banner

Operasi Hernia Kucing Saya di RS Hewan Jakarta

Cerita saya kali ini diawali ketika kami kedatangan seekor kucing ras awal Juni 2016 di rumah. Kucing ini diantarkan oleh Satpam sekolah yang berada dibelakang rumah. Alasan satpam memberikan kucing ini kepada ibu saya karena mereka tidak punya makanan kucing.

Di rumah memang ibu saya memelihara atau merawat lebih dari 20 ekor kucing lokal, tidak ada yang kucing ras. Karena kasihan melihat kondisi kucing ras ini maka ibu mau menerima kucing tersebut untuk dititipkan. Entah dari mana kucing itu berasal, juga tidak ada buku keterangan yang menyertainya. Sehingga tidak jelas juga usia nya.

Karena bulunya berwarna hitam maka kucing yang baru datang ini kami beri nama KELING.

Si Keling

Si Keling

Setelah beberapa hari di rumah kami, kami baru menyadari bahwa di tubuh si Keling terutama di bagian perutnya terdapat benjolan bulat sebesar bola bekel atau telur ayam. Kami tentu sedih melihatnya. Akhirnya karena ibu ga tega, maka ibu menghubungi pet shop di dekat rumah, tempat langganan ibu biasa membeli makanan kucing, untuk tanyakan jadwal praktek dokter hewan di pet shop tsb.

Benjolan di perut si Keling

Benjolan di perut si Keling

Setelah dihubungi via telpon oleh ibu, pet shop tersebut kemudian menjemput si Keling untuk diperiksa Dokter Hewan di pet shop tersebut. Setelah beberapa menit Keling dibawa ke Pet Shop tidak lama dia sudah diantarkan kembali. Ternyata menurut karyawan Pet Shop tersebut Dokter Hewan di tempatnya tidak bisa melakukan tindakan untuk mengobati benjolan si Keling. Bahkan si mas nya bilang kata dokter hewan si Keling ini ada Tumor. Selanjutnya ia merekomendasikan agar kami membawa si Keling ke rumah sakit hewan di daerah Ragunan.

Saya dan Ibu saya tidak tega sekali melihat Keling. Nasibnya sungguh menyedihkan. Mengapa dia bisa sampai ke tangan kami dengan kondisi seperti ini? Kemana pemilik sebelumnya? Mengapa Keling yang sakit seperti ini justru bisa berpindah-pindah tangan seperti ini.

 

Rumah Sakit Hewan Jakarta

Saya tidak tau tentang rumah sakit untuk Hewan. Selama ini saya hanya mendengar ada di Ragunan. Oleh sebab itu saya minta adik saya untuk mencari informasi tentang Rumah Sakit untuk hewan yang ada di daerah Ragunan.

Adik saya kemudian mencari tau Rumah Sakit yang dimaksud tersebut. Ternyata di wilayah Ragunan ia temukan 3 RS terkait untuk Hewan, yaitu:
1. Rumah Sakit Hewan Jakarta (RSHJ)
2. Klinik PPSJ (Pondok Pengayom Satwa Jakarta)
3. Puskeswan DKI (yaitu Pusat Kesehatan Hewan milik Pemprov DKI Jakarta)

Saya karena sibuk maka tidak sempat browsing atau cari info RS yang murah dan terbaik. Sehingga secara cepat saja saya putuskan ke RSHJ. Apalagi saya juga sering sekali dengar tentang RSHJ ini, jadi yang kepikir kayaknya ya RS ini yang bagus buat hewan.
RSHJ beralamat di Jl. Harsono RM No. 28 (belakang) Jakarta 12550 Telp. 021 7891093, 7891 094 Fax. 021 22701357 email: rshj.ragunan@gmail.com

Senin 13 Juni 2016, saya dan adik saya membawa si Keling ke RSHJ. Sekitar jam 10 pagi kami ke RSHJ. Di lobby saya langsung diarahkan satpam untuk mendaftarkan si Keling. Saya langsung ke loket pendaftaran disana saya mengisi formulir dan menyebutkan sekilas keluhannya.

Lobby RSHJ

Lobby RSHJ

Setelah mengisi formulir maka saya dipersilahkan menunggu di ruang tunggu. Pagi itu belum terlalu banyak pasien yang menunggu, sehingga tidak lama kemudian nama si Keling dipanggil. Saya dan Keling masuk ruangan periksa.

Di dalam ruangan sudah ada pak dokter Didi dan seorang perawat pria yang langsung menangani Keling. Keling yang saya masukkan keranjang langsung di keluarkan oleh perawat ke meja periksa. Sementara saya dipersilahkan duduk oleh dokter untuk menceritakan keluhan pasien apa. Saya kemudian jelaskan bahwa saya baru saja mendapat kucing ras yang ternyata ada benjolan di perutnya.

Pak Dokter Periksa si Keling

Pak Dokter Periksa si Keling

Setelah mendengarkan penjelasan saya maka dokter memeriksa si Keling. Dokter memeriksa dengan seksama. Setelah memeriksa Dokter sampaikan ke saya bahwa si Keling menderita HERNIA.

Walah… saya heran banget, masa si Keling yang kucing gitu bisa Hernia sih dok? apalagi si Keling kan betina. Kata dokternya walaupun kucing betina bisa saja mengalami Hernia. Menurut dokter jalan untuk mengobatinya adalah dengan di operasi :(

Saya ga tega banget denger si Keling kena Hernia. Saya konsultasi ama Ibu melalui telepon untuk menentukan bagaimana baiknya. Ibu bilang sih terserah saya ajalah. Saya kemudian tanya ke pak Dokter jika di operasi berapa biayanya dan berapa lama masa penyembuhannya?

Dokter kemudian mengatakan perawatan harus rawat inap, dengan masa perawatan yang bervariasi antara 3 sampai dengan 7 hari. Tergantung apakah lukanya cepat kering dan tidak ada hal lain yang mengganggu pemulihan. Kemudian untuk biayanya pak dokter kemudian koordinasi dengan bagian administrasi, cukup lama juga perhitungan simulasi biayanya. Saya ditinggalkan bersama si Keling di ruangan periksa.

Sebelumnya sempat juga mas Perawatnya sedikit pangkas bulu nya Keling, karena memang sepertinya sudah lama sekali Keling tidak dipangkas.

Kemudian dokter sampaikan biaya operasi dan rawat inap untuk perkiraan 7 hari adalah sekitar Rp. 3,3 juta.
Wuidiihhh mayan mahal juga ya…. :) Mana saya lagi bokek lagi… :(
Saya tanya ama pak Dokter apa saya ga bisa dikasih keringanan pak? Kemudian pak dokter Didi sampaikan bahwa paling dikurangin dari biaya rawat inapnya, kalo misalnya  ga sampai 7 hari maka biaya akan lebih murah.

Berhubung saya orangnya ogah rugi juga, saya tanya lagi apakah bisa sekalian si Keling di steril juga? Plus biaya nya udah include… Pak Dokter kemudian konsultasi dengan administrasi lagi dan kemudian nyatakan permintaan saya bisa diterima. Jadi si Keling di operasi Hernia sekaligus di steril. Biayanya semua sudah all in, baik operasi Hernia dan sterilisasinya.

Saya pikir sudah lumayan lah, biaya sudah bisa ditekan dan juga nanti semoga bisa pulang lebih cepat tidak perlu sampai 7 hari. Setelah saya sepakat maka si Keling di periksa lagi oleh pak dokter dan kemudian dipasang infus. Rencananya Keling akan menjalani operasi sore harinya dan akan menjalani puasa dulu, karena terakhir Keling makan sekitar jam 6 pagi.

Si Keling mau di infus

Si Keling mau di infus

Setelah sepakat dengan pak dokter maka saya menunggu di ruang tunggu untuk nanti dipanggil oleh bagian administrasi. Saat menunggu ini saya gunakan waktu saya ini untuk melihat-lihat sekeliling lingkungan RSHJ.

 

Sekilas Tentang RSHJ

Ternyata RSHJ ini didirikan sejak 28 Desember 1993 dan diresmikan oleh Ibu Tien Suharto. Mantan ibu negara atau istri Presiden Soeharto. Di RSHJ ini ada prasasti yang ditandatangani oleh ibu Tien dan Bapak Soeharto.

Selain itu terdapat pula daftar dermawan yang ikut berperan dalam pembangunan RSHJ ini. Dimana salah satunya adalah nama ibu Tien juga tercantum. RSHJ inilah salah satu peninggalan bu Tien Soeharto yang saya syukuri. Tidak banyak pejabat atau orang yang punya pemikiran untuk membangun RS khusus bagi hewan. Apalagi di jaman itu. Kalau saat ini pecinta hewan sudah banyak, tapi kala itu kan masyarakat lebih banyak memikirkan perutnya sendiri.

Daftar Dermawan yang mendirikan RSHJ

Daftar Dermawan yang mendirikan RSHJ

 

RSHJ ini ternyata melayani pasien 24 Jam. Jadi kapan pun anda datang hewan peliharaan anda pasti ada yang menangani. Dokter dan perawat juga siap sedia.

Pengumuman RSHJ 24 Jam

Pengumuman RSHJ 24 Jam

Selain itu di RSHJ ini saya perhatikan juga memiliki fasilitas seperti:

  1. Ruang Periksa
    Ruangan periksa hewan yang saya masuki lumayan besar dan nyaman. Di RSHJ terdiri dari beberapa ruangan periksa. Sehingga jika banyak antrian pasien hewan saya pikir akan mampu ditangani dengan baik.
  2. Ruang Instalasi Gawat Darurat 
  3. Ruang Rawat Inap
  4. Ambulance
    RSHJ juga menyediakan layanan antar jemput bagi pasien yang membutuhkan kendaraan untuk antar jemput. Namun saya lupa menanyakan berapa biayanya. Mungkin bagi anda yang berminat bisa menelpon ke no telp RSHJ.
  5. Taman Pusara Satwa
    Taman Pusara Satwa terletak persis diseberang RSHJ. Saya terkesan dengan tempat pemakaman satwa di RSHJ yang sangat rapih, bersih dan terawat.
  6. Apotik
    Bahkan yang unik di depan Apotik terdapat mesin minuman yang bersifat self-service tidak dijaga, dimana pembeli harus jujur. Disitu ditulis “Kantin Kejujuran”, wah keren sekali menurut saya mereka menerapkan hal ini.

    Kantin di RSHJ, Kantin Kejujuran...Kerenn!!

    Kantin di RSHJ, Kantin Kejujuran…Kerenn!!

  7. Pembayaran menerima Kartu Kredit
    Saya tadinya mikir kalo RSHJ ini menerima pembayaran tunai saja. Wah mana saya ga bawa uang yang cukup lagi untuk bayar DP. Ternyata mereka memiliki mesin EDC utk gesek kartu, dan mesin itu dari Bank BCA. Kebetulan banget kartu saya juga BCA hehehehee … jadi deh saya ngutang :)

Selanjutnya saya mengurus administrasi, dimana saya harus membayar DP 80% dari seluruh total perkiraan biaya sebesar 3 jutaan. Sehingga saya bayar DP sebesar Rp. 2.5 Juta. Saya ngerti sih kenapa DPnya sampai 80%, sebab bisa saja terjadi hewan yang sudah dirawat tidak diambil oleh pemiliknya, pasti RS ini jadi rugi kan. Sehingga saya tidak komplain sama sekali akan kebijakan ini … Setelah saya selesaikan administrasinya, maka si Keling pun berpisah dengan saya, dia masuk ke kamar rawat inap :(

Sedih juga sih… :(

 

Besuk Si Keling

Tanggal 15 Juni 2016 hari Rabu, pagi-pagi saya sempatkan diri untuk nengokin si Keling. Saya kasihan juga ngebayangin si Keling di RS ga ada yang nungguin sakit abis di operasi :(

Sehari sebelumnya saya telpon ke RSHJ menanyakan kondisi si Keling, kata perawatnya si Keling sudah di operasi Senin sore dan kondisinya baik-baik saja. Hanya saja Keling perlu pemulihan penyembuhan luka agar kering. Selain itu Keling juga belum mau makan, sehingga perlu disuapi begitu juga dengan obat antibiotiknya yang perlu diminum 2 kali sehari.

Oh ya di RSHJ juga sama seperti RS pada umumnya juga ada aturan jam besuk, yaitu:

Jadwal Besuk Pasien RSHJ

Jadwal Besuk Pasien RSHJ

Pagi itu saya datang besuk si Keling, Kasian sekali dia, mukanya bete ketika saya datang. :( Keling berada di kandang besi di kamar besar tempat rawat inap yang dicampur dengan hewan lain tidak hanya kucing tapi juga anjing. Saya heran kenapa kok kucing dan anjing disatukan dalam satu ruangan. Apalagi Anjing yang ada diruangan itu suka menggonggong, saya pikir apakah hal ini tidak membuat hewan lain tidak stress terutama kucing.

Saya tidak bisa terlalu lama besuk dia, saya hanya pastikan saja bahwa Keling sudah sehat setelah di operasi. Tapi memang ada rasa sedih melihat kondisi si Keling.

Narsis dulu saat jenguk :)

Narsis dulu saat jenguk :)

Mau ninggalin juga rasanya ga tega :( padahal saya baru sebentar merawat dia tapi kok rasanya sedih melihat nasib dia… Ini adalah video saat saya jenguk si Keling …

 

Saya tanyakan ke perawat bagaimana kondisi si Keling. Sama seperti penjelasan kemarin di telepon si Keling masih dalam pemulihan dan ia belum mau makan. Saya lihat memang di kandangnya makanan keling belum dimakan :(
Kata perawatnya jika memang ingin dibawa pulang, maka pastikan Keling dipaksa makan dan diberi obat 2 kali sehari. Saya kemudian koordinasi dengan ibu enaknya gimana. Setelah dipikir-pikir sebaiknya Keling diinapkan saja dulu di RS, daripada repot di rumah tidak ada yang urus.

Akhirnya pagi itu saya tinggalkan Keling untuk nginap lagi di RSHJ :(

 

Si Keling Pulang

Hari Kamis, ibu sudah kangen banget ama Keling. Walaupun baru sebentar di rumah tapi kita udah terlanjur merasa kehilangan ketika Keling tidak ada di rumah. Saya tidak bisa menjemput Keling Kamis sore itu. Sehingga saya putuskan untuk jemput pulang Keling Jumat esok hari saja.

Keesokannya hari Jumat si Keling saya jemput. Saya datang ke RSHJ siang. Setelah saya serahkan dokumen administrasinya maka pihak RSHJ menghitung biaya serta menyiapkan Keling dan obat yang perlu dibawa pulang. Setelah beberapa lama pihak kasir memberitahukan bahwa saya harus membayar sebesar Rp. 2.673.000 untuk 5 hari perawatan dengan rincian sebagai berikut:

No Item Jumlah  Harga Satuan Sub Total
1 Registrasi 1 27,500 27,500
2 Konsultasi 1 110,000    110,000
3 Materai 2                6,500 13,000
4 Rawat Inap Kucing 5      85,000 425,000
5 Visit Dokter 5              25,000   125,000
6 Operasi OH dan Steril Kucing Betina 1        525,000    525,000
7 Infus + IV catch 1          150,000    150,000
8 Ampicilin Inj 1 gr (1 box 10) 4      17,000     68,000
9 Infus Asering (1 dus: 20) 2  21,000  42,000
10 Salep Garamycin 15 mg 1 95,000 95,000
11 Zoletil 1 65,000  65,000
12 isoflurane 250 ml 2 175,000       350,000
13 Vicryl 3.0 2   100,000    200,000
14 E. Colar 10 (1 bag: 12) 1    75,000     75,000
15 Topi 2  2,000   4,000
16 Glove 2  5,500 11,000
17 Slopel 1  3,000 3,000
18 Silet (bedah) 1 6,500  6,500
19 Masker (1 box: 50) 2  2,000  4,000
20 Syringe 1 ml (Nipro/ 1 box: 100 pcs) 10 4,000 40,000
21 Syringe 3 ml 1  3,000 3,000
22 Penicilin Inj (1 box/10 vial) 1 17,000 17,000
23 Claneksky 1 71,000 71,000
Total Biaya 2,430,000
Biaya Admin 10%       243,000
Total Biaya  2,673,000
Kwitansi

Kwitansi

Setelah dihitung dengan DP yang sudah saya bayarkan maka saya hanya tinggal membayar sisanya yaitu Rp. 173.000 saja. Saya bereskan administrasi semua sambil menunggu Keling disiapkan oleh perawatnya.

Sambil menunggu si Keling siap dibawa pulang saya di ruang tunggu mendapat penjelasan dari perawat tentang obat dan cara minumnya. Obat minumnya adalah antibiotik saja sementara obat satunya adalah salep Garamycin.

Saya sedang mengurus administrasi untuk menjemput si Keling

Saya sedang mengurus administrasi untuk menjemput si Keling

Tidak lama kemudian si Keling sudah siap dalam keranjang yang saya bawa. Maka saya pun pulang bersama Keling.

 

Overall

Saya senang sekali jadi tau ada RSHJ di Jakarta. Ini pengalaman pertama saya ke RS khusus hewan. Selama ini saya nonton di TV tentang hewan ada RS nya ya kayak di acara Bondi vet aja :) Seru dan mengasyikkan sepertinya bekerja dengan hewan. Walaupun nanti kalau sudah ngejalanin juga paling saya bete karena hewan suka nakal-nakal… walaupun tetap ngegemesin hehehehe

Saya juga senang RSHJ lokasinya tidak jauh dari rumah Ibu saya di Depok. Lokasinya juga asri. Senang liat semuanya bersih dan rapih.

Untuk biaya memang sepertinya agak mahal dibandingkan RS hewan yang lain, saya tidak yakin juga hanya nebak-nebak saja, tapi saya sih ikhlas saja, sebab sepertinya RSHJ ini walau dimiliki yayasan swasta bukan milik pemerintah tetapi juga harus menghidupi satwa-satwa liar yang tinggal disana. Ketika saya datang ada kucing dan anjing yang berkeliaran bebas, sepertinya memang sudah tinggal di RSHJ ini. Mereka santai sekali hidup berdampingan dan tidak takut dengan pengunjung :)

Hanya saja, menurut evaluasi saya si Keling terlalu lama menginap di RSHJ sampai 5 hari. Sepertinya cukup sampai Rabu saja atau 3 hari saja. Hal ini saya perhatikan karena ketika Keling sampai rumah, dia masih tidak mau makan seperti di RS, tapi setelah saya buka tudung atau topi di lehernya maka dia langsung lahap makan. Jadi persoalan tidak mau makannya si Keling langsung terpecahkan. Sepertinya untuk pemulihan pasca operasi cukup 3 hari saja, kemudian kita rawat sendiri di rumah. Dengan demikian biayanya bisa ditekan dan kita juga tidak terpisah lama dengan hewan peliharaan.

Yang jelas sejak pulang dari RSHJ si Keling sayang sekali ama saya, kalo saya pergi dia nyariin saya dan selalu dekat-dekat minta disayang :)
Kata ibu saya binatang itu perasaan nya tajam :)

 

RS hewan lain

Seperti sudah saya sampaikan sebelumnya, selain RSHJ juga terdapat Klinik PPSJ dan Puskeswan yang berada tidak jauh dari lokasi RSHJ.

Saya sempat menghampiri Klinik PPSJ. Letaknya berada di jalan akses Pusdiklat PLN. PPSJ ini ternyata dikelola oleh penyayang binatang yang bekerjasama dengan Pemprov DKI jakarta. Banyak hewan yang di rawat disana dan tersedia untuk diadopsi. Saya melihat dan menegok kedalam, tapi akhirnya jadi malahan sedih :(
Banyak kucing dan anjing yang menunggu untuk di adopsi disana. Selain itu mereka juga memiliki fasilitas pemeriksaan lab, operasi, steril dan vaksinasi. Saya pikir suatu saat saya perlu kesini juga jika ada hewan yang sakit. Sebab sepertinya disini juga dana nya subsidi silang untuk merawat hewan-hewan yang ada.

Sementara untuk Puskeswan saya belum sempat kunjungi. Lain kali saya juga akan cari tau tentang Puskeswan tersebut.

Demikian cerita saya kali ini yang berawal dari kedatangan kucing ras kerumah saya, sampai akhirnya saya tau rumah sakit untuk satwa. Semoga informasi ini juga bermanfaat bagi anda yang ingin mengobati hewan peliharaannya.

 

Share this:

36 replies
  1. Anggi
    Anggi says:

    Wahh sudah sebulan setelah operasi yaa… jd gmn kabar keling skrg? Udah lincah?
    Saya nemuin blog ini pas cari2 info ttg operasi hernia utk kucing saya yg benjolannya sebesar bola bekel jg :(
    Thx infonya, bermanfaat sekali :)

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear mbak Anggi,
      Si Keling sekarang sdh sehat. Lincah juga nakal ;)
      Suka lari-lari kesana kemari. Ga kayak dulu susah gerak :(
      Gimana kucingnya mbak? Kapan mau dioperasi dan dimana rencananya?
      Nama kucingnya siapa?
      Semoga lekas sembuh ya. Salam hangat dari Keling dkk disini.
      Terimakasih sudah berkunjung ke web saya. Senang bisa membantu. Salam

      Reply
      • mustakim
        mustakim says:

        Pagi mas baskoro..kucing kami jg mengalami hal yang sama.bahkan hernianya sobek. Melihat nya sangat menyedihkan.tp kendalanya soal biayanya dan lokasi kami tinggal didaerah.

        Reply
        • Baskoro
          Baskoro says:

          Waduh sedih sekali membaca cerita dr bpk. Mustakim. Jika boleh tau bpk lokasinya dimana?
          Saran saya bpk bisa share masalah ini ke medsos kelompok pecinta kucing. Biasanya mereka bisa bantu dan berikan solusi.
          Semoga kucing bapak bisa segera disembuhkan.

          Reply
  2. Sylvi
    Sylvi says:

    Salam Mas Harri Baskoro….

    Senangnya ya sekeluarga penyayang kucing….sy di rmh cuma sendirian yg sayang kucing, jadi terpaksa kucing2 harus di kandang…. sedihnya….awalnya kucing2 itu diurus anak sy yg tinggal di rmh yg lama, mereka bebas lepas, sayangnya setelah anak sy menikah ternyata suaminya gak mau ada kucing di rmh nya….

    Kucing sy jenis Persia usia 5thn…ada istrinya juga anaknya 1 usia 3bln…mereka rajin beranak, berpuluh2 yg dah diadopsi anak2nya….
    Bapak ibunya ini seharusnya jg diadopsi tapi orang hanya mau adopsi anak2nya aja…

    Ada ide gak Mas Harri Baskoro?

    Terima kasih ya

    Salam,
    Sylvi

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear ibu Sylvia terimakasih sdh berkunjung ke web saya.
      Sayang sekali ya kucing ibu tdk di steril sehingga dia beranak banyak. Beda dengan Keling dia langsung saya steril.
      Saran saya sebaiknya kucing yg dewasa itu tetap dipelihara saja bu. Kasian sekali mrk, sebaiknya mrk agar menghabiskan masa tuanya dgn nyaman.
      Bisa saja ditawarkan di medsos utk diadopt. Tp sebaiknya pastikan yg adopt orang yg bener2 sayang, bukan “breeder”. Soalnya byk yg memelihara kucing utk dijual bukan krn sayang.
      Demikian pendapat saya.

      Reply
  3. wahyu kus endang
    wahyu kus endang says:

    salam mas Baskoro
    kucing lokal saya sakit. muntah terus dan ga mau makan. sudah 4x ke dokter hewan tdk ada perkembangan malah semakin parah. bisa kan RSHJ kira2 menanganinya krn menurut saya sdh parah sekali sakitnya? saya sedih dan bingung…..

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear mbak Wahyu Kus Endang,
      Sebaiknya segera saja dibawa kucingnya ke RSHJ sebelum semakin parah.
      Saya yakin dokter di RSHJ mampu tangani. Lebih cepat lebih baik mbak. Semoga lekas sembuh ya…

      Reply
  4. E liyana
    E liyana says:

    Tks info nya saat ini kucing saya hernia sudah diperiksakan ke drh cuma takut gagal operasi,sedih sy saat ini mana biaya operasi mahal saya pns untuk biaya hidup kami bertiga pas2an ,semoga ada mukjizat aamien

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Saran saya dibawa ke Puskeswan saja yg sepertinya lebih murah krn milik pemda. Selain itu tdk usah menginap, langsung pulang saja jd lebih hemat biaya.
      Saya doakan semoga bisa dapat solusi yg terbaik dan kucingnya sehat kembali.

      Reply
  5. Ain Suhaila
    Ain Suhaila says:

    Hai Mas Baskoro,
    saya student kesihatan haiwan dari Malaysia,
    saya berminat untuk internship di Indonesia, apakah RSHJ ada terima student intership?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Ain Suhaila,
      Thanks for visit my website. I am not sure about Internship on RSHJ, I suggest you to call RSHJ and ask them directly.
      Beside RSHJ you can found another Animal Hospital nearby RSHJ.
      1. Puskeswan, it belongs to DKI Jakarta Provincial Government, Phone: 62 21 78842364
      2. Pondok Pengayom Satwa, I believe this institution would accept you for internship there.

      I hope this answer your question and wish you success.

      Reply
  6. Rumahsakithewanjakarta
    Rumahsakithewanjakarta says:

    Selamat siang bapak Harri Baskoro,
    terima kasih karena sudah memberikan kritik dan saran melalui web bapak mengenai Rumah Sakit Hewan Jakarta :D
    Mau numpang promosi juga kalo boleh join ke facebook kita ya @RumahSakitHewanRagunan,
    Info” terupdate kita akan share di grup tersebut. :D
    Trima Kasih pak.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Selamat Siang RSHJ.
      Wah terimakasin ya sudah mampir di website saya.
      Iya saya sudah join tuh ke FB nya RSHJ.
      Kalo boleh usul RSHJ bikin website dong yang resmi.
      Murah kok, biar mudah bagi masyarakat memperoleh informasi ttg RSHJ. Terimakasih.

      Reply
  7. Prayudi
    Prayudi says:

    Wah, lengkap sekali informasinya. Sampai rincian biayanya pun disertakan. Semoga kucing2 saya tidak ada yang sampai harus menginap di RSH deh. Terimakasih sudah berbagi mas, salam buat si Keling!

    Reply
  8. Antoni Yusuf
    Antoni Yusuf says:

    Saya pecinta kucing sejak lahir. Keluarga saya penyayang binatang. Pernah kita mempunyai banyak kucing sekitar 12 ekor. Tapi kadang masalah yang utama ketika kucing kita sakit. Biaya ke dokter hewan swasta juga sangat mahal. Saya pernah mempunyai masalah seperti bapak baskoro. Tapi mungkin bedanya tempat dan jenis penyakit yg di derita nya.
    10 tahun ke belakang saya pengen bikin yayasan yang menampung binatang liar yang ada di jalanan. Kadang saya merasa sedih. Lihat kucing / anjing yang sakit ataupun luka berkeliaran di jalanan.
    Mungkin Donatur bisa dari komunitas cat/dog lover yang memang benar-benar sayang binatang.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Wah ide pak Toni bagus sekali. Memang sekarang banyak relawan-relawan yang tumbuh untuk membantu binatang atau hewan terlantar di jalan.
      Saya dukung sekali niat bapak untuk membuat lembaga semacam itu. Mengingat Yayasan atau lembaga penyayang binatang bukan lembaga pencari Laba.
      Maka sumber pendanaan untuk kegiatannya perlu dipikirkan dengan baik, karena seperti yang sudah-sudah sumber pendanaan jadi sumber masalah.

      Reply
  9. Hartiandikha
    Hartiandikha says:

    Zuperb mas baskoro!… ????
    Ga sengaja nemu webnya pas lagi cari info pemeriksaan kandungan kucing betina. Kucing betina saya udah dipacak di petshop 2x ga hamil2. Petshop bilang untuk dilakukan pemeriksaan kandungan, tapi saya bingung dimana yg ada alatnya. Mau ke puskeswan dan RSHJ jauh sangat yaa sedang rumah saya dekat dari RS dharmais. Kalau naik motor sendirian kesana bawa kandang sejauh itu rasanya cukup stress ????

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Hearriandikha,
      Saya memang beda ya dengan anda, kalo saya kucingnya tidak di pacak tp disteril.
      Kalo memang ingin periksa kandungan dan terasa jauh mungkin bisa jg coba ke:
      1. Animal Clinic Jakarta alamatnya di Jalan Warung Jati Barat No.23, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730. Saya tidak tau biayanya berapa, saya sendiri belum pernah kesini.
      2. Sebuah klinik yg lengkap di daerah Kebayoran lama arah palmerah tempat praktek dokter hewan terkenal. Tp saya lupa namanya dan persisnya.

      Atau sebaiknya tetap ke RSHJ saja atau Pondok Pengayom Satwa di Ragunan. Jika memang terlalu jauh naik motor mungkin bisa juga naik Taxi Online. Tapi menurut saya tidak masalah kok jika dibawa dengan motor, tp pastikan keamanannya, jangan sampai jatuh.

      Reply
  10. Rayhan
    Rayhan says:

    Salam kenal sebelumnya om, saya Rayhan saya punya kucing lokal namanya flora umurnya 4 bulan kebetulan lg cari cari tempat untuk vaksin setelah mencari info tentang rshj ini saya bingung karena baca review di google banyak yang bilang pelayananya yang ga bagus, harga mahal dan tempat yang jorok yang saya tanyakan apakah betul kondisi disana seperti itu? Saya tinggal di depok (tole iskandar) apa om ada rekomendasi petshop/dokter hewan yang ada didaerah depok yang pelayan bagus dan cocok dengan dompet mahasiswa? Hehe terimakasih sebelumnyaa salam buat keling dari flora

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Halo dik Rayhan,
      Menurut saya kalo hanya sekedar vaksin bisa di coba di Pondok Pengayom Satwa dan Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan). Lokasinya masih dekat RSHJ juga.
      Saya tidak tau dengan review yang dik Rayhan sampaikan. Pengalaman saya di RSHJ seperti apa yang saya sudah tuliskan.
      Mungkin bisa juga dik Rayhan mencoba ke Animal Clinic Jakarta alamatnya di Jalan Warung Jati Barat No.23, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730. Saya tidak tau biayanya berapa, saya sendiri belum pernah kesini.
      Saya pernah punya anjing Ras dan saya vaksin, tapi saya tidak ke RSHJ atau ke Puskeswan dll, saya cukup vaksin ke dokter hewan (Vet) dekat rumah saja.
      Kalo menurut saya jika hanya vaksin aja sih bisa di pet shop. RS buat hewan itu jika untuk penanganan sakit serius.
      Terimakasih sudah berkunjung. Salam balik untuk Flora ya.

      Reply
  11. Ana Hastuti
    Ana Hastuti says:

    Salam mas baskoro.. Saya punya 5 anak kucing baru lahir umurnya sekitar 20 hari, 1 anak kucing saya sangat kecil di banding dgn yg 4 saudaranya. Pas dibagian pusarnya seperti ada benjolan, apa itu bisa disebut hernia ya mas padahal waktu lahir tdk ada benjolan.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Salam mbak Ana Hastuti,
      Mohon maaf sekali karena saya bukan dokter hewan maka saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini.
      Saran saya sebaiknya mbak periksa saja ke dokter hewan, agar lebih pasti.

      Reply
  12. Ricky Wattimena
    Ricky Wattimena says:

    Kami memiliki anjing kampung pendek berbulu layaknya golden retriever. Pagi ini anak sy menemukan dia buang air kecilnya berdarah, cukup kental bila dilihat hasil fotonya. Gak banyak memang darahnya dan di sana gak kulihat sedikitpun urine bercampur dengan darah tadi, duhhh…
    Kini selepasnya jam kantor, sy dan anak akan membawanya ke RS Hewan Ragunan. Dengar kabar buka 24 jam.
    Sy berharap dan berdoa agar pelayanannya baik dan tepat (maklum agak larut malam kami baru akan tiba di sana dengan berkendara sepeda motor) dan semoga biaya yang akan kami keluarkan berimbang dengan hasilnya.
    (0320-2017)

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Turut perihatin dengan kondisi anjing Bpk/Ibu. Semoga ia bisa segera lekas sembuh dan pulih.
      Salam sayang untuk anjingnya dan semoga Bpk/Ibu sehat selalu dalam lindungan Tuhan YME>

      Reply
  13. Happy
    Happy says:

    So sweet… Makasih byk infonya Mas Baskoro… Sy nemuin blog ini krn cari info ttg hernia pada kucing… Kucing sy seperetinya jg sedang hernia. Baru mau dibawa ke dokter… Thanks yaa :)

    Reply
  14. mommy carissa
    mommy carissa says:

    Pagi mas,
    senang sekali dapat banyak Info tentang to khusus hewan…
    tapi sayang, pagi ini saya baru saja kehilangan anakan persia medium bulu kapas 7 hari pasca operasi hernia nya…
    semoga lebih banyak lagi masyarakat yg view artikel ini…
    salam untuk keling

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Mommy Carissa,
      Turut sedih atas hilangnya anakan persia. Sayang sekali bisa sampai hilang.
      Terimakasih sudah berkunjung ke laman ini. Semoga artikel di laman ini bisa membantu bagi masyarakat luas.
      Salam akan saya sampaikan… paws!

      Reply
  15. Sinta Granita
    Sinta Granita says:

    Selamat pagi mas Baskoro,
    Mau tanya, posisi PPSJ dan Puskeswan itu dalam 1 area ya?
    Apa ada petunjuk lokasinya disana?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Mohon maaf bu/mbak Sinta saya baru bisa menjawab pertanyaannya.
      Lokasi Puskeswan, Pondok Pengayom Satwa dan RSH Jakarta sebenarnya masih “tetanggaan”.
      Paling gampang ditemukan adalah Puskeswan, karena dipinggir jalan persis.
      Kalo PPSJ lokasinya patokannya gapura gedung Diklat PLN. Masuk jalan pusdiklat PLN itu pasti ketemu deh PPSJ

      Agar lebih memudahkan, saya share lokasi google maps dari tempat-tempat tersebut.

      Pondok Pengayom Satwa (Google maps)

      Puskeswan(Google maps)

      RS Hewan Jakarta (Google maps)

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>