bannergopar

(TRIP) Enaknya Naik K.A Argo Parahyangan ke Bandung

Selama ini jika saya pergi ke Bandung pilihan transportasi yang saya gunakan biasanya adalah jasa travel. Dahulu ketika saya bekerja di Bank Saudara (di kantor pusatnya di Bandung) setiap Jumat malam saya pulang ke Jakarta dan Minggu malamnya kembali ke Bandung, transportasi yang saya gunakan saat itu adalah travel (seperti: Cipaganti, Baraya, XTrans dll).

Sunset @Cikampek menuju Jakarta

Sunset @Cikampek menuju Jakarta

Di akhir tahun 2017, sehubungan dengan pekerjaan maka saya perlu ke Bandung, setelah lama saya sudah tidak mondar-mandir ke Bandung. Untuk keperluan ini saya tidak menggunakan kendaraan pribadi melainkan menggunakan angkutan umum. Akan tetapi ternyata angkutan umum terutama yang melalui jalur Tol Jakarta-Cipularang akhir-akhir ini semakin lama sampai ditujuan karena sering terjebak macet.

Ini saya ketahui ketika saya ingin memesan tiket travel ke Bandung, dimana saya butuh jam 7.00 pagi sudah berada di Bandung. Dari Depok saya cari pemberangkatan subuh atau yang pertama. Tetapi pihak travel yang saya datangi tidak ada yang berani menjamin sebelum jam 07.00 sudah sampai di Bandung. Bahkan menjamin sampai di Bandung jam 09.00 pun tidak ada yang berani.

Narsis @Rest Area

Narsis @Rest Area

Berbeda ketika di tahun 2011 saya ke Bandung. Saya pernah sehabis sahur, ketika subuh pergi ke pool Cipaganti di Lenteng Agung, kemudian pergi ke Bandung, sampai di Bandung sekitar jam 07.00 pagi. Saya masih sempat beres-beres di Kost-an dan masuk kerja jam 08.00. Artinya kondisi lalu lintas dari Jakarta ke tol Cipularang sudah macet parah sekali saat ini.

Akibat macetnya kondisi jalan menuju Bandung seperti sekarang ini, maka jika saya perlu hadir di Bandung jam 07.00 terpaksa saya menginap dahulu sehari sebelumnya.

Saya kemudian mempunyai pilihan lain jika ke Bandung tanpa harus terikat waktu kehadiran yaitu dengan menggunakan angkutan umum Kereta Api.

Pilihan naik Kereta Api ini muncul ketika saya mendengar cerita dari teman-teman saya yang suka jalan-jalan atau ada keperluan pergi ke Bandung, dimana mereka memilih menggunakan Kereta Api daripada naik travel. Alasan saya menggunakan Kereta Api karena lebih pasti waktunya. Walaupun ada kemungkinan keterlambatan berangkat atau waktu tempuhnya molor jika terjadi sesuatu, tapi masih lebih pasti daripada macet di tol. Terutama macet di Tol di daerah Bekasi atau Cikarang yang kadang bikin bingung karena tidak tau apa penyebabnya. Itulah sebabnya saya memilih menggunakan angkutan umum kereta api untuk menuju ke Bandung.

 

Berikut saya akan sharing tentang pilihan saya menggunakan Kereta Api ke Bandung ini…

 

Kereta ke Bandung

Kereta Api ke Bandung yang bisa kita gunakan adalah Kereta Api Argo Parahyangan (KA GOPAR). Kereta ini berangkat dari stasiun Gambir menuju stasiun Hall Bandung demikian pula sebaliknya. KA GOPAR ini menempuh jarak Jakarta – Bandung sekitar 165-175 km. Dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 15 menit.

Jika berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta, KA GOPAR ini akan berhenti di stasiun Bekasi – stasiun Purwakarta – stasiun Cimahi sebelum akhirnya tiba di Stasiun Hall Bandung.

Sebaliknya keberangkatkan dari Stasiun Hall Bandung, KA GOPAR ini akan berhenti di stasiun Cimahi – stasiun Bekasi – stasiun Jatinegara sebelum akhirnya tiba di  Gambir Jakarta.

Jalur Perjalanan KA Argo Parahyangan

Jalur Perjalanan KA Argo Parahyangan

 

Jadwal Kereta

Jadwal KA GOPAR yang saya peroleh dari situs https://kai.id menunjukkan bahwa setiap harinya terdapat 10 kali perjalanan KA dari dan menuju Bandung. 10 kali perjalanan tersebut terdiri dari 8 perjalanan untuk KA GOPAR dan 2 perjalanan KA GOPAR Premium. Meski demikian pada hari-hari tertentu terutama nampaknya saat musim liburan dan ramai, terdapat jadwal GOPAR tambahan.

Perbedaan dari KA GOPAR dengan KA GOPAR Premium adalah terletak pada harga tiket dan fasilitas kelengkapannya. KA GOPAR Premium kursinya lebih lebar, sandarannya bisa dirubah sedikit walaupun tidak terlalu rebah, jarak antara kursi dengan kursi depannya lebih lebar. Selain itu CCTV di setiap gerbong, AC yang dingin dan toilet yang modern.

Dari segi harga meski sama-sama kelas ekonomi harganya sedikit berbeda. GOPAR biasa untuk tiket ekonomi harganya Rp. 80.000,00 sedangkan untuk KA GOPAR Premium ekonomi harga tiketnya Rp. 90.000.00

Jadwal KA GOPAR tersebut adalah sebagai berikut:

GAMBIR – BANDUNG
1. ARGO PARAHYANGAN (20)                               5:05
2. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7058)     7:50
3. ARGO PARAHYANGAN (22)                               8:45
4. ARGO PARAHYANGAN (24)                             10:30
5. ARGO PARAHYANGAN (32)                              11:30
6. ARGO PARAHYANGAN (34)                              12:35
7. ARGO PARAHYANGAN (26)                              15:30
8. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7060)   18:00
9. ARGO PARAHYANGAN (28)                             18:45
10. ARGO PARAHYANGAN (30)                           20:00

BANDUNG – GAMBIR
1. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7057)    4:15
2. ARGO PARAHYANGAN (19)                              5:00
3. ARGO PARAHYANGAN (21)                              6:30
4. ARGO PARAHYANGAN (31)                              7:35
5. ARGO PARAHYANGAN (33)                             8:35
6. ARGO PARAHYANGAN (23)                            11:35
7. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7059)  14:05
8. ARGO PARAHYANGAN (25)                            14:45
9. ARGO PARAHYANGAN (27)                            16:10
10. ARGO PARAHYANGAN (29)                          19:40

 

Pemesanan Tiket

Untuk memperoleh tiket KA GOPAR ini bisa didapatkan melalui pembelian langsung di loket stasiun (Go show) atau pemesanan daring (online). Jika membeli daring bisa melalui website PT. KAI https://kai.id, atau Traveloka.com atau Tiket.com.

Saya sendiri sudah mencoba untuk memesan tiket baik secara online (melalui Traveloka.com) maupun beli tiket di loket.

a. Pesan Tiket online

Jika memesan tiket secara online, maka proses pemesanan tidak jauh berbeda dengan pemesanan tiket lain seperti tiket pesawat misalnya. Jangan lupa untuk mengisi data calon penumpang sesuai identitas yang digunakan (KTP). Saat ini perjalanan dengan menggunakan Kereta Api sudah mirip dengan pesawat, saat akan boarding di stasiun Tiket dan KTP kita diperiksa. Jadi pastikan nama dan data yang diinputkan sama dengan identitas/KTP.

Pembayaran untuk pembelian secara daring (online) bisa dipilih sesuai keinginan anda, apakah melalui transfer, kartu kredit atau yang lainnya (seperti lewat Indomaret). Saya sendiri memilih untuk melakukan pembayarab melalui transfer online dengan e-banking.

Setelah kita membayar tiket yang dipesan maka pemesan akan memperoleh e-ticket. Di e-ticket tersebut terdapat kode booking dan informasi lain terkait jadwal KA GOPAR yang dipesan.

e-ticket Traveloka

e-ticket Traveloka

 

b. Pemesanan Tiket di loket

Pemesanan tiket secara langsung di loket stasiun ini menurut saya sangat tidak dianjurkan, terutama jika saat hari-hari liburan. Bahkan jika musim liburan pemesanan tiket melalui online pun sudah terlihat di websitenya habis terjual.

Alasan saya memilih membeli di loket biasanya karena misalnya:

  • Saya tidak yakin/belum pasti urusan di Bandung akan selesai jam berapa (jadi saya belum memutuskan beli tiket KA terlebih dahulu).
  • Kemudian saat itu juga bukan musim liburan atau perkiraan saya tiket masih ada di loket (sedikit gambling juga).
  • Alasan lain adalah penjualan tiket secara online beberapa jam (atau mungkin sehari sebelumnya) sudah tidak bisa dilakukan. Saya pernah mencoba membuka website traveloka.com untuk memesan perjalanan KA GOPAR di hari yang sama sudah tidak bisa. Sepertinya memang diatur demikian.
Tiket beli di Loket

Tiket beli di Loket

Baik pemesanan tiket secara online maupun beli di loket tetap terdapat kesamaan dimana saat ke stasiun anda harus hadir lebih awal untuk melakukan check-in. Mesin check in biasanya ada di stasiun berupa layar monitor dan keyboard. Anda tinggal masukkan kode booking yang ada di tiket (baik tiket online maupun go show).

Berikut adalah lembaran tiket setelah melakukan check in. Setelah melakukan check in maka anda bisa Boarding menuju peron atau masuk ke Kereta jika sudah tersedia. Jangan lupa siapkan KTP asli anda saat Boarding.

Contoh Boarding Pass GOPAR setelah Check in

Contoh Boarding Pass GOPAR setelah Check in

 

Pemilihan Kursi

Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan tempat duduk. Baik untuk pemesanan tiket online maupun membeli di loket, calon penumpang bisa memilih tempat duduk yang diinginkan, selama persediaan masih ada.

Jika memesan tiket secara online, maka contoh format pilihannya seperti ini:

Pengaturan Kursi di GOPAR Premium

Pengaturan Kursi di GOPAR Premium

 

Sedangkan jika memesan tiket di loket, maka kita bisa menanyakan kursi yang masih tersedia kepada petugas di loket, kemudian jika kursi yang kita inginkan masih ada maka kita sebutkan kursi yang kita inginkan tersebut.

Adapun rekomendasi saya untuk memilih tempat duduk di KA GOPAR adalah memilih kursi sbb:
- No. 1 sd 11 jika berangkat dari Bandung
- No. 12 sd 21  jika berangkat dari Jakarta

Kenapa demikian? karena kursi yang saya sebutkan tersebut “biasanya” adalah kursi yang menghadap arah laju Kereta Api. Sementara kursi yang saya tidak rekomendasikan adalah kursi yang membelakangi arah laju kereta api (posisi duduk anda akan mirip seperti posisi duduk di bangku tambahan yang biasanya ada di pintu angkot).

Hal itu terjadi karena kursi KA GOPAR ini terbagi dua kelompok antara kelompok no 1 sd 11 dan kelompok no 12 sd 21. Kedua kelompok ini saling berhadapan. Kemudian ketika sampai di stasiun tujuan gerbong KA GOPAR ini tidak diputar, yang berpindah hanya Lokomotifnya saja. Sehingga nomor kursi ini sangat penting untuk anda diingat bagi anda yang tidak ingin duduk membelakangi arah laju kereta.

Saya suka dengan K.A GOPAR ini karena walaupun di kelas ekonomi namun disetiap kursi terdapat colokan listrik, sehingga penumpang bisa mengisi baterai smartphone atau laptopnya jika membutuhkannya.

Colokan di GOPAR heheheee ... penting ini ....

Colokan di GOPAR heheheee … penting ini ….

 

Harga Tiket

Untuk Harga tiket tergantung kelas yang dipilih. Ada 3 kelas utama yaitu Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi.

Suasana gerbong Kelas Eksekutif KA GOPAR (K1)

Suasana gerbong Kelas Eksekutif KA GOPAR (K1)

Untuk kelas eksekutif terdiri dari berbagai macam sub kelas, yaitu Sub kelas A, H, I dan J dimana harganya bervariasi antara Rp 100.000 sd Rp 125.000
Subclass A = Rp 125.000
Subclass H = Rp 115.000
Subclass I = Rp 105.000
Subclass J = Rp 100.000

Untuk kelas Bisnis terdiri dari berbagai macam sub kelas, yaitu Sub kelas B, K, N dan O dimana harganya bervariasi antara Rp 80.000 sd Rp 95.000
Subclass B = Rp 95.000
Subclass K = Rp 90.000
Subclass N = Rp 85.000
Subclass O = Rp 80.000

Untuk kelas Ekonomi hanya terdiri dari 1 sub kelas, yaitu Sub kelas C saja, dimana harganya bervariasi antara Rp 70.000 sd Rp 90.000

Interior GOPAR Kelas Eksekutif (K1)

Interior GOPAR Kelas Eksekutif (K1)

Saya sendiri belum memahami secara detail perbedaan kelas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi. Namun secara umum yang saya amati, tempat duduk di kelas eksekutif memang lebih lapang, jarak antar kursi cukup jauh dan kursi bisa direbahkan (reclining seat). Selain itu juga terdapat foot rest.

Lalu apa perbedaan dari masing-masing sub kelas tersebut? saya sendiri masih bingung karena cukup banyak sub class nya. Selain saya belum mencoba semua sub kelas, uraian penjelasan di website yang ada kurang bisa saya pahami dengan baik.

Saya mendapat penjelasan yang lumayan cukup justru dari teman saya bro Tommy aka Ofrie Photos (rekan dari Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ)) yang kebetulan punya hobby jalan-jalan, fotografi dan naik Kereta api.

Bro Tommy jelaskan bahwa masing-masing Sub Kelas tersebut biasanya terkait dengan posisi duduk atau posisi gerbong KA. Bisa jadi sub kelas yang murah itu posisi duduknya di depan atau di belakang yang berada persis di atas roda dan dekat dengan sambungan sehingga agak berisik, atau gerbongnya dekat dengan lokomotif yang membuat sedikit lebih berisik dan aroma diesel nya kadang bisa masuk tercium ke gerbong penumpang.

 

Pemandangan selama perjalanan

Selama perjalanan dari Jakarta menuju Bandung maupun sebaliknya banyak pemandangan yang bisa dinikmati. Oleh sebab itu saya senang memesan tempat duduk di dekat jendela daripada di dekat gang jalur lalu lintas orang lewat (aisle).

Jika dari arah Jakarta menuju Bandung, maka selepas stasiun Manggarai KA GOPAR akan melalui stasiun Jatinegara, yang sedang dalam pembangunan. Kemudian melewati stasiun Cipinang yang juga sedang pembangunan, baik untuk Dipo dan juga jalur Double Double Track (DDT). Hingga ke Bekasi dan Cikarang masih terlihat pemandangan pembangunan jalur DDT.

Selepas Cikarang dan Cikampek pemandangan diluar kereta mulai berubah, yaitu pemandangan hamparan sawah. Setelah itu pemandangannya adalah bukit-bukit yang menarik.

Pemandangan menarik lainnya adalah saat KA GOPAR memasuki stasiun Purwakarta. Di stasiun ini kita bisa melihat tempat “pemakaman” kereta-kereta KRL Jabodetabek jaman dahulu. Saya sebut lokasi ini “pemakaman KRL” atau “Kamar mayat KRL”. Sambil lewat stasiun ini saya bisa melihat dan jadi teringat kenangan masa lalu menggunakan KRL tersebut yang kini sudah menjadi tumpukan besi tua.

Selanjutnya dalam perjalanan hingga ke Bandung pemandangan berganti-ganti antara persawahan, perkebunan dan pemukiman penduduk.

Berikut adalah foto-foto di stasiun Bandung…

Prasasti Stasiun Kereta Api Bandung

Prasasti Stasiun Kereta Api Bandung

 

Makan di Bandung

Di Bandung terkenal dengan surganya kuliner. Meski demikian kadang-kadang saat tiba di Stasiun Hall saya ingin segera makan. Pilihan di sekitaran stasiun Hall Bandung sebenarnya cukup banyak. Jika kita datang dari arah Jakarta, pilihan saya adalah turun di sebelah kanan arah kedatangan, yaitu ke sisi Selatan stasiun.

Di sisi selatan keluar pintu stasiun akan terdapat tugu dengan lokomotif hitamnya. Dari tugu lokomotif tersebut ambil ke arah kiri.

Tugu Loko di depan Pintu Selatan Stasiun Hall Bandung

Tugu Loko di depan Pintu Selatan Stasiun Hall Bandung

Kemudian jalan sekitar 20 meter kita bisa berbelok ke kanan. Dari situ kita jalan lurus saja untuk masuk ke area terminal angkot.

Arah terminal ke "RM Malah Dicubo". Mobil putih itu jalan lurus saja.

Arah terminal ke “RM Malah Dicubo”. Mobil putih itu jalan lurus saja.

Diseputaran area terminal itulah, sangat ramai berbagai macam kuliner atau restoran. Saya mendapatkan rekomendasi untuk makan di Rumah Makan Padang “Malah Dicubo”. RM ini berada di area terminal itu. RM Malah Dicubo ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Bandung. Terbukti saat saya kesana, selalu penuh. Saya melihat di dalam RM juga terdapat foto-foto pengunjung pesohor yang pernah datang. Saya lihat kebanyakan pemain bola.

RM Malah Dicubo Masakan Padang - Terminal Stasiun Hall Selatan

RM Malah Dicubo Masakan Padang – Terminal Stasiun Hall Selatan

Untuk harga saya pikir relatif murah atau minimal sama dengan RM Padang yang saya sering kunjungi juga di Jakarta. Yang jelas RM Padang Malah Dicubo ini cukup terkenal di Bandung.

Menu dan harga RM Malah Dicubo

Menu dan harga RM Malah Dicubo

 

Demikian cerita pengalaman saya naik KA GOPAR ke Bandung. Saat hendak pergi ke Bandung menggunakan KA GOPAR ini dan kemudan menuangkan dalam tulisan ini saya banyak sekali mendapat masukan dan tips dari sahabat saya Tommy Godfried Cahyo dari Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ). Terimakasih banyak bung Tommy. Tetap semangat menjelajah dengan Kereta Api … salut!

Untuk melihat karya photo dari bung Tommy silahkan kunjungi IG nya di @ofriephotos.

 

Foto Narsis saya :) hehehehee… teteup….

 

 

Share this:

4 replies
  1. odith adikusuma
    odith adikusuma says:

    Kebetulan saya sudah lama tidak ke Bandung, dan hari ini ada teman saya berangkat ke Bandung naik Gopar Premium. Coba-coba browsing ketemu blog ini. Saya baru tahu sekarang kereta ke Bandung cukup bagus dan nyaman.
    Ok sukses selalu mas.
    odith adikusuma

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Herawati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>