai dari BDR saya dipersilahkan tunggu panggilan di depan ruangan 4E seperti biasa, itu adalah ruangan dokter Johan.

Pada konsultasi kali ini saya memiliki 3 keluhan yaitu:
1. Mata kiri saya masih “ngeres” terasa mengganggu sekali (mata kanan tidak)
2. Di Mata kiri dipinggir kornea ada seperti “lemak” atau apalah, saya menduga itu adalah bekas sayatan
3. Mata kiri dan kanan saya menjadi tidak jernih, saya rasakan semakin kotor. Pandangan mata saya seperti ada benda2 terbang seperti kapas atau debu. Dahulu saya tidak rasakan ini.

Saya akhirnya dipanggil. Langsung saja saya utarakan permasalahan saya tersebut. Untuk masalah mata saya yang masih ngeres dr. Johan tetap sarankan saya gunakan protagenta. Ketika saya katakan protagenta itu rasanya perih di mata dan saya ingatkan saya sudah laporkan ini beberapa waktu lalu, dr. Johan seperti kaget dan teringat. Ternyata menurut dr. Johan, pabrikan dari Protagenta melakukan kesalahan pada batch obat yang saya gunakan, karena pada batch obat saya itu terjadi kontaminasi dalam mencampur obat, protagenta saya tercampur dengan bahan pengawet yang membuat obat tersebut menjadi perih di mata. Atas kejadian ini obat saya boleh ditukarkan. Saya terus terang kaget dengan kejadian ini, kok bisa seperti itu pabrik obat membuat kesalahan di obat mata, masih untung tidak fatal, bagaimana jika tercampur dengan obat yang keras dan berbahaya?

Protagenta PolyvinylPyrrolidone

Protagenta PolyvinylPyrrolidone

Saya sudah pesimis sebenarnya dengan solusi dokter Johan yang masih gunakan Protagenta untuk masalah mata saya yang ngeres ini. Sedangkan untuk masalah kedua yaitu ada guratan seperti “lemak” di dekat kornea mata kiri saya dr. Johan mengkonfirmasi dugaan saya bahwa itu adalah sayatan bekas pisau operasi. Sayangnya dr. Johan tidak menjelaskan lebih detail itu apa hanya menegaskan itu tidak lah berbahaya. Saya sih melihat di mata kanan tidak ada guratan seperti itu, dan mata kanan saya tidak ada keluhan mata yang terasa ngeres seperti di mata kiri, sehingga analisa awam saya itulah yang membuat mata kiri saya terasa tidak nyaman. Namun dokter berkesimpulan lain.

Sedangkan untuk masalah ketiga, dimana saya merasakan kedua mata saya menjadi keruh, pandangan tidak jernih karena terasa seperti ada debu-debu dimata dr. Johan melakukan pemeriksaan dan ia katakan bahwa bola mata saya kotor dan perlu dibersihkan dengan teknik laser yang perlu biaya lagi. Sementara ini saya minta gunakan obat saja, dan tidak mau untuk jalani laser karena akan butuh biaya lagi dan melihat perkembangan pengobatan.

Dokter Johan hanya berikan obat tetes EyeFresh sesuai permintaan saya jika saya merasa mata saya masih tidak nyaman. Selesai konsultasi dr. Johan bilang agar saya kembali lagi 3 minggu lagi. Saya pun melangkah pergi dengan lesu.

Kontrol tanggal 15 Juli 2015 ini, saya mengeluarkan biaya sebesar:
- Administrasi Rp. 50.000,00
- Pemeriksaan Awal Rp. 105.000,00
- Konsultasi Dokter Rp. 280.000,00
- Obat Rp. 33.000,00
Total hari ini saya keluarkan biaya Rp. 468.000,00

Saya memang sudah tidak terlalu yakin dengan konsultasi saya hari itu. Terbukti hingga tanggal 21 Juli 2012 mata kiri saya tetap terasa ngeres dan sekarang tambahan persoalannya adalah mata yang tidak jernih alias terasa ada kotorannya. Tanggal 20 Juli 2015 saya kirim email ke dr. Johan untuk jelaskan semua kekecewaan saya dan saya sudah tidak akan kembali untuk kontrol lagi dengan beliau. Saya sudah kecewa dengan kondisi ini. Saya masih bisa terima dengan kondisi minus di mata saya yang tidak bisa nol, tapi saya kecewa dengan permasalahan mata saya yang ngeres dan belum juga terselesaikan padahal sudah hampir 2 bulan lebih sejak operasi Phaco.

Dengan kejadian ini saya berencana untuk melanjutkan pengobatan di Singapore seperti saran teman saya dulu sebelum saya operasi ke JEC. Saya dulu masih coba untuk percayai rumah sakit di Indonesia tapi dengan kejadian ini saya sudah apatis. Menurut saya dokter dan rumah sakit di Indonesia belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasiennya. Semoga saya bisa menabung kembali untuk berobat ke Singapore suatu saat nanti.

 

 

 

Share this:

21 replies
  1. Christian
    Christian says:

    Turut prihatin dg kondisi anda.
    Sebelumnya saya juga ingin berterima kasih atas tulisan anda yang sangat medetail dan jelas untuk seluruh proses tahapan, pemulihan dan biaya oprasi katarak yg anda alami. Jujur tulisan anda yg menginspirasi mama saya untuk menempuh operasi yg sama di awal juli lalu di JEC Kedoya dengan dr. Iwan Soebijantoro, SpM(K)..
    Beberapa jam setelah operasi, mama saya juga mengalami komplikasi yg mirip dengan anda, muncul awan putih seperti kabut menutupi pandangan matanya. Kabut tersebut sangat pekat sehingga penglihatan jauh menurun dibanding sebelum oprasi. Pada kontrol h+1 dikatakan ada peradangan, diberikan obat tetes Cendo Ophtalgon (sangat pedih saat ditetes) 6x sehari. Ketika di baca indikasi obat, tertulis salah satu tujuannya adalah ‘clear the cornea’. Obat tersebut memang tidak memberi dampak langsung pada kabut, sekitar 2minggu baru penglihatan berangsur jernih dan sekarang kabut telah hilang sama sekali.
    Saya tidak menganjurkan untuk membeli sendiri obat tersebut, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter lain (second opinion). dr Iwan sangat supel, komunikatif dan sangat yakin dalam memberikan resep, penjelasan dan sangat care dg pasiennya (kontrol h+1 jatuh pd hari minggu, dan dia tdk ada jadwal praktik hari itu, tapi dokter tetap datang demi melayani pasiennya kontrol pasca oprasi).
    Masih ada koq dokter indonesia yang kompeten, hanya saja agak sulit untuk mencarinya.. ^.^

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Christian,
      Justru saya yang terimakasih dengan informasi dari anda. Saya mungkin akan coba ke dokter Iwan Soebijantoro nanti. Saat ini saya sudah tidak pernah kembali ke JEC. Mata saya pun sudah lumayan enak walaupun belum sepenuhnya enak masih terasa ada kotoran jd tidak jernih.

      Reply
  2. Jonotron
    Jonotron says:

    Bagus dan lengkap sekali tulisan nya, benar nih, saya juga habis operasi katarak di Surabaya dan mengalami mata yang terasa ngeres dan tidak nyaman barangkali nanti nemu ada solusi tolong di khabari ya …

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Mas Jonotron,
      Saya sudah tidak kembali kontrol ke JEC dan ke dokter manapun. Saya hanya gunakan tetes mata EyeFresh saja dan Hialid. Itupun tidak rutin hanya jika mata saya terasa ngeres saja.
      Sepertinya masalah mata saya sudah mulai hilang dengan sendirinya. Walopun kadang masih terasa suka ngeres, tapi saya pake tetes EyeFresh saja cukup. Selebihnya nyaman-nyaman saja.

      Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Mas Rio,
      Sepertinya memang saya harus lebih sabar mas.
      Kondisi mata saya berangsur-angsur sudah mulai normal kok.
      Tapi kadang memang suka ngeres, tapi bisa dihilangkan dengan obat tetes EyeFresh.
      Sedangkan untuk mata yang terasa kotor seperti ada rambutnya saya harus periksakan lagi ke dokter suatu saat nanti. Sekarang saya masih males ke dokter ;)

      Reply
  3. Lie Se
    Lie Se says:

    Terima kasih banget atas ulasan step2 operasi katarak yang begitu detil..
    sangat sangat sangat membantu.
    Desember 2015 lalu, saya di”vonis” Katarak oleh Dr. di JEC, memang benar hal ini, karena saya cross control lagi ke dokter mata lain di luar JEC,
    karena takut dengan operasi, saya tunda hingga hari ini..
    saya cek juga biaya operasi di Singapore untuk perbandingan, tapi biayanya tinggi sekali..

    Pak Harri, sekarang mata anda sudah lebih baik? atau sudah hilang kepercayaan dengan dokter di negri kita?? (sedih rasanya…)
    Saya ingin konsultasi dengan dokter yang bisa memberi edukasi kepada pasien, karena
    mata saya selain minus tinggi (-14 kiri, -18 kanan) , ada silinder dan plus juga..

    Semoga mata pak Harri semakin sehat.
    Tuhan selalu mengiringi langkah anda.
    Salam.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Pak/Bu Lie Se,
      Senang sekali anda sdh mampir ke website saya. Senang jg artikel saya ini sdh bisa membantu.
      Saat ini saya sudah semakin baik. Minus saya tinggal 0.75 kanan kiri dan plus 1 kanan kiri tanpa ada silinder.
      Rencananya kapan anda akan lakukan operasi? Saya belum temukan dokter yg pas di Singapore dan Indonesia jd sementara hanya minum vitamin saja. Saran saya jika anda nyaman di JEC silahkan saja tapi pastikan dokternya yg mau kooperatif dengan pasien sehingga anda mendapat penjelasan secara komplit terutama dampak atau konsekuensi yg dapat terjadi dan harus dihadapi.
      Saya juga mendoakan anda sukses dalam operasi nanti dan sehat2 selalu. Tuhan beserta anda.

      Reply
  4. jennifer
    jennifer says:

    Selamat malam pa Hari
    Salam kenal !
    Terima kasih bangat artikel dan cerita pengalaman operasi tentang katarak bapak yg di sharing dr proses awal sampai pasca operasi.
    Meskipun cerita pengalaman operasi katarak bapak cukup panjang dan jelas bangat tapi juga seru dan menarik bangat. Dan itu sangat membantu untuk pasien yg akan melakukan operasi katarak dgn mata minus tinggi, memang betul harus ada persiapan mental kuat ya.
    Termasuk saya ini pasien dokter Iwan yg akan melakukan operasi katarak minggu depan dimana mata saya juga minus tinggi kiri -6.5 /+2.5 kanan -7/+2.5. Disamping itu mata kiri saya pernah trauma kena tonjokan (sedih kalau ingat kejadian thn 2009 tapi saya sudah forget it) ditambah kedua mata saya dari dulu memang ada history penyakit uveitis dan sering hampir tiap thn akan kambuh kadang kiri kadang kanan. Namun untungnya sdh hampir 5 thn ini penyakit uveitis dimata saya tidak pernah lagi kambuh.
    Dari cerita bapak mulai operasi sampai sekarang sudah satu tahun ya. setelah operasi keluhannya mata akan ada penyesuaian, mata kadang tidak nyaman dan kadang mata kering juga suka gatal ya. Minus juga tidak bisa dihilangkan sampai zero dan untuk membaca bisa berubah menjadi ada plus. Sama dengan adik saya juga baru operasi satu mata kiri saja yg kena katarak tadinya matanya tidak ada minus malah setelah operasi jadi ada minus -1, keluhannya sama awal baru operasi kelihatannya spt ada sabit dan ganjelan sudah berapa kali bola balik konsultan dokter sekarang sudah 3 bulan keluhan gajelan dan sabit sdh tidak ada.
    Setelah adik dan mama selesai menjalankan operasi katarak sekarang giliran saya juga harus operasi katarak, hu..hu..hu.. sebetulnya saat saya kena trauma mata dokter juga sudah bilang mata saya bakal katarak dan memang betul tidak lama dari kejadian trauma Mata kiri saya sudah mulai burem namun saya masih bisa bertahan sampai berapa tahun untuk melihat dan sejak 6 bulan ini saya merasa mata kiri saya semakin ga enak dan burem utk melihat terutama di tempat terang dan malam hari saat bawa mobil melihatnya jg kurang jelas dan pantulan cahaya membuat mata saya menjadi silau melihatnya. Pokoknya saya merasa sangat berat dan beban menyetir di malam hari, dan setelah check ke dokter memang menyatakan saya ada katarak, tidak ada jalan keluar tetap harus operasi hal ini membuat saya jadi stress dan takut operasi.. dikarenakan saya banyak pertimbangkan masalah mata saya bukan mata yg sehat karena saya ada minus tinggi juga ada history penyakit uveitis dan pernah trauma mata juga, Apa effeck samping setelah operasi? Dan satu hal lagi meskipun sekarang mata saya tidak nyaman untuk melihat jauh dan malam hari namun apabila untuk melihat dekat membaca message di hp dgn text yg sekecil apapun saya bisa melihat sangat jelas tanpa harus memakai kaca mata plus dan memang kegiatan saya sehari2 banyak mengunakan hp chatt.
    Dan apabila saya sudah operasi katarak otomatis bila saya membaca dekat sudah harus memakai kaca mata….tidaaaaaak!!.
    Pak, meskipun Saya sudah banyak tau Setelah saya mencari dan membaca informasi2 yang di internet mengenai keluhan2 sebelum dan sesudah operasi katarak, juga membaca cerita dari bapak mengenai operasi katarak tapi mengapa perasaan saya masih saja takut ya
    Sudah satu bulan lalu sejak saya siap konsultasi dgn dokter Iwan utk operasi di JEC sdh dua kali mata saya diperiksa, pertama kali check kata dokter tekanan mata kiri saya aga tinggi ada glukoma, lalu dokter berikan resep obat tetes mata dipake setelah 1minggu kembali ke dokter check dan tekanan mata sdh turun lalu pengechekkan syaraf mata dll semuanya bagus dokter blng mata sy siap di operasi. Tapi karena ketemu liburan lebaran dan terus terang saya sendiri masih belum siap artinya saya sendiri masih agak takut operasi, sekarang tinggal dua hari lagi yaitu lusa tgl 22 July 2016 sudah di jadwal untuk operasi. Tapi… gimana? sy takuuuuuuut pak, sebetulnya sakit ga sih?
    Terus saya juga ingin tau bapak operasi katarak sejak tahun lalu sampai sekarang sudah satu tahun ya. Bagaimana perkembangan kondisi mata bapa? Apakah masih ada keluhan ganjelan, kering dan tidak nyaman? Minus dan plus msh tinggi? Apakah selama satu tahun ini mata bapa ada effek samping sakit apa tidak?
    Maaf jadi ikut cerita panjang dech, hahahaha

    Sekian dan terima kasih doain sy ya pa biar sy bisa operasi dgn lancar, amin!!
    Btw boleh minta nomer tel whatsAap bapak?

    Salam sehat
    Jennifer

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Jennifer,
      Thanks sudah mampir di web saya dan juga share pengalamannya.
      Pertanyaan anda saya sudah jawab lewat Whatsapp ya.
      Tidak usah cemas dan semua akan lancar. Amin.
      Salam, BAS.

      Reply
  5. Deonardo Hermawan
    Deonardo Hermawan says:

    Selamat Pak Harri,

    Terima kasih atas artikelnya yang sangat lengkap, kebetulan saya juga akan operasi phakic iol dgn dr Johan pada tgl 16 agustus, bagaimana dgn kondisi kedua mata bapak saat ini? Apakah ada efek samping lain yang muncul? Pak, apakah saya juga boleh meminta email dr.johan?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Terimakasih pak Deonardo sdh berkunjung ke web saya.
      Apakah bpk sdh membaca artikel saya yg lain ttg pasca phakic?
      Sampai saat ini mata saya yg sebelah kiri saja yg msh kurang nyaman. Masih terasa keruh dan agak kabut. Tp itupun hanya kadang2 muncul. Paling sering sore atau malam hari.
      Email suster dr Johan sdh saya kirimkan ke email anda. Thanks

      Reply
  6. andi
    andi says:

    Salam kenal pak…
    Sebelumnya saya perkenalkan diri dulu, nama saya Andi, usia 32 thn istri 1 dan anak 1. Selama 32 thn hidup baru 2 bulan yg lalu saya cek mata pertama di optik dekat rumah (saya divonis mata kiri saya silinder 1,75 dan kanan minus 17).
    Betapa woooow nya saya dan sedikit syook, sama petugas optiknya saya ga dikasih solusi kaca mata tapi disuruh ke medis. Takut horor operasi, akhirnya saya coba-coba bergelut sama pakde google, apakah ada cara selain medis, ya akhirnya nemu obat2 herbal yg dijual di internet berisi ekstrak2 bluberyy dll.
    1 bulan pemakaian kok ga naik turun kondisi mata kadang enteng, kadang pegel kadang panas dan kadang mbayang.
    Akhirnya daripada saya bertahan sama kondisi seperti ini, saya putuskan hari sabtu 12 nov ke Rumah Sakit mata Undaan Surabaya (ya perjalanan sekitar 30 dari rumah saya) saya cek awal disana pakai jalur umum, karena pengen tahu saya hasilnya gimana.
    Setelah dicek, mata saya kiri minus 0,5 dan silindernya 2, yang kanan lah ini yg saya tunggu2 karena periksa dioptik saya divonia min 17. Ternyata di RS. Mata Undaan, mata saya divonis min cuma 10 …
    Tapiiiiiii sudah ada kataraknya dan mata kanan saya dari bawaan lahir katanya lebih besar dari yg kiri (atau istilahnya kata dokternya mata malas). Sebelum di operasi katarak harus dikonsultasi ke dokter retina dulu katanya apakah kuat apa ga syaraf2nya. Ternyata mau dikonsulkan ke dokter retina, dokternya berhalangan sampai hari senin depan. Jadi penasaran apakah mata saya yg kanan bisa diambil kataraknya dan setelah diambil kataraknya minusnya bisa berkurang ga ya?
    O iya pak, rencananya dalam minggu dpn saya mau minta surat rujukan BPJS buat kembali ke RS Mata Undaan. Mohon bagi pengalaman dalam menyiapkan mental menghadapi ini dan kasih kata kata sakti buat saya biar tetep semangat! Soalnya saya hanya mengandalkan BPJS.
    Makasih pak, salam kenal

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Salam kenal juga pak Andi,
      Aduh itu minus kok tinggi banget ya bisa minus 17 gitu? emang selama ini ga dirasain atau gimana? kok masih bisa melihat ya?
      Kalo saya aja minus 13 dan 12 bangun tidur mesti nyari kacamata, kalo ngga bisa nabrak-nabrak jalannya.
      Syukurlah sudah diperiksakan ke dokter ahlinya. Menurut saya pribadi kalau untuk urusan mata ga usah cari pengobatan herbal atau alternatif2 lah. Langsung aja ke dokter tapi yang memang spesialis mata biar ketauan jelas apa masalahnya. Sehingga juga tidak terlambat penanganannya.
      Untuk minus yang berkurang atau tidak setelah operasi, ada baiknya bapak tanyakan semua langsung ke dokternya. Mengingat saya bukan ahlinya. Semoga saya doakan minus bapak hilang dan matanya bisa pulih dengan baik.
      Masalah mental dan kesuksesan operasi tidak ada hubungan dengan BPJS pak :D Saya aja kalo bisa pake BPJS mau pakai BPJS saja, cuma sayangnya waktu itu saya tidak tahu jika saya katarak dan juga tidak tahu jika katarak bisa di cover BPJS.
      Untuk masalah operasi katarak dengan di cover BPJS bapak silahkan membaca cerita komentar ibu Wiwin di halaman ini http://harribaskoro.com/cerita-pengalaman-operasi-mata-phacoemulsification-yg-mirip-lasik/ di bulan Maret 2016.

      Saya sampaikan ke pak Andi, Operasi katarak ini hanyalah operasi baisa, tidak perlu tegang. Tingkat kesuksesannya tinggi. Namun demikian tentu saja bapak tetap harus berdoa agar operasi berjalan sukses. Pak Andi yakin, Insya Allah akan sukses dan sehat kembali. Amin.
      Terimakasih sudah mampir di website saya.

      Reply
  7. ariyanti
    ariyanti says:

    Salam kenal pak.
    Terima kasih atas artikelnya. Sy jg berencana melakukan operasi phaciq iol bulan depan dengan dokter Johan di JEC. Usia saya 29thn Mata saya minus 12 dan silinder 5. Tapi sampai hari ini saya masih sedikit takut dan takut akan efek jangka panjang dari operasi ini. Mengingat biaya operasi nya jg yg estimasi nya begitu tinggi.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Salam kenal juga sdri/ibu Ariyanti,
      Entah kenapa komen ini masuk ke spam inbox saya, hampir saja terdelete.
      Saya juga senang artikel ini bisa bermanfaat buat sdri/ibu Ariyanti. Terimakasih juga sudah mampir ke website saya.
      Jika masih takut saya bisa mengerti dan itu hal yang wajar, akan tetapi berdasarkan pengalaman saya tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
      Mengenai biaya memang itu semua kembali kepada kemampuan pribadi masing-masing. Alhamdulilah sekarang mata saya relatif aman-aman saja. Hanya perlu obat tetes jika sedikit lelah atau terasa kering. Itu saja sih.

      Reply
  8. Melly
    Melly says:

    Salam kenal pak Baskoro,
    Terima kasih sebelumnya atas artikel ini, jadi lebih tau sedikit tentang phaco.
    Ada yg mau saya tanyakan pak, apakah sampai saat ini matanya masih terasa tidak enak?
    Lalu berapa minus dan plus bpk saat ini?
    Saya juga disarankan untuk tanam lensa, namun dari membaca artikel ini sepertinya perawatan setelah di phaco cukup panjang.
    Jika berkenan bisakah bapak sharing degan saya di email saya.
    Terima kasih ya.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Salam kenal juga bu Melly,
      Terimakasih sekali sudah mampir ke website dan blog saya tentang artikel operasi Phaco.
      Hampir semua pertanyaan ibu sudah saya tulis dalam artikel saya yang lain.
      Saya juga sudah kirimkan link artikel tersebut melalu email ibu.
      Saya pikir operasi phaco tidak perlu dirisaukan. Silahkan saja segera dilaksanakan.
      Semoga operasinya lancar dan sehat selalu.
      BAS

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>