sid-banner

Memperoleh Informasi Debitur Individual (IDI) Historis (Pinjaman, Kredit, Hutang) di Bank Indonesia

Saya sudah meninggalkan dunia perbankan sekitar 6 tahun lalu. Saat itu saya sudah tau dan pernah mendengar tentang Sistem Informasi Debitur (SID) apalagi pekerjaan saya di bidang Kepatuhan (Compliance) membuat saya harus update dengan ketentuan terbaru dari Bank Indonesia sebagai otoritas pengawas perbankan saat itu. Akan tetapi saat itu SID belum berbentuk seperti Informasi Debitur Individual (IDI). Sifatnya hanya terbatas bagi Bank saja yang dapat memeriksa. Nasabah tidak dapat memeriksa atau meminta IDI Historis tersebut.

Beberapa bulan lalu saya mendengar cerita dari teman saya tentang Informasi Debitur Individual (IDI) yang katanya sudah memungkinkan kita masyarakat biasa untuk mendapatkan IDI Historis dengan meminta melalui Bank Indonesia (BI). Dari cerita teman saya itu saya jadi terpikir untuk minta IDI Historis ke Bank Indonesia.

 

Informasi Debitur Individual (IDI)

IDI Historis merupakan produk/output yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Debitur (SID). IDI Historis mencakup informasi seluruh penyediaan dana/pembiayaan dengan kondisi lancar dan bermasalah mulai dari Rp.1 keatas, serta menampilkan informasi mengenai historis pembayaran yang dilakukan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir.

Cakupan IDI Historis meliputi antara lain identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas.

SID diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/14/PBI/2007 yang telah diubah dengan PBI Nomor 18/21/PBI/2016. Sistem Informasi Debitur berisikan data-data debitur perbankan baik yang merupakan nasabah di bank swasta maupun bank milik negara. Lembaga yang bertugas menaungi SID adalah Bank Indonesia.

Semenjak ada peralihan tugas pengawasan industri perbankan dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka proses pendataan SID pun turut dilimpahkan ke OJK. Kemudian BI dan OJK kembali memutuskan bahwa BI dan OJK bersama-sama melakukan penyempurnaan ketentuan terkait Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia.

Pihak-pihak yang bisa memperoleh IDI Historis ialah Anggota BLK (Bank dan Lembaga Pembiayaan) serta masyarakat. Masyarakat dapat memperoleh IDI Historis melalui Bank atau Lembaga Pembiayaan yang memberikan fasilitas kredit, dapat juga melalui Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat (daerah). Saat ini permintaan IDI Historis oleh masyarakat dapat pula dilakukan secara online melalui website Bank Indonesia.

 

Manfaat atau Kegunaan IDI Historis bagi Masyarakat

Menurut saya IDI Historis sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat pada umumnya. Menagapa bermanfaat?

  • sebab seing kali terjadi seseorang yang mengajukan kredit di bank dan lembaga pembiayaan selalu ditolak. Ternyata ketika di cek melalui IDI Historis baru diketahui orang tersebut masih memiliki catatan kredit macet di Bank lain yang belum diselesaikan, akibatnya permohonan kreditnya ditolak. Bisa saja catatan kredit itu karena memang benar dan kondisi aktualnya demikian, akan tetapi bisa juga terjadi hal itu karena kesalahan bank. Sehingga alangkah baiknya jika setiap orang memeriksa catatan historis kreditnya.
  • bisa juga terjadi, kita sudah menutup kartu kredit atau menyelesaikan kredit kita di sebuah Bank, tapi oleh bank tersebut fasilitas tersebut masih “terbuka” atau belum “ditutup” alias masih terdaftar, walaupun memang tidak ada aktivitas. Untuk kasus ini tentunya akan sangat lebih baik jika kita mengetahui hal itu dari IDI Historis dan kemudian menghubungi bank ybs untuk meminta menutup secara permanen.
  • kadang-kadang sebuah kantor yang kita lamar untuk sebuah posisi pekerjaan, melakukan pemeriksaan Bank Checking untuk mengetahui fasilitas kredit dari si pelamar kerja. Tujuannya agar mereka TIDAK menerima pegawai yang tukang utang dan banyak tagihan macet, sebab pegawai yang tukang utang dan banyak tagihan macet akan mengganggu rekan kerja di kantornya, bisa sering pinjam uang atau gangguan debt collector yang mengganggu suasana kantor. Biasanya yang melakukan pemeriksaan seperti ini adalah kantor Bank, karena mereka punya akses Bank Checking.

Jadi banyak sekali kegunaan dari IDI Historis ini bagi kita. Terutama bagi individu yang tertib administrasi dan dokumen, untuk mengetahui kondisi catatan fasilitas keuangan yang diterima selama ini dari berbagai lembaga keuangan terutama Bank.

 

Cara Memperoleh IDI Historis

Setelah saya mendapat cerita teman saya tentang IDI Historis maka kemudian saya mencari tau di situs BI bagaimana mendapatkan IDI Historis itu. Saya akan ceritakan langkah-langkah bagaimana memperoleh IDI Historis tersebut. Namun demikian, uraian saya tidak seperti uraian di website BI. Jika anda ingin melihat alur proses mendapatkan IDI Historis versi BI silahkan ketautan ini http://www.bi.go.id/id/moneter/biro-informasi-kredit/permintaan-idi-historis/proses/Contents/Default.asp.

IDI Historis dapat diperoleh melalui 3 cara yaitu:

  • Permintaan IDI Historis melalui Lembaga Keuangan
  • Permintaan IDI Historis melalui Gerai Info
  • Permintaan IDI Historis secara online

Yang akan saya uraikan di artikel ini adalah permintaan IDI historis secara online.

 

Langkah pertama:

Karena kita akan melakukan permintaan IDI historis secara online maka bukalah website BI ditautan INI lalu kemudian setelah membaca penjelasan pada halaman tersebut maka klik tautan ini Formulir.

Setelah di klik akan muncul halaman dengan formulir seperti tampilan berikut ini:

formidi

Isilah dengan lengkap dan benar formulir tersebut, karena jika salah maka BI tidak dapat menemukan informasi sesuai nama debitur pemohon. Contohnya saya, karena kurang teliti saya mengisi tanggal lahir dengan tahun kelahiran yang salah yaitu tahun 2017. Akibatnya BI mengirimkan email ke saya dan memberitahukan bahwa data saya tidak tercatat di BI. Apess bener… udah nunggu lama buat dapat jawaban hasil pemeriksaan eh ternyata baru ketahuan kalo saya salah input dari email BI itu.

Jadi setelah formulir diisi dengan lengkap dan benar maka BI akan melakukan pengecekan data debitur:

  • Apabila data yang diisi tidak ada yang cocok dengan data yang dilaporkan lembaga keuangan, maka BI akan mengirimkan jawaban kepada pemohon melalui email bahwa data yang bersangkutan tidak ada.
  • Apabila data yang diisi sesuai dengan data yang dilaporkan lembaga keuangan, maka BI akan mengirimkan jawaban kepada pemohon melalui email bahwa data yang bersangkutan ada dan dapat diambil di Gerai Info Bank Indonesia pada hari dan jam tertentu dengan membawa persyaratan yang diperlukan.

 

Langkah kedua:

Beberapa hari kemudian kita akan mendapat pemberitahuan melalui email yang berisi informasi:

Dapat kami sampaikan bahwa data debitur a.n. XXX dengan tanggal lahir XXX tercatat dalam database SID. Untuk informasi selanjutnya, dapat dilihat pada attachment. Terima Kasih. DLMI-DPKL“.

Dalam attachment saya memperoleh surat yang berisi seperti berikut ini:

keterangan_tercatat

Intinya disampaikan bahwa data debitur tersebut tercatat dalam database SID. Selanjutnya Untuk mengambil hardcopy Informasi Debitur ini maka kita diharuskan dengan membawa print out dari email ini dan identitas diri/KTP asli.

Jika memang dikuasakan, dalam hal ini terbatas hanya hubungan antara Orang tua, Anak, Suami dan Istri dengan melampirkan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kuasa bermaterai Rp 6.000,- dengan keterangn surat kuasa yang berisi (untuk dipergunakan pengambilan hasil SID di Bank Indonesia). Hal ini karena pada prinsipnya IDI Historis bersifat rahasia.

Adapun lokasi pengambilan IDI Historis tersebut di alamat berikut:

Tempat : Gerai Info Bank Indonesia
Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B)
Komplek Perkantoran Bank Indonesia
Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta Pusat
Waktu : Hari kerja, Pukul 08.30 s.d. 15:00 WIB (11:00 s.d. 13.00 istirahat)
Khusus untuk hari jum’at (10:30 s.d 13:00 istirahat)
Pakaian : Sopan dan Rapi (memakai sepatu) serta Kemeja

Saya sebel banget amat syarat pakaian ini. Masa mau ambil dokumen aja sampai diatur gaya berpakaian dan mesti berpakaian apa. Menurut saya BI ini gayanya masih otoriter merasa penguasa (ambtenaar) bukan sebagai pelayan masyarakat. Jadi dia ngatur orang mesti pakai baju apa kalo datang “menghadap” ke BI. Padahalkan rakyat yang pemilik dana, rakyat yang bayar pajak buat gaji pegawai BI, kenapa BI ngatur orang mesti pakai pakaian apa kalo datang ke kantor dia :)

Pejabat BI itu kalo kerja di Bank yang ada di pasar-pasar bisa stress kali ya? Yang datang ke bank di pasar itu kan pake sandal jepit, celana pendek kaosnya lusuh. Trus ente ga mau layanin? hehehehe padahal dia setor duit. Ini pun begitu, walaupun orang yang datang minta informasi data IDI Historis tapi tetap aja mereka pembayar pajak yang buat ngegaji semua pegawai BI juga.

 

Langkah Ketiga:

Sesuai instruksi di email maka saya datangi BI untuk mendapatkan hardcopy dari IDI Historis tersebut. Oh ya karena saya di Jakarta maka saya dapat ambil di kantor BI pusat. Sedangkan bagi anda yang berada di daerah maka IDI Historis tersebut dapat diperoleh di:

  • Kantor Bank Indonesia (Kelompok Kajian, Survey dan Statistik atau Tim Pengawasan Bank) propinsi setempat dengan membawa print out dari e-mail ini.
  • Bank/BPR/Lembaga Keuangan yang memberikan fasilitas kredit kepada Saudara sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Untuk Bank/BPR/Lembaga Keuangan tanpa harus disertai print out dari e-mail Bank Indonesia ini).

Lokasi Gerai Info Bank Indonesia di Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B) Komplek Perkantoran Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta Pusat. Bagi yang belum pernah ke gedung BI maka akses masuknya adalah melalui Jl. Budi Kemuliaan. Jika datang dari arah Sarinah Thamrin saat di patung Kuda belok Kiri, sebelum gedung Indosat.

Nanti di pintu masuk berupa pos keamanan di Jl. Budi Kemuliaan serahkan kartu identitas anda selain KTP, boleh SIM atau Kartu Pelajar. Selanjutnya anda akan mendapat ID Card untuk memasuki Area BI. Gedung Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B) jika dari pintu masuk pos keamanan maka berada di sebelah kiri. Lokasi gedung ada disisi depan dekat dengan jalan Thamrin.

Saat masuk Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B) kita harus serahkan ID Card yang tadi diberikan oleh satpam di pos masuk untuk ditukar dengan ID Card yang baru lagi. Di Gedung BI itu memang sedikit “ribet” karena harus sering tuker ID Card. Buat yang ga biasa masuk gedung perkantoran ala BI ini bakalan bete. Saya ga kebayang kalo yang masuk ke Gedung BI ini model kayak emak-emak yang naik motor matik :)

Setelah menukar ID Card di resepsionis maka anda akan diarahkan ke Gerai Info BI. Nanti di Gerai Info BI akan dibantu untuk registrasi. Jangan lupa bawa print out email yang disyaratkan dan juga Identitas anda yaitu KTP. Kemudian silahkan menunggu dipanggil untuk registrasi. Setelah registrasi maka kita menunggu lagi untuk mendapatkan Hard Copy dari laporan IDI Histroris tersebut.

Selanjutnya anda akan dipanggil untuk mengambil lembaran IDI Historis di salah satu meja. Petugas yang melayani akan menjelaskan secara singkat isi dari laporan tersebut. Berhubung saya memiliki latar belakang perbankan maka saya cukup paham dengan penjelasan singkat dari petugas yang menjelaskan. Jika anda belum jelas saya sarankan bertanya agar jelas dan tidak rugi, soalnya ke BI kan butuh waktu dan tenaga mana ribet lagi, jadi jangan disia-siakan.

Contoh hard copy dari IDI Historis tersebut adalah seperti berikut:

idi2

Setelah mendapat penjelasan dan Hard Copy tersebut saya pun pulang. Oh ya untuk permintaan IDI Historis di BI ini Gratis alias tidak dipungut biaya.

 

Saran Untuk BI

Saya senang sekali dengan adanya fasilitas IDI Historis ini, karena sebagai masyarakat individual tanpa harus melalui lembaga pembiayaan bisa mendapatkan akses untuk memperoleh IDI Historis. Hal ini sangat membantu masyarakat seperti saya yang ingin mengetahui catatan kredit kita yang ada di lembaga pembiayaan.

Meski demikian ada beberapa masukan dari saya agar IDI Historis ini bisa semakin mudah diakses masyarakat luas:

1. Sosialiasi agar ditingkatkan, sehingga masyarakat semakin banyak yang tau tentang adanya fasilitas IDI Historis ini.

2. Akses semakin dimudahkan, akses melalui online sudah sangat baik, namun akan lebih baik jika dibuat mekanisme bahwa data IDI historis ini tidak perlu diambil secara langsung di kantor BI. Cukup isi formulir online dan dokumen IDI Historis dikirim melalui email. Jika alasannya dokumen ini bersifat rahasia, saya pikir banyak mekanisme pengamanannya. Tiru saja sistem tagihan kartu kredit, dimana file tagihan berupa pdf terproteksi.

3. Jika memang masih harus diambil secara langsung oleh masyarakat di kantor BI, maka perlu dipikirkan lokasi kantornya dan Gerainya yang harus mudah diakses masyarakat. Untuk masyarakat umum memasuki area kantor Bank Indonesia itu tidak mudah lho. Apalagi bagi yang pertama kali ke kantor BI di Jl. Thamrin. Kebetulan saya kerja di Bank dulu sehingga cukup familiar dengan akses masuknya dan tempat-tempat gedungnya. Akan tetapi bagaimana dengan masyarakat umum yang belum pernah masuk gedung BI? Kalau salah turun untuk menuju ke pintu masuk umum di Jl. Budi Kemuliaan bisa jauh sekali muternya. Karena gedung BI ini kompleksnya luas sekali. Saran saya jika masih digunakan mekanisme diambil secara langsung sebaiknya gunakan gedung lain (bisa sewa) yang lebih mudah dijangkau dan diakses masyarakat di Jabodetabek. Lokasi Gerai Info BI yang sekarang bagus sekali, sangat mewah, tapi justru susah dijangkau karena sistem keamanannya ketat. Padahal masyarakat cuma mau ambil dokumen IDI Historis.

 

Demikian informasi dan sharing saya tentang IDI Historis yang saya peroleh di Gerai Info BI. Sistem IDI Historis ini keren banget, semoga semakin dikembangkan dan semakin baik lagi.

 

 

Share this:

19 replies
    • Baskoro
      Baskoro says:

      BPJS adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Bukan lembaga keuangan yang menyalurkan kredit atau pinjaman.
      Tentunya BPJS tidak masuk ruang lingkup SID (Sistem Informasi Debitur).
      Sebagai peserta BPJS anda ikut jaminan sosial bukan sebagai debitur atau yang meminjam uang dari Bank atau lembaga keuangan lainnya.
      Jadi BPJS tidak masuk dalam SID.

      Reply
  1. Haris
    Haris says:

    Terima kasih atas infonya yang sangat bermanfaat.
    Selama ini saya mengajukan pinjaman/KTA tidak pernah disetujui jadi saya ada inisiatif untuk melakukan permintaan IDI History saya, kemungkinan sih masalahnya ada disitu.
    Oh iya mohon sarannya kalo cara agar memutihkan nama kita di BI itu bagaimana ya?
    atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Yth Sdr Haris,
      Terimakasih sudah mampir di laman website saya, senang sekali jika artikel ini bisa bermanfaat.
      Untuk memutihkan nama di database BI sewaktu saya kesana saya sempat dengar penjelasan dari mbaknya, bahwa jika kita ingin nama kita diputihkan maka kita harus datang ke bank atau lembaga keuangan dimana nama kita masih tercatat dan bermasalah disana.
      Saran saya sebaiknya minta IDI Historis aja dulu ke BI. Setelah kita mengetahui di Bank mana nama kita masih bermasalah baru lah kita datangi bank yang bersangkutan untuk minta diputihkan. Demikian informasi yang saya ketahui.

      Reply
  2. m sofian
    m sofian says:

    Jika langsung datang ke BI minta IDI historis apa harus bawa hardcopy. Kalau langsung kesana minta IDI historis bisa ga ya? Terima kasih

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Sdr. M. Sofian,
      Sebenarnya yang anda tanyakan sudah dijelaskan dalam artikel saya.
      Jika datang ke BI untuk meminta IDI Historis maka harus membawa hardcopy atau print out email dari BI dan juga identitas diri anda.
      Jika ingin langsung ke BI untuk langsung meminta IDI Historis maka hal itu tidak mungkin.
      Karena untuk ke BI anda harus punya email balasan dari BI terlebih dahulu bahwa nama anda tercatat atau tidak di SID.
      Oleh sebab itu langkah pertama kita harus mendaftar secara online, kemudian menunggu email, lalu kalau sudah terima email maka baru bisa mengambil ke BI.
      Ada cara lain selain ke BI untuk minta IDI Historis, yaitu melalui Lembaga Keuangan tempat anda memiliki fasilitas.
      Semoga membantu anda.

      Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Saya pikir permintaan data debitur dalam bentuk IDI Historis personal adalah tidak mungkin.
      Jika anda baca secara cermat langkah-langkah untuk memperoleh IDI Historis maka permintaan hanya dapat dilakukan oleh Debitur yang bersangkutan.
      TETAPI, jika anda membutuhkan data debitur dari sebuah bank dalam bentuk keseluruhan atau data general, bukan data /individual/personal, saya pikir itu masih mungkin.
      Itu akan tergantung pendekatan anda dan bagaimana kebijakan bank akan hal itu.
      Akan tetapi kalau data individual masing-masing debitur saya pikir tidak mungkin diberikan.

      Reply
  3. SETIAWAN ADIPUTRA
    SETIAWAN ADIPUTRA says:

    Gan IDI historis bisa ngecek riwayat pinjaman tidak walaupun belum pernah mengajukan kredit, hal ini dilakukan karena saya khawatir data pribadi saya bocor? Terima kasih.

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Rencana anda ini bagus sekali.
      Jika anda baca dengan cermat di artikel saya ini, dijelaskan bahwa langkah pertama adalah anda mengisi formulir ini: INI.
      Kemudian setelah formulir tersebut di isi lengkap maka beberapa hari kemudian kita akan mendapat pemberitahuan melalui email yang berisi informasi:
      Dapat kami sampaikan bahwa data debitur a.n. XXX dengan tanggal lahir XXX tercatat dalam database SID. Untuk informasi selanjutnya, dapat dilihat pada attachment. Terima Kasih. DLMI-DPKL“.

      Intinya disampaikan bahwa apakah nama anda ada atau tidak dalam data debitur dalam database SID.
      Jika nama anda ada, maka kemungkinan atau bisa jadi ada yang gunakan data pribadi anda seperti yang anda khawatirkan.
      Jika tidak ada, berarti anda tidak perlu khawatir.
      Semoga jawaban saya bisa membantu anda. Salam.

      Reply
  4. andreas tri tjahjono
    andreas tri tjahjono says:

    Gan, mohon info….kalo kita sdh pernah dpt email balasan dr BI tetapi kita ndak datang2 ke BI.
    Apakah masih bisa dipakai utk langsung datang ke BI lagi…(sdh 1 tahun email balasan dr BI)

    Terima kasih

    Reply
  5. yusuf
    yusuf says:

    gan mau tanya, kalo kita ada tunggakan di CC bank X dan tidak bisa dibayar krn sudah 5 thn berlalu, dan ingin apply CC bank Y apakah bisa?
    Apakah bank Y bisa minta SID saya dari BI (mutlak dilakukan utk setiap calon nasabah pengapply CC?)
    terima kasih

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Halo… terimakasih sudah mengunjungi website saya.
      1) Menjawab pertanyaan ini: “Jika ada tunggakan di CC bank X dan tidak bisa dibayar krn sudah 5 thn berlalu, dan ingin apply CC bank Y apakah bisa?”
      Jawabannya: Tergantung dengan kebijakan bank Y, tapi saya ngga yakin akan disetujui oleh bank Y, karena meski sudah 5 tahun berlalu catatan anda di bank X yang belum dibayar masih tetap akan muncul.
      Saya tidak paham dengan kalimat “Tidak bisa dibayar karena sudah 5 tahun berlalu”. Jika demikian halnya, sebaiknya anda cek dulu ke SID seperti saya untuk pastikan apakah catatan anda di Bank X masih muncul. Jika di SID masih ada nama anda dengan tunggakan di bank X maka anda harus ke bank X untuk minta dihapus.

      2) Menjawab pertanyaan: “apakah bank Y bisa minta SID saya dari BI (mutlak dilakukan utk setiap calon nasabah pengapply CC?)”
      Menurut sepengetahuan saya permintaan SID awalnya memang diperuntukkan untuk perbankan baru kemudian diperluas kepada nasabah.
      Jadi sangat mungkin jika bank Y meminta atau mengecek SID anda ke BI. Untuk pengajuan kartu kredit biasanya bank melakukan pengecekan ke daftar black list baik di BI atau di AKKI.
      Namun demikian saya tidak dapat memastikan apakah itu mutlak atau tidak, karena masing-masing bank memiliki prosedur dan sistem yang berbeda, meski seharusnya standarnya sama.
      Demikian jawaban saya, semoga membantu.

      Reply
  6. Imam Abbe
    Imam Abbe says:

    Mohon info gan.
    1. Saya sudah isi formulir untuk permohonan IDI di Website Bank Indonesia dan sudah terkirim, tapi kok belum ada email jawaban dari Bank Indonesia, biasa nya berapa lama yah balasan dari BI. (Saya kirim Formulir tiga hari yang lalu)

    2. Data BI Checking saya sudah Kol.4 (karena nama saya dipakai oleh orang dekat yang tidak bertanggung jawab) kalo untuk bisa menghapus data/catatan saya yang sudah Kol.4 tersebut, apa harus ke Bank Indonesia atau cukup ke Bank tempat Kredit Macet nya saja.

    Terima Kasih

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      1. Saya lupa berapa hari kalo ga salah sekitar semingguan. Sabar aja coba tunggu aja sampai 2 minggu, kalo sampai ga ada kiriman coba cek di spam email atau kalo emang ga ada isi lagi form nya, ajukan permintaan lagi.

      2. Anda ke bank tempat kredit macet tersebut dicatat. Bank Indonesia hanya memberikan data historis saja.

      Reply
  7. Edy
    Edy says:

    Setelah mendapatkan hard copy dari IDI Historis dari BI tersebut, apakah secara otamatis menghapus BI Checking bila terlanjur terkena blacklist?
    apakah sudah dapat melakukan Pengajuan Kredit?

    Reply
    • Baskoro
      Baskoro says:

      Sepengetahuan saya tidak. Karena IDI Histroris itu hanya informasi kepada nasabah yang meminta.
      Jika ternyata ada catatan yang membuat anda di blacklist maka anda harus ke bank dimana anda dicatat bermasalah untuk menyelesaikannya atau dihapus.
      Demikian informasi yang saya dengar dari pihak Bank Indonesia sewaktu mengurus IDI Historis.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Baskoro Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>