Taman buatan diatas ketinggian puluhan meter

Garden By The Bay Singapore itu Kebon ama Curug Dikasih A.C (^_^)

Tanggal 15-16 September 2014 saya ikut training di Singapore. Tapi sejak Jumat malam tanggal 12 September 2014 saya udah terbang ke Singapore. Buat saya ke negeri kecil satu ini ga pernah ada bosennya. Selalu excited buat saya untuk melihat perkembangan terkini dari negara/kota ini.

Salah satu agenda yang sudah saya rencanakan, adalah berkunjung ke “Garden by The Bay“. Katanya ini adalah salah satu tempat hiburan baru si Singapore yang wajib dikunjungi. Berlokasi di sekitaran Marina. Sewaktu di Jakarta saya sudah browsing ke website mereka untuk cari tau sedikit tentang tempat ini.

Silahkan kunjungi website Garden by The Bay di  www.gardensbythebay.com.sg

Tidak lupa juga saya tanya ke teman saya sista Any Susanti yang menetap di SG, bagaimana kondisi Garden by The Bay (GbTB) kalo kita datang di hari minggu. Menurut Sist Any sih lumayan rame tapi di SG ga ada tempat yang rame nya penuh full kayak di Taman Mini, Ragunan, Ancol, Dufan dll Jadi semuanya masih bisa ditolerir kok.

Berdasarkan keterangan itu saya pun berencana mengunjungi GbTB pada hari Minggu, karena Sabtu saya rencananya akan ketemu Mas Riwut dan sis Any sekeluarga yang mau datang ke hotel, siangnya saya mau ke NUS lewat Botanical Garden trus ke Bras Basah hunting buku second, jd kayaknya ga kuat kalo ke GbTB Sabtu malam. Untuk foto-foto saya di Botanical Garden dan NUS silahkan lihat DISINI.

Minggu pagi saya jalan disekitar hotel di daerah City Hall-North Bridge Road-Parliament House sambil tentunya potret-potret selfie :) Untuk lihat foto-foto hasil selfie di sekitar hotel silahkan liat DISINI.

Trus siangnya jalan deh ke GbTB. Dari stasiun MRT City Hall naik MRT North South Line (merah) arah ke Marina Bay. Sampai Marina pindah ke MRT jalur oranye  Circle Line arah Bishan trus turun di Bayfront.

Akses dari stasiun MRT Bayfront

Akses dari stasiun MRT Bayfront

Nah dari stasiun MRT Bayfront kalo mau ke GbTB ini mudah sekali, karena petunjuk jalannya banyak kita tinggal ikutin aja. Kita susuri lorong stasiun tersebut yang penuh hiasan kaca. Sesampainya di luar kita akan diarahkan ke arah taman, disitulah akses shuttle car ke ticket box GbTB.

Pose di akses masuk ke Garden By The Bay SG,

Pose di akses masuk ke Garden By The Bay SG,

Cukup membayar 2 SGD maka kita akan mendapat 2 tiket shuttle car untuk Pergi-Pulang. Waktu akan menaiki shuttle car itu penjaga nya akan mengarahkan kita naik mobil mana dan tiket kita disobek 1 bagian. Yg bagian sisanya untuk pulangnya. Sebetulnya saya hanya pakai 1 tiket saja karena pulangnya saya tidak naik Shuttle car ini (nanti saya ceritakan), tapi kita memang tidak bisa beli untuk pergi saja atau pulang saja, alias emang harus bayar 2 SGD untuk tiketnya PP.

Akses ke Garden By The Bay

Akses ke Garden By The Bay

Sepanjang jalan masuk ke area GbTB kita disuguhi pemandangan taman buatan yang sangat apik dan tertata.

Pemandangan dari Shuttle car

Pemandangan dari Shuttle car

Pemandangan Singapore Flyer dari Garden by The Bay

Pemandangan Singapore Flyer dari Garden by The Bay

Pemandangan taman tersebut sangat menarik, mengingat saya datang lewat tengah hari yang panas dan terik dan Singapore adalah negara kota ditengah laut. Jadi bisa dibilang ke GbTB siang-siang ini seperti kita jalan-jalan ke Pluit, Ancol atau Tanjung Priok tengah hari bolong. Tapi di area ini kita lumayan merasa nyaman, karena tamannya yg bersih dan suasana hijaunya membuat adem, plus angin berhembus cukup membuat segar. Oh ya Shuttle Car nya juga pake atap, jd ga usah takut kepanasan.

Jelang memasuki counter tiket Flower Dome dan Cloud Dome

Jelang memasuki counter tiket Flower Dome dan Cloud Dome

Setelah berkendara sekitar 3-5 menit kita akan sampai di area utama GbTB, dimana kita bisa membeli tiket masuk disana. Ticket box mirip Teller bank, kita antri secara teratur. Harganya untuk orang asing dewasa adalah 28 SGD, dimana kita bisa menikmati 2 Dome utama yaitu Flower Dome dan Cloud Dome. 2 Dome inilah yang utama.

Selain itu ada juga wahana lain atau venue lain seperti:
- Bay East Garden
- Dragonfly & Kingfisher Lakes
- Far East Organization Children’s Garden
- Heritage Gardens
- OCBC Skyway
- Sun Pavilion
- Supertree Grove
- World of Plants

Saya mulai dari :

Flower Dome

Flower Dome adalah Kubah pertama yang saya masuki. Kubah ini ternyata cukup dingin. Kubah yang dilapisi kaca dan mendapat sinar matahari penuh ini ternyata diberi penyejuk udara. Wah rasanya segar sekali, berbeda dengan suasana di luar yang cukup panas, maka suasana di dalam kubah jauh lebih segar.

Penataan tanaman di dalam Flower Dome juga sangat apik dan menarik. Saya kagum dengan pembuatan landscape tamannya yg sangat bagus. Dari akses pintu masuk Flower Dome ternyata Kubah ini memiliki struktur bertingkat. Jadi ketika masuk kita akan menyusuri jalan menurun, jadi taman di dalam Kubah sepertinya adalah lembah berundak. Kemudian ada bagian lain yang sejajar dengan pintu masuk tadi yang menurut saya seperti balkon dimana kita bisa melihat kebawah.

Masih indah pemandangan di belakang sana

Masih indah pemandangan di belakang sana

Tanamannya dibelakang sana bagus yah? :)

Tanamannya dibelakang sana bagus yah? :)

Kubah Flower Dome ini isinya di dominasi beragam tumbuhan yang ditata begitu menarik, namun yang paling asyik dan menarik buat saya adalah AC yang dihembuskan dari sela-sela bagian bawah tempat tanaman. Sewaktu saya masuk dan merasakan kesegaran kubah ini saya sudah heran dimana mereka meletakkan AC nya. Saya perhatikan dibagian atas Kubah hampir semuanya kaca dengan rangkanya tidak ada AC nyantel. Setelah saya rasakan hembusan AC ternyata memang datangnya dari bagian bawah atau sekitar kaki. Saya kagum dengan desain dan penempatannya.

Indah ya pemandangan di belakang nya? :)

Indah ya pemandangan di belakang nya? :)

Water is Precious... Indeed.

Water is Precious… Indeed.

Keretanya miniature aja, kalo kereta beneran ga muat

Keretanya miniature aja, kalo kereta beneran ga muat

Jadi setelah muter-muter di dalam Flower Dome sambil juga photo-photo narsis pake tongsis, saya bisa bilang kalo Flower Dome ini sebenarnya adalah “Kebon dikasih AC” :D

 

Cloud Dome

Selesai dari Flower Dome, kita keluar di pintu keluar yang telah disediakan dan pintu itu aksesnya langsung menuju ke Toko Sovenir :D Jadi keluar dari kubah itu kita akan langsung masuk Toko Sovenir. Singapore emang ngerti banget kalo dia harus pinter jualan untuk memperoleh pendapatan, makanya keluar dari lokasi dia tawarkan jualan sovenir. Cuma bedanya dengan Indonesia, di Indonesia ga rapih dan tertata. Banyak lokasi wisata yang jualan sovenir tidak tertata dan tidak tertib. Keluar dari toko saya langsung menuju ke pintu masuk Cloud Dome.

Memasuki Cloud Dome kita disambut dengan air terjun buatan. Yang tingginya setara bangunan tujuh lantai. Busyettt airnya dinaikin pake pompa kebayang pompanya kayak apa ya? Indah banget walaupun buatan alias air terjun imitasi tapi tetap aja saya salut ama teknologinya.

Ini mah curug buatan :)

Ini mah curug buatan :)

Air terjun itu ngalir begitu derasnya, dan di kaki tempat air itu jatuh kita bisa memotret dengan latar belakangnya air jatuh itu, bisa lumayan dekat tapi harus siap dengan cipratan airnya. Di kubah ini masih mirip dengan Flower Dome, dengan kubah yang dilingkupi kaca dan berpendingin udara. Udara disini tetap sejuk walaupun sinar matahari bersinar terang. Berbeda dengan Flower Dome yang lebih banyak di dominasi kebun tanaman berundak, maka Cloud Dome ini menurut saya seperti tiruan air terjun dan gunung. Wajar aja karena di Singapore tidak ada dan tidak punya gunung. Satu satunya bukit di Singapore ya kawasan Bukit Timah  dan itupun bukan Bukit :D

Patung kayak gini di Indonesia banyak banget

Patung kayak gini di Indonesia banyak banget

Lanjut dari area lokasi awal kita masuk yaitu seputar air terjun, saya puas foto-foto dengan background air terjun. Terus saya jalan kesisi belakang air terjun itu yang ternyata adalah akses untuk keatas, terdiri dari 6 atau 7 lantai (saya lupa). Naik lift itu saya langsung pilih lantai paling atas. Sampai diatas ternyata kita temukan tanaman-tanaman yang mengelilingi air terjun dan akses ke jembatan besi (sky bridge) yang ditopang dengan rangka-rangka ke atap kubah atau ditopang tiang-tiang. Jembatan itu mengelilingi air terjun itu. jadi kalo kita menyusuri jembatan itu maka kita akan jalan melingkar dan turun ke lantai berikutnya. Pemandangan nya bagus banget karena kita jadi dekat dengan sumber air terjun di ketinggian puluhan meter.

Heeeyyyy.... I am Up here ....

Heeeyyyy…. I am Up here ….

Saya awalnya ga ngeh ama jembatan (sky bridge) besi ini, apa dan ngapain?? Ternyata itu adalah jembatan yang mengitari air terjun dan berada puluhan meter diatas tanah. Saya termasuk orang yang takut ama ketinggian, tapi begitu diatas lihat pemandangannya dan inget ama harga tiketnya ;) saya jadi berusaha berani. Kalo saya mau mundur sebenarnya saya ada temennya, disamping saya ada suami-istri dan si Suami ngejerit balik lagi ga mau nerusin, sementara si Istri ketawa cekikian dan nerusin perjalanan (mungkin istrinya berprinsip seperti gue juga :D selain sih emang kayaknya dia berani).

Narsis tapi muka pucat di ketinggian :)

Narsis tapi muka pucat di ketinggian :)

Saya sok berani, jalan selangkah demi selangkah menyusuri jembatan (sky bridge) itu, waahh ngeri nya minta ampun. Saya paling sebel kalo di Jakarta nyebrang jembatan penyebrangan yang alasnya plat bordes (besi) saya suka jembatan penyebrangan yang dari beton. Nah ini jembatan semua dari besi dan rangka besi. Buat saya jembatan kayak gini tuh rasanya ga kokoh dan agak goyang. Saya coba untuk tetap tenang. Saya susuri semua level dengan melalui jembatan itu. Diatas jembatan itu saya sok berani beberapa kali ambil photo walaupun dalam hati takut banget :)

Lihat yg dibelakang sana, keren kan? :)

Lihat yg dibelakang sana, keren kan? :)

Disetiap level atau lantai dibalik air terjun itu terdapat berbagai tempat yang menyajikan berbagai tema yang berbeda. Saya sih ga terlalu minat dan sering saya lewatkan saja. Ada beberapa yang menarik juga sih seperti taman di bawah ini. Disini juga ada kolam untuk lempar koin.

Taman buatan diatas ketinggian puluhan meter

Taman buatan diatas ketinggian puluhan meter

Tapi jika diperhatikan sebenarnya landscapenya banyak yang “biasa” saja jika dibandingkan dengan aslinya di alam Indonesia. Cuma bedanya disini semua “buatan” tapi dibuat dengan teknologi tinggi dan rapih sekali.

Curug buatan

Curug buatan

Sepantaran ^_*

Sepantaran ^_*

Setelah menyusuri Cloud Dome maka saya pun melangkah menuju pintu keluar. Sepanjang jalan menuju pintu keluar terdapat taman air buatan bahkan buaya nya pun buatan :D Kocak juga sih negara satu ini. Karena keterbatasannya tapi mereka pengen punya alam yg menarik maka dibuatlah alam buatan.

Kalo Flower Domes saya bilang “Kebon dikasih AC” maka kalo Cloud Dome ini saya sebut sebagai “Curug buatan pake AC” :)

Pintu keluar dari Cloud Dome adalah muncul di Toko Souvenir lagi hahahaha. Disini saya liat-liat beberapa sovenir tapi seingat saya mahal-mahal. Jadi saya ga jadi beli kaos atau gantungan kunci buat oleh-oleh. Beli nya tempelan magnet untuk lemari es aja oleh-oleh untuk ibuku (kebetulan beliau suka banget tempelan magnet buat di kulkas).

Selesai dari dua Dome itu sebenarnya ada beberapa tempat seperti:
- Bay East Garden
- Dragonfly & Kingfisher Lakes
- Far East Organization Children’s Garden
- Heritage Gardens
- OCBC Skyway
- Sun Pavilion
- Supertree Grove
- World of Plants

Tapi tidak ada satupun yang saya masuki lagi. Tadinya saya mau ke OCBC Skyway, tapi setelah saya jalan kesana, saya kok jadi malas. Ticket masuknya 5 SGD, tapi yang bikin males bukan itu. Kaki saya mulai sakit dan pegal, plus baterai HP saya udah mulai drop tinggal 5%. Karena saya kebanyakan foto narsis ;) Akhirnya saya putuskan pulang saja.

Awalnya saya ingin sampai malam di kawasan GbTB, tapi berhubung sudah lelah dan baterai HP yg tidak mendukung maka saya memilih pulang. Padahal tadinya saya ingin melihat Supertree Groove di waktu malam yang kabarnya sangat indah. Plus ada festival lentera (lantern) di kawasan ini. Tapi sudahlah, udah ga kuat juga. Next time kesini lagi dimalam hari, plus bawa kamera DSLR, agar bisa hunting maksimal.

Pulang saya tidak naik shuttle car tapi saya jalan kaki, itulah makanya tiket shuttle car saya tidak kepake untuk pulangnya. Karena saya jalan kaki tadinya mau ke OCBC Skyway, jadi saya teruskan ke pintu akses ke MRT Station. Yang ternyata aksesnya malah masuk ke Pusat Shopping dan hotel Marina. Welehh… biar ga pusing saya cari lantai paling bawah trus cari petunjuk ke MRT. Hingga akhirnya saya sampai di Stasiun MRT Marina.

Dari situ saya putuskan untuk pulang ke hotel di kawasan City Hall. Demikian pengalaman saya berkunjung ke Garden By The Bay Singapore.

Share this:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>