bannerpaspor

Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Depok

Sebenarnya paspor saya baru akan habis nanti Juni 2017. Tapi karena suatu  keperluan maka saya butuh paspor yang masa berlakunya minimal 12 bulan.  Untuk itu saya browsing ke website Kantor Imigrasi, terutama Kantor Imigrasi (Kanim) di Depok, karena saya ingin perpanjang Paspor saya di Kanim Depok.

Setau saya ngurus paspor sekarang bisa online, namun saat saya hendak mencoba mengurus secara online pada tanggal 2 Oktober 2016 ternyata sedang ada masalah di sistem layanan paspor online. Sehingga saya tidak dapat mengurus paspor secara on-line. Terpaksa saya akan urus dengan mendatangi langsung Kanim Depok.

Untuk mengurus paspor secara online bisa dilihat di https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml

paspor-online

Sebelum saya ke Kanim Depok, saya cek apa saja persyaratan yang dibutuhkan untuk penggantian paspor atau perpanjangan ini. Syaratnya dapat dilihat DISINI, yaitu:

  1. Paspor Lama;
  2. Kartu tanda penduduk yang sah dan masih berlaku;
  3. Kartu Keluarga;
  4. Akta kelahiran atau akta perkawinan atau buku nikah (tercantum tanggal lahir), atau ijazah (SD, SMP, SMA) , atau surat baptis.

Selain itu terdapat informasi tambahan bahwa Seluruh lampiran tersebut di fotocopy dalam kertas ukuran A4 dan tidak dipotong biarkan lampiran dalam lembaran untuk dapat dimasukkan ke dalam mesin scan, Berkas persyaratan asli harus dibawa, dan Seluruh data dukung harus sinkron (nama, tempat tanggal lahir, alamat).

Semua persyaratan saya penuhi semua tanggal 2 Oktober 2016. Kemudian esoknya saya ke Kanim Depok, karena memang kebetulan hari Senin 3 Oktober saya punya waktu untuk urus Paspor ini.

Oh ya satu lagi yang sebaiknya disiapkan dan tidak dicantumkan dalam persyaratan adalah Materai. Walaupun di Kanim Depok jual materai, namun akan lebih baik jika kita sudah siapkan sebelumnya. Saya sendiri sudah siap dengan Materai tersebut.

 

Ke Kantor Imigrasi

Senin pagi sekitar pukul 07.00 saya sudah berada di Kanim Depok di Komplek Perkantoran Kota Depok Jl. Boulevard Raya Grand Depok City. Lokasi ini sudah lumayan familiar buat saya karena beberapa bulan lalu saya juga mengurus surat keterangan tidak di pidana di Pengadilan Negeri Depok yang lokasinya tidak jauh dari Kanim Depok. Artikel tentang mengurus surat keterangan tidak di pidana itu bisa dibaca DISINI.

Kantor Imigrasi Depok

Kantor Imigrasi Depok

Selain itu di tahun 2012 saya sudah mengurus Paspor di Kanim Depok, sehingga saya tau dimana lokasi Kanim Depok. Hanya saja sudah 4 tahun lalu, saya yakin sudah ada prosedur yang diubah.

Saat saya datang pukul 07.00 sudah ramai sekali. Setibanya dilokasi, saya langsung diarahkan ke sisi barat gedung. Lokasinya ada dibelakang pos jaga. Di lokasi sayap barat tersebut berupa undakan seperti tempat duduk penonton di stadion olah raga. Saya diarahkan untuk duduk sesuai dengan waktu kedatangan. selain itu saya juga diberi formulir untuk di isi dan map. Semua itu diberikan GRATIS, tidak seperti dulu harus diambil di Koperasi, sambil Fotocopy dan ada biayanya.

Pos Jaga di Kanim Depok

Pos Jaga di Kanim Depok

Di sisi barat Gedung itu kami sambil menunggu mengisi formulir yang diberikan. Selesai mengisi formulir saya di arahkan untuk melakukan pengambilan nomor antrian dan foto untuk antrian ke pos jaga. Pengantri yang diarahkan ke pos jaga ini dilakukan bertahap, sekitar per 20 orang antri menuju pos jaga.

Saat di pos jaga kita sampaikan tujuan kita untuk apa, dapat nomor antrian dan kemudian diarahkan untuk masuk ke ruang lobby atau ruang tunggu. Kami masuk melalui pintu samping di sisi Timur Gedung. Bukan dari pintu depan. Pintu Depan masih ditutup.

Saya dapat nomor antrian A 76. Di ruang tunggu ini saya antri untuk dipanggil periksa berkas. Sekitar pukul 08.00 lewat akhirnya proses pemanggilan untuk pemeriksaan berkas dimulai. Saya dipanggil sekitar jam 09.30 untuk diperiksa berkasnya. Nomor urut antrian dan foto wajah kita akan tampak di layar TV di sudut sebelah kanan ruangan. TV yang disudut sebelah kiri ruangan tunggu menayangkan tayangan televisi biasa. Saat urutan saya dipanggil maka tampak foto wajah saya di monitor TV… hehehee norak juga saya liatnya :)

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

 

Perbedaan Antrian Dengan Kondisi Tahun 2012

Antrian di tahun 2016 ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun 2012. Di tahun 2012 di loket antrian terdapat loket antrian untuk pengurusan pribadi dan pengurusan oleh biro jasa atau calo. Akibatnya untuk antrian oleh pribadi langsung mengalami antrian yang panjang dan lama. Saya sempat kesal waktu itu, sehingga kondisi tersebut saya laporkan kepada Wamenkuham saat itu Bpk. Denny Indrayana melalui akun twitternya. Beliau menanggapi dan menyatakan sistem seperti itu seharusnya tidak boleh. Namun sayangnya tetap saja terjadi. Syukur lah di tahun ini tidak ada pembedaan di loket antara pemohon pribadi dengan pemohon melalui biro jasa.

Perbedaan berikutnya adalah lama proses. Di tahun 2012, proses memakan waktu 3 hari. Hari 1, kita antri ambil formulir, isi formulir dan verifikasi dokumen. Hari ke 2 untuk wawancara dan ambil foto. Kemudian Hari ke 3 untuk mengambil Paspor yang sudah jadi. Di tahun 2016 ini hanya dibutuhkan waktu 2 hari saja. Hari 1, untuk ambil formulir, verifikasi dokumen, wawancara dan ambil foto. Hari ke 2 untuk pengambilan Paspor jika sudah selesai.

Secara umum proses ini menurut saya sudah jauh lebih baik dibandingkan proses perpanjangan paspor saya di tahun 2012.

 

Kekurangan dan Saran Perbaikan untuk Antrian.

Walaupun secara umum sudah cukup baik namun masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan untuk perbaikan. Saya amati proses yang paling memakan waktu justru adalah proses di awal yaitu Verifikasi Dokumen. Para pemohon paspor sebenarnya tidak perlu menunggu lama jika loket untuk proses verifikasi dokumen jumlahnya ditambah.

Saat saya mengurus perpanjangan paspor tanggal 3 Oktober 2016 loket untuk verifikasi dokumen hanya ada 2 petugas saja. Tepatnya ada di depan tengah ruang tunggu.

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

Jika saja loket untuk proses Verifikasi Dokumen ditambah maka saya yakin proses antrian juga dapat lebih dipersingkat lagi. Jika antrian proses Verifikasi Dokumen dipersingkat, maka saya yakin tidak perlu pemohon paspor datang atau hadir sebelum jam 7 pagi untuk antri formulir. Karena proses Verifikasi Dokumen inilah yang membuat antrian panjang dan mendorong pemohon untuk harus datang lebih awal atau pagi-pagi sekali.

 

Panggilan Verifikasi Dokumen dan Wawancara

Saya dipanggil untuk ke loket Verifikasi Dokumen sekitar pukul 09.30. Proses Verifikasi Dokumen tidak berlangsung lama. Semua dokumen yang saya bawa sudah sesuai dan tidak ada yang bermasalah. Alhamdulillah. Saya hanya perlu menambahkan isian di formulir yang masih belum saya isi. Selebihnya lancar-lancar saja.

Selanjutnya saya dapat nomor antrian C20 untuk wawancara dan foto. Proses wawancara dan foto dilakukan di ruangan kaca disisi sebelah kanan ruang tunggu.

Ruang Tunggu Kanim Depok

Ruang Tunggu Kanim Depok

Setelah  sekitar 30 Menit menunggu kemudian saya dipanggil untuk wawancara & foto. Proses pertama adalah wawancara, seperti biasa saja ditanyakan nama, tanggal lahir dan tujuan keperluan membuat paspor. Kemudian memastikan bahwa penulisan nama dan tanggal lahir sudah sesuai semua. Proses ini berlangsung tidak terlalu lama dan saya lalui dengan lancar.

Proses berikutnya adalah pengambilan foto dan sidik jari. Setelah wawancara saya duduk di kursi tunggu untuk pengambilan foto dan sidik jari. Saya menunggu sekitar 10 menit sebelum akhirnya dipanggil untuk foto dan sidik jari. Proses pengambilan foto sempat diulang entah kenapa, mungkin karena saya jelek :) kalo itu sih ga bisa diubah pak … mesti diedit pake aplikasi editor yang super canggih kali :) Kemudian pengambilan sidik jari pun berjalan lancar. Seluruh proses selesai sekitar pukul 10.30.

Selesai foto dan pengambilan sidik jari petugas memberikan form Bukti Pengantaran Pembayaran (1 lembar tapi terbagi dua bagian atas bawah yang sama persis, nanti yang bagian bawahnya disobek oleh Bank). Form kedua adalah Lembar untuk Pengambilan Paspor.

Bukti Pengantar Pembayaran

Bukti Pengantar Pembayaran

Form Pengambilan Paspor

Form Pengambilan Paspor

 

Saran Perbaikan di Bagian Wawancara dan Foto

Dalam proses ini saya ingin memberikan masukan bahwa proses ini sebenarnya bisa dipercepat. Saran saya proses Wawancara dan Foto dipisah tidak menjadi dalam satu kesatuan. Saat saya dipanggil untuk wawancara dan kemudian menunggu dipanggil untuk Foto, hingga kemudian selesai. Saya perhatikan petugas untuk wawancara tidak melakukan kegiatan wawancara untuk pemohon berikutnya. Saat saya selesai diwawancara oleh petugas itu dan kemudian menunggu untuk di foto, sampai kemudian saya di foto, saya perhatikan petugas yang melakukan wawancara tadi tidak melakukan pekerjaan lagi dan bisa bermain handphone.

Saya pikir akan lebih baik jika proses ini dipisah. Sehingga saat pemohon sudah selesai di wawancara dan kemudian menunggu untuk di foto, maka petugas wawancara sudah bisa memanggil pemohon berikutnya. Jadi antrian bisa berjalan kembali. Saya tidak tau apakah karena sistem di aplikasi ini adalah satu kesatuan sehingga harus seperti itu atau karena hal lain. Tapi saya yakin hal ini bisa dirubah agar proses alur kerja bisa lebih lancar dan cepat. Saya yakin proses akan berjalan lebih cepat jika petugas wawancara tidak perlu menunggu pemohon selesai sampai ambil foto untuk pemanggilan berikutnya.

 

Pembayaran Biaya Paspor

Satu hal yang saya patut acungi jempol adalah tidak ada lagi pungli atau pembayaran di luar biaya resmi. Pembayaran pun tidak dilakukan di Kanim akan tetapi pemohon lakukan penyetoran langsung ke Bank. Tidak ada lagi loket untuk menerima pembayaran, langsung uangnya masuk kas negara. Saya sangat kagum sekali dengan hal ini, tandanya perintah pak Presiden Jokowi sudah benar-benar di jalankan.

Pemohon diberikan waktu paling lambat 7 hari kerja untuk lakukan pembayaran. Saya melakukan pembayaran hari itu juga. Pulang dari Kanim Depok, saya mampir di ITC Depok karena disana banyak bank. Sayangnya tidak semua bank bisa menerima pembayaran tersebut. Saya nasabah Bank BCA tapi sayangnya di Ruko ITC Depok, BCA yang tersedia adalah kelas Kantor Unit bukan Capem (Cabang Pembantu), akibatnya saya tidak bisa setor melalui BCA.

Akhirnya saya coba bayar ke Bank Mandiri, karena saya sudah tidak lagi menjadi nasabah Bank Mandiri maka saya harus setor secara tunai. Di Bank Mandiri saya isi form transfer dan mengisi nomor kode di Bukti Pengantaran Pembayarab yaitu MPN G2 XXXXXXXX sebagai nomor kode rekening tujuan. Proses pembayaran berlangsung sederhana, mudah dan lancar. Namun saran saya akan lebih bagus lagi jika pemohon bisa menyetorkan melalui mesin ATM, sehingga akan semakin lebih mudah dan cepat lagi.

Biaya paspor yang saya bayarkan adalah Biaya Paspor Rp. 300.000,00 dan Biaya IT Biometrik Rp. 55.000,00 sehingga total saya setor sebesar Rp. 355.000,00 saya hanya perlu bayar biaya tersebut tanpa dikenakan biaya tambahan lainnya.

Selesai membayar melalui teller bank maka pemohon akan menerima bukti bayar berupa lembaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti berikut:

Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak

Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak

 

Pengambilan Paspor

Sesuai dengan komitmen Kanim Depok katanya Paspor akan selesai 3 hari setelah dilakukan pembayaran. Karena saya membayar hari Senin maka paspor saya bisa diambil hari Kamis. Namun karena kesibukkan saya baru bisa mengambil paspor hari Jumat pagi.

Pengambilan paspor dilakukan di Kanim Depok di loket khusus di sisi sebelah Timur bagian depan gedung. Di loket itu pemohon menancapkan kertas form pengambilan paspor berikut bukti setoran PNBP. Selanjutnya saya tunggu diluar untuk dipanggil. Saya datang sekitar pukul 08.00 dan sejam kemudian dipanggil untuk menerima Paspor saya yang sudah jadi.

Saat di loket untuk ambil Paspor saya disuruh petugas untuk tandatangani Paspor dihadapan mereka. Saya tidak mengerti bagaimana jika yang mengambil Paspor adalah orang yang diberi kuasa untuk mengambil, apakah syarat seperti itu merupakan kewajiban.

Selain menerima paspor pemohon juga akan menerima Tanda Bukti Pembayaran dari Kanim Depok. Paspor yang baru ini berwarna biru seperti biru UN (PBB). Saya senang dengan paspor yang baru ini.

Sampul Muka Paspor 2012 (Kiri) dan 2016 (kanan)

Sampul Muka Paspor 2012 (Kiri) dan 2016 (kanan)

Menurut saya Paspor yang sekarang ini jauh lebih bagus. Halaman untuk Identitas juga hologramnya lebih berkilat dan lebih jelas.

Halaman Identitas

Halaman Identitas

Selain itu halaman isi paspor juga lebih bagus dan menarik. Background-nya terdiri dari beragam tema tentang Indonesia. Ada Binatang khas Indonesia, Tanaman, Budaya seperti Ondel-ondel, Wayang dan lain-lain. Pokoknya paspornya jadi lebih bagus dan kreatif banget.

Di era pak Jokowi ini terasa banget perubahan di bidang pelayanan Paspor ini, seperti pelayanan yang lebih cepat, lebih ramah, tidak ada pungutan diluar tarif resmi dan dibayarkan langsung ke kas negara, bentuk tampilan paspor juga lebih menarik. Saya acungi jempol untuk perubahan ini. Namun demikian, tetap perlu ditingkatkan agar semakin baik lagi.

 

 

 

Share this:

36 replies
  1. pakde
    pakde says:

    Terimakasih sharing nya sangat membantu.
    saya selasa besok ada jadwal perpanjang Passport, saya sudah daftar melalui online.
    Mohon info rute Kendaraan Umum ke Kanim Depok, saya rencana mau naik KRL, stasiun terdekat dengan Kanim Depok stasiun apa ya?
    Dan setelah itu naik apa lagi untuk menuju kesana?
    Mohon infonya
    Terimakasih banyak :)

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Pak Suardi,
      Sebenarnya saya sudah menjawab pertanyaan ini melalui email yang bapak berikan, sayangnya alamat email bapak tersebut tidak ada, sehingga email saya kembali lagi (bouncing).
      Bpk bisa turun di stasiun Depok lama. Stasiun itu paling dekat dgn Kanim Depok. Sayangnya tidak ada angkot yg langsung ke lokasi kanim. Dari stasiun depok lama bpk bisa naik angkot D.05 arah ke citayam tp cuma sebentar naik udah turun lagi. Kemudian pindah naik ojek menuju ke kanim depok karena tidak ada angkot yg menuju kesana. Kalo pun ada seingat saya langka sekali. Belum lagi ongkosnya. Mending dari stasiun depok lama langsung naik ojek Uber/Grab biayanya hanya 5000 rupiah tidak perlu pindah-pindah lagi.

      Reply
  2. Fitri
    Fitri says:

    Bulan ini, saya juga ingin perpanjang paspor yang habis masa berlakunya Januari 2018. Selain persyaratan paspor di atas, apakah ada syarat tambahan karena perpanjang paspor sebelum waktunya? Misalnya berupa surat yang menyatakan alasan perlu perpanjang paspor?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Dear Fitri,
      Seingat saya tidak ada syarat tambahan. Saya waktu itu juga sebelum jatuh tempo sudah perpanjang. Sewaktu di wawancara saya bilang saja mau jalan-jalan ke Eropa, visa schengen butuh masa aktif paspor saya yang panjang.

      Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Saat verifikasi dokumen tidak ada sesi tanya jawab. Langsung serahkan dokumen, di cek dan dikembalikan. Kemudian menunggu dipanggil untuk di wawancara.
      Sama-sama bu. Semoga membantu.

      Reply
  3. Fitri
    Fitri says:

    Sangat membantu Pak. Mau tanya lagi. Sebaiknya datang jam berapa agar tidak perlu lama mengantri? Dan sebaiknya siapkan fotokopi dokumen dari rumah atau fotokopi di kantor imigrasi? Terima kasih sekali lagi.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Saran saya sebaiknya daftar online saja melalui internet. Sehingga bisa datang tidak terlalu pagi.
      Jika daftar secara off line ya mau ngga mau ikut antri dari pagi seperti saya.
      Fotokopi jelas lebih baik dipersiapkan dari rumah lha, ngapain ribet-ribet fotokopi di lokasi kantor Imigrasi? Kalo misal mesin fotokopi disana lagi bermasalah kan repot. Mesti keluar kantor dulu fotokopi. Lebih bagus jika sudah siap semua dari rumah.

      Reply
  4. ito
    ito says:

    seluruh fotokopi dalam ukuran A4 maksudnya gimana ya pak? KTP, KK dan akta di satu kertas gitu pak? KK dan akta kan besar pak, apa boleh bolak balik?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Maksudnya: KTP kan ada 2 sisi bolak balik, itu di fotokopinya cukup di satu lembar kertas jangan di bolak balik.
      KTP di fotokopi diselembar kertas A4.
      KK di fotokopi diselembar kertas A4 (jadi 2 lembar) jangan di bolak balik maksudnya.
      Saya sih gitu waktu urus paspor.

      Reply
  5. suryawati
    suryawati says:

    Mohon info, jika ibu rumah tangga dan yg blm bekerja hendak punya paspor, apa akan dipersulit? saya brrmaksud mengajak Ibu saya dan adik sy yg blm bekerja. terima kasih

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Bu Suryawati Yth,
      Saya pikir tidak ada prasyarat untuk memiliki paspor harus sudah bekerja.
      Karena banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya yang jalan-jalan ke Luar Negeri dan memiliki paspor tidak memiliki pekerjaan selain ibu rumah tangga.
      Jadi saya pikir ga ada masalah kalo ibu mau bikin paspor.
      Selamat membuat paspor dan pergi ke Luar Negeri.

      Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Sdr. Rio Adhi, kalo saya sih tetap di copy, tapi tetap di selembar kertas A4 tidak bolak balik.
      Tukang fotokopinya biasanya ngerti kok. Jadi hasil nya nanti diatas yg ada kolom nama, bawahnya yg gambar peta Indonesia.

      Reply
  6. Titi maryati
    Titi maryati says:

    Assalamualaikum … Pak saya mau tanya? Apa bisa bikin passport pake resi KTP. Karena KTP sampai saat ini belum jadi karena masalah belum ada Belangko nya. Dan apa bisa bikin paspor tanpa sesuai alamat? Dan apa bisa dibantu kalau kita ga ada komplit surat suratnya. Saya tunggu jawabanya. Terima ksih

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Ibu Titi Maryati,
      Waalaikumsalam, Mohon maaf sekali saya tidak bisa membantu dan menjawab pertanyaan ibu. Saya tidak paham sampai sedetail itu.
      Sebaiknya ibu tanyakan langsung kepada petugas di kantor Immigrasi terdekat. Mohon maaf dan terimakasih.

      Reply
  7. Dicky
    Dicky says:

    Gan mau nannya, kok bukti pengambilan paspor ane dikasih cap angka 8 ya??
    Maksdnya apa ya??
    Udah judes lagi yg fotoin…

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Gan Dicky, ane ga paham ama cap angka 8 di paspor ente. Positive thinking aja angka 8 itu angka HOKI.
      Tapi kalo mau jelasnya tanya aja ama petugas di kantor imigrasinya biar jelas.
      Kalo petugas imigrasi itu judes mah udah biasa, emang begitu. Kalo mereka ramah justru heran, jarang banget ketemu petugas imigrasi yang ramah :)

      Reply
      • wani
        wani says:

        Terimakasih sekali infonya sangat bermanfaat Pak Baskoro. Pertanyaan saya juga sama dengan Pak Dicky, pada bukti pengambilan paspor dikasih cap angka 8. Apa ya artinya, Pak? Apakah Pak Dicky bisa menceritakan pengalamannya lebih lanjut? Terimakasih.

        Reply
  8. seno
    seno says:

    Gan mau nanya , apakah pengambilan perpanjangan passport bisa diwakilkan dengan diberi surat kuasa bermaterai disertakan KTP pemilik?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Jika mengacu pada aturan di http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#prosedur
      seharusnya sih bisa Gan. Poin III.2.y menyatakan: Paspor biasa yang telah selesai dapat diambil oleh :

        1. Pemohon dengan menunjukkan tanda bukti pembayaran dan bukti identitas yang sah;
        2. Orang lain yang memiliki hubungan hukum kekeluargaan denga pemohon dengan menunjukkan tanda bukti pembayaran, fotokopi kartu keluarga, dan kartu identitas pengambil yang sah; atau
        3. Orang lain yang tidak memiliki hubungan hukum kekeluargaan dengan pemohon dengan menunjukkan tanda bukti pembayaran, surat kuasa, dan identitas pengambil yang sah;

      Reply
  9. Dee
    Dee says:

    Mo nanya, kalo kita sdh isi formulir di rumah apakah tetap ikut antri juga?
    Setelah bayar di bank apakah kita harus menyerahkan bukti pembayaran hari itu juga ke kanim atau langsung nunggu 3 hr untuk pengambilan paspor? Trims

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Pertanyaan 1, saya ngga yakin ya. Setau saya sih antri itu tetap ya. Walaupun isi form pendaftaran online juga dikasih nomor antrian. Tapi tidak perlu dari pagi hadir di Kanim. Cukup hadir sesuai nomor antrian aja.

      Pertanyaan ke 2, Tidak perlu. Karena nanti sistem bank sudah online. Begitu sudah dibayar maka by system sudah diberitahukan ke kantor imigrasi. Hanya saat pengambilan paspor bukti transfernya dibawa dengan form pengambilan paspornya. Terimakasih

      Reply
  10. Rizki Amalia
    Rizki Amalia says:

    Gan mw tanya, paspor saya udh 1 thn lupa perpanjang. Kira2 jatuhnya bikin baru atau cm perpanjang aja yah.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Seingat saya perpanjang deh. Soalnya nanti ada tulisannya di buku paspor yang baru bahwa buku ini mengganti paspor lama nomor sekian.
      Tapi masih ada kan buku yang lama?

      Reply
  11. Putri
    Putri says:

    Selamat siang Pak, mau tanya. Di form penggambilan paspor tertulis status kewarganegaraan ganda dan status cekal belum lengkap, pernyataan itu apakah artinya ada dokumen yang harus kita lengkapi ?

    Terima kasih Pak

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Jika sdr. Yoga membaca dalam artikel saya maka di bawah gambar layanan paspor online sudah dijelaskan syaratnya yaitu:
      - Paspor Lama;
      - Kartu tanda penduduk yang sah dan masih berlaku;
      - Kartu Keluarga;
      - Akta kelahiran atau akta perkawinan atau buku nikah (tercantum tanggal lahir), atau ijazah (SD, SMP, SMA), atau surat baptis.

      Selain itu terdapat informasi tambahan bahwa Seluruh lampiran tersebut di fotocopy dalam kertas ukuran A4 dan tidak dipotong biarkan lampiran dalam lembaran untuk dapat dimasukkan ke dalam mesin scan, Berkas persyaratan asli harus dibawa, dan Seluruh data dukung harus sinkron (nama, tempat tanggal lahir, alamat).

      Selanjutnya bisa juga dibaca di halaman web http://depok.imigrasi.go.id/paspor-biasa/

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Annisa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>