bannerkj

(Kuliner) Woyyy Ngopi dulu ngapah! … Ngopi… (di Kopi Johny).

Bukannya latah ikut-ikutan seorang lawyer flamboyan yang suka ngopi di kedai kopi ini :)
Juga Bukannya latah karena ada trend baru di medsos, dimana banyak orang bikin video sambil ngomong “wooyyy udah pada ngopi belom?? Ngopiii ngapah ngopiii….” :)

Akhir-akhir ini saya jadi lumayan sering mampir di kedai kopi KWANG KOAN atau yang lebih dikenal dengan Kedai Kopi Johny.

Saya mampir untuk merasakan sajian kuliner di kedai Kopi Johny yang sudah sangat terkenal itu. Namun kedai Kopi Johny yang saya hampiri bukan yang di lokasi utama, tempat dimana seorang lawyer kondang kongkow dengan para fansnya, kedai utama itu berlokasi di :
Jl Kopyor Raya Blok Q1 No. 1 Kelapa Gading
Jakarta Utara
Jam buka:
Senin-Jumat pukul 05.00-17.00
Sabtu-Minggu pukul 05.00-15.00
(source: https://food.detik.com/makan-siang-bareng-detikfood/d-3892438/kopi-johny-ini-kopi-dan-bakpao-empuk-yang-fenomenal-berkat-hotman-paris)

 

Sedangkan saya cukup singgah di kedai Kopi Johny yang berada di sebuah ruko di jalan Bungur Besar Raya persis sebelah gedung Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Nyari nya gampang banget, Kalo dari arah Senen maka ruko nya persis sebelum gedung PN Jakpus. Kedai Kwang Koan nya ada di pojok depan, jadi ga bakalan ga ketemu deh.

Nah dari lokasinya bisa ditebak kan, kenapa saya bisa singgah di kedai Kopi Johny yang di Jalan Bungur Besar ini?

Tidak lain karena memang saya sedang beracara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Awalnya saya ngga ngeh kalo ada kedai Kopi Johny di sebelah PN Jakpus.

Ceritanya dalam sebuah kesempatan, setelah sidang saya dan kawan-kawan hendak makan di RM Medan Deli di Ruko sebelah PN Jakpus, terus melihat kok ternyata ada kedai Kopi Johny (Kwang Koan)… sehingga dalam kesempatan berikutnya ketika ada sidang lagi di PN Pusat maka singgahlah di kedai kopi ini.

Kopi Johny

Teh Susu di Kopi Johny

 

Jujur aja saya ga tau sejarahnya kedai Kopi Johny ini. Saya juga ga tau kenapa kok kopinya bisa terkenal sekali. Apakah kopinya enak? wah saya ngga tau juga…

Karena saya bukan peminum kopi. Saya punya penyakit Maag, jadinya saya tidak minum kopi. Sehingga saya tidak tau pasti bagaimana rasa kopinya. Setiap ke kedai Kopi Johny ini saya memesan teh susu. Bagaimana rasa teh susu nya? Wah jangan tanya rasa lah ama saya :) buat saya rasa itu enak dan enak sekali hahahahaa

Minuman yang ditawarkan di kedai Kopi Johny ada 3 minuman utama: Kopi Hitam, Kopi Susu dan Teh Susu. Tapi selain minuman itu kedai kopi ini menawarkan juga minuman lain, terutama minuman ringan yang tersedia di lemari pendingin. Jadi tidak perlu khawatir jika tidak berminat minum kopi hitam, kopi susu atau teh susu masih bisa minum minuman lain.

Harga per cangkir untuk Kopi Hitam, Kopi Susu dan Teh Susu adalah sama Rp. 12.000,00 Sedangkan untuk minuman ringan lainnya saya tidak hapal harganya.

Kopi Johny

Teh Susu di Kopi Johny

 

Kedai kopi Kwang Koan atau Kopi Johny ini selain terkenal dengan menawarkan Kopi juga terkenal dengan Bakpao nya. Saya sudah mencoba Bakpao ayamnya, emang rasanya enak dan gurih.

Bakpao di kedai ini katanya terdiri dari beragam isi yaitu: daging babi, ayam dan kacang-kacangan yaitu kacang hijau, kacang tanah dan kacang hitam (kacang tosa). Saya sendiri gak tau apakah yang di cabang Bungur ini sama seperti di Kelapa Gading menawarkan Bakpao isi Daging Babi? Saya gak pernah nanya dan gak ambil pusing, yang penting saya makan Bakpao isi Ayam :)
Lagipula saya liat pelayannya mbak ber hijab, jadi saya ambil asumsi (gampangnya aja) kalo makanan yang ada disini sudah halal :) hehehehee Bagi mereka yang sangat concern dengan makanan halal, saran saya ditanyakan dahulu deh ke pelayannya ada daging babi nya ngga…? kalo ada ya udah langsung dipesen aja #Eh salah…. :D

Harga Bakpao di kedai Kwang Koan ini Rp. 12.000,00 untuk bakpao Ayam, saya ga tau apakah semua bakpao dihargai yang sama. Besok-besok saya cek lagi ya, nyobain yang isinya lain ;)

Selain makanan berupa Bakpao di kedai ini ada juga makanan lain, seperti Panada (kayak pastel), Lemper, dll untuk harganya saya lupa, nanti kapan-kapan saya update deh.

Selain itu ada juga Siomay di kedai ini, namun penjual siomay nya berbeda, sehingga jika pesan dan membayar siomay akan terpisah dari kedai Kwang Koan. Sepertinya kedai siomay ini hanya menumpang jualan saja.

Untuk harga Siomay satu porsi Rp. 36.000,00 (dibaca baik-baik harganya :D )

Siomay di Kopi Johny

Siomay di Kopi Johny

 

Nah itulah cerita saya tentang kedai kopi Kwang Koan alias Kopi Johny yang berlokasi di Jl. Bungur Besar Raya, persis di Ruko sebelah gedung PN Jakarta Pusat.

Kalo kebetulan mampir dan ketemu orang yang kayak gini wajahnya, disapa ya… syukur syukur trus saya dibayarin hahahaha maklum lawyer yang ini ngga punya Lambo apalagi Ruko sampai 200 unit, masih naik ojol kemana mana :D

Narsis at @Kopi Johny

Narsis at @Kopi Johny

 

Woyyy Ngopiii ngapahhhh ngopiiii…..
Khusus buat saya…. “woyyy nyusu ngapah nyussuuu…” :D

 

 

bannergopar

(TRIP) Enaknya Naik K.A Argo Parahyangan ke Bandung

Selama ini jika saya pergi ke Bandung pilihan transportasi yang saya gunakan biasanya adalah jasa travel. Dahulu ketika saya bekerja di Bank Saudara (di kantor pusatnya di Bandung) setiap Jumat malam saya pulang ke Jakarta dan Minggu malamnya kembali ke Bandung, transportasi yang saya gunakan saat itu adalah travel (seperti: Cipaganti, Baraya, XTrans dll).

Sunset @Cikampek menuju Jakarta

Sunset @Cikampek menuju Jakarta

Di akhir tahun 2017, sehubungan dengan pekerjaan maka saya perlu ke Bandung, setelah lama saya sudah tidak mondar-mandir ke Bandung. Untuk keperluan ini saya tidak menggunakan kendaraan pribadi melainkan menggunakan angkutan umum. Akan tetapi ternyata angkutan umum terutama yang melalui jalur Tol Jakarta-Cipularang akhir-akhir ini semakin lama sampai ditujuan karena sering terjebak macet.

Ini saya ketahui ketika saya ingin memesan tiket travel ke Bandung, dimana saya butuh jam 7.00 pagi sudah berada di Bandung. Dari Depok saya cari pemberangkatan subuh atau yang pertama. Tetapi pihak travel yang saya datangi tidak ada yang berani menjamin sebelum jam 07.00 sudah sampai di Bandung. Bahkan menjamin sampai di Bandung jam 09.00 pun tidak ada yang berani.

Narsis @Rest Area

Narsis @Rest Area

Berbeda ketika di tahun 2011 saya ke Bandung. Saya pernah sehabis sahur, ketika subuh pergi ke pool Cipaganti di Lenteng Agung, kemudian pergi ke Bandung, sampai di Bandung sekitar jam 07.00 pagi. Saya masih sempat beres-beres di Kost-an dan masuk kerja jam 08.00. Artinya kondisi lalu lintas dari Jakarta ke tol Cipularang sudah macet parah sekali saat ini.

Akibat macetnya kondisi jalan menuju Bandung seperti sekarang ini, maka jika saya perlu hadir di Bandung jam 07.00 terpaksa saya menginap dahulu sehari sebelumnya.

Saya kemudian mempunyai pilihan lain jika ke Bandung tanpa harus terikat waktu kehadiran yaitu dengan menggunakan angkutan umum Kereta Api.

Pilihan naik Kereta Api ini muncul ketika saya mendengar cerita dari teman-teman saya yang suka jalan-jalan atau ada keperluan pergi ke Bandung, dimana mereka memilih menggunakan Kereta Api daripada naik travel. Alasan saya menggunakan Kereta Api karena lebih pasti waktunya. Walaupun ada kemungkinan keterlambatan berangkat atau waktu tempuhnya molor jika terjadi sesuatu, tapi masih lebih pasti daripada macet di tol. Terutama macet di Tol di daerah Bekasi atau Cikarang yang kadang bikin bingung karena tidak tau apa penyebabnya. Itulah sebabnya saya memilih menggunakan angkutan umum kereta api untuk menuju ke Bandung.

 

Berikut saya akan sharing tentang pilihan saya menggunakan Kereta Api ke Bandung ini…

 

Kereta ke Bandung

Kereta Api ke Bandung yang bisa kita gunakan adalah Kereta Api Argo Parahyangan (KA GOPAR). Kereta ini berangkat dari stasiun Gambir menuju stasiun Hall Bandung demikian pula sebaliknya. KA GOPAR ini menempuh jarak Jakarta – Bandung sekitar 165-175 km. Dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 15 menit.

Jika berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta, KA GOPAR ini akan berhenti di stasiun Bekasi – stasiun Purwakarta – stasiun Cimahi sebelum akhirnya tiba di Stasiun Hall Bandung.

Sebaliknya keberangkatkan dari Stasiun Hall Bandung, KA GOPAR ini akan berhenti di stasiun Cimahi – stasiun Bekasi – stasiun Jatinegara sebelum akhirnya tiba di  Gambir Jakarta.

Jalur Perjalanan KA Argo Parahyangan

Jalur Perjalanan KA Argo Parahyangan

 

Jadwal Kereta

Jadwal KA GOPAR yang saya peroleh dari situs https://kai.id menunjukkan bahwa setiap harinya terdapat 10 kali perjalanan KA dari dan menuju Bandung. 10 kali perjalanan tersebut terdiri dari 8 perjalanan untuk KA GOPAR dan 2 perjalanan KA GOPAR Premium. Meski demikian pada hari-hari tertentu terutama nampaknya saat musim liburan dan ramai, terdapat jadwal GOPAR tambahan.

Perbedaan dari KA GOPAR dengan KA GOPAR Premium adalah terletak pada harga tiket dan fasilitas kelengkapannya. KA GOPAR Premium kursinya lebih lebar, sandarannya bisa dirubah sedikit walaupun tidak terlalu rebah, jarak antara kursi dengan kursi depannya lebih lebar. Selain itu CCTV di setiap gerbong, AC yang dingin dan toilet yang modern.

Dari segi harga meski sama-sama kelas ekonomi harganya sedikit berbeda. GOPAR biasa untuk tiket ekonomi harganya Rp. 80.000,00 sedangkan untuk KA GOPAR Premium ekonomi harga tiketnya Rp. 90.000.00

Jadwal KA GOPAR tersebut adalah sebagai berikut:

GAMBIR – BANDUNG
1. ARGO PARAHYANGAN (20)                               5:05
2. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7058)     7:50
3. ARGO PARAHYANGAN (22)                               8:45
4. ARGO PARAHYANGAN (24)                             10:30
5. ARGO PARAHYANGAN (32)                              11:30
6. ARGO PARAHYANGAN (34)                              12:35
7. ARGO PARAHYANGAN (26)                              15:30
8. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7060)   18:00
9. ARGO PARAHYANGAN (28)                             18:45
10. ARGO PARAHYANGAN (30)                           20:00

BANDUNG – GAMBIR
1. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7057)    4:15
2. ARGO PARAHYANGAN (19)                              5:00
3. ARGO PARAHYANGAN (21)                              6:30
4. ARGO PARAHYANGAN (31)                              7:35
5. ARGO PARAHYANGAN (33)                             8:35
6. ARGO PARAHYANGAN (23)                            11:35
7. ARGO PARAHYANGAN PREMIUM (7059)  14:05
8. ARGO PARAHYANGAN (25)                            14:45
9. ARGO PARAHYANGAN (27)                            16:10
10. ARGO PARAHYANGAN (29)                          19:40

 

Pemesanan Tiket

Untuk memperoleh tiket KA GOPAR ini bisa didapatkan melalui pembelian langsung di loket stasiun (Go show) atau pemesanan daring (online). Jika membeli daring bisa melalui website PT. KAI https://kai.id, atau Traveloka.com atau Tiket.com.

Saya sendiri sudah mencoba untuk memesan tiket baik secara online (melalui Traveloka.com) maupun beli tiket di loket.

a. Pesan Tiket online

Jika memesan tiket secara online, maka proses pemesanan tidak jauh berbeda dengan pemesanan tiket lain seperti tiket pesawat misalnya. Jangan lupa untuk mengisi data calon penumpang sesuai identitas yang digunakan (KTP). Saat ini perjalanan dengan menggunakan Kereta Api sudah mirip dengan pesawat, saat akan boarding di stasiun Tiket dan KTP kita diperiksa. Jadi pastikan nama dan data yang diinputkan sama dengan identitas/KTP.

Pembayaran untuk pembelian secara daring (online) bisa dipilih sesuai keinginan anda, apakah melalui transfer, kartu kredit atau yang lainnya (seperti lewat Indomaret). Saya sendiri memilih untuk melakukan pembayarab melalui transfer online dengan e-banking.

Setelah kita membayar tiket yang dipesan maka pemesan akan memperoleh e-ticket. Di e-ticket tersebut terdapat kode booking dan informasi lain terkait jadwal KA GOPAR yang dipesan.

e-ticket Traveloka

e-ticket Traveloka

 

b. Pemesanan Tiket di loket

Pemesanan tiket secara langsung di loket stasiun ini menurut saya sangat tidak dianjurkan, terutama jika saat hari-hari liburan. Bahkan jika musim liburan pemesanan tiket melalui online pun sudah terlihat di websitenya habis terjual.

Alasan saya memilih membeli di loket biasanya karena misalnya:

  • Saya tidak yakin/belum pasti urusan di Bandung akan selesai jam berapa (jadi saya belum memutuskan beli tiket KA terlebih dahulu).
  • Kemudian saat itu juga bukan musim liburan atau perkiraan saya tiket masih ada di loket (sedikit gambling juga).
  • Alasan lain adalah penjualan tiket secara online beberapa jam (atau mungkin sehari sebelumnya) sudah tidak bisa dilakukan. Saya pernah mencoba membuka website traveloka.com untuk memesan perjalanan KA GOPAR di hari yang sama sudah tidak bisa. Sepertinya memang diatur demikian.
Tiket beli di Loket

Tiket beli di Loket

Baik pemesanan tiket secara online maupun beli di loket tetap terdapat kesamaan dimana saat ke stasiun anda harus hadir lebih awal untuk melakukan check-in. Mesin check in biasanya ada di stasiun berupa layar monitor dan keyboard. Anda tinggal masukkan kode booking yang ada di tiket (baik tiket online maupun go show).

Berikut adalah lembaran tiket setelah melakukan check in. Setelah melakukan check in maka anda bisa Boarding menuju peron atau masuk ke Kereta jika sudah tersedia. Jangan lupa siapkan KTP asli anda saat Boarding.

Contoh Boarding Pass GOPAR setelah Check in

Contoh Boarding Pass GOPAR setelah Check in

 

Pemilihan Kursi

Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan tempat duduk. Baik untuk pemesanan tiket online maupun membeli di loket, calon penumpang bisa memilih tempat duduk yang diinginkan, selama persediaan masih ada.

Jika memesan tiket secara online, maka contoh format pilihannya seperti ini:

Pengaturan Kursi di GOPAR Premium

Pengaturan Kursi di GOPAR Premium

 

Sedangkan jika memesan tiket di loket, maka kita bisa menanyakan kursi yang masih tersedia kepada petugas di loket, kemudian jika kursi yang kita inginkan masih ada maka kita sebutkan kursi yang kita inginkan tersebut.

Adapun rekomendasi saya untuk memilih tempat duduk di KA GOPAR adalah memilih kursi sbb:
- No. 1 sd 11 jika berangkat dari Bandung
- No. 12 sd 21  jika berangkat dari Jakarta

Kenapa demikian? karena kursi yang saya sebutkan tersebut “biasanya” adalah kursi yang menghadap arah laju Kereta Api. Sementara kursi yang saya tidak rekomendasikan adalah kursi yang membelakangi arah laju kereta api (posisi duduk anda akan mirip seperti posisi duduk di bangku tambahan yang biasanya ada di pintu angkot).

Hal itu terjadi karena kursi KA GOPAR ini terbagi dua kelompok antara kelompok no 1 sd 11 dan kelompok no 12 sd 21. Kedua kelompok ini saling berhadapan. Kemudian ketika sampai di stasiun tujuan gerbong KA GOPAR ini tidak diputar, yang berpindah hanya Lokomotifnya saja. Sehingga nomor kursi ini sangat penting untuk anda diingat bagi anda yang tidak ingin duduk membelakangi arah laju kereta.

Saya suka dengan K.A GOPAR ini karena walaupun di kelas ekonomi namun disetiap kursi terdapat colokan listrik, sehingga penumpang bisa mengisi baterai smartphone atau laptopnya jika membutuhkannya.

Colokan di GOPAR heheheee ... penting ini ....

Colokan di GOPAR heheheee … penting ini ….

 

Harga Tiket

Untuk Harga tiket tergantung kelas yang dipilih. Ada 3 kelas utama yaitu Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi.

Suasana gerbong Kelas Eksekutif KA GOPAR (K1)

Suasana gerbong Kelas Eksekutif KA GOPAR (K1)

Untuk kelas eksekutif terdiri dari berbagai macam sub kelas, yaitu Sub kelas A, H, I dan J dimana harganya bervariasi antara Rp 100.000 sd Rp 125.000
Subclass A = Rp 125.000
Subclass H = Rp 115.000
Subclass I = Rp 105.000
Subclass J = Rp 100.000

Untuk kelas Bisnis terdiri dari berbagai macam sub kelas, yaitu Sub kelas B, K, N dan O dimana harganya bervariasi antara Rp 80.000 sd Rp 95.000
Subclass B = Rp 95.000
Subclass K = Rp 90.000
Subclass N = Rp 85.000
Subclass O = Rp 80.000

Untuk kelas Ekonomi hanya terdiri dari 1 sub kelas, yaitu Sub kelas C saja, dimana harganya bervariasi antara Rp 70.000 sd Rp 90.000

Interior GOPAR Kelas Eksekutif (K1)

Interior GOPAR Kelas Eksekutif (K1)

Saya sendiri belum memahami secara detail perbedaan kelas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi. Namun secara umum yang saya amati, tempat duduk di kelas eksekutif memang lebih lapang, jarak antar kursi cukup jauh dan kursi bisa direbahkan (reclining seat). Selain itu juga terdapat foot rest.

Lalu apa perbedaan dari masing-masing sub kelas tersebut? saya sendiri masih bingung karena cukup banyak sub class nya. Selain saya belum mencoba semua sub kelas, uraian penjelasan di website yang ada kurang bisa saya pahami dengan baik.

Saya mendapat penjelasan yang lumayan cukup justru dari teman saya bro Tommy aka Ofrie Photos (rekan dari Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ)) yang kebetulan punya hobby jalan-jalan, fotografi dan naik Kereta api.

Bro Tommy jelaskan bahwa masing-masing Sub Kelas tersebut biasanya terkait dengan posisi duduk atau posisi gerbong KA. Bisa jadi sub kelas yang murah itu posisi duduknya di depan atau di belakang yang berada persis di atas roda dan dekat dengan sambungan sehingga agak berisik, atau gerbongnya dekat dengan lokomotif yang membuat sedikit lebih berisik dan aroma diesel nya kadang bisa masuk tercium ke gerbong penumpang.

 

Pemandangan selama perjalanan

Selama perjalanan dari Jakarta menuju Bandung maupun sebaliknya banyak pemandangan yang bisa dinikmati. Oleh sebab itu saya senang memesan tempat duduk di dekat jendela daripada di dekat gang jalur lalu lintas orang lewat (aisle).

Jika dari arah Jakarta menuju Bandung, maka selepas stasiun Manggarai KA GOPAR akan melalui stasiun Jatinegara, yang sedang dalam pembangunan. Kemudian melewati stasiun Cipinang yang juga sedang pembangunan, baik untuk Dipo dan juga jalur Double Double Track (DDT). Hingga ke Bekasi dan Cikarang masih terlihat pemandangan pembangunan jalur DDT.

Selepas Cikarang dan Cikampek pemandangan diluar kereta mulai berubah, yaitu pemandangan hamparan sawah. Setelah itu pemandangannya adalah bukit-bukit yang menarik.

Pemandangan menarik lainnya adalah saat KA GOPAR memasuki stasiun Purwakarta. Di stasiun ini kita bisa melihat tempat “pemakaman” kereta-kereta KRL Jabodetabek jaman dahulu. Saya sebut lokasi ini “pemakaman KRL” atau “Kamar mayat KRL”. Sambil lewat stasiun ini saya bisa melihat dan jadi teringat kenangan masa lalu menggunakan KRL tersebut yang kini sudah menjadi tumpukan besi tua.

Selanjutnya dalam perjalanan hingga ke Bandung pemandangan berganti-ganti antara persawahan, perkebunan dan pemukiman penduduk.

Berikut adalah foto-foto di stasiun Bandung…

Prasasti Stasiun Kereta Api Bandung

Prasasti Stasiun Kereta Api Bandung

 

Makan di Bandung

Di Bandung terkenal dengan surganya kuliner. Meski demikian kadang-kadang saat tiba di Stasiun Hall saya ingin segera makan. Pilihan di sekitaran stasiun Hall Bandung sebenarnya cukup banyak. Jika kita datang dari arah Jakarta, pilihan saya adalah turun di sebelah kanan arah kedatangan, yaitu ke sisi Selatan stasiun.

Di sisi selatan keluar pintu stasiun akan terdapat tugu dengan lokomotif hitamnya. Dari tugu lokomotif tersebut ambil ke arah kiri.

Tugu Loko di depan Pintu Selatan Stasiun Hall Bandung

Tugu Loko di depan Pintu Selatan Stasiun Hall Bandung

Kemudian jalan sekitar 20 meter kita bisa berbelok ke kanan. Dari situ kita jalan lurus saja untuk masuk ke area terminal angkot.

Arah terminal ke "RM Malah Dicubo". Mobil putih itu jalan lurus saja.

Arah terminal ke “RM Malah Dicubo”. Mobil putih itu jalan lurus saja.

Diseputaran area terminal itulah, sangat ramai berbagai macam kuliner atau restoran. Saya mendapatkan rekomendasi untuk makan di Rumah Makan Padang “Malah Dicubo”. RM ini berada di area terminal itu. RM Malah Dicubo ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Bandung. Terbukti saat saya kesana, selalu penuh. Saya melihat di dalam RM juga terdapat foto-foto pengunjung pesohor yang pernah datang. Saya lihat kebanyakan pemain bola.

RM Malah Dicubo Masakan Padang - Terminal Stasiun Hall Selatan

RM Malah Dicubo Masakan Padang – Terminal Stasiun Hall Selatan

Untuk harga saya pikir relatif murah atau minimal sama dengan RM Padang yang saya sering kunjungi juga di Jakarta. Yang jelas RM Padang Malah Dicubo ini cukup terkenal di Bandung.

Menu dan harga RM Malah Dicubo

Menu dan harga RM Malah Dicubo

 

Demikian cerita pengalaman saya naik KA GOPAR ke Bandung. Saat hendak pergi ke Bandung menggunakan KA GOPAR ini dan kemudan menuangkan dalam tulisan ini saya banyak sekali mendapat masukan dan tips dari sahabat saya Tommy Godfried Cahyo dari Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ). Terimakasih banyak bung Tommy. Tetap semangat menjelajah dengan Kereta Api … salut!

Untuk melihat karya photo dari bung Tommy silahkan kunjungi IG nya di @ofriephotos.

 

Foto Narsis saya :) hehehehee… teteup….

 

 

BPJS Ketenagakerjaan Ruko ITC Depok

Mancairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan e-Klaim (2018)

Di awal tahun 2018 ini saya kembali lagi mengurus pencairan JHT di BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK). Kali ini adalah untuk keanggotaan BPJS TK saya disebuah instansi dimana saya berhenti pada tahun 2015.

Mengapa saya baru urus pencairannya sekarang? Karena dulu saat berhenti sayatidak langsung minta surat keterangan berhenti kerja (atau Paklaring) dari kantor.  Saya sendiri awalnya terpikir mau melanjutkan keanggotaan BPJS TK ini, namun ternyata tetap dibutuhkan surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan terdahulu.

Akhirnya karena tanggung dan beberapa pertimbangan lainnya, saya tutup saja keanggotaan saya dan akhirnya mencairkan JHT.

Untuk pencairan kali ini tidak seperti pencairan JHT BPJS TK sebelumya yang pernah saya ceritakan di sini: http://harribaskoro.com/mancairkan-bpjs-ketenagakerjaan-di-kota-depok
Pencairan JHT kali ini saya menggunakan fasilitas e-klaim, yaitu proses pencairan dengan mengajukan klaim pencairan secara daring (online) melalui website.

 

Berikut saya akan menceritakan langkah-langkahnya:

 

1. Buka website di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

Untuk mengakses atau Log in  di website ini anda harus sudah punya username dan password. JIka belum punya maka anda bisa mendaftarkannya di website ini di tautan: https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs.
Jika anda sudah memiliki username dan password maka setelah Log in langkah selanjutnya adalah masuk ke bagiane-Klaim JHT” di tautan ini: https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim.bpjs

 

2. Isi Form pengajuan dan upload (unggah) dokumen lampiran

Setelah masuk ke bagian e-klaim JHT, maka akan terlihat laman “Klaim Elektronik” dibawahnya tertulis formulir pengajuan klaim. Untuk kolom “pilihan aksi” pilih “Pengajuan Klaim”. Kemudian pilih salah satu jenis klaim anda. Khusus untuk saya karena saya mengundurkan diri maka saya pilih “MENGUNDURKAN DIRI”. Kemudian klik tombol “Submit Form”.

Selanjutnya isi form sesuai kolom yang tersedia. Jangan lupa saat mengisi form disini pilih kantor BPJS yang akan anda tuju untuk melakukan proses pencairan. Saya pilih kantor cabang BPJS TK di Depok. Saya tidak paham apakah jika anda mengajukan secara e-klaim boleh memilih kantor cabang BPJS secara bebas dimana saja.

Nah yang harus dipersiapkan sebelumnya oleh anda adalah scan atas dokumen-dokumen berikut:
1. Kartu Kepesertaan BPJS TK
2. KTP
3. Kartu Keluarga
4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja
5. Scan halaman Identitas di Buku Tabungan

Keempat dokumen ini ukurannya minimal 100 kb dan maksimal berapa Mb saya lupa. Intinya jangan terlalu kecil juga. Saya mengalami ketika scan KTP saya terlalu kecil hasil scan nya < 100 kb maka akibatnya proses submit dokumen saya gagal. Oleh sebab itu ukuran file dokumen agar diperhatikan.

 

3. Menerima Konfirmasi Email dan Panggilan untuk ajukan klaim

Setelah anda mengisi formulir dan melampirkan dokumen, maka selanjutnya anda akan menerima email konfirmasi bahwa formulir pengajuan anda telah diterima. Biasanya email notifikasi ini tidak terlalu lama akan anda terima.

Dalam email notifikasi tersebut akan disampaikan bahwa pengajuan e-klaim sudah diterima dan akan diproses dalam waktu 2×24 jam untuk selanjutnya akan dipanggil.

Email notifikasi tersebut seperti ini:

Email notifikasi

Email notifikasi

Selanjutnya tidak sampai 2X24 jam, hanya sehari saja, saya sudah menerima panggilan dari kantor BPJS TK cabang Depok. Intinya saya dipanggil datang pada hari Senin tanggal 29 Januari 2018, dengan membawa semua dokumen asli dari dokumen yang telah dilampirkan sebelumnya.

Berikut adalah email panggilan tersebut:

Email Panggilan klaim

Email Panggilan klaim

 

4. Mengajukan Klaim di BPJS kantor cabang Depok

Pada hari dan tanggal yang telah ditentukan dalam undangan saya datang ke kantor BPJS TK cabang Depok yang lokasinya masih sama yaitu di: JL. MARGONDA RAYA NO. 56 KOMPLEK RUKO ITC DEPOK NO. 19-20, DEPOK 16431.

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Saya tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Kantornya masih sama seperti dulu saya mengurus pencairan JHT di awal tahun 2016. Kantornya masih kecil seperti dulu. Namun sekarang di halaman depan diberi tenda untuk menunggu.

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Kantor BPJS TK Cabang Depok

Saya datang langsung ke Satpam di depan pintu kantor, saya sodorkan smartphone saya dan perlihatkan email panggilan yang sudah saya terima. Langsung oleh satpam tersebut saya diberikan formulir untuk diisi dan map plastik bening. Formulir itu saya isi di meja pengisian formulir dalam kantor.

Setelah formulir telah saya isi maka tidak lupa untuk melampirkan dokumen-dokumen dalam map plastik bening tadi. Dokumen tersebut adalah:
1. Kartu Kepesertaan BPJS TK (Asli)
2. KTP (Asli dan Foto Copy)
3. Kartu Keluarga (Asli dan Foto Copy)
4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja (Asli dan Foto Copy)
5. Scan halaman Identitas di Buku Tabungan (Foto Copy)

Setelah selesai dan siap semua maka saya sampaikan ke satpam di dalam ruangan bahwa pengisian sudah selesai. Kemudian satpam itu memberikan saya nomor antrian. Saya mendapat nomor antrian A0006.

Setelah mendapat nomor antrian maka saya menunggu di dalam ruangan tunggu. Saat saya menunggu lumayan juga antrian sudah di nomor A0003. Sehingga saya perkirakan tidak lama saya akan dipanggil.

Benar saja, saya tidak perlu menunggu terlalu lama, sekitar 30 menitan saya sudah dipanggil ke Customer Service (CS) untuk ajukan klaim. Jadi dengan saya mengajukan melalui e-klaim saya sudah melewati satu tahapan yang memakan waktu yaitu proses verifikasi dokumen, sehingga saya bisa langsung datang untuk klaim JHT dengan memperlihatkan dokumen asli.

Di CS saya serahkan formulir dan dokumen lampirannya, serta perlihatkan semua dokumen asli. Sekitar 10 menit di proses dan di verifikasi tidak lama saya sudah boleh pulang dan dana pencairan disampaikan oleh CS akan ditransfer paling cepat 7 hari dan paling lama 14 hari kerja.

Seluruh proses tadi selesai sebelum jam 09.30 sehingga saya bisa langsung melanjutkan pergi ke kantor.

Ternyata saya ajukan klaim pencairan hari Senin di hari Rabu lusanya dana hasil pencairan JHT sudah masuk di rekening saya di BCA. Dengan demikian saya telah sukses mencairkan JHT saya dengan menggunakan e-klaim.

Demikian cerita saya mencairkan JHT di BPJS TK Cabang Depok melalui fasilitas e-klaim. Proses pengajuannya jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan cara yang konvensional alias tanpa lewat e-klaim. Sehingga saya sarankan bagi anda yang akan mencairkan JHT sebaiknya gunakan fasilitas e-klaim ini untuk mempersingkat dan mempermudah pencairan JHT anda.

Bali

Pengalaman Menetap & Bekerja di Bali

Cerita pengalaman saya bekerja dan menetap di Bali ini terlambat di posting di blog ini. Maklumlah sepulang dari Bali saya banyak disibukan dengan aktivitas/kegiatan pekerjaan, mengajar di kampus dan juga kegiatan lain.

Ceritanya di bulan Mei 2017 saya mendapat pekerjaan di Bali yang harus dimulai awal Juni. Pekerjaan itu sendiri terkait dengan aktivitas pekerjaan hukum. Kebetulan bulan Mei tersebut kuliah saya di Pasca Sarjana FHUI untuk Semester 1 sudah selesai. Maka saya pun menerima tawaran untuk bekerja di Bali.

Sebelumnya saya pernah ditahun 2011 bekerja di Kota Bandung Jawa Barat selama 6 bulan. Di Bandung saya tidak tinggal di rumah saudara dan mencari tempat tinggal sendiri. Demikian pula di Bali, saya tidak tinggal di rumah saudara, dan langsung fokus untuk cari tempat tinggal sendiri. Saya memang lebih suka dan memilih untuk mandiri.

Untuk persiapan tinggal di Bali ini maka ada 2 hal yang saya sudah persiapkan dari Jakarta, yaitu Tempat Tinggal dan Transportasi selama di Bali.

 

TEMPAT TINGGAL

Langkah pertama yang saya lakukan ketika mendapat kabar saya akan bekerja di Bali adalah mencari tempat tinggal. Dalam hal ini saya rencananya memilih untuk Kos.

Saya tidak ingin tinggal dengan saudara, kerabat atau teman. Selain untuk privacy saya juga tidak ingin merepotkan orang lain.

Pilihan saya adalah mencari indekost-an. Persoalannya saya masih berada di Jakarta. Sehingga saya harus cari kosan dari Jakarta. Sedangkan ketika tahun 2010 saya ke Bali dan sudah berada di Bali saja saya mengalami kesulitan untuk mencari kosan. Apakah bisa saya mencari kosan di Bali dari Jakarta?

Ternyata mencari kosan di Bali dengan kondisi saya ada di Jakarta bisa dan memungkinkan untuk dilakukan. Mungkin karena kondisi saat itu berbeda dengan kondisi di tahun 2010.

Saat bulan Mei 2017 saya mencari kosan di Bali, saya gunakan 2 cara untuk mencari kosan yaitu:
1. Bertanya ke teman-teman dan kerabat di Bali dan Jakarta
2. Browsing di Internet
pada prakteknya saya memadukan 2 sumber ini dalam mencari info kosan.

Hasilnya saya dapat dengan mudah menemukan pilihan kosan di Bali. Langkah pertama, saya konsultasikan kondisi lokasi kerja saya di daerah Sanur Denpasar Selatan (Densel) dengan teman-teman dan kerabat di Bali, saya tanyakan dimana lokasi yang enak untuk cari kosan.

Setelah itu saya tetapkan bahwa saya akan kos di daerah denpasar selatan atau maksimal kota Denpasar. Saya juga putuskan akan pergunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi dari kosan ke kantor. Tadinya saya ingin cari kosan yang dekat dengan kantor, tapi ternyata kosan disekitar kantor gak ketemu yang cocok. Kalo pun ada harganya mahal. Ketika ketemu yang harganya klop ketika saya cek di internet atau saya telepon lokasi dan kondisi kosan nya yang kurang cocok.

Akhirnya setelah melalui proses mencari-cari sana sini (dan juga informasi dari teman), saya dapat link website https://www.rumahkostbali.com
Dari link website ini saya dapat 3 pilihan tempat kos yaitu:

Nama: Ibu Catrin
Email : setijadic@yahoo.com
Telp : 081 595 586 82
Kost Bamboo Residence
https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/kost-bamboo-residence.html (link sudah tidak aktif lagi)

Nama : Mbak Yulianti
Email : deaprisnagraha@gmail.com
Telp : 085 100 200 300 / 0821 4796 0011 / 081 916 70 1188
https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/dea-graha.html

Nama : Ibu Ratna
Email : kostbali@yahoo.com
Telp : 081 239 30 300
https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/kost-elit-tukad-badung

Dari 3 Lokasi kosan tersebut setelah saya hubungi via telepon dan bertanya-tanya kepada pemiliknya akhirnya saya memutuskan untuk memilih kosan ke 3 di Jl. Tukad Badung https://www.rumahkostbali.com/kos/detail/kost-elit-tukad-badung

Pertimbangan saya adalah:
1. Harganya relatif murah dibanding yang lain (saat itu saya dikenakan biaya kost Rp. 1.500.000/bulan)
2. Fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap, yaitu:
kamar mandi dalam menggunakan shower, dapur dilengkapi kitchen set, ada teras depan dan balcony untuk bersantai. Tempat parkir mobil dan motor. Kamar dilengkapi AC, Air Panas (Hot Water), ruang Jemuran, Kursi, Lemari, Lemari Es, Meja, Tempat Tidur, Teras Depan dan TV LCD (tanpa TV Kabel), WiFi.
3. Tidak terlalu jauh dari lokasi kantor (Berdasarkan peta GPS)

Jadi di Bali itu berdasarkan pengamatan saya ada 3 tipe kosan, yaitu:

1. Tipe Kosongan
Yaitu kosan yang hanya menyewakan kamar saja, tidak ada isinya seperti tempat tidur, meja, lemari dll.
Kamar mandi bisa di dalam bisa juga diluar. Sehingga harga sewanya untuk kamar kosongan ini sangat variatif mulai dari Rp. 300 ribu sampai Rp 800 ribuan (harga medio Mei 2017) dan harga tergantung lokasi juga.

2. Tipe Kosan Lengkap
Kosan ini sudah dilengkapi dengan meja, kursi, lemari dan tempat tidur. Biasanya kamar mandi di dalam. Harga sewanya berkisar lebih dari Rp 1 jutaan sampai sekitar Rp. 3 Jutaan dan harga tergantung lokasi juga. Kosan tipe ini adalah kosan yang saya pilih.

3. Tipe Apartemen
Disebut kosan Apartemen kalo di Bali. Awalnya saya kira memang apartemen, ternyata ini adalah tipe kosan yang mewah atau Lux. Biasanya berupa bangunan kosan 2-3 lantai yang kalo dilihat dari luar seperti bangunan asrama atau villa mewah dan bukan seperti apartemen (rumah susun) yang biasa kita kenal di Jakarta. Saya sempat kunjungi beberapa kosan dengan tipe apartemen ini ketika di Bali. Memang fasilitas di dalamnya lebih mewah, terutama perabotan di dalamnya. Beberapa diantaranya bahkan terdapat kolam renang.

Saya pribadi pengennya sih ngekos di tipe apartemen, sayangnya duitnya gak mendukung :D
Jadi saya ambil yang tipe kosan lengkap aja. Berdasarkan alasan itulah akhirnya saya memutuskan untuk memilih kosan di Jl. Tukad Badung itu. Ulasan lengkap mengenai kosan saya di Tukad Badung ini akan saya buat dalam tulisan terpisah.

 

TRANSPORTASI

Berikutnya adalah masalah transportasi selama saya tinggal di Bali. Denpasar berbeda dengan Jakarta yang banyak pilihan angkutan umumnya. Terutama untuk bus kota atau Kereta Commuter di Denpasar belum ada. Beda sekali dengan saya di Jakarta yang bisa berangkat dari rumah naik Transjakarta atau Kereta Commuter.

Saya sudah sadari akan masalah transporatsi ini sejak saya ke Bali tahun 2010 dahulu dan juga berdasarkan informasi dari teman-teman dan kerabat hal ini masih sama. Denpasar memang tidak ada angkutan umum massal seperti di Jakarta, karena tipe kotanya juga berbeda. Sebagian besar orang di Bali punya kendaraan pribadi atau Sepeda Motor.

Oleh sebab itu selama tinggal di Bali saya pun harus memiliki kendaraan pribadi. Walaupun saya dapat info di Denpasar sudah marak juga Ojek online atau Taxi Online. Tapi akan menjadi tidak efisien dan ekonomis jika saya mengandalkan ojek online. Saya harus punya kendaraan minimal sepeda motor selama di Bali. Untuk membeli sepeda motor di Bali tidak memungkinkan karena KTP saya masih KTP Depok. Maka jalan paling efisien menurut saya adalah menyewa sepeda motor.

Untuk penyewaan sepeda motor di Bali juga cukup banyak yang menyediakan. Hal ini disebabkan karena Bali adalah daerah wisata, dimana turis sering menyewa sepeda motor untuk keperluan jalan-jalan wisata di Bali. Hanya saja masalahnya, sebagian besar menyewakan untuk harian atau paling lama mingguan. Sementara saya butuh untuk bulanan dimana per bulan akan saya perpanjang.

Untuk urusan transportasi ini saya kembali mengandalkan browsing online. Hasilnya saya menemukan 2 (dua) tempat penyewaan sepeda motor yaitu:
1. Rental Motor Di Bali http://rentalmotordibalimurah.blogspot.co.id/2014/11/daftar-harga.html No telp 083 114 607 649
2. Bali Jaya Trans (http://www.balijayatrans.com/p/booking-online-motor.html)
Telephone : 0853 7199 9090 Whatapps / SMS / Line : 0819 9900 9090

Setelah saya mempelajari dan menghubungi kedua penyewaan motor tersebut, akhirnya saya menyewa motor di BALI JAYA TRANS untuk jangka waktu sewa seminggu. Hal ini untuk mencoba dan mempelajari kondisi di Bali terlebih dahulu. Siapa tau setelah seminggu saya bisa menemukan solusi lain terkait transportasi ini.

Saya jatuhkan pilihan untuk sewa motor matic H*nd* B**t untuk 6 hari dari tanggal 6 Juni sd 11 Juni dengan biaya per hari Rp. 60 ribu, dan saya bayar Rp. 350.000. Saya juga sampaikan bahwa setelah seminggu kemungkinan saya akan perpanjang menjadi sewa satu bulan, pihak Bali Jaya Trans menyetujui.

Cara pemesanannya mudah saja, saya cukup kirim WA untuk pastikan pemesanan. Kemudian saya tentukan bahwa saya mau pakai tanggal berapa dan diambil dimana. Saya kemudian tentukan akan ambil motor tersebut di Beach Walk Kuta Tanggal 6 Juni siang.

Sesuai dengan pesanan tanggal 6 Juni, saya temui pengantar motor tersebut di Beach Walk Kuta. Motornya bagus, masih baru dan tentunya kondisinya prima. Selain sewa motor saya juga mendapat 2 helm.

Saya kemudian bekerja ke kantor menggunakan motor itu. Singkatnya selama hampir seminggu itu saya tidak menemukan alternatif sewa motor lain. Sehingga saya hubungi pihak Bali Jaya Trans untuk perpanjang sewa motor tersebut. Sayangnya ketika saya mau perpanjang mereka berikan jawaban bahwa motor tidak bisa diperpanjang lagi karena sudah banyak penyewa yang antri. Tentu saja saya heran, padahal dalam pembicaraan via WA sebelumnya tidak ada masalah jika akan diperpanjang. Anehnya lagi ketika saya sampaikan niat untuk perpanjangan menjadi 1 bulan pihak Bali Jaya Trans menyampaikan bahwa harga sewanya naik. Saya lupa berapa tapi jelas beda jauh dengan harga yang tertera di website. Disitu saya kecewa dengan Bali Jaya Trans. Saya tidak banyak diskusi lagi maka tanggal 11 Juni motor saya kembalikan.

Pose di tugu Univ Udayana di depan McDonald

Pose di tugu Univ Udayana di depan McDonald

Terpaksa hari itu juga saya mencari motor sewaan di tempat lain. Berbekal browsing di Internet beberapa hari sebelumnya saya menemukan lokasi penyewaan motor lain di daerah Jimbaran. Nama penyewaannya SATRIA MOTOR RENTAL. Di tempat penyewaan yang sekaligus bengkel motor saya bertemu dengan pak I Putu Supena dan Ibu Seni Sudihati. Mereka berdua pasangan yang baik dan ramah.

SATRIA MOTOR RENTAL disebelah kiri dibawah plang Alfamart

SATRIA MOTOR RENTAL disebelah kiri dibawah plang Alfamart

Alamat SATRIA MOTOR RENTAL di Jl. Kampus Udayana Samping Depan Nirmala Plasa Jimbaran
No telepon: 085935039202 / 087861114880 / 081237117 906

SATRIA MOTOR RENTAL

SATRIA MOTOR RENTAL

Pak Putu awalnya sempat heran kenapa saya kos di Densel kerja di Sanur tapi sewanya jauh ke Jimbaran. Saya ceritakan saja bahwa saya baru seminggu di Bali dan belum tau banyak tentang Bali. Saya ceritakan juga kalo saya udah cari diseputaran Densel, tapi belum ketemu. Banyak sekali pertanyaan dari pak Putu ini, mungkin beliau hati-hati sekali sebelum melepas motornya ke saya :) Apalagi saya tidak bisa meninggalkan KTP saya di pak Putu selama sebulan, sebab saya takut membutuhkan KTP itu. Sebagai gantinya nya saya gantikan dengan SIM A saya yg jarang banget kepake hehehehe

Akhirnya sessi “interview” dengan pak Putu (yang ngalahin sessi interview lamaran pekerjaan) berhasil saya lewati :) Saya kemudian pulang kekosan dengan membawa motor H*nd* V*r** keluaran tahun lama, tidak baru, tapi karena pak Putu punya bengkel maka kondisinya cukup prima, terbukti selama sebulan saya pakai motor tersebut aman-aman saja. Saya bayar sewa motor tersebut selama sebulan dengan harga Rp. 700 ribu.

Dengan menggunakan sepeda motor sewa dari SATRIA MOTOR RENTAL itu saya ke kantor dan juga sambil nyari-nyari juga penyewaan motor lain yang tidak jauh dari tempat kos atau kantor. Maksudnya agar nyewa dan ngurusnya gampang kalo ada apa-apa. Sayangnya dekat kantor ada bengkel yang menyewakan motor tapi tidak pernah available, setiap ditanya motornya tidak tersedia dan kalopun bisa hanya maksimal seminggu atau disewa harian untuk turis-turis.

Sebelumnya teman-teman di kantor sering bilang kalo harga sewa motor saya kemahalan. Harusnya kalo sewa sebulan itu dikisaran Rp. 500 ribu tapi saya cari-cari gak ketemu yang harganya segitu. Saya minta mereka tunjukin atau anterin juga ga pernah ada yang bisa kasih harga segitu… artinya itu sih omdo :)

Kemudian secara tidak sengaja ketika saya jalan-jalan sambil liat-liat kos-kosan di daerah Tukad Unda saya melihat iklan di tempel di tembok. Iklan itu menyewakan sepeda motor dengan nomor telepon 085337492595 nama rentalnya WIRA RENTAL MOTOR. Saya telepon nomor tersebut dan berbicara dengan Bapak Ketut Wira.

Dari informasi yang saya terima dari pak Ketut maka motor matic yang tersedia di tempat beliau hanya Y*m*h* M** dan N*v*. Itupun bukan keluaran tahun terbaru. Tapi harga sewanya lumayan murah juga hanya Rp. 600.000 sebulan. Saya pikir gapapalah, motor ga baru asal kondisi masih prima dan harganya murah. Saya lupa lokasi persis rumah pak Ketut dimana, tapi yang jelas tidak jauh dari kosan saya di Tukad Badung.

Awalnya ketika di telepon pak Ketut seperti tidak ramah, akan tetapi ketika sudah bertemu dengan saya ketika antar motornya ternyata orangnya sangat ramah  dan kooperatif. Usia pak Ketut sekitar 30-an. Beliau juga cerita kalo sebelumnya sempat kehilangan motor dibawa kabur penyewanya. Wajar kalo pak Ketut jadi waspada.

Saya mendapatkan motor M** untuk disewa, berikut dengan 2 helm. Tapi sejak awal saya tiba di Bali saya beli helm dan jas hujan sendiri. Terus terang saya ga nyaman pakai helm pinjeman. Kalo jas hujan terpaksa beli karena bulan Juni sd Agustus di Bali sering hujan.

Saya akhirnya sejak Juli sd September menyewa motor dari pak Ketut saja, karena saya merasa nyaman dengan beliau. Selama sewa motor dari beliau saya tidak pernah mengalami masalah yang berarti. Hanya sekali saja saya mengalami ban kempes kena paku di deket kantor di daerah Sanur.

Bagi yang tidak terlalu peduli dengan motor keluaran tahun berapapun asal kondisi masih fit maka saya rekomendasikan menyewa dari Wira Rental Motor. Apalagi kalau anda tinggal tidak jauh dari Denpasar dan Sanur.

 

URUSAN MAKAN (KULINER)

Untuk urusan makan di Bali tidak terlalu berbeda dengan Jakarta. Baik pilihan ragam menu makanan dan harganya tidak jauh berbeda dengan di Jakarta.

Hanya saja hati-hati bagi anda yg Muslim karena di Bali banyak ditemui rumah makan yang menawarkan menu daging babi (pork), jadi harus hati-hati.

Saya pernah ketika pertama kali ke Bali saat itu jalan-jalan di sekitar Kuta, masuk restoran main duduk aja, ketika saya duduk saya baca menunya semua menu Babi :D Saya tanya ama pelayannya, “ini menunya semua babi aja?” kata pelayannya “iya pak”. Saya lalu bilang “kalo gitu saya ga jadi pesan gapapa ya?, mohon maaf” kata pelayannya “oh iya gapapa pak” dengan ramahnya. Saya pun melangkah keluar rumah makan itu. Saya salah karena saat di luar rumah makan tidak membaca tulisan di luar dengan cermat, main buru-buru masuk aja karena lapar :D

Saya suka nasi goreng, maka dimanapun saya pergi biasanya saya cari menu Nasi Goreng. Karena saya tinggal di Bali untuk beberapa bulan, maka lumayan sering saya mencari dan makan Nasi Goreng, terutama nasi goreng di pinggir jalan. Nasi Goreng di Bali sedikit berbeda dengan Nasi goreng di Jakarta. Nasgor di Bali lebih berwarna kemerahan, kayak dikasih obat merah obat luka :D hehehehee Kalo di Jakarta Nasi Goreng kan lebih coklat warnanya.

Makanan lain yang saya sering beli adalah Pecel Ayam (kalo di Jakarta disebut Pecel Ayam dan Pecel Lele). Nah di Bali saya sebutkan itu ke teman saya, maka saya diantarkan teman ke tempat makan Nasi pecel khas Madiun hahahahaha Ternyata yang disebut Pecel Ayam atau Pecel Lele di Jakarta di Bali disebutnya Lalapan.

Saya lebih setuju dengan sebutan ala Bali ini sih. Sebutan Pecel Ayam di Jakarta itu menurut saya salah kaprah. Sejak saya kenal Pecel Ayam di Jakarta saya udah protes kenapa disebutnya “Pecel”. Sebagai orang yang punya darah dari Magetan (deket Madiun) yang saya tau Sego Pecel (Nasi Pecel) itu ga kayak gitu. Harusnya sebutan di Jakarta kayak di Bali aja, Ayam Goreng Lalapan :)

Kalo bicara harga makanan harga di Bali dan Di Jakarta tidak terlalu jauh berbeda.

 

LAUNDRY

Hal lain yang biasanya dibutuhkan adalah jasa cuci baju. Di Jakarta saat kos ada kosan yang sudah termasuk jasa cuci baju dan setrika. Di Bali saat saya cari-cari kosan setiap saya tanya mereka tidak ada jasa cuci dan setrikanya. Rata-rata diarahkan untuk ke Laundry.

Setibanya saya di Bali, ternyata memang saya lihat di Bali banyak sekali terdapat jasa laundry dan setrika pakaian. Harganya sangat bervariasi, mulai dari satuan dan kiloan. Pokoknya banyak pilihan dan mudah sekali ditemui.

Namun untuk orang seperti saya yang “agak ribet” untuk masalah cuci dan setrika maka saya tidak menggunakan jasa laundry. Kecuali untuk selimut dan seprei yang besar. Untuk baju sehari-hari dan baju kerja ke kantor saya cuci sendiri. Hal ini disebabkan saya trauma dengan cucian laundry sebelumnya. Suka ga bersih nyucinya, Setrikanya bikin rusak kain, atau bahkan hilang. Walopun diganti uang tapi yg namanya baju hilang kan kesel.

Tadinya kalo ada jasa cuci dikosan saya pikir lebih enak karena bisa di monitor langsung ke mbak cucinya. Ternyata kosannya tidak ada jasa cuci, ya sudah cuci sendiri.

Harga jasa Laundry pakaian di Bali juga tidak terlalu jauh berbeda dengan harga di Jakarta.

Demikian cerita dan sharing tentang persiapan saya untuk tinggal dan menetap di Bali terutama di Denpasar Selatan dan Sanur untuk beberapa bulan. Semoga bermanfaat.
Simak ulasan saya tentang Kosan di Bali dalam tulisan lain. Sabar ya.

 

 

 

 

bannerperpus

Mengunjungi Gedung Baru Perpustakaan Nasional RI dan Menjadi Anggota

Setelah saya mengetahui dari berita di media bahwa Presiden RI Bapak Joko Widodo telah meresmikan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, tanggal 14 September 2017, maka saya pun tertarik untuk mengunjungi gedung perpustakaan tersebut.

Bapak Presiden Republik Indonesia dengan Kartu Anggota Perpustakaan Nasional

Bapak Presiden Republik Indonesia dengan Kartu Anggota Perpustakaan Nasional (Foto: Antara)

 

Kabarnya gedung perpusnas itu terdiri atas 24 lantai (27 lantai plus basement) disebut-sebut sebagai gedung tertinggi di dunia untuk kategori perpustakaan.

Saya kemudian mengatur rencana agar bisa berkunjung kesana. Tanggal 18 September 2017 akhirnya saya berkesempatan untuk  mampir ke gedung fasilitas layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sepulang dari suatu urusan, maka saya sempatkan mampir ke Perpustakaan tersebut. Lokasinya berada di Medan Merdeka Selatan, sejajar dengan kantor Gubernur DKI Jakarta atau Balaikota. Jika anda tau lokasi gedung Balaikota maka tidak sulit bagi anda untuk mengunjungi Gedung Perpustakaan ini.

Jika anda menggunakan Trans Jakarta anda bisa turun di Halte Balaikota, kemudian menyeberang ke gedung Perpusnas ini. Sementara jika anda menggunakan Kereta Commuter Line, anda bisa turun di stasiun Gondangdia, kemudian jalan kaki kearah jalan Kebon Sirih. Saya sendiri tidak tau apakah gedung Perpusnas ini memiliki akses masuk dari Jl. Kebon Sirih. Sebab waktu itu saya naik KCL dan jalan kaki dari stasiun Gondangdia, kemudian saya masuk ke komplek DPRD/Balaikota di jalan Kebon Sirih trus keluar di depan Balaikota di Medan Merdeka Selatan untuk kemudian jalan masuk ke Perpusnas lewat gerbang depan.

 

Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Baru)

Setibanya disana, saya langsung diarahkan untuk melalui gedung yang lama. Gedung perpustakaan yang lama adalah bangunan lama peninggalan Belanda. Di dalam gedung lama ini kita disambut dengan ruang tamu kuno khas jaman dulu, dimana tersedia deretan foto-foto koleksi PNRI.

 

Kemudian terdapat pula sejumlah ruangan-ruangan seperti ruangan diorama atau presentasi gitu, saya ngga ngerti apa namanya.
Foto-fotonya bisa dilihat seperti berikut :

 

Saya asyik menjelajah gedung lama ini. Saya masuk juga ke toiletnya untuk melihat bagaimana kondisi toiletnya. Semuanya bagus rapih dan bersih.

 

Sambil menunggu pak Darsum, teman saya yang katanya mau ketemu di Perpusnas ini, maka saya melanjutkan melihat-lihat koleksi foto-foto jaman dahulu terutama foto  presiden RI pertama Sukarno yang dipajang di salasar.

 

Setelah puas di gedung lama, maka saya lanjutkan ke gedung baru yang merupakan gedung utama.

Dari gedung lama ke gedung baru melalui pintu kaca ini

Dari gedung lama ke gedung baru melalui pintu kaca ini

 

Wuihhh gedungnya memang megah sekali. Belum masuk saja di pintu depan atau di teras gedungnya sudah keliatan kalo megah banget.

Gedung baru yang megah

Gedung baru yang megah

 

Tentu saja ga mau rugi udah sampe sini, maka sempatkan diri dulu untuk ber-narsis ria alias ber-swafoto.

 

Masuk ke dalam di lobby nya makin takjub dengan kemegahan Perpustakaan Nasional ini. Yang paling mencolok adalah dua pilar besar yang berdiri sampai langit2, merepresentasikan sebuah “rak buku raksasa”. Di rak tersebut tersimpan buku-buku sungguhan.

Pilar besar di lobby utama

Pilar besar di lobby utama

 

Dilangit-langit lobby terdapat gambar atau hiasan berwujud peta Indonesia, kerennnn banget. Saya senang dengan lobby gedung ini, terkesan megah, mewah dan modern. Pokoknya keren banget lah.

Hiasan di langit-langit bertema peta Indonesia

Hiasan di langit-langit bertema peta Indonesia

 

Narsis @Lobby

Narsis @Lobby

Kemudian di Lobby ini kita bisa temukan resepsionis atau penerima tamu. Berikut juga dengan direktori lantai di gedung perpustakaan ini.

Lantai 1  : Lobby Utama
Lantai 2  : Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater
Lantai 3  : Zona Promosi Budaya Baca
Lantai 4  : Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan
Lantai 5  : Ruang Pustakawan
Lantai 6  : Data Center
Lantai 7  : Layanan Anak, Lansia Dan Disabilitas
Lantai 8  : Layanan Audiovisual
Lantai 9  : Layanan Naskah Nusantara
Lantai 10 : Layanan Deposit
Lantai 11 : Monograf Tertutup
Lantai 12 : Ruang Baca Pemustaka
Lantai 13 : Layanan Repositori Terbitan Karya Indonesia
Lantai 14 : Layanan Koleksi Buku Langka
Lantai 15 : Layanan Referens
Lantai 16 : Layanan Koleksi Foto, Peta Dan Lukisan
Lantai 17–18 : Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Lantai 19 : Layanan Multi Media
Lantai 20 : Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Bidang Ilmu Perpustakaan
Lantai 21-22: Layanan Monograf Terbuka
Lantai 23 : Layanan Koleksi Bangsa-bangsa di Dunia Dan Majalah Terjilid
Lantai 24 : Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Eksekutif Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara

 

Dari laman situs www.pnri.go.id dapat saya peroleh informasi bahwa gedung fasilitas layanan perpustakaan ini dirancang dengan konsep Green Building dengan indeks konsumsi energi (IKE) 150 kwh/mm2 per tahun, dilengkapi dengan teknologi kabel jaringan data kategori 7 (CAT-7) serta perangkat jaringan aktif yang mampu mentransfer data sampai dengan 100 Gbps.

Selain itu fasilitas layanan perpustakaan yang disediakan merupakan perpaduan layanan inklusif, diversifikasi layanan, berbasis komunitas yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Layanan inklusif didesain untuk melayani penyandang disabilitas dari segi sarana prasarana, koleksi, maupun ruangan khusus bagi disabilitas tuna netra.

Kabarnya reading area anak-anak didesain secara apik, menarik dan colorful. Lukisan mural yang diambil dari cerita rakyat menghiasi pilar-pilar di area baca tersebut. Reading area anak-anak juga menyiapkan ruang khusus laktasi (menyusui) sehingga para ibu tidak perlu kuatir saat mendampingi buah hatinya bermain, membaca,

bereksplorasi maupun berkreasi di panggung kreasi yang sangat kondusif bagi pengembangan literasinya. Sedangkan, bagi para pengunjung lansia diberikan pelayanan khusus, termasuk koleksi maupun petugas yang mendampinginya.

Fasilitas layanan Perpusnas dilengkapi data center koleksi dengan Teknologi Tier 3 dan telelift (system transportasi buku secara otomatis), ruang pameran (galeri), teater, aula berkapasitas 1.000 kursi, ruang telekonferensi, dan ruang-ruang diskusi yang dapat digunakan oleh para komunitas literasi.

 

Membuat Kartu Keanggotaan

Setelah menunggu sekian lama akhirnya teman saya datang, maka kami naik ke lantai 2 yaitu Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater. Saya berminat untuk membuat kartu anggota di perpustakaan nasional ini.

Ruang Layanan Keanggotaan

Ruang Layanan Keanggotaan

 

Di lantai 2 ruangan untuk layanan keanggotaan cukup luas dan sangat modern. Di ruangan tersebut tersedia puluhan komputer untuk mengisi formulir pendaftaran langsung.

 

Selain itu toilet di gedung baru ini juga bagus dan bersih, tidak kalah dengan toilet di gedung perkantoran. Semoga saja bisa dirawat dengan baik seterusnya.

 

Setelah mengisi formulir maka kita akan mendapatkan nomor antrian. Saya sendiri mendapat nomor antrian cukup jauh, karena datang siang hari. Sehingga saya baru dipanggil sore hari menjelang Perpusnas tutup. Saat dipanggil ke meja pelayanan disana kita di Foto dan di konfirmasi atas beberapa data. Tidak lama kartu anggota pun dicetak. Proses pembuatan Kartu anggota ini tidak dipungut biaya alias gratis. Adapun masa keanggotaannya sampai 10 tahun.

Menurut info dari PNRI kartu anggota perpustakaan ini dikembangkan secara mutakhir berbasis radio frequency identification (RFID). Bahkan seluruh pengelolaan koleksi di setiap lantai menggunakan RFID. Penggunaan teknologi RFID sebagai sarana pengamanan dan inventori koleksi. Fasilitas layanan perpustakaan juga memberikan kemudahan bagi pemustaka yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang dengan limit waktu tertentu (open access).

Berikut penampakan kartu anggota saya.

Kartu Anggota Perpustakaan Nasional RI

Kartu Anggota Perpustakaan Nasional RI

 

Selain datang langsung ke gedung layanan perpustakaan nasional maka kita juga bisa melakukan pendaftaran keanggotaan secara online. caranya:
1. Mendaftar dahulu di http://keanggotaan.pnri.go.id/daftar.aspx dan mendapatkan nomor keanggotaan PNRI.

Keanggotaan Online

Keanggotaan Online

2. Kemudian masuk ke e-resources.pnri.go.id untuk mendaftarkan username dan password dengan menggunakan nomor keanggotaan PNRI yang telah didapat.

E-resources

E-resources

Pihak Perpustakaan akan mengirimkan email aktivasi akun anda, dan anda sudah bisa menggunakan fasilitas perpustakaan nasional RI.

Mengapa saya antusias mendaftar menjadi anggota di Perpustakaan Nasional RI? Karena Perpustakaan Nasional RI telah melanggan beberapa Database Jurnal Nasional dan Internasional terkemuka untuk berbagai bidang ilmu.
Di antaranya:
1. Alexander Street Press
2. Alexander Street Video
3. Balai Pustaka
4. Brill Online
5. Cambridge University Press
6. Cengage Learning
7. Ebrary
8. Ebsco Host
9. IGI Global
10. IG Publishing
11. Indonesia Heritage Digital Library
12. Digital Angkasa
13. Lexis Nexis
14. Myilibrary
15. Proquest
16. Sage Knowledge
17. Taylor & Francis
18. Ulrichs
19. Westlaw

(IG Group mencakup koleksi American Library Association, American Society for Training &  Development, Amsterdam University Press, Business Expert, Columbia University Press, Hawai, ISEAS, Liverpool University Press, Nias Press, Princeton University Press, RIBA Architecture, dan University Of California Press)

Seluruhnya dapat diakses di Digital Library PNRI http://e-resources.pnri.go.id

Saya sendiri merasa butuh untuk mengakses jurnal-jurnal tersebut. Sehingga saya pikir perlu untuk menjadi anggota di Perpustakaan Nasional RI.

Status Keanggotaan saya

Status Keanggotaan saya

 

Demikianlah sharing pengalaman saya berkunjung ke gedung fasilitas layanan perpustakaan nasional yang baru diresmikan Presiden RI Bapak Joko Widodo. Sangat menarik untuk menjadi alternatif untuk wisata edukasi yang layak dikunjungi di Jakarta.

Bersama pak Darsum di depan Gedung Perpusnas

Bersama pak Darsum di depan Gedung Perpusnas

Call Center PNRI National Digital Library
0800-1-737787
(Name & Membership ID)

Link
http://www.pnri.go.id/beranda/
http://e-resources.perpusnas.go.id/index.php
http://keanggotaan.perpusnas.go.id/

 

 

Sumber referensi:
Presiden Jokowi Resmikan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional RI
http://www.pnri.go.id/2017/09/presiden-jokowi-resmikan-gedung-fasilitas-layanan-perpustakaan-nasional-ri/

 

 

banner

Membeli Buku Bekas di Toko Buku Daring (Online) di Luar Negeri

Saya sering membutuhkan buku teks (text book) terbitan dari luar negeri yang berbahasa Inggris. Terutama terkait dengan pekerjaan saya di Badan Regulator PAM dan kuliah pasca sarjana sekitar tahun 2013-2015. Mengingat kebutuhan tersebut maka saya biasanya membeli buku teks di toko buku di Indonesia. Sayangnya kalo di toko buku mainstream buku yang dijual tentunya buku terbitan lokal dan kalo pun ada buku teks terbitan luar negeri maka harganya sangat mahal.

Mensiasati harga buku terbitan luar negeri yang mahal biasanya adalah dengan mencari bajakannya yang fotokopian. Tapi kan ketersediannya terbatas, buku seperti itu biasanya harus dicari di tempat fotokopian sekitar kampus. Itupun judulnya terbatas pada buku yang populer diperkuliahan. Biasanya saya butuh buku yang justru jarang dijual dan dipakai. Mau order atau beli langsung di Amazon pun mahal harganya.

Awalnya saya beli buku teks bahasa Inggris di toko daring (online) Periplus. Di Periplus yang dijual buku baru. Tapi ternyata bukunya juga tidak semuanya tersedia di gudang di Jakarta/Indonesia. Ada buku yang tetap harus dipesan dari Luar Negeri, akibatnya saya harus menunggu lama dan harganya juga tetap harga buku baru yang relatif mahal.

Saya kemudian coba juga browsing di Ebay untuk mencari-cari buku yang saya minati. Di Ebay memang ada buku teks baik yang baru dan bekas. Tapi saat itu (sekitar tahun 2013) harga di Ebay untuk buku-buku yang dijual masih relatif mahal dan yang berat adalah ongkos kirimnya yang juga mahal. Bahkan ada beberapa penjual yang tidak mau kirim ke Indonesia. Entah mengapa, apakah karena banyak fraud kartu kredit dari Indonesia atau karena layanan pengirimannya ke Indonesia yang bermasalah.

Akhirnya saya terpaksa “ubek-ubek” di berbagai website lagi, untuk mendapatkan buku-buku teks terbitan luar dengan harga “miring”. Ternyata saya temukan banyak sekali toko buku daring (online) yang menjual beraneka ragam buku baik baru maupun bekas, dan beberapa diantaranya bisa kirim ke Indonesia. Dari hasil penelusuran dan pengalaman membeli buku bekas dari luar negeri (terutama sekitar tahun 2014-2015), maka ada 4 toko buku daring tempat saya membeli buku. Toko buku daring tersebut adalah:

https://www.betterworldbooks.com/
http://www.biblio.com
https://www.abebooks.com/
https://www.thriftbooks.com/

Dari 4 toko buku daring tersebut tidak terdapat alasan khusus saya mengapa saya membeli disana. Sebagian besar saya kunjungi dan saya beli karena koleksi buku yang saya cari kebetulan adanya atau ketemunya di toko daring tersebut.

Namun dalam artikel ini saya ingin menceritakan dan mengulas toko buku daring tersebut dari segi tampilan, Koleksi, Harga buku/ongkir, Pembayaran, Pengiriman dan layanan keluhan.

Biblio Website

Biblio Website

 

Tampilan/Pencarian

Dari segi tampilan menurut saya ke empat website toko buku daring ini tidak memiliki perbedaan yang besar. Menurut saya semuanya sama menarik. Walaupun kalau untuk tampilan saya pribadi suka dengan betterworldBooks.com dan yang kedua Thriftbooks.com karena lebih simpel.

Selain tampilan yang simpel, saya suka kedua website tersebut karena mesin pencarian untuk koleksi bukunya cukup sederhana (1 field untuk input). Di mesin pencarian tersebut sudah langsung mencari berdasarkan title (judul), author (pengarang) dan ISBN. Sementara untuk Biblio.com dan Abebooks.com keduanya masih memisahkan mesin pencarian. Jadi Jika ingin mencari berdasar nama pengarang ada field-nya sendiri, berdasarkan author (pengarang) ada field-nya sendiri yang lain, begitu juga ISBN terdapat field sendiri.

Betterworlds website

Betterworlds website

 

Koleksi Judul

Berikutnya dalam segi koleksi buku yang tersedia. Saya bisa dapatkan informasi di halaman website mereka kalau Thriftbooks.com mengklaim memiliki lebih dari 7 Juta buku bekas yang tersedia dan sudah 80 juta buku bekas yang terjual. Tiga toko buku lainnya saya tidak tau angka pastinya.

Saya kemudian melakukan pengujian kecil-kecilan. Saya melakukan pencarian buku dengan kata kunci pengarang “Hans Kelsen” ternyata diperoleh hasil:

betterworldbooks.com = 48 buku
biblio.com = 422 buku
abebooks.com = 1117 buku
thriftbooks.com = 21 buku

Kemudian saya mencari lagi buku dengan kata kunci untuk pengarang “Steven Vago”.

betterworldbooks.com = 23 buku
biblio.com = 161 buku
abebooks.com = 271 buku
thriftbooks.com = 7 buku

Dari pencarian dengan menggunakan nama dua pengarang tersebut dapat dilihat bahwa ternyata koleksi buku bekas yang saya cari faktanya paling banyak dimiliki oleh abebooks.com dan kemudian diikuti oleh biblio.com.

Abebooks Website

Abebooks Website

 

Harga buku dan Ongkos Kirim

Untuk harga buku dan ongkos kirim, saya akan coba bandingkan (pada tanggal 16 April 2017) dengan mencari buku “Law & Society” 7th edition karangan Steven Vago. Hasilnya adalah:

Harga Buku Ongkir Total
betterworldbooks.com 10.48 USD Free 10.48
biblio.com 2.99 USD 16.50 USD 19.49
abebooks.com 3.35 USD 5.99 USD 9.34
thriftbooks.com 3.79 USD 4.99 USD 8.78

Dari uji pencarian tersebut maka saya mendapatkan buku “Law & Society” 7th edition karangan Steven Vago yang paling murah harga totalnya (buku+ongkir) adalah di toko Thriftbooks.com.
Jika berdasarkan harga buku yang paling murah maka biblio.com paling murah harganya, akan tetapi ongkir nya paling mahal.
Sedangkan jika melihat ongkir yang paling murah maka betterworldbooks.com menawarkan ongkir Free, tetapi harga bukunya paling mahal. Jadi sesungguhnya sama aja betterworldbooks.com sudah mensiasati, kesannya free ongkir tapi sesuangguhnya harga bukunya sudah mencakup ongkir.

Thrift Deals Website

Thrift Deals Website

 

Pembayaran

Untuk pembayaran semua menggunakan kartu kredit. Sebenarnya saya berharap akan lebih baik jika saya bisa membayar menggunakan paypal. Akan tetapi karena semua toko buku ini tidak bekerjasama dengan paypal, maka saya terpaksa gunakan kartu kredit. Alhamdulilah sejauh ini transaksi di keempat toko tersebut aman. Semoga saja tingkat keamanan transaksi di toko buku bekas daring tersebut selalu aman.

 

Pengiriman

Nah persoalan yang lain yang sangat penting adalah pengiriman. Karena semua toko buku bekas online tersebut ada diluar negeri maka pengirimannya ke Indonesia butuh waktu yang bervariasi. Biasanya terdapat dua jenis layanan, yaitu: pengiriman biasa (standard international) dan pengiriman expedited international yang lebih cepat dan tercatat.

Pengiriman biasa (standard international) membutuhkan waktu pengiriman 15 sd 20 hari. Sedangkan pengiriman expedited international membutuhkan waktu 10 sd 15 hari kerja. Tentunya jika kita memilih jasa pengiriman yang berbeda maka harga yang dibebankan juga akan berbeda. Makin cepet sampe maka makin mahal.

Saya punya pengalaman, rata-rata pengiriman dari Amerika atau negara di Eropa ke Indonesia itu makan waktu bisa sampai 1 bulan lebih. Berbeda jika saya gunakan alamat teman saya di Singapore untuk menampung pesanan buku saya. Jika dijanjikan 15 hari kerja, maka melesetnya tidak separah seperti kirim ke Indonesia.

Saya punya pengalaman sewaktu memesan buku “Law & Society” 7th edition karangan Steven Vago di Thriftbooks.com. Saya pesan dengan jasa pengiriman biasa (standard international) yang dijanjikan sampai sekitar 15-20 hari. Nyatanya 1 bulan lebih buku itu belum sampai juga di rumah saya. Akhirnya saya komplain dengan berkirim email ke Thriftbooks.com, responnya sangat baik sekali. Dengan cepat adminnya merespon email saya. Oleh Thriftbooks.com saya dikirimkan buku pengganti dengan pengiriman Expedited International dengan free alias cuma-cuma. Tapi tetap aja sampainya ke Indonesia lama juga. Akhirnya saya malah jadi punya 2 buku itu (yang 1 saya sumbangin ke Perpustakaan).

 

Layanan terhadap keluhan

Dari pengalaman saya memesan buku bekas secara online, maka layanan terhadap keluhan yang saya nilai cukup bagus adalah Thriftbooks.com. Sebab saya memiliki pengalaman di Thriftbooks.com. Di toko lainnya saya tidak menemui masalah dalam pengiriman atau hal lain. Di Thriftbooks.com memang ada masalah, tapi mereka bisa merespon dengan cepat dan memuaskan karena langsung mengirimkan buku pengganti.

 

Beberapa buku bekas yang saya beli secara online, diantaranya adalah:

Beberapa buku pesanan saya

Beberapa buku pesanan saya

  • Financial Risk Analysis of Infrastructure Debt: The Case of Water and Power Investment, Author: C. Vaughan Jones.
  • Law & Banking: Principles, Author: Conboy, James C.
  • Banking and Financial Institutions Law in a Nutshell, Author: William A. Lovett.
  • Ellinger’s Modern Banking Law, Author: Hooley, Richard.
  • Banking Law, Vol. 1: The Law Relating to Domestic, Author: Joan Wadsley.
  • Water Law in a Nutshell (Nutshell Series), by David H. Getches.
  • Water Resource Management: A Casebook in Law and Public Policy (University Casebook Series) / A. Dan Tarlock, David H. Getches, James N. Corbridge
  • Law and Society 7th Edition – Steven Vago (thriftbooks.com)

 

Dari hasil berburu buku bekas secara online tersebut saya cukup puas, karena buku yang saya peroleh secara umum dalam kondisi masih layak untuk dibaca dan sesuai dengan harga yang kita bayarkan.

Oh ya hampir semua toko buku online tersebut menginformasikan kondisi buku yang dijual, apakah ada coretan, masih layak baca, tidak ada sampul nya atau bagaimana kondisi fisik lainnya. Saya pikir informasinya cukup jelas dan fair. Sehingga ketika buku sampai ditangan saya tidak kecewa karena sesuai dengan yang diiklankan.

Demikian sharing saya tentang berbelanja buku bekas secara online… semoga bermanfaat.

 

* Maaf sekali artikel ini baru di upload, meski sudah di draft sejak lama. Pindah kerja dan tempat tinggal jadi baru sempat untuk selesaikan artikel ini.

 

 

 

 

 

 

sid-banner

Memperoleh Informasi Debitur Individual (IDI) Historis di Bank Indonesia

Saya sudah meninggalkan dunia perbankan sekitar 6 tahun lalu. Saat itu saya sudah tau dan pernah mendengar tentang Sistem Informasi Debitur (SID) apalagi pekerjaan saya di bidang Kepatuhan (Compliance) membuat saya harus update dengan ketentuan terbaru dari Bank Indonesia sebagai otoritas pengawas perbankan saat itu. Akan tetapi saat itu SID belum berbentuk seperti Informasi Debitur Individual (IDI). Sifatnya hanya terbatas bagi Bank saja yang dapat memeriksa. Nasabah tidak dapat memeriksa atau meminta IDI Historis tersebut.

Beberapa bulan lalu saya mendengar cerita dari teman saya tentang Informasi Debitur Individual (IDI) yang katanya sudah memungkinkan kita masyarakat biasa untuk mendapatkan IDI Historis dengan meminta melalui Bank Indonesia (BI). Dari cerita teman saya itu saya jadi terpikir untuk minta IDI Historis ke Bank Indonesia.

 

Informasi Debitur Individual (IDI)

IDI Historis merupakan produk/output yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Debitur (SID). IDI Historis mencakup informasi seluruh penyediaan dana/pembiayaan dengan kondisi lancar dan bermasalah mulai dari Rp.1 keatas, serta menampilkan informasi mengenai historis pembayaran yang dilakukan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir.

Cakupan IDI Historis meliputi antara lain identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas.

SID diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/14/PBI/2007 yang telah diubah dengan PBI Nomor 18/21/PBI/2016. Sistem Informasi Debitur berisikan data-data debitur perbankan baik yang merupakan nasabah di bank swasta maupun bank milik negara. Lembaga yang bertugas menaungi SID adalah Bank Indonesia.

Semenjak ada peralihan tugas pengawasan industri perbankan dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka proses pendataan SID pun turut dilimpahkan ke OJK. Kemudian BI dan OJK kembali memutuskan bahwa BI dan OJK bersama-sama melakukan penyempurnaan ketentuan terkait Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia.

Pihak-pihak yang bisa memperoleh IDI Historis ialah Anggota BLK (Bank dan Lembaga Pembiayaan) serta masyarakat. Masyarakat dapat memperoleh IDI Historis melalui Bank atau Lembaga Pembiayaan yang memberikan fasilitas kredit, dapat juga melalui Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat (daerah). Saat ini permintaan IDI Historis oleh masyarakat dapat pula dilakukan secara online melalui website Bank Indonesia.

 

Manfaat atau Kegunaan IDI Historis bagi Masyarakat

Menurut saya IDI Historis sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat pada umumnya. Mengapa bermanfaat?

  • sebab seing kali terjadi seseorang yang mengajukan kredit di bank dan lembaga pembiayaan selalu ditolak. Ternyata ketika di cek melalui IDI Historis baru diketahui orang tersebut masih memiliki catatan kredit macet di Bank lain yang belum diselesaikan, akibatnya permohonan kreditnya ditolak. Bisa saja catatan kredit itu karena memang benar dan kondisi aktualnya demikian, akan tetapi bisa juga terjadi hal itu karena kesalahan bank. Sehingga alangkah baiknya jika setiap orang memeriksa catatan historis kreditnya.
  • bisa juga terjadi, kita sudah menutup kartu kredit atau menyelesaikan kredit kita di sebuah Bank, tapi oleh bank tersebut fasilitas tersebut masih “terbuka” atau belum “ditutup” alias masih terdaftar, walaupun memang tidak ada aktivitas. Untuk kasus ini tentunya akan sangat lebih baik jika kita mengetahui hal itu dari IDI Historis dan kemudian menghubungi bank ybs untuk meminta menutup secara permanen.
  • kadang-kadang sebuah kantor yang kita lamar untuk sebuah posisi pekerjaan, melakukan pemeriksaan Bank Checking untuk mengetahui fasilitas kredit dari si pelamar kerja. Tujuannya agar mereka TIDAK menerima pegawai yang tukang utang dan banyak tagihan macet, sebab pegawai yang tukang utang dan banyak tagihan macet akan mengganggu rekan kerja di kantornya, bisa sering pinjam uang atau gangguan debt collector yang mengganggu suasana kantor. Biasanya yang melakukan pemeriksaan seperti ini adalah kantor Bank, karena mereka punya akses Bank Checking.

Jadi banyak sekali kegunaan dari IDI Historis ini bagi kita. Terutama bagi individu yang tertib administrasi dan dokumen, untuk mengetahui kondisi catatan fasilitas keuangan yang diterima selama ini dari berbagai lembaga keuangan terutama Bank.

 

Cara Memperoleh IDI Historis

Setelah saya mendapat cerita teman saya tentang IDI Historis maka kemudian saya mencari tau di situs BI bagaimana mendapatkan IDI Historis itu. Saya akan ceritakan langkah-langkah bagaimana memperoleh IDI Historis tersebut. Namun demikian, uraian saya tidak seperti uraian di website BI. Jika anda ingin melihat alur proses mendapatkan IDI Historis versi BI silahkan ketautan ini http://www.bi.go.id/id/moneter/biro-informasi-kredit/permintaan-idi-historis/proses/Contents/Default.asp.

IDI Historis dapat diperoleh melalui 3 cara yaitu:

  • Permintaan IDI Historis melalui Lembaga Keuangan
  • Permintaan IDI Historis melalui Gerai Info
  • Permintaan IDI Historis secara online

Yang akan saya uraikan di artikel ini adalah permintaan IDI historis secara online.

 

Langkah pertama:

Karena kita akan melakukan permintaan IDI historis secara online maka bukalah website BI ditautan INI lalu kemudian setelah membaca penjelasan pada halaman tersebut maka klik tautan ini Formulir.

Setelah di klik akan muncul halaman dengan formulir seperti tampilan berikut ini:

formidi

Isilah dengan lengkap dan benar formulir tersebut, karena jika salah maka BI tidak dapat menemukan informasi sesuai nama debitur pemohon. Contohnya saya, karena kurang teliti saya mengisi tanggal lahir dengan tahun kelahiran yang salah yaitu tahun 2017. Akibatnya BI mengirimkan email ke saya dan memberitahukan bahwa data saya tidak tercatat di BI. Apess bener… udah nunggu lama buat dapat jawaban hasil pemeriksaan eh ternyata baru ketahuan kalo saya salah input dari email BI itu.

Jadi setelah formulir diisi dengan lengkap dan benar maka BI akan melakukan pengecekan data debitur:

  • Apabila data yang diisi tidak ada yang cocok dengan data yang dilaporkan lembaga keuangan, maka BI akan mengirimkan jawaban kepada pemohon melalui email bahwa data yang bersangkutan tidak ada.
  • Apabila data yang diisi sesuai dengan data yang dilaporkan lembaga keuangan, maka BI akan mengirimkan jawaban kepada pemohon melalui email bahwa data yang bersangkutan ada dan dapat diambil di Gerai Info Bank Indonesia pada hari dan jam tertentu dengan membawa persyaratan yang diperlukan.

 

Langkah kedua:

Beberapa hari kemudian kita akan mendapat pemberitahuan melalui email yang berisi informasi:

Dapat kami sampaikan bahwa data debitur a.n. XXX dengan tanggal lahir XXX tercatat dalam database SID. Untuk informasi selanjutnya, dapat dilihat pada attachment. Terima Kasih. DLMI-DPKL“.

Dalam attachment saya memperoleh surat yang berisi seperti berikut ini:

keterangan_tercatat

Intinya disampaikan bahwa data debitur tersebut tercatat dalam database SID. Selanjutnya Untuk mengambil hardcopy Informasi Debitur ini maka kita diharuskan dengan membawa print out dari email ini dan identitas diri/KTP asli.

Jika memang dikuasakan, dalam hal ini terbatas hanya hubungan antara Orang tua, Anak, Suami dan Istri dengan melampirkan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kuasa bermaterai Rp 6.000,- dengan keterangn surat kuasa yang berisi (untuk dipergunakan pengambilan hasil SID di Bank Indonesia). Hal ini karena pada prinsipnya IDI Historis bersifat rahasia.

Adapun lokasi pengambilan IDI Historis tersebut di alamat berikut:

Tempat : Gerai Info Bank Indonesia
Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B)
Komplek Perkantoran Bank Indonesia
Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta Pusat
Waktu : Hari kerja, Pukul 08.30 s.d. 15:00 WIB (11:00 s.d. 13.00 istirahat)
Khusus untuk hari jum’at (10:30 s.d 13:00 istirahat)
Pakaian : Sopan dan Rapi (memakai sepatu) serta Kemeja

Saya sebel banget amat syarat pakaian ini. Masa mau ambil dokumen aja sampai diatur gaya berpakaian dan mesti berpakaian apa. Menurut saya BI ini gayanya masih otoriter merasa penguasa (ambtenaar) bukan sebagai pelayan masyarakat. Jadi dia ngatur orang mesti pakai baju apa kalo datang “menghadap” ke BI. Padahalkan rakyat yang pemilik dana, rakyat yang bayar pajak buat gaji pegawai BI, kenapa BI ngatur orang mesti pakai pakaian apa kalo datang ke kantor dia :)

Pejabat BI itu kalo kerja di Bank yang ada di pasar-pasar bisa stress kali ya? Yang datang ke bank di pasar itu kan pake sandal jepit, celana pendek kaosnya lusuh. Trus ente ga mau layanin? hehehehe padahal dia setor duit. Ini pun begitu, walaupun orang yang datang minta informasi data IDI Historis tapi tetap aja mereka pembayar pajak yang buat ngegaji semua pegawai BI juga.

 

Langkah Ketiga:

Sesuai instruksi di email maka saya datangi BI untuk mendapatkan hardcopy dari IDI Historis tersebut. Oh ya karena saya di Jakarta maka saya dapat ambil di kantor BI pusat. Sedangkan bagi anda yang berada di daerah maka IDI Historis tersebut dapat diperoleh di:

  • Kantor Bank Indonesia (Kelompok Kajian, Survey dan Statistik atau Tim Pengawasan Bank) propinsi setempat dengan membawa print out dari e-mail ini.
  • Bank/BPR/Lembaga Keuangan yang memberikan fasilitas kredit kepada Saudara sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Untuk Bank/BPR/Lembaga Keuangan tanpa harus disertai print out dari e-mail Bank Indonesia ini).

Lokasi Gerai Info Bank Indonesia di Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B) Komplek Perkantoran Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta Pusat. Bagi yang belum pernah ke gedung BI maka akses masuknya adalah melalui Jl. Budi Kemuliaan. Jika datang dari arah Sarinah Thamrin saat di patung Kuda belok Kiri, sebelum gedung Indosat.

Nanti di pintu masuk berupa pos keamanan di Jl. Budi Kemuliaan serahkan kartu identitas anda selain KTP, boleh SIM atau Kartu Pelajar. Selanjutnya anda akan mendapat ID Card untuk memasuki Area BI. Gedung Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B) jika dari pintu masuk pos keamanan maka berada di sebelah kiri. Lokasi gedung ada disisi depan dekat dengan jalan Thamrin.

Saat masuk Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B) kita harus serahkan ID Card yang tadi diberikan oleh satpam di pos masuk untuk ditukar dengan ID Card yang baru lagi. Di Gedung BI itu memang sedikit “ribet” karena harus sering tuker ID Card. Buat yang ga biasa masuk gedung perkantoran ala BI ini bakalan bete. Saya ga kebayang kalo yang masuk ke Gedung BI ini model kayak emak-emak yang naik motor matik :)

Setelah menukar ID Card di resepsionis maka anda akan diarahkan ke Gerai Info BI. Nanti di Gerai Info BI akan dibantu untuk registrasi. Jangan lupa bawa print out email yang disyaratkan dan juga Identitas anda yaitu KTP. Kemudian silahkan menunggu dipanggil untuk registrasi. Setelah registrasi maka kita menunggu lagi untuk mendapatkan Hard Copy dari laporan IDI Histroris tersebut.

Selanjutnya anda akan dipanggil untuk mengambil lembaran IDI Historis di salah satu meja. Petugas yang melayani akan menjelaskan secara singkat isi dari laporan tersebut. Berhubung saya memiliki latar belakang perbankan maka saya cukup paham dengan penjelasan singkat dari petugas yang menjelaskan. Jika anda belum jelas saya sarankan bertanya agar jelas dan tidak rugi, soalnya ke BI kan butuh waktu dan tenaga mana ribet lagi, jadi jangan disia-siakan.

Contoh hard copy dari IDI Historis tersebut adalah seperti berikut:

idi2

Setelah mendapat penjelasan dan Hard Copy tersebut saya pun pulang. Oh ya untuk permintaan IDI Historis di BI ini Gratis alias tidak dipungut biaya.

 

Saran Untuk BI

Saya senang sekali dengan adanya fasilitas IDI Historis ini, karena sebagai masyarakat individual tanpa harus melalui lembaga pembiayaan bisa mendapatkan akses untuk memperoleh IDI Historis. Hal ini sangat membantu masyarakat seperti saya yang ingin mengetahui catatan kredit kita yang ada di lembaga pembiayaan.

Meski demikian ada beberapa masukan dari saya agar IDI Historis ini bisa semakin mudah diakses masyarakat luas:

1. Sosialiasi agar ditingkatkan, sehingga masyarakat semakin banyak yang tau tentang adanya fasilitas IDI Historis ini.

2. Akses semakin dimudahkan, akses melalui online sudah sangat baik, namun akan lebih baik jika dibuat mekanisme bahwa data IDI historis ini tidak perlu diambil secara langsung di kantor BI. Cukup isi formulir online dan dokumen IDI Historis dikirim melalui email. Jika alasannya dokumen ini bersifat rahasia, saya pikir banyak mekanisme pengamanannya. Tiru saja sistem tagihan kartu kredit, dimana file tagihan berupa pdf terproteksi.

3. Jika memang masih harus diambil secara langsung oleh masyarakat di kantor BI, maka perlu dipikirkan lokasi kantornya dan Gerainya yang harus mudah diakses masyarakat. Untuk masyarakat umum memasuki area kantor Bank Indonesia itu tidak mudah lho. Apalagi bagi yang pertama kali ke kantor BI di Jl. Thamrin. Kebetulan saya kerja di Bank dulu sehingga cukup familiar dengan akses masuknya dan tempat-tempat gedungnya. Akan tetapi bagaimana dengan masyarakat umum yang belum pernah masuk gedung BI? Kalau salah turun untuk menuju ke pintu masuk umum di Jl. Budi Kemuliaan bisa jauh sekali muternya. Karena gedung BI ini kompleksnya luas sekali. Saran saya jika masih digunakan mekanisme diambil secara langsung sebaiknya gunakan gedung lain (bisa sewa) yang lebih mudah dijangkau dan diakses masyarakat di Jabodetabek. Lokasi Gerai Info BI yang sekarang bagus sekali, sangat mewah, tapi justru susah dijangkau karena sistem keamanannya ketat. Padahal masyarakat cuma mau ambil dokumen IDI Historis.

 

Demikian informasi dan sharing saya tentang IDI Historis yang saya peroleh di Gerai Info BI. Sistem IDI Historis ini keren banget, semoga semakin dikembangkan dan semakin baik lagi.

 

 

banner-mm-mh

Perbedaan Kuliah Program Magister Manajemen (MM) dengan Magister Hukum (MH)

Secara umum banyak orang yang sudah mengetahui perbedaan mendasar dari Program Magister Manajemen dan Magister Hukum. Keduanya adalah program studi dari dua disiplin ilmu yang berbeda. Akan tetapi dalam kesempatan ini saya ingin mengulas perbandingan kedua program ini sedikit lebih detail teknis perkuliahan berdasarkan pengalaman kuliah saya.

Dalam artikel ini saya ingin membandingkan perkuliahan program Magister Manajemen (MM) dengan Magister Hukum (MH). Perbandingan ini mengacu kepada perkuliahan yang saya tempuh di STIE Indonesia Banking School (IBS) untuk program Magister Manajemen di tahun 2013 sd 2015, dan perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk program Magister Hukum (MH) tahun 2017.

Terdapat 4 hal yang akan saya bandingkan di artikel ini:

  1. Penyelenggaraan Pembelajaran
  2. Jumlah SKS dan Beban Studi
  3. Peminatan
  4. Distribusi Mata Kuliah

 

A. Penyelenggaraan Pembelajaran

Penyelenggaraan pembelajaran antara program MM di STIE IBS dengan program MH di FHUI sangat lah jauh berbeda.

1. MM STIE IBS

Pada saat saya kuliah dulu, penyelenggaraan kuliah program MM di STIE IBS diselenggarakan hanya pada hari Jumat dan Sabtu saja.
- Jum’at jam 18.00 – 21.00 WIB di Kampus Kemang
- Sabtu jam 08.00 – 16.00 WIB di Kampus Kemang

Sementara saat ini (Februari 2017) saat saya cek di laman http://ibs.ac.id/mm_info.php waktu perkuliahan nampaknya sudah berubah menjadi hanya di hari Sabtu pukul 07.30 – 18.00 WIB saja.

Sesi 1       : Pukul 07.30 – 10.00 WIB
Sesi 2       : Pukul 10.00 – 12.30 WIB
Sesi 3       : Pukul 13.00 – 15.30 WIB
Sesi 4       : Pukul 15.30 – 18.00 WIB

Tampaknya saat ini perkuliahan program MM di STIE IBS benar-benar dipadatkan di hari Sabtu (weekend). Saya pikir apakah tidak melelahkan kuliah seperti itu, dipadatkan hanya 1 hari? Kemudian jika mahasiswa harus absen 1 hari maka akan absen untuk 4 mata kuliah sekaligus, wuihhh… sayang sekali.

Penyelenggaraan kuliah Program MM di kampus lain tentunya bisa berbeda dan tergantung kebijakan dari setiap kampus. Kebetulan saya mengikuti perkuliahan program MM saat itu masih campuran antara kelas malam dan kelas Sabtu (weekend).

 

2. MH FHUI

Penyelenggaraan perkuliahan program MH FHUI terbagi dua, yaitu: Kelas Reguler dan Kelas Khusus.

1. Kelas Reguler (Kelas Pagi)

Perkuliahan diselenggarakan setiap hari Senin sd Jumat pukul 08.00 – 15.00.

Lokasi Perkuliahan di Kampus FHUI Depok.

2. Kelas Non Reguler (Kelas Sore)

Perkuliahan diselenggarakan setiap hari Senin sd Jumat pukul 17.00 – 21.00.

Lokasi Perkuliahan di Kampus FHUI Salemba Jakarta.

Penyelenggaraan perkuliahan program MH di FHUI ini menurut saya termasuk inovatif dan “unik”. Menagapa? sebab FHUI memberikan pilihan waktu perkuliahan pagi hari. Sehingga bagi mahasiswa yang ingin kuliah secara penuh waktu dan bisa kuliah di pagi hari maka bisa menempuh kuliah pagi hari. Selain biayanya lebih murah dibanding kelas malam juga waktu studinya bisa lebih singkat. Bisa ditempuh 3 semester saja.

 

B. Jumlah SKS dan Beban Studi

Jumlah SKS yang harus ditempuh pada program MM dan MH adalah sebagai berikut

1. MM STIE IBS

Jumlah kredit yang harus diselesaikan oleh peserta Program MM IBS adalah 42 satuan kredit semester (SKS) yang dapat diselesaikan dalam waktu empat (4) semester termasuk tugas akhir (Tesis).

 

2. MH FHUI

Beban studi yang harus ditempuh mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum berjumlah 44 SKS.

Sedangkan masa studi program MH ini dapat ditempuh sebagai berikut:

  • Program Reguler yang diikuti penuh waktu dijadwalkan dalam waktu 4 (empat) Semester dimana dalam pelaksanaannya dapat ditempuh dalam waktu paling cepat 3 (tiga) semester dan paling lama 6 (enam) semester.
  • Program Non Reguler yang diikuti penuh waktu dijadwalkan dalam waktu 5 (empat) Semester dimana dalam pelaksanaannya dapat ditempuh dalam waktu paling cepat 4 (tiga) semester dan paling lama 7 (enam) semester.

 

C. Peminatan

Peminatan dan mata kuliah program MM dan program MH ini sangat jauh berbeda pula. Program MM jumlah peminatan lebih sedikit dari pada program MH.

 

1. MM STIE IBS

Peminatan atau konsentrasi studi di program MM STIE IBS terdiri dari:

  1. Perbankan Konvensional
  2. Perbankan Syariah
  3. Risk Management
  4. Marketing

Program MM di kampus lain biasanya tidak jauh berbeda, mereka menawarkan konsentrasi/peminatan yang mirip dengan penambahan konsentrasi/peminatan lain, seperti misalnya: Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Internasional, Manajemen Operasi, Manajemen Aktuaria dan Manajemen Pasar Modal

 

2. MH FHUI

Sedangkan program Magister Ilmu Hukum di FHUI memiliki program peminatan yang jauh lebih banyak lagi. Peminatan tersebut adalah:

  1. Peminatan Hukum Ekonomi
  2. Peminatan Hukum Ekonomi Islam
  3. Peminatan Hukum dan Sistem Peradilan Pidana
  4. Peminatan Hukum Kenegaraan (Tata Negara/Administrasi Negara)
  5. Peminatan Hukum Transnasional
  6. Peminatan Hukum Perdagangan Internasional
  7. Peminatan Hukum Sumber Daya Alam
  8. Peminatan Hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
  9. Peminatan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Good Governance
  10. Peminatan Hukum Ketenagakerjaan
  11. Peminatan Hukum Keuangan Publik

Program Magister Hukum di FHUI memiliki 11 peminatan. Hal ini berbeda pula dengan Bidang Studi di Fakultas Hukum, karena Bidang Studi di FHUI adalah organisasi di dalam fakultas dimana para staf pengajar tergabung atau berkelompok sesuai minat dan keahlian masing-masing.

Bidang studi di FHUI adalah:

  1. Bidang Studi Dasar-dasar Ilmu Hukum
  2. Bidang Studi Hukum Keperdataan
  3. Bidang Studi Hukum Pidana
  4. Bidang Studi Hukum Tata Negara
  5. Bidang Studi Hukum Administrasi Negara
  6. Bidang Studi Hukum Internasional
  7. Bidang Studi Hukum Acara
  8. Bidang Studi Hukum Masyarakat dan Pembangunan

 

D. Distribusi Mata Kuliah

Melihat dari banyaknya peminatan di program MH di FHUI, demikian pula mata kuliah yang ditawarkan di program MH jauh lebih banyak dibandingkan mata kuliah di program MM. Apalagi setiap mata kuliah di program MH berbobot 2 SKS sementara mata kuliah di program MM bobot per mata kuliah adalah 3 SKS.

 

1. MM STIE IBS

Jumlah mata kuliah yang harus diselesaikan dalam program MM adalah 12 mata kuliah dan Tesis Program Magister, dengan jumlah satuan kreditnya adalah 42 kredit.

Artinya setiap mata kuliah bobotnya adalah 3 SKS x 12 mata kuliah = 36 SKS ditambah Tesis 6 SKS maka total adalah 42 SKS.

Merujuk kepada laman http://ibs.ac.id/mm_kurikulum.php maka dapat dilihat distribusi mata kuliah tersebut adalah sebagai berikut:

Semester 1 (Mata Kuliah Inti)

  1. Corporate Financial Management (3 SKS)
  2. Strategic Management (3 SKS)
  3. Organizational Behavior and Leadership (3 SKS)
  4. Strategic Marketing (3 SKS)

Semester 2 (Mata Kuliah Kompetensi)

  1. Decision Making Theory (3 SKS)
  2. Business Law & Business Ethic (3 SKS)
  3. Business Research Method (3 SKS)
  4. Operational Management (3 SKS)

Semester 3 (Konsentrasi Perbankan Konvensional)

  1. Asset and Liability Manegement (3 SKS)
  2. Management Bank & Jasa Keuangan (3 SKS)
  3. Banking and Finance Risk Management (3 SKS)
  4. Banking and Finance Reasearch & Seminar (3 SKS)

Semester 3 (Konsentrasi Perbankan Syariah)

  1. Asset and Liability Management for Islamic Bank (3 SKS)
  2. Accounting for Islamic-Bank (3 SKS)
  3. Risk Management for Islamic Bank (3 SKS)
  4. Seminar and Research for Islamic Bank (3 SKS)

Semester 3 (Konsentrasi Risk Management)

  1. Risk Management Research and Seminar (3 SKS)
  2. Banking Finance Research and Seminar (3 SKS)
  3. Introduction to Risk Management (3 SKS)
  4. Enterprise Risk Management (3 SKS)

Semester 3 (Konsentrasi Marketing)

  1. Consumers Behaviour (3 SKS)
  2. Integrated Markeing Communication (3 SKS)
  3. Service Marketing (3 SKS)
  4. Marketing Research and Seminar (3 SKS)

Semester 4

Tesis (6 SKS)

 

2. MH FHUI

Seperti apa yang sudah diuraikan sebelumnya, bahwa beban studi yang harus ditempuh mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum berjumlah 44 SKS. Mata Kuliah dalam Program MH terbagi menjadi 2 (dua) bagian, Mata Kuliah Wajib Program Studi dan Mata Kuliah Wajib Peminatan.

Mata Kuliah Wajib Program Studi untuk semua peminatan adalah sama yaitu sebagai berikut:

Kode MK Nama MK SKS
LWGP80101 Filsafat Hukum 2
LWGP80102 Politik Hukum 2
LWGP80103 Sosiologi Hukum 2
LWGP80104 Teori Hukum 2
LWGP80105 Metode Penelitian 2
LWGP80106 Seminar Usulan Penelitian Tesis 2
LWGP80107 Tesis 6

 

Mengingat program MH itu terdiri dari 11 peminatan maka saya hanya memberikan contoh Mata Kuliah Wajib Peminatan Hukum Ekonomi saja (dimana saya memilih peminatan ini). Mahasiswa yang memilih peminatan Hukum Ekonomi harus menempuh 22 SKS mata kuliah wajib peminatan dan 4 SKS mata kuliah pilihan bebas.

Berikut adalah daftar mata kuliah wajib peminatan dan mata kuliah pilihan bebas:

Kode MK Nama MK SKS
LWEL80201 Hukum Perusahaan 2
LWEL80202 Hukum Investasi dan Pasar Modal 2
LWEL80203 Hukum Perbankan dan Lembaga Keuangan 2
LWEL80204 Hukum Pembiayaan Perusahaan 2
LWEL80205 Transaksi Bisnis Internasional 2
LWEL80206 Hukum Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat 2
LWEL80207 Transaksi Berjaminan 2
LWEL80208 Tindak Pidana Ekonomi dan Anti Korupsi 2
LWEL80209 Hukum Hak Kekayaan Intelektual 2
LWEL80210 Hukum Pajak 2
LWEL80211 Hukum Asuransi* 2
LWEL80212 Hukum Dagang Internasional * 2
LWEL80213 Akutansi Untuk Sarjana Hukum * 2
LWEL80214 Arbitrase & Penyelesaian Sengketa Alternatif * 2
LWEL80215 Peranan Hukum dalam Pembangunan Ekonomi * 2
LWEL80216 Hukum Perlindungan Konsumen* 2
LWEL80217 Kapita Selekta Hukum Perikatan 2

* Mata Kuliah Pilihan Bebas

Satu hal yang sama dari perkuliahan saya di MM dan MH adalah tidak adanya sistem prasyarat mata kuliah yang harus diambil untuk menempuh mata kuliah lain. Baik MM dan MH saya memulai kuliah sama-sama dengan mata kuliah untuk semester 2 baru kemudian di semester 2 saya kuliah untuk mata kuliah semester 1.

Demikianlah uraian saya tentang perbandingan program MM dan program MH. Semoga bermanfaat bagi mereka yang berminat untuk meneruskan kuliah di tingkat Strata 2 atau Pasca Sarjana.

 

 

 

 

Taman Wisata Alam Angke Kapuk

(TRIP) Wisata ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk di PIK Jakarta

Sudah sejak lama saya mendengar tentang Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk Jakarta Utara. Tapi saya belum pernah sempat kesana. Baru pada tanggal  21 Desember 2016 saya punya waktu untuk bisa mengunjungi tempat wisata ini.

Sahabat saya Yulia Sari sering mengajak saya untuk melakukan wisata dengan biaya hemat diseputar Jakarta. Banyak lokasi yang awalnya kita ingin kunjungi, namun karena keterbatasan waktu dan juga akses ke lokasi maka akhirnya kami putuskan untuk berwisata ke lokasi Taman Wisata Alam Mangrove di Angke Kapuk Jakarta Utara.

Kebetulan Rido (Puteranya Sari) sedang libur sekolah, kemudian Ririn teman Sari juga bisa ikutan. Jadi rencananya kita akan pergi berempat. Kita janjian untuk ketemuan di Halte Transjakarta Stasiun Kota.

Tanggal 21 Desember 2016 sesuai rencana saya sudah sampai di halte TJ Stasiun Kota sekitar pukul 08.30. Disana saya menunggu Sari dan Rido anaknya. Ririn karena suatu hal ternyata batal ikut. Sehingga akhirnya kami pergi hanya bertiga saja.

Dari halte Transjakarta Stasiun Kota kami kemudian naik Bus Feeder Transjakarta tujuan PIK (Pantai Indah Kapuk). Sebelumnya dari Depok saya naik ojek online ke Halte Transjakarta Ragunan tujuan Monas (Koridor 6-B) kemudian lanjut ke Halte TJ Stasiun Kota. Karena saya tidak keluar halte Transjakarta maka biaya saya untuk ongkos dari Ragunan sampai ke lokasi Taman Wisata Alam di Angke Kapuk cukup hanya Rp. 3.500 saja.

Sebenarnya saya bisa saja naik Kereta Commuter line (CL) dari stasiun Depok ke Jakarta Kota, tapi saya kurang suka naik Kereta. Saya merasa lebih nyaman dan  pasti kalo naik Transjakarta. Sebelum nya kami sudah pelajari bagaimana mencapai lokasi Wisata Alam di Angke Kapuk tersebut. Ternyata memang mudah sekali.

Hari itu dari Halte TJ Ragunan ke Halte TJ Monas, dan kemudian saya lanjutkan ke Halte TJ Stasiun Kota kondisi lalu lintasnya tidak terlalu macet. Bus TJ juga tidak terlalu padat. Mungkin karena efek liburan sekolah. Dari Halte TJ Stasiun Kota ke PIK juga di dalam bus tidak terlalu penuh. Walaupun saya berdiri tidak dapat duduk, tapi di dalam bus tidak berdesakan.

Setelah kita berada di dalam Bus Feeder Transjakarta tujuan PIK maka kita tinggal bilang saja untuk turun di Yayasan Budha Tzu Chi. Sesampainya di setiap lokasi halte biasanya pramudi bus tersebut akan sebutkan nama haltenya.

Saat bus sampai di depan gedung Yayasan Budha Tzu Chi pramudi bus tersebut ingatkan penumpang, dan saya pun meminta berhenti untuk turun. Sewaktu naik di halte TJ stasiun Kota penumpang naik lewat pintu tengah seperti layaknya bus TJ namun ketika turun di Yayasan Budha Tzu Chi penumpang akan turun lewat pintu depan disebelah kiri bus. Haltenya pun tidak ada, jadi penumpang sebenarnya turun di pinggir jalan.

 

Turun di Yayasan Budha Tzu Chi

Sesuai dengan pedoman yang dibaca dari browsing di internet sebelum pergi ke lokasi wisata alam ini, maka kami turun dari bus feeder TJ di depan gedung Yayasan Budha Tzu Chi. Bangunan gedung Yayasan Budha Tzu Chi itu gedeee.. banget!, jadi jangan takut ga kelihatan atau ga ketemu ama gedung itu hehehehe :)

Turun dari Feeder TJ di tanda + itu

Turun dari Feeder TJ di tanda + itu

Saat kami turun di depan gedung maka di sebelah gedung itu ada jalan lurus ke dalam (katanya sih itu Jalan Garden House), itulah jalan menuju Taman Wisata Alam. Ikuti aja jalan itu, ngga bakal nyasar. Kami sampai dilokasi sekitar jam 09.30 WIB.

Ikuti panah belok kanan ke TWA Angke

Ikuti panah belok kanan ke TWA Angke

Peta Menuju Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Peta Menuju Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Jika diperhatikan peta tersebut maka kita akan turun di tanda X dan jalan mengikuti arah panah merah.

 

Tiket

Di pintu gerbang kita akan menemui loket yang ditunggu petugas jaga. Harga tiket masuknya untuk Dewasa adalah Rp. 25.000 dengan dua karcis diberikan yaitu:
- Rp. 20.000 tiket warna biru dengan tulisan Paket Rekreasi Penjelajahan Hutan Outbound dll
- Rp.  5.000 tiket warna putih dengan tulisan Karcis Masuk Pengunjung TWA Angke Kapuk

Sedangkan harga tiket untuk anak-anak hanya Rp. 10.000 saja. Warna tiket merah muda dengan tulisan tiket masuk rekreasi penjelajahan hutan outbound dll Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Tiket Masuk TWA Angke Kapuk

Tiket Masuk TWA Angke Kapuk

Terus terang menurut saya biaya tiket masuk ke Taman Wisata Alam (TWA) ini menurut saya kemahalan. Sebagai pembanding adalah harga tiket Kebun Binatang (KB) Ragunan misalnya, tiket untuk Dewasa Rp. 4.000,-/orang dan untuk Anak-anak Rp. 3.000,-/orang sedangkan untuk Tarif masuk Pusat Primata Schmutzer:
- Hari Selasa s.d Jumat (usia 3 tahun ke atas) : Rp. 6.000,-/orang
- Hari Sabtu s.d Minggu /libur nasional (usia 3 tahun ke atas) : Rp. 7.500,-/orang
Jauh sekali kan bedanya, padahal yang bisa dikunjungi di KB Ragunan dan yang bisa dilihat jauh lebih banyak dibandingkan dengan TWA Angke Kapuk.

Loket dan Pintu Gerbang TWA Angke

Loket dan Pintu Gerbang TWA Angke

Selain harga tiket masuk tersebut ditulis juga biaya lain yaitu:
- Mobil Rp. 10.000,00
- Motor Rp.  5.000,00
- Tiket untuk Turis/WNA Rp. 250.000,00
- Photo Pre Wedding Rp. 1.500.000,00

 

Menjelajahi TWA Angke Kapuk

Setelah membeli tiket maka kami mulai memasuki TWA Angke Kapuk ini. Hal yang pertama akan kita jumpai adalah Masjid panggung diatas air disebelah kiri jalan. Jadi untuk pengunjung yang ingin beribadah sholat tidak perlu khawatir. Saya lihat tempat wudhunya juga ada di pinggir jalan dan airnya mengalir. Saat saya pulang setelah berkeliling saya melihat ada beberapa pengunjung yang sholat di Masjid ini.

Masjid di TWA Angke

Masjid di TWA Angke

Pintu Masuk TWA Angke

Pintu Masuk TWA Angke

Tidak lama kemudian setelah berjalan sekitar 20 meter maka kita akan tiba di pos berikutnya. Di pos ini pengunjung bisa menitipkan tas jika merasa berat untuk harus dibawa-bawa. Selain itu di area ini pengunjung bisa memarkir kendaraannya.

Di pos ini terdapat peta besar isi dari TWA Angke Kapuk. Juga terdapat tanda-tanda larangan yaitu:
- Dilarang membawa makanan dari luar
- Dilarang membawa kamera
- Dilarang membawa hewan peliharaan

Kamera dilarang dibawa akan tetapi handphone atau smartphone berkamera diperbolehkan. Jika ingin membawa kamera maka dikenakan biaya Rp. 100.000,00

Setelah melewati pos penitipan barang/tas maka kita mulai memasuki area TWA Angke Kapuk ini. Jalan nya terpecah dua antara lurus ke jembatan besar atau belok kanan ke arah kantin, gedung aula, dan juga camping house. Saya dan teman saya memilih belok kanan.

Sambil jalan saya bisa melihat papan tulisan keterangan nama pohon-pohon disisi jalan masuk TWA. Sayangnya tulisan keterangan tersebut sudah tidak terlalu terawat.

Kemudian tidak lama kami tiba di area dekat kandang monyet. Kandangnya walau berjeruji juga diberi kawat jaring sehingga tangan si Monyet tidak bisa keluar. Beda dengan kondisi dahulu, kata Sari, dahulu belum ada jaring kawatnya sehingga si Monyet bisa mengambil atau menjambret barang milik pengunjung.

Saya tidak terlalu suka berada dekat kandang Monyet tsb. Saya kasihan melihatnya. Saya lebih senang jika monyet tersebut dilepaskan saja, mungkin bisa dilepaskan di area konservasi lainnya di hutan, tapi tidak di kawasan TWA Angke yang sudah ramai dan tidak ramah bagi monyet-monyet tersebut.

Monyet lucu

Monyet lucu

Dari area kandang monyet kami bergerak ke arah kantin dan area duduk-duduk depan kantin. Kalo saya perhatikan di depan kantin adalah gedung pertemuan atau semacam aula, dan di depannya banyak bangku-bangku untuk duduk-duduk.

Kita memang tidak boleh membawa makanan dari luar, tetapi sayangnya di Kantin hanya menjual makanan ringan dan minuman. Tidak ada menu makanan yang bisa untuk makan siang.  Ada tulisan Rumah Makan di petunjuk arah, tapi saya tidak menemukannya. Kebetulan kami tidak menghabiskan waktu seharian disini, saat makan siang kami putuskan untuk  makan siang di Mall baru depan Budha Tzu Chi yaitu PIK Avenue Mall.

Setelah puas foto-foto dan istirahat duduk duduk di area rumah makan maka kami lanjutkan jalan kembali. Di persimpangan ada petunjuk arah. Maka kami menyusuri jalan sesuai petunjuk arah ke arah lokasi perkemahan. Sambil saya ke toilet dulu. Toiletnya untungnya lumayan bersih dan airnya mengalir.

Di lokasi Wisata Alam ini tersedia pula arena bermain, terutama untuk kegiatan Outbond. Nampaknya TWA Angke ini dibuat sebagai tempat outbond yang letaknya masih di dalam kota Jakarta tidak perlu harus pergi ke Puncak, Cisarua dan lain-lainnya.

Selanjutnya kami menyusuri jalanan yang terbuat dari kayu atau bambu. Jalanan ini menuju rumah perkemahan diatas air. Jika saya perhatikan beberapa bangunan sudah dimakan usia sehingga beberapa sedang direnovasi atau diperbaiki. Demikian jalanan yang terbuat dari kayu juga sudah banyak dimakan usia dan mulai digantikan dengan bambu.

Saya menikmati pemandangan dengan menyusuri bangunan perkemahan yang berjajar menarik. Selain itu didepannya juga terdapat tanaman bakau yang merupakan sumbangan penanaman dari berbagai institusi seperti perusahaan, sekolah maupun perorangan.

Saya menyusuri jalan-jalan kayu yang menghubungkan dengan rumah-rumah penginapan untuk camping. Sayangnya di beberapa titik saya mencium aroma tidak sedap alias bau sampah. memang akhirnya saya temukan beberapa area penuh dengan sampah plastik dan botol bekas minuman. Pemandangan tentu menjadi tidak sedap dan menarik lagi buat saya yang sangat gandrung akan kebersihan :(

Setau saya pengelola TWA Angke Kapuk ini adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta yang berada di bawah naungan Kementerian Kehutanan RI bukan di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saya tau setelah baca di http://www.bksdadki.com/index.php/page/organisasi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 6187/KPTS-II/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Tugas pokok Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta adalah melaksanakan pengelolaan kawasan Suaka Margasatwa, Cagar Alam, Taman Wisata Alam dan Taman Buru serta konservasi tumbuhan dan satwa liar didalam dan diluar kawasan.

Sehingga pantas saja terlihat bedanya untuk pengelolaan TWA ini. Kebersihannya tidak sebaik pengelolaan kebersihan oleh PemProv DKI Jakarta. Demikian pula terkait tiket masuknya yang menurut saya relatif mahal.

Saya bersama Sari dan Rido berkeliling lokasi TWA Angke ini terutama area perkemahan. Walau saat itu hari kerja akan tetapi ada juga pengunjung lain yang datang ke lokasi wisata ini. Ada beberapa keluarga dan ada pula muda mudi yang bersama pasangan atau teman-temannya menikmati kawasan hutan mangrove tersebut.

Setelah puas berkeliling selama beberapa jam maka kami memutuskan untuk mengakhiri kunjungan kami di TWA ini. Saya tidak mencoba untuk melihat menara pemantau untuk melihat burung dan lain-lain. Saya juga tidak mencoba berperahu karena selain panas saya juga sudah melihat spot-spot kotor, yang langsung bikin ill feel. Saya memang gitu orangnya, kalo liat yang kotor-kotor jadi nge-drop. Saya melihat secara umum tempat wisata ini menarik namun perlu dikembangkan lebih jauh.

Selain itu saya juga udah mulai capek dan kepanasan. TWA ini kan berlokasi dipinggir laut disebelah utara Jakarta. Sementara saya orang dari Selatan Jakarta (Jakarta Coret) yang dingin hehehhee (alesan aja padahal emang udah tua jadi cepet capek …) Apalagi waktunya sudah siang waktunya untuk makan siang, para cacing di perut sudah demo walo aksinya damai. Incaran kami adalah nyobain maksi di PIK Avenue Mall sebuah mall yang katanya baru berdiri di kawasan PIK itu beberapa bulan lalu.

Secara umum review saya untuk wisata ke TWA ini adalah:

  1. Lokasinya sangat mudah untuk dijangkau dan biaya transportasinya relatif murah. Jalan kaki dari perhentian TJ ke lokasi TWA tidak lah jauh. TJ tujuan ke PIK juga sangat mudah diakses dari Halte TJ Stasiun Jakarta Kota.
  2. Sebenarnya lokasi wisata ini bisa menjadi alternatif pilihan wisata alam di Jakarta. Tapi sayangnya ketika kita sudah dilokasi tidak banyak hal yang menarik untuk dinikmati. Hanya pemandangan hutan mangrove saja. Binatang yang ada di alam liar juga tidak ada yang bisa dilihat, arena bermain ya hanya arena outbound saja. Tempat ini sepertinya hanya cocok untuk acara Camping atau perkemahan yang sudah diatur oleh EO atau sejenisnya.
  3. Tiket masuknya tidak kompetitif. Harga tiket terlalu mahal jika dibandingkan dengan fasilitas di dalamnya. Belum lagi banyak larangan dan biaya tambahan yang dikenakan, seperti larangan membawa kamera non handphone, larangan membawa makanan dari luar tapi di dalam variasi pilihan makanan tidak banyak. Akan lebih baik jika harga tiket diturunkan dan fasilitas didalamnya ditambah, terutama akan lebih menarik jika ada pusat kuliner.
  4. Kondisi lingkungan kotor dan kurang terawat. Menurut saya faktor kebersihan harus menjadi perhatian. Bagaimana bisa menarik pengunjung jika lokasi obyek wisata itu tidak menarik dan kotor. Dimasa mendatang TWA ini akan bersaing dengan Mall PIK Avenue yang lokasinya tidak jauh dari TWA ini. Memang antara TWA dam Mall tidak apple to apple akan tetapi Mall bisa jadi pilihan hang-out atau berlibur warga PIK karena gratis tidak ada tiket masuk, lebih nyaman karena dingin pake AC serta pilihan makanannya juga banyak. Artinya dengan uang harga tiket Rp. 25.000 TWA akan menjadi tidak kompetitif.

Semoga pihak BKSDA DKI Jakarta sebagai pengelola TWA Angke Kapuk bisa mengevaluasi kondisi ini untuk menjadi perbaikan dimasa mendatang.

Sampai jumpa di wisata dan jalan-jalan saya yang lainnya…. :)

 

 

 

banner

(TRIP) Jalan-jalan ke Chinatown Part 2

Setelah pada tanggal 26 November 2016 saya mengikuti trip jalan-jalan ke Chinatown di Jakarta yang diadakan oleh ITDP — didukung oleh Transjakarta, Kopi Oey, Trafi, dan Melu (Cerita lengkapnya bisa dibaca disini), maka pada tanggal 3 Desember 2016 saya kembali mengunjungi kawasan Chinatown tersebut bersama teman-teman.

Jadi ceritanya, gara-gara saya posting foto di Instagram dan Facebook tentang perjalanan ke Chinatown dengan ITDP itu ternyata membuat beberapa orang teman saya “pengen” dan tertarik untuk mengunjungi kawasan Chinatown juga. Terutama teman saya dulu di saat masih kerja di Bukopin si Sari (Yulia Sari) dan juga teman-teman saya di JASMEV seperti Tata dan Sinta.

Sist Tata usul agar saya membuat Trip yang serupa dan dengan Trip yang diselenggarakan oleh ITDP itu. Selain tertarik dengan wisata kulinernya, lokasi yang dituju tidak jauh alias masih di Jakarta. Selain itu biaya nya juga relatif murah, tidak butuh biaya yang mahal. Saya pun menyetujui ide tersebut dan bersedia untuk menjadi “pemandu” nya berbekal pengalaman ikut Trip sebelumnya.

Akhirnya saya hubungi Sari untuk ajak dia, Sari kemudian mengajak Rido (puteranya) dan Ririn (temannya). Sementara Sist Tata kemudian mengajak teman JASMEV yang lain seperti Sinta, Tika, Natalia dan Selvi. Akhirnya kami ber-sembilan akan menuju kawasan Petak Sembilan. Coba tanggalnya pas tanggal 9 juga… :D

Peserta Trip tanggal 3 Desember 2016 (satu hari setelah aksi damai 212) akhirnya terdiri dari:
- Saya Harri Baskoro Adiyanto.
- Sist Tata : Hartawati Rosmery
- Sist Sinta: Yasinta Wirdaningrum
- Sist Sari: Yulia Sari
- Rido Ghordiyan
- Sist Ririn
- Sist Natalia: Yuliana Natalia
- Sist Tika: Tika Murtika
- Sist Selviana

Ada 9 orang peserta sebagian besar adalah wanita alias emak-emak hahahahaha dan yg cowok cuma saya dan Rido. Seru juga nih saya “kembali” pergi bersama wanita :) Pergi jalan-jalan bersama dengan wanita bukanlah pengalaman pertama buat saya. Pasti selalu menarik dan “rame” ;)

Sebelum hari-H, kita sepakat untuk menggunakan rute yang sama dengan Trip ke Chinatown yang saya ikuti sebelumnya. Namun perbedaannya di Titik Kumpul awalnya, kami sepakat kumpul di stasiun Jakarta Kota.

Peta Trip Chinatown2

Peta Trip Chinatown2

Jadi rute yang akan dituju adalah:
Start – Stasiun Kota
1. Halte TJ Glodok
2. Gang Gloria
Petak 9
3. Vihara Toa Se Bio
4. Gereja St. Maria De Fatima
5. Vihara Dharma Bhakti
6. Candra Naya
End – Maksi di Kopi Oey.

 

Stasiun Kota (ngumpul)

Kami berencana untuk berkumpul di stasiun Jakarta Kota jam 08.00 Pagi. Darimana pun datangnya kita sepakat untuk kumpul di stasiun Jakarta Kota, hal ini dimaksudkan agar kita kompak pergi bareng ke kawasan Gang Gloria-nya. Jadi kita kumpul dulu di stasiun Jakarta Kota. Selain itu dilokasi ini juga menarik, karena penyeberangan dari stasiun ke Halte TJ nya berada di bawah tanah (underground) dan ada taman ditengahnya yang dihiasi payung-payung. Kami sepakat untuk foto-foto dulu disitu.

Pagi itu kami mulai kumpul sekitar pukul 08.00 namun sayangnya Kereta Api saya dari Depok mengalami keterlambatan, karena masuk ke stasiun Jakarta Kota nya mesti gantian. Demikian pula Sist Natalia yang juga naik Kereta dari Depok juga berada di belakang kereta saya.

Saya sampai di lokasi duluan, kemudian tidak lama Sari dan Rido datang. Disusul oleh Sist Tika dan Sist Selvi dan kemudian Sist Ririn juga muncul. Sist Natalia juga kemudian datang setelah keretanya bisa masuk Stasiun Jakarta Kota.

Sambil menunggu Sist Tata dan Sist Sinta, maka kami pun mulai sibuk foto-fotoan di lokasi taman payung. Tidak lama sist Tata dan Sinta bergabung dan juga ikut foto-foto dulu. Baru sekitar jam 08.30 kami bergeser ke halte TJ Kota. Sebenarnya ke Glodok bisa juga ditempuh naik Mikrolet dari stasiun Jakarta Kota tapi saya males naik Mikrolet soalnya pake nyari yang muat ber-9 dan nggak ngetem. Jadi kami pun naik Transjakarta saja.

 

Gang Gloria

Tujuan kami dari stasiun Kota adalah Halte TJ Glodok. Halte TJ Glodok dari Stasiun Kota sih ga jauh. Deket banget malah, hanya satu halte saja. Abis naik TJ, bus jalan, perhentian berikutnya maka kita langsung turun hehehehe

Sekitar pukul 08.55 WIB kami tiba di halte Glodok, disitu kami turun dan lagi-lagi kami sempatkan swafoto di lokasi tangga penyeberangan TJ tersebut. Pokoknya seru banget deh… belum sampe di lokasi gang Gloria kami udah banyak koleksi fotonya :)

Dari halte TJ Glodok kami berjalan menuju gang Gloria. Lokasinya tidak terlalu jauh. Tidak sampai sepuluh menit kami sudah tiba di gang Gloria yang kuliner nya termasyur itu :) Teman-teman langsung saya perlihatkan dengan deretan kuliner yang ada di Gang Gloria. Tidak semua teman saya tidak pernah ke Gang Gloria, beberapa diantaranya sudah sangat paham dan tau tentang kuliner di gang Gloria ni.

Saya ajak teman-teman kemudian duduk dan memesan makanan di food court paling ujung di gang Gloria. Lokasi yang sama dengan Trip yang saya ikuti sebelumnya. Saya suka ditempat ini sebab dekat dengan cakwe incaran saya hahahaha

Sekitar jam 09.00 WIB kami sudah duduk di Food Court Gang Gloria dan sibuk memesan makanan.

Sarapan di Gang Gloria yang terkenal itu

Sarapan di Gang Gloria yang terkenal itu

Teman-teman di lokasi ini kemudian mulai memesan makanan untuk sarapan. Ada yang memesan Gado-Gado Direksi, yang katanya terkenal dan enak. Saya sih tidak terlalu suka dengan gado-gado. Ada yang memesan Mie Ayam Cah Jamur. Ada juga yang memesan Kari Sapi. Pokoknya semua bebas memilih makanan yang dipesannya lha wong yang bayar juga mereka sendiri kok :)

Saya sendiri bukan tipe orang yang muat sarapan pagi banyak-banyak. Jadi saya sarapan cakwe aja. Saya senang sekali cakwe di Gang Gloria ini. Harganya Rp 3000 per batang. Saya beli 10 batang dan kita makan ramai-ramai. Tapi yang paling doyan dan banyak makan cakwe-nya sih saya hehehee

Selesai sarapan sekitar jam 09.50 maka kita pun lanjut berjalan ke daerah kawasan petak 9. kita menyusuri pasar dikawasan tersebut untuk menuju Vihara Toa se Bio.

 

Vihara Dharma Bhakti

Diperjalanan saya berubah pikiran untuk tidak mengikuti jalan potong lewat gang seperti halnya Trip sebelumnya. Saya khawatir tidak hapal dengan jalan gangnya yang kecil dan berkelok-kelok. Akhirnya saya ikuti saja jalan besar di pasar petak 9. Akibatnya lokasi yang kita kunjungi pertama adalah Vihara Dharma Bhakti.

Kita jadi muter, bukan ke vihara Toa Se Bio dulu akan tetapi malah ke vihara Dharma Bhakti. Tapi tidak apa-apa, karena lokasi ini semua berdekatan. Cuma akibatnya rutenya jadi bolak-balik karena nanti akan ke Candra Naya.

Di Vihara Dharma Bhakti kita asyik foto-foto dan melihat-lihat aktivitas ibadah disana. Saya sempat melihat seorang bapak melepaskan burung-burung.

Melepas Burung di Vihara Dharma Bhakti

Melepas Burung di Vihara Dharma Bhakti

Setelah saya posting di FB teman saya Lie Na Lioe menjelaskan maksud dari ritual melepas burung ini:

“Salah satu ritual utk buang hal-hal buruk. Biasanya dilakukan oleh yg shionya tjiong atau bertentangan di tahun tertentu. Mungkin yg di gambar ini shionya tjiong atau bertentangan dgn tahun ayam ( kebetulan next year adalah th ayam). Dari mana kita mengetahui shio kita bertentangan atau tjiong? Bisa minta daftarnya di klenteng tempat kita biasa sembahyang. Biasanya selain burung juga ada yg melepas ikan. Ada pula nanti ritual upacaranya yg dipimpin seorang pemuka agama…”.

Dari wisata ini saya jadi memperoleh banyak informasi dan pengetahuan baru, sehingga tidak hanya menikmati makanan yang enak-enak saja alias wisata kuliner saja.

 

Gereja St Maria de Fatima

Destinasi berikutnya adalah Gereja St Maria de Fatima yang lokasinya tidak jauh dari vihara Dharma Bhakti alias masih di Jl. Kemenangan juga. Sesampainya di lokasi saya disambut dengan ramah dengan bapak yang jaga diparkiran. Kami ditanya ingin beribadah atau ingin melihat-lihat/berkunjung. Saya sampaikan bahwa kami ingin melihat-lihat. Oleh si Bapak saya diantarkan ke dalam. Sebelumnya saya tanya, apakah kami tidak apa-apa jika masuk ke dalam? Si Bapak bilang, tidak apa-apa. Maka kamipun masuk ke dalam.

Suasana di dalam Gereja St. Maria De Fatima

Suasana di dalam Gereja St. Maria De Fatima

Di dalam ternyata sedang ada jemaat atau pengurus gereja yang sedang beres-beres. Ibu-ibu itu sepertinya sedang merapihkan atau bebenah settingan dekor di area depan atau mimbar gereja. Saya tidak tau persis nya sebab saya tidak mampir ke depan, yang bicara adalah teman-teman saya para wanita. Saya pikir sesama ibu-ibu akan lebih nyambung hehehehee dan nampaknya benar sih, mereka bisa cepat nge-blend, alias ngobrol dan ketawa-ketawa. Para ibu-ibu pengurus Gereja itu ramah dan welcome sekali dengan kami para pengunjung.

Selesai foto-foto dan liat-liat gereja St Maria de Fatima ini maka kami pamit pulang dan berterimakasih sudah boleh berkunjung dan diperkenankan liat-liat. Sebelum kami meninggalkan Gereja kami masih sempatkan diri untuk foto-foto dulu di area halaman Gereja.

 

Vihara Toasebio

Lanjut kunjungan kami diteruskan ke Vihara Toa Se Bio yang juga masih di Jl. Kemenangan. Harusnya Vihara ini yang pertama akan kami datangi. Namun karena saya ambil jalan memutar maka Vihara ini justru didatangi belakangan.

Seperti halnya dilokasi lain maka di Vihara ini kami juga langsung melihat-lihat dan tentu saja mengambil foto.

Di vihara ini saya bertemu dengan adik-adik mahasiswi dari Kampus UMN yang sedang mengerjakan tugas. Tugas mereka adalah melakukan wawancara kepada para pengunjung destinasi wisata di kawasan Chinatown dan menanyakan hal-hal terkait dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini. Mereka awalnya meminta teman saya untuk diwawancara, tapi teman saya tidak bersedia. Akhirnya saya yang bersedia untuk diwawancara mereka. Itung-itung saya sampaikan pandangan saya tentang kondisi Indonesia saat ini, masalah keberagaman dan kunjungan wisata kami hari ini. Semoga wawancara dengan saya itu dapat membantu mereka dalam memenuhi tugas perkuliahan mereka.

 

Candra Naya

Setelah puas di Vihara Toa Se Bio maka perjalanan kami siang itu kami lanjutkan ke Candra Naya. Kami harus kembali ke arah Vihara Dharma Bhakti untuk menuju ke Candra Naya. Kasihan juga Rido mulai capek dan demikian pula teman-teman. Perjalanan kita lumayan melelahkan juga hari ini.

Jalan Menuju Candra Naya

Jalan Menuju Candra Naya

Setelah berjalan lumayan capek maka kami sampai juga di Candra Naya. Bangunan bersejarah yang minggu sebelumnya saya sudah kunjungi juga dan saya masih sesali sampai sekarang karena harus menerima “dikangkangi” dua bangunan menara di kanan kirinya :( Candra Naya adalah bangunan cagar budaya yang menurut saya tidak selayaknya dipaksa “tenggelam’ diantara angkuhnya dua bangunan modern.

Sayangnya hari itu kami tidak bisa masuk ke dalam Candra Naya. Kata satpamnya hari itu Candra Naya tidak dibuka. Padahal minggu lalu saya datang dengan rombongan dari ITDP bangunan itu buka. Kata satpam yang berjaga disana karena minggu lalu yang datang adalah rombongan jadi Candra Naya di buka. Entah bener atau ngga saya juga ga yakin pasti, yang jelas ini menambah kejengkelan saya pada pengelola Candra Naya.

Untungnya kami masih bisa foto-foto di terasnya. Begitu juga di kolam bagian belakang. Teman-teman bisa puas untuk berfoto di area ini. Saya agak kecewa juga bawa teman-teman ke Candra Naya tapi ternyata tidak bisa masuk. Baru tau juga ternyata Candra Naya tidak dibuka secara bebas.

Pose di Depan Candra Naya

Pose di Depan Candra Naya

 

Maksi di Kopi Oey

Selesai dan puas foto-foto perut mulai lapar lagi, ternyata sudah waktunya jam makan siang. Seperti trip sebelumnya maka saya ajak teman-teman makan di Kopi Oey juga. Sebenarnya di lokasi Candra Naya ada restoran lain, tapi karena saya sudah familiar dengan Kopi Oey dari kunjungan sebelumnya maka saya ajak teman-teman untuk kesitu aja. Lain waktu jika berkunjung kesana lagi saya akan coba resto yang lain.

Kopi Oey di Candra Naya

Kopi Oey di Candra Naya

Kami lumayan lama juga di Kopi Oey selain untuk makan siang, kami juga beristirahat karena kaki pegel sudah jalan lumayan jauh dan juga ngecharge hape.

Foto yg Indah Karya mbak Yasinta Wirdaningrum

Foto yg Indah Karya mbak Yasinta Wirdaningrum

Sekitar pukul 13.00 kami membubarkan diri. Saya dan sist Natalia memisahkan diri dengan teman-teman yang masih asyik foto-foto di kolam Koi dibelakang. Saya dan Natalia jalan ke halte TJ Olimo dan naik TJ ke Stasiun Kota untuk naik Kereta ke Depok. Sayangnya perjalanan kita berdua pulang ke Depok agak terhambat di Stasiun Tebet karena ada gangguan pada saluran listrik di Stasiun Pasar Minggu Baru yang terkena batang pohon yang tumbang. Saya sampai rumah akibatnya sudah sore.

Hari itu saya hanya keluar uang untuk ongkos berwisata ke Chinatown di Jakarta cukup murah. Naik Kereta tiketnya Rp. 4000 dari Depok ke Stasiun Kota. Demikian pula pulangnya. Sedangkan tiket Transjakarta dari Stasiun Kota ke Glodok Rp. 3500,- demikian pula dari halte TJ Olimo ke Stasiun Kota. Ongkos yang sedikit lebih mahal adalah ongkos ojek online dari rumah ke stasiun Pondok Cina (saya naik kereta selalu dari stasiun pondok cina).

Secara umum wisata kuliner kami hari ini relatif murah dan terjangkau sekali. Tidak perlu biaya mahal untuk wisata kuliner ini dan lokasinya pun tidak terlalu jauh masih di Jakarta juga. Seru banget wisata ini, next kami akan jelajahi tempat lain.

 

Sampai Jumpa di wisata kami berikutnya …